alexa-tracking

Kata Malaikat (cinta, horor, keluarga)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5882e9c8902cfe30348b4568/kata-malaikat-cinta-horor-keluarga
Poll: siapa akhirnya yg akan jd suami maya
andi 0% (0 votes)
ari 0% (0 votes)
rian 0% (0 votes)
tokoh lain dicerita 0% (0 votes)
Kata Malaikat (cinta, horor, keluarga)
Salam agan2 semua, setelah baca beberapa sfth akhirnya ane berniat menuliskan cerita ane juga, bukan niat biar orang-orang pada tahu, tapi bisa dijadikan pelajaran dan dokumentasi ane pribadi. Cerita ini based on true story, untuk nama tokoh pasti ane samarkan demi privasi kami, lokasi dan institusi juga akan disamarkan. Dimohon untuk tidak ngejunk y gan, komen boleh asal tdk ngejunk. Buat yang penasaran bisa pm gan, buat yang tahu tokoh dan lokasi dimohon untuk tidak membukanya ya gan, sekali lagi demi privasi. Sekian dan selamat menikmati
Okeeh aman lanjut gan

baiklah

Quote:


baiklah, lanjut & jangan kelamaan up date nya ....
apdetnya koan gan?
masih kosong ternyata
belum ada cerita tapi udah ada polling

gak papa lanjutken juragan emoticon-Recommended Seller
Lanjut Gan, langsung apdet multi part, kalo bisa, supaya rider dan komener pada merapat emoticon-thumbsup
Part 1
Nama ane maya gan, ane termasum cewek cupu, ane ga secantik cewek-cewek dalam cerita stfh kaskus yang biasa ane baca. Tinggi ane cuma 153cm, memang ane termasuk gadis liliput, kulit ane sawo matang, rambut sebahu dengan potongan bob. Bola mata ane coklat, coklat muda tepatnya, mewarisi bola mata bapak ane. Banyak yang mengira ane pake softlens, ane mah cuma senyum-senyum aja dan ada sedikit bangga karena mata ane beda dengan kebanyakan temen ane yang hampir semua berwarna hitam. Ane termasuk anak pendiam dan ga banyak teman. Besok adalah hari pertama masuk SMA. Ane berhasil masuk SMA favorit dikota ane, sekolah yang melahirkan banyak pemenang lomba tingkat nasional dan olimpiade mapel. Sebenarnya ane ga mau gan, ane tau diri lah, ngrasa otak ane ga akan bisa bersaing dengan anak-anak dengan otak encer itu. Selain itu juga ane rada males gan karena rata-rata siswa yang masuk SMA itu adalah anaka orang kaya, ane minder gan. Ane cuma anak seorang toko foto biasa, nama kerennya fotografer. Yah, tapi pada akhirnya ane masuk sini juga, karena nilai ane masih masuk untuk minimal nilai rata-rata yang ditetapkan. Besok ane mulai ikut MOS. Agak males ane. Siapa sih yang suka dipelonco dan jadi bulan-bulanan kakak kelas? Ane membereskan barang-barang yang harus dibawa besok. Ada name tag narapida, yang ane buat dari kertas asturo hitam dengan dua sisi, bagian depan berisi nama sebutan yang sudah diberikan oleh panitia MOS, dan bagian belakang berisi nama asli kita. Ane juga bawa bekal makanan sesuai instruksi yang beda-beda tiap harinya, buat besok disuruh bawa donat. Beberapa barang lain seperti minuman gelas, buah dll yang ane udah lupa apalagi, sori gan. Ane diantar bapak ane tepat jam 6 karena acara MOS memang dimulai enam lewat sepuluh. Lingkungan sekolah sudah mulai ramai, banyak anak yang sudah bergerombol membentuk grup. Ini yang paling ane benci gan, harus memulai dengan orang baru dan lingkungan baru karena ane termasuk orang yang susah bergaul, sejak SMP. Ya entah kenapa ane berubah jadi super introvert dan pendiam sejak masuk SMP. Padahal dulunya waktu SD ane ternasuk siswa yang cerwet dan bandel, beberapa kali berantem di kelas dengan temen cewek maupun cowok. Ane juga terkenal disekolah ane dulu, hehehee.. Bukan mau sombong gan, tapi ane termasuk pintar, selama 6th di SD, ane selalu mendapat rangking 1, dan dekat dengan guru. Selain itu juga selalu terlibat dengan kegiatan disekolah semacam dokter kecil, petugas rutin upacara, ane juga sering ngajuin acara-acara pada guru (batangin gan masih SD tapi udah inisiatifnya gede bikin acara-pacara sekaligus dengan konsepnya dan mengurus ĺsemuanya termasuk mengelola biayanya. Pokoknya intinya ane termasuk siswa populer saat SD, pintar, sering ikut lomba mewakiki sekolah, dekat dengan guru, dikagumi teman, hanpir semua pengen jadi temen ane gan. Skip.
