alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587e3542947868b05e8b4569/pemerintah-dan-polri-tak-akan-pernah-bubarkan-fpi-ini-alasannya
Pemerintah Dan Polri Tak Akan Pernah Bubarkan FPI.. INI Alasannya..!!!
Pemerintah Dan Polri Tak Akan Pernah Bubarkan FPI.. INI Alasannya..!!!LajuBerita – Adakah yang meraih keuntungan di balik FPI? Jelas ada, yang untung ya Polri dan Pemerintah, nama mereka bersih, rakyat di adu domba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali”
“Front Polisi Indonesia yang menyamar sebagai Ormas Islam. Agenda FPI adalah agenda polisi. Berdasarkan laporan CIA malah BIN juga ikut membantu”.

FRONT PEMBELA ISLAM atau FPI adalah ormas yg paling fenomenal dan kontroversial di Indonesia. Dicaci-maki oleh rakyat tapi dibutuhkan penguasa. FPI itu bukan ormas agama. Bukan ormas Islam. FPI itu ormas biasa yang dibentuk oleh pemerintah kita sendiri dan TNI/Polri pasca reformasi. Cikal bakal FPI adalah Pam Swakarsa yg dirikan Panglima ABRI (Pangab) Jend Wiranto berserta pucuk pimpinan Polri. Tujuannya : mencegah konflik vertikal.

Spoiler for rizieq:


Konflik vertikal itu adalah konflik antara massa dengan Pemerintah. Aparat keamanan : Polri dan TNI. Konflik vertikal ini dianggap merugikan. Konflik vertikal merugikan dan merusak citra polisi dan TNI karena cenderung menimbulkan citra bhw Polri dan TNI itu musuh rakyat. Ini berbahaya. Sebab itu Wiranto cs membuat Pam Swakarsa.

Massa demo mahasiswa/aktivis dihadapi oleh massa sipil juga. Pamswakarsa ini komandani aktivis mahasiswa. Tapi Pamswakarsa punya kelemahan mendasar. Mudah ditebak sebagai antek Pemerintah dan dibayar. Maka harus ditransformasi ke ormas yg lebih tepat. Maka lahirlah Front Pembela Islam. Semula mau dinamakan Front Pembela Indonesia. Kata “Islam” dipakai karena lebih “startegis”
Biaya awal pendirian FPI adalah Rp 250 juta utk sewa markas dan rekrut anggota. Biaya bulanan tidak tentu,antara 50-100 juta. Sumber dana dari TNI dan Polri.

Tujuan utama pendirian FPI : garda terdepan pasukan Polisi, pembuat isu, maintain (maintenance) isu, kelola konflik, pengumpul informasi dsb. Peran FPI ini persis konsep BanPol (pembantu polisi) dan Babinsa (bintara pembina desa). Dengan kata lain,FPI menjadi “pasukan marinirnya” Polisi.

FPI bergerak berdasarkan sistem komando. Atas dasar instruksi dari petinggi Polri dan TNI. Agendanya jelas dan terarah.
Diawal berdirinya FPI sempat ada “kesalahapahaman” antara anggota FPI dengan aparat polisi yang belum tahu bhw FPI itu “adik kandung” polisi. Ada cerita lucu, pimpinan FPI ditangkap polisi, bawa mobil ga ada SIM& STNK. Kemudian datang pasukan ke polres, seisi Polres ditampar.

Atau cerita lucu yang terbaru : Munarman ditilang Polisi..Polisi yg menilang yang ditampar abis2an oleh Munarman. Munarmannya gak diapa-apain. Jadi FPI itu adalah Front Polisi Indonesia yang menyamar sebagai Ormas Islam. Agenda FPI adalah agenda polisi. Berdasarkan laporan CIA malah BIN juga ikut membantu

Publik pernah membaca laporan CIA, bhw BIN (Badan Intelejen Negara) membantu milyaran Rupiah setiap tahun ke FPI. FPI itu asset pemerintah untuk “berhadapan” dengan rakyat.
Untuk menipu publik, pimpinan FPI dipasang sosok “ulama & tokoh agama”, kata “Islam” dipakai sbg perisai FPI dari serangan/ktritik publik. Tidak ada satu kata atau satu kalimatpun dlm tujuan pendirian FPI utk : Dakwah, syiar Islam, Amar Maruf dst…sama sekali tidak ada!! FPI hanya alat.

Pemerintah tahu persis risikonya jika aparat polisi/TNI yg menyerang atau menangkap aktivitas2 elemen rakyat yg dinilai “membahayakan”. Pemerintah khawatir dengan citra Polri/TNI dan pemerintah di mata internasional.
Terkait isu HAM, demokrasi dsb. FPI yg “dimajukan” kedepan. Sesekali FPI memang Offiside atau Abused of Power. Serang2 warung maksiat atau judi2 “tak berizin”.

Sengaja dibiarkan supaya ada legitimasi. Anggota2 FPI yang Offside itu kadang ditangkap dan ditahan jika banyak sorotan publik, tapi langsung dilepas lagi jika sorotan publik sudah reda

Pemerintah dan FPI butuh “legitimasi” agar FPI benar2 dipercaya publik sebagai ormas agama. Bukan sebagai ormas bentukan Polri/TNI. Padahal FPI ditujukan untuk agenda dan tujuan politik praktis pemerintah. Itu sebabnya setiap aksi “pesanan”, Polisi selalu hadir dibelakang FPI.

