alexa-tracking

Tanya : Penguasaan aset dalam hukum perdata

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5882b4e254c07a68088b4568/tanya--penguasaan-aset-dalam-hukum-perdata
Tanya : Penguasaan aset dalam hukum perdata
Halo agan2, khususnya yg menguasai hukum perdata, ane mau nanya donk kasus ane ini (maklum ane bukan org hukum) ....

Si A utang sama ane, dan dia di MOU tertulis bahwa kalo terjadi wanprestasi , dia rela untuk serahin aset dia dan menyerahkan tanggung jawab hukum ke keluarganya senilai utang ane termasuk bagi hasil sejumlah yg dia wanprestasi.. nah setelah ane selidiki ternyata aset atas nama A itu tidak ada, semua atas nama ortunya..


Yg ane mau tanyakan :

1) Apa iya aset atas nama ortunya bisa disita pengadilan untuk lunasin utang si A ? kan bisa aja si A ato ortunya berkelit, lho ortu kan gak ttd untuk serahin aset

2) Setau ane, sebelum putusan pengadilan, kita bisa minta ke hakim untuk yg namanya "Sita jaminan" -> nah kalo ini dikabulkan hakim, ternyata misalnya aset itu bukan atas nama A, tapi atas nama ortu si A gmana

3) Jika MOU terdiri dari 3 halaman, namun hal 1 dan 2 tidak ada tanda tangan dari seluruh pihak di kanan bawah, hanya di halaman terakhir saja ada ttd kedua pihak bermeterai -> apakah MOU ini sah secara hukum ?

Mohon dibantu ya gan jawabannya, kalo bisa disertakan pasal KUH Perdatanya untuk jawaban ane sebagai landasan hukumnya

Matur nuwun


image-url-apps
Quote:


Ane mau nanya dulu biar lengkap.

Pertama. Utangnya berapa digit? Lebih dari 200jt kaga?

Kedua, emang udah wanprestasi?

Ketiga. Perjanjian ente dengan dia sah selama memenuhi syarat sah perjanjian ( liat pasal 1320 BW)






1) ya gan > 200 juta hehe

2) udah wanprestasi sejak Juli 2016
KASKUS Ads

Gan

image-url-apps
Sudah gan masukkan ranah pidana aja. Cepat tepat mantap. Hehe
kalo pidana, duit ane kan kagak balik scara dia dipenjara.. gmana sih gan, ente ngasih advicenya
Hmmm... MOU beda sama surat perjanjian... jadi lebih baik langsung dibuatkan butir-butirnya (pasal-pasalnya) dalam surat perjanjian aja gan.. (surat perjanjian hutang-piutang)

hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam surat perjanjian tadi...
1. Apakah perjanian dalam MOU atau sebaiknya di tingkatkan jadi surat perjanian tadi diketahui oleh orang tuanya (dimana disini mereka sebagai pihak penjamin)
2. Apakah ada tanda tangan orang tuanyanya sebagai penjamin dalam surat MOU tadi...? sebaiknya libatkan saksi paling enggak 2 orang (ikut tanda tangan)
3. Nilai aset yang di jaminkan berapa...? dan atas nama siapa (kepemilikan aset yang di jamin harus jelas) okelah kepemilikna betul punya orang tuanya, tapi nilainya sama atau bisa menutupi nilai hutang nya atau enggak...?

Sebaiknya pelajari dulu baik-baik surat perjanjian atau MOU yang di tawarkan... jangan buru-buru ambil keputusan... apalagi kalau nilai nominalnya tinggi...
lebih jelas kalau isi MoU nya ditaruh disini
karena menjadi permasalahan kalau MoU itu tidak memuat klausula-klausula perjanjian, melainkan hanya semacam tahap pra kontrak
kalau ada klausula-klausula, merujuk pada Pasal 1320 BW

perkiraan saya, aset yang bukan atas namanya itu melanggar syarat keempat 1320 BW
Pasal 1320
Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat;
1. kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya;
2. kecakapan untuk membuat suatu perikatan;
3. suatu pokok persoalan tertentu;
4. suatu sebab yang tidak terlarang

jo. Pasal 1335
Suatu persetujuan tanpa sebab, atau dibuat berdasarkan suatu sebab yang palsu atau yang
terlarang, tidaklah mempunyai kekuatan.

akibat hukumnya, bisa meminta gugatan pembatalan perjanjian disertai ganti rugi ke PN
sebab, dilanggarnya syarat keempat Pasal 1320 BW, akibatnya adalah perjanjian itu batal demi hukum
dianggap tidak pernah ada
tapi sekali lagi, harus dipelajari MoU nya
Ok gan , makasih advicenya...jadi intinya gini :

1) Surat Perjanjian Kerjasama itu adalah surat kerjasama pemakaian titipan modal ane, dan di pasal wanprestasi ane tulis, kalo wanprestasi berarti A sudah menyatakan melakukan penipuan dan penggelapan dan keluarganya akan tanggung jawab -> ini sebenernya sudah masuk pidana kalo kata temen ane, cuma ane tunggu dulu, kelarin yg perdata

2) Ortu si A tidak ikut ttd, tapi di surat perjanjian itu tertulis, kalo ada wanprestasi tertulis " keluarga A akan bertanggung jawab"

So, intinya ane butuh kejelasan sekaligus pasal2 perdatanya utk gugatannya :

a) Ini kan bisa masuk pidana juga, pertanyaan mana lebih dulu selesaikan perdata ato pidana, ane baca internet katanya bisa digabung, tapi katanya ada PERMA tahun 56 yg katanya gak boleh digabung -> jadi bingung ya

b) Putusan hakim perdata itu apakah hanya menerima / menolak gugatan saja / bisa mengabulkan gugatan sebagian utk beberapa poin

c) Di perdata kan ada sita jaminan (conservatior beslag) -> nah ini kalo aset A ternyata atas nama ortunya, apa iya bisa disita pengadilan dengan dasar pasal 1131 KUH Per ?

Mohon advicenya suhu2 hukum disini

Tq
image-url-apps
Dari awal perjanjiannya sudah mencurigakan,yang jelas aset yang dimiliki oleh orang tua terlapor tidak bisa disita apabila mereka tidak mengetahui perihal perjanjian yang anda buat dengan terlapor.

Saran saya bawa ke ranah hukum pidana saja
Quote:


lu nitip apa ngutangin

kalau lu nitip sesuatu (uang ato barang) lu bayar dong biaya penitipan emoticon-Wkwkwk

kalau kerjasama, untung rugi sama sama nanggung bro, enak di ente tiap bulan dia setor emoticon-Wow kalau ini yg terjadi ente itu lintah darat emoticon-Takut

so intinya mou ente itu kan utang piutang, tapi ente buat seolah olah penitipan dan kerjasama.emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

lo jng ngarepin ortunya atau siapapun mau tgjwb ama sesuatu yg mereka tidak tekenemoticon-fuck
CLOSED. SOLVED