Ane melangkah pelan menuju kerumunan anak yang bergerombol. Pandangan ane menyapu mereka satu persatu, mencari sosok-sosok yang ane kenal. Karena setahu ane banyak temen SMP dulu yang masuk SMA ini juga. Ane ketemu dengan sella, temen SMP ane dulu.
sellla : " Eh, may, sini."
maya : "Hai Sel. Aku liat name tag kamu donk." Ane penasaran dengan tugas membuat name tag, karena ane masih belum paham dan bikin sebisa nya. Dan saat Sella menunjukkan name tag nya ane langsung lemes, karena jelas punya ane salah. Alamat jadi bulan-bulanan deh.
Tak lama kemudian kami disuruh berkumpul dilapangan tengah sekolah. Sepertinya upacara segera dimulai. Benar saja beberapa guru tampakenuju lapangan dan sedikit memberikan sambutan, yang intinya acara MOS akan segera dimulai dan diserahkan sepenuhnya kepada panitia. Setelah sambutan para guru selesai para panitia lsg mengambil alih. Terlihat wajah-wajah tengil kakak kelas yang tak sabar memplonco kami. Dan sialnya ane kebagian barisan depan, karena ane kecil! Tiba-tiba ada seorang senior yang mendekati ane. Duh, udah deg-deg an aja rasanya. Kenapa lagi ini, baru juga hari pertama, belum juga ada sejam masak udah kena sih, gerutu ane dalam hati. Senior cewek ini juga termasuk bangsa liliput gan, dia lebih kecil dari ane😆, putih, dan berjilbab. Dia memandang sinis kearah ane. WTF. Ane cuma nunduk.
Senior : " Heh, kamu!!!!"
anjriiiittt dia teriak kenceeeng banget disamping telinga ane. Kayaknya abis ini ane harus periksa THT nih.
Maya : "Iya kak." Ane mendongak dan coba tersenyum biar tuh senior lunak dikit.
senior : "Heh, ngapain kamu senyum-senyum??? Ga usah sok ramah ya! Dasar kecentilan!" Anjriiittt galak bener.
Maya : " Yah elah kak, saya juga masih suka cowok kali." Kata ane lirih sambil mlengos. Dan ane bener-bener salah besar udah ngomong kayak gitu.
Senior : " Heh temen-temen. Sini deh. Ada artis nih!" Mati ane! Tuh senior cewek manggil temen-temennya. Tapi untungnya yang datang cuma 2 orang laki semuanya.
"Kenapa?" Tanya salah satu senior yang bernama Malka, yang notabene dulu juga kakak kelas ane waktu SMP.
" Ini nih anak baru tapi belagu. Dikatainya aku lesbi! Dikira doyan apa aku sama model begituan. Lesbi juga pilih-pilih kali!" Terang mak lampir itu, eh senior cewek itu.
"Sett dah. Bener itu?" Tanya Malik yang kelihatan tidak suka membantai.
"Eh ga kok kak! Mana ada??" Ane mengelak lah daripada dibantai gan!
"Heh boong lagi!" Sumpah itu senior mukanya udah pengen nelen ane bulat2 waktu itu.
"Sudah-sudah! Udah lah ci, kamu fokus aja." Malka berusaha menahan senior cewek yang ternyata bernama Aci itu. Ane ga ngerti apa maksudnya "fokus" yang diucapkan pelan oleh Malka barusan. Saat ia mengucapkan itu sambil melirik kearah bawah Ane. Aci bersungut-sungut rapi tetap mematuhi saran Malka.
"Awas kamu! Kita liat saja 2hari kedepan! Dan INI!!!!!" anjriiiiiitttr maning, ane sampe loncat waktu doi bilang kata terakhir dengan sangat keras. Kayaknya doi udah nelen toak masjid deh sebelum sekolah.
" Apa ini?? Kamu sudah baca kan peraturan MOS?? Dilarang memakai perhiasan berlebihan!!" Teriaknya yang membuat semua mata menatap kearah kami.
"Lah ini gelang cuma dua biji kak." Sanggah Ane.
"Teman-teman! Ada yang tengil melanggar peraturan! Jelek lagi!" Ane liat panitia mendekat kearah kami. Mati Ane! Merek melihat tangan ane yang sedaru tadi dipegang erat oleh Aci. Mati Ane!
ikut ndeprok di mari
semoga si ts ga sering kentut karena kebanyakan makan kentaaang
emoticon-Ngakak
ane mejeng dlu sist,lanjutkan emoticon-Cool
Meluuuu gelar kloso gan
ijin nenda di pejwan, lanjutken sist
lanjut sist emoticon-Toast
ikutan nenda mumpung masih ada sisa pekiwan
Amankan pejwan dulu di thread yg ada nuansa horornya emoticon-Takut
Semua panitia mengerumuni ane. Kali ane bener-bener ngeri gan. Pada jaman ane plonco-ploncoanya masih sadis. Semua memepet ane dengan rapat.
"Kamu baca peraturan MOS g?" Teriak Aci
"Baca kak." Ane masih menunduk.
"Terus ini apa?? Nantang kamu?" Sumpah beneran Ane ga mengada-ada, tapi ada air liur Aci yang muncrat dan kena pipi Ane.
"Ini gelang dari nenek saya kak. Udah ga bisa dilepas, ga boleh dilepas." Ane boong gan. Sebenernya sih itu gelang emang udah ga bisa dilepas karena kekecilan. Gelang itu warisan turu temurun yang dikasih sama Pak Dhe Ane, kakak dari Bapak Ane gan. Cuma gelang biasa sih, gelang emas putih.
"Heh kamu itu udah salah malah pake nama nenek buat alibi, dosa kamu!" Bentak senior lain, cewek dengan kulit putih dan rambut sebahu yang hitam legam, cantik dan kalem sebenarnya wajahnya. Ayu namanya.
"Bener kak." Ane bertahan. Tak lama ada suara ribut dari blok sebrang. Sepertinya ada anak baru yang kena semprot juga. Entah ga tau apa masalahnya dan sepertinya itu anak baru bukan tipe yang mau dan pasrah dijadiin korban perploncoan. Terdengar bantahan-bantahan dari anak baru tersebut. Satu persatu senior yang mengerubuti ane pergi dan menuju ke blok sebrang. Tapi tidak dengan Eci 😭.
"Untung kamu!" Nadanya udah ga tinggi tapi nylekitnya juara.