Aggota/kader-kader rendahan FPI sama sekali tidak tahu bahwa FPI itu bentukan, ditunggangi dan jalankan agenda Polisi/Pemerintah.
Sentimen mereka dimainkan. Sekarang ini biaya operasional FPI itu rutin dari pemerintah dan dari setoran bandar-bandar narkoba/prostitusi yg sudah “dicuci” dan juga dari hasil pemerasan.

Sesekali FPI dibolehkan jalankan “aksi sendiri” utk maintain eksistensi FPI. Tapi aksi utama FPI tetap sbg kepanjangan tangan Polri
Siapakah yang rugi? Jawabnya : Umat islam. Kata “Islam” yg melekat pada FPI memperburuk citra Islam di dalam negeri dan luar negeri. pemerintah aman. Bersih.

Tuntutan pembubaran FPI kepada Pemerintah, sampai kiamat tidak akan dipenuhi Pemerintah. Karena FPI itu memang bagian dari startegi Pemerintah. FPI tetap dibutuhkan Pemerintah dalam “penyelesaian kasus-kasus tertentu” yang sensitif, abu2, rawan dan potensial timbulkan konflik horizontal. Satu-satunya cara adalah : ajukan gugatan class action ke MA utk merubah nama FPI dengan cabut kata Islam di FPI atau batalkan SK pendiriannya.

Sudah lama nama Islam dirusak, dicemarkan, dimanfaatkan dan ditunggangi oleh FPI/Pemerintah.Sudah saatnya hal itu diluruskan. Umat Islam rugi besar gara-gara itu.

Adakah yang meraih keuntungan di balik FPI? Jelas ada, yang untung ya Polri dan Pemerintah, nama mereka bersih, rakyat di adu domba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali.

ihhh rumit sekali pembahasannya emoticon-Wow
emang begitu, keberadaanya FPI

kalau aparat ga cepat bertindak ditakutkan akan ada penghakiman massa
Untung? Bibit perpecahan iya emoticon-Blue Guy Bata (L)
kalau ini bener, paling kasihan panasbung yg cuma anggota dan pendukung fpi garis bawah, seperti udah jatuh ketimpa jembatan beton emoticon-Ngakak
ini versi yang ini.... Pemerintah Dan Polri Tak Akan Pernah Bubarkan FPI.. INI Alasannya..!!!

kalo menurut panglima:

Quote:Panglima TNI: Kami Hadapi Ormas yang Bertentangan dengan Pancasila

Selasa 17 Jan 2017, 11:30 WIB

Elza Astari Retaduari - detikNews


Pemerintah Dan Polri Tak Akan Pernah Bubarkan FPI.. INI Alasannya..!!!
Panglima TNI (Istimewa/Puspen TNI)

Jakarta - Rapat Pimpinan (Rapim) TNI masih berlanjut pada hari kedua ini. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, dalam Rapim ini, turut pula dibahas mengenai bantuan TNI untuk Polri dalam menghadapi ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila.

"Rapim TNI kali ini dinilai sangat strategis dalam melanjutkan kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkap Gatot di lokasi Rapim, Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (17/1/2017).

Gatot mengingatkan seluruh komponen bangsa wajib bekerja sama untuk menjaga kestabilan bangsa. Seluruh peserta Rapim TNI disebutnya bertekad menciptakan suasana kondusif.

"Mendukung pemerintah yang sah yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, yang dipilih secara proses konstitusi," tegas Gatot.

"Dan dalam menghadapi kompetisi global yang disampaikan Presiden, TNI berkomitmen mendukung semua program pemerintah dan sepakat untuk menghadapi semua ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan radikalisme," imbuh jenderal bintang empat tersebut.

Ormas yang akan dihadapi TNI, menurut Gatot, termasuk ormas-ormas yang mengganggu pembangunan nasional. Ini menjadi poin penting yang dibahas dalam rapim.

"Sehingga dalam rapim ini sejumlah kementerian ikut memberikan arahan, petunjuk, agar semua dapat berjalan lancar dan TNI dapat membantu program-program pemerintah, baik di pusat maupun di daerah," ujar Gatot.

Sejumlah jajaran di Kabinet Kerja memang turut menjadi pembicara dalam Rapim TNI. Seperti Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno LP Marsudi, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hari ini, Menkum HAM Yasonna Laoly, Seskab Pramono Anung, dan Mensesneg Pratikno menjadi pemberi materi. Rapim TNI ini diikuti oleh 262 perwira tinggi. Sebanyak 184 Pati dari TNI dan 78 Pati dari Polri. (ear/rvk)

sumber: https://m.detik.com/news/berita/d-3397856/panglima-tni-kami-hadapi-ormas-yang-bertentangan-dengan-pancasila


kalo menurut pak Wiranto:

Quote:Wiranto: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Ormas

Selasa, 17 Januari 2017 | 18:34 WIB

Pemerintah Dan Polri Tak Akan Pernah Bubarkan FPI.. INI Alