alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5882eb5060e24bb76c8b4581/menteri-rini-sebut-pengawasan-pengadaan-di-garuda-kewenangan-komisaris
Menteri Rini Sebut Pengawasan Pengadaan di Garuda Kewenangan Komisaris
Menteri Rini Sebut Pengawasan Pengadaan di Garuda Kewenangan Komisaris

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno tidak mengetahui secara pasti proses pengadaan pesawat Garuda Airbus A330 bermesin Rolls Royce Trent 700. Namun, sebagai perusahaan publik, pengawasan pengadaan pesawat Garuda menjadi kewenangan komisaris.

 

Rini mengakui, pengadaan barang dan jasa perusahaan negara harus diketahui dan melibatkan pemegang saham terbesar (pemerintah). Namun, karena Garuda Indonesia sudah menjadi perusahaan publik, maka pengadaannya bukan lagi ke pemegang saham mayoritas.

 

"Kita (pemegang saham terbesar) biasanya mengecek dan komunikasi dengan dewan komisaris secara day to day. Pengawasnya adalah dewan komisaris," kata Rini di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2017).

 

Rini menekankan, sebagai perusahaan publik, mekanisme pengadaan langsung di korporasi dan dewan komisaris.

 

"Kalau korporasi perusahaan yang go public itu prosesnya ke dewan komisaris, kalau besar harus lewat rapat umum pemegang saham," jelas dia.

 

Sekadar informasi, Komisaris Utama Garuda Indonesia kala itu dijabat oleh Bambang Susantono yang juga Wakil Menteri Perhubungan era Kabinet Indnesia Bersatu jilid II. Sementara jabatan Menteri BUMN pada saat itu dipegang Dahlan Iskan.

 

KPK menetapkan Eks Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan beneficial owner Cannaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo, sebagai tersangka. Keduanya tersandung kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat dari Rolls Royce P. L. C pada PT Garuda Indonesia (Persero).

 

Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno. Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang.

 

Fulus yang diterima Emirsyah senilai 1,2 juta euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Sedangkan barang yang diterima senilai USD2 juta tersebar di Singapura dan Indonesia.

 

Emirsyah diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

 

Soetikno sebagai pemberi suap djerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...ngan-komisaris

---

Kumpulan Berita Terkait EMIRSYAH SATAR TERSANGKA :

- Menteri Rini Sebut Pengawasan Pengadaan di Garuda Kewenangan Komisaris Emirsyah Tersangka, Menhub: Garuda Harus Lebih Hati-hati

- Menteri Rini Sebut Pengawasan Pengadaan di Garuda Kewenangan Komisaris Menteri Rini Sebut Pengawasan Pengadaan di Garuda Kewenangan Komisaris

- Menteri Rini Sebut Pengawasan Pengadaan di Garuda Kewenangan Komisaris Menjerat Korupsi Lintas Negara

×