"Sekarang, kamu keliling lapangan, kamu tunjukkin ke temen-temen kamu gelang ini. Sambil kamu bilang, 'liat gelangku bagus'. Ke satu persatu temen-temen kamu. Ngerti??? Awas kamu kalo ketauan curang!" Lalu Aci pun berlalu menuju ke arah anak baru yang belakangan ane tahu namanya Nanda. Sambil berkeliling menunjukkan gelang ane, ane sempet denger Nanda berorasi di depan siswa, yang intinya tak ada perbedaan antara senior dan junior, siswa baru dan lama, panitia dan peserta. Panitia tidak berhak memplonco anak baru dengan seenakny. Berani juga ya itu anak, batin ane. Ane berkeliling dengan malas dan langsung memotong barisan setelah berada ditengah. Setelah di barisan belakang ane kembali ke depan lagi. Dan siaaallll.... Ada lagi senior usil yang gatel banget kayaknya pengen cari-cari korban. Dia liat rok SMP ane sambil melotot tajam. Dari name tag di seragamnya sih, namanya Wulan. Dia tadi juga ikut mengerumuni Ane.
"Kamu emang ganjen ya!! Baru juga kelas satu udah gatel aja pake rok mini kayak gini! Dari SMP mana kamu??" Yaelah ini senior bener-bener cari salah banget. Yaiyalah rok ane skr udah cingkrang, lah udah kelulusan dimana pasti ane udab tambah tinggi jadi otomatiz seragam yang udah dipake setahun itu bakalan tambah keliatam mini. Masak ane kudu bikin rok baru cuma buat acara MOS. Bener dah ini orang cari-cari kesalahan.
"SMP 1 kak." Ane lirik Meli temen ane satu sekolah dulu, dia lebih mini lagi roknya, lebih tinggi dibanding ane tapi aman-aman aja. Ane bener-bener kesel dan sirik. Lalu Wulan memanggil Malka, kakak kelas ane juga dulu waktu SMP.
"Emang sekolah kamu dulu kayak gini seragamnya Mal? Kamu kenal dia?" Mana mungkin Malka kenal ane, secara ane siswa biasa ga pernah ikut osis dan ga populer. Malka hanya memandang ane sesaat pertanda ga kenal dan menggeleng. Ga gitu seragamna, bisik dia lalu langsung pergi. WTF. Ane benci banget dibentak-bentak, dan krnapa sih MOS selaku identik dengan perploncoan? Dan akhirnya ane kena hukuman bernyanyi 3 lagu di depan siswa lain, disuruh lari muterin lapangan 3 kali pula. Tapi bukan ane kalo cuma nurut, waktu mereka meleng, ane langsung turun dan cuma muter sekali lngsung ngilang ke UKS.
"Kenapa dek?" Tanya Siska.
"Pusing kak, pandangan saya berkunang-kunang." Ane pura-pura ndeprok di kursi.
"Udah sarapan?"
"Belum kak." Ane liat Siska menyuruh temannya untuk memesan soto ke kantin sekolah. Asyeeeekkk, lumayan, batin ane. Ane pun disuruh rebahan dikasur dan diperiksa oleh Siska.
"Istirahat dulu aja dek." Ane pun langsung merem dah menikmati sejuknya AC ruang UKS.

Part 2

Semua panitia mengerumuni ane. Kali ane bener-bener ngeri gan. Pada jaman ane plonco-ploncoanya masih sadis. Semua memepet ane dengan rapat.
"Kamu baca peraturan MOS g?" Teriak Aci
"Baca kak." Ane masih menunduk.
"Terus ini apa?? Nantang kamu?" Sumpah beneran Ane ga mengada-ada, tapi ada air liur Aci yang muncrat dan kena pipi Ane.
"Ini gelang dari nenek saya kak. Udah ga bisa dilepas, ga boleh dilepas." Ane boong gan. Sebenernya sih itu gelang emang udah ga bisa dilepas karena kekecilan. Gelang itu warisan turun temurun yang dikasih sama Pak Dhe Ane, kakak dari Bapak Ane gan. Cuma gelang biasa sih, gelang emas putih.
"Heh kamu itu udah salah malah pake nama nenek buat alibi, dosa kamu!" Bentak senior lain, cewek dengan kulit putih dan rambut sebahu yang hitam legam, cantik dan kalem sebenarnya wajahnya. Ayu namanya.
"Bener kak." Ane bertahan. Tak lama ada suara ribut dari blok sebrang. Sepertinya ada anak baru yang kena semprot juga. Entah ga tau apa masalahnya dan sepertinya itu anak baru bukan tipe yang mau dan pasrah dijadiin korban perploncoan. Terdengar bantahan-bantahan dari anak baru tersebut. Satu persatu senior yang mengerubuti ane pergi dan menuju ke blok sebrang. Tapi tidak dengan Eci 😭.
"Untung kamu!" Nadanya udah ga tinggi tapi nylekitnya juara.
"Sekarang, kamu keliling lapangan, kamu tunjukkin ke temen-temen kamu gelang ini. Sambil kamu bilang, 'liat gelangku bagus'. Ke satu persatu temen-temen kamu. Ngerti??? Awas kamu kalo ketauan curang!" Lalu Aci pun berlalu menuju ke arah anak baru yang belakangan ane tahu namanya Nanda. Sambil berkeliling menunjukkan gelang ane, ane sempet denger Nanda berorasi di depan siswa, yang intinya tak ada perbedaan antara senior dan junior, siswa baru dan lama, panitia dan peserta. Panitia tidak berhak memplonco anak baru dengan seenakny. Berani juga ya itu anak, batin ane. Ane berkeliling dengan malas dan langsung memotong barisan setelah berada ditengah. Setelah di barisan belakang ane kembali ke depan lagi. Dan siaaallll.... Ada lagi senior usil yang gatel banget kayaknya pengen cari-cari korban. Dia liat rok SMP ane sambil melotot tajam. Dari name tag di seragamnya sih, namanya Wulan. Dia tadi juga ikut mengerumuni Ane.
"Kamu emang ganjen ya!! Baru juga kelas satu udah gatel aja pake rok mini kayak gini! Dari SMP mana kamu??" Yaelah ini senior bener-bener cari salah banget. Yaiyalah rok ane skr udah cingkrang, lah udah kelulusan dimana pasti ane udab tambah tinggi jadi otomatiz seragam yang udah dipake setahun itu bakalan tambah keliatam mini. Masak ane kudu bikin rok baru cuma buat acara MOS. Bener dah ini orang cari-cari kesalahan.
"SMP 1 kak." Ane lirik Meli temen ane satu sekolah dulu, dia lebih mini lagi roknya, lebih tinggi dibanding ane tapi aman-aman aja. Ane bener-bener kesel dan sirik. Lalu Wulan memanggil Malka, kakak kelas ane juga dulu waktu SMP.
"Emang sekolah kamu dulu kayak gini seragamnya Mal? Kamu kenal dia?" Mana mungkin Malka kenal ane, secara ane siswa biasa ga pernah ikut osis dan ga populer. Malka hanya memandang ane sesaat pertanda ga kenal dan menggeleng. Ga gitu seragamna, bisik dia lalu langsung pergi. WTF. Ane benci banget dibentak-bentak, dan krnapa sih MOS selaku identik dengan perploncoan? Dan akhirnya ane kena hukuman bernyanyi 3 lagu di depan siswa lain, disuruh lari muterin lapangan 3 kali pula. Tapi bukan ane kalo cuma nurut, waktu mereka meleng, ane langsung turun dan cuma muter sekali lngsung ngilang ke UKS.
"Kenapa dek?" Tanya Siska.
"Pusing kak, pandangan saya berkunang-kunang." Ane pura-pura ndeprok di kursi.
"Udah sarapan?"
"Belum kak." Ane liat Siska menyuruh temannya untuk memesan soto ke kantin sekolah. Asyeeeekkk, lumayan, batin ane. Ane pun disuruh rebahan dikasur dan diperiksa oleh Siska.
"Istirahat dulu aja dek." Ane pun langsung merem dah menikmati sejuknya AC ruang UKS.
Kata Malaikat (cinta, horor, keluarga)
Udah seminggu sejak MOS selesai dan sekarang ane uda jadi anak SMA gan😆. Seneng banget tapi tetep masih cupu sih. Hari itu pelajarn Bahasa Indonesia, gurunya boring sih sebenernya tapi karena ane suka ya tetep asyik aja. Ane duduk dibangku no 3, temen sebangku ane Ayu namanya. Anaknya tinggi, ane cm setelinganya aja, item manis dan tembem. Dia mayan populer gan dikelas😂. Sebelah bangku ane ada Pongky, ganteng. Putih, tinggi, mata agak sipit. Ane suka liatin sih, tapi cuma sekedar suka. Hari itu guru Bhs Indo membagikan tugas kelompok dan kita disuruh untuk diskusi kelompok. 1 kelompok berempat dan ane kebagian temen kelompok depan ane. Muhsin dan Fahri. Ane sebeeeel banget. Gimana ga sebel itu orang berdua udah jelek alot lagi orangnya. Apalagi Muhsin. Benernya Muhsin itu pinter, dia juara olimpiade fisika tingkat nasional mewakili sekolah yang nantinya bakal dia ikutin. Tapi tetep aja itu sama sekali tidak membuatnya tambah ganteng. Orangna kurus, tinggi sedang-sedang aja, muka penuh jerawat, kebayang kan jeleknya. Ane sama Ayu sering debat soalnya argumen-argumen dia aneh, ga masuk akal. Pemikirannya aneh dan ga nyambung dengan pembahasan. Mungkin rata-rata orang jenius gitu kali ye. Sedangkan Fahri milih diem aja sambil liatin Ane. Iya ane! Denger-denger dari gosip sih doi suka ane😵. Ane mah biasa, bukan tipe ane banget. Orangnya kecil, lbh kecil dari ayu😱 putih, mancung dan rambut agak pirang. Sebenernya kalo doi tinggi sih mayan keliatan ganteng. Doi juga satu ekskul sama ane, pecinta alam.
"May, minggu depan ikut kan?" Tanyanya tanpa menghiraukan Ayu dan Muhsin yang masih adu otot eh adu argumen. Ayu langsung brenti dan nengok Fahri.
"Apasih malah bahas lain." Ayu keliatan bete banget.
"Ga tau ri, iya bahas tugas aja." Ane menghindar. Akhirnya ga lama bel istirahat bunyi, Alhamdulillaaaahhh bebas, batin ane. Lega rasanya harus berhadap-hadapan dengan dua cowok dua itu. Ayu langsung ngajak ke kantin.
"Bentar yuk duluan deh." Ane lagi nyari uang SPP yang udah seminggu ndekem ditas ane. Waktu lagi nyari uang, temen-temen cewek yang madih dikelas tiba-tiba ribt teriak sambil ngacung-ngacung ke arah mushola. Kelas ane emang bersebelahan langsung dengan mushola. Jadi dari jendela kelas udah bisa liat ke arah mushola dan tempat wudhu putri. Ane nengok. Paass banget ada kakak kelas ane, emang pasangan sih mereka pacaran itu kissing ditempat wudhu putri. Awalnya si cewek yang berjilbab itu menuju ke tempat wudhu setelah wudhu dan siap-siap mau pake jilbab lagi, tau-tau cowoknya nyamper dan langsung nyamber bibirnya. Waktu itu buat ane masih hal tabu, maklum ane tinggal dikota kecil dan belum terekspos hal-hal berbau se*ks jadi kissing aja udah bisa buat heboh srmua orang. Setelah kissing cowok itu pergi gitu aja dan ninggalin si cewek yang sesenggukan. Mungkin sedih keperawanan bibirnya telah direnggut.
"Heh, mlongo aja!" Ane kaget srtengah mati waktu bahu ane ditepuk dari belakang.
Oke gan, kita simak bareng2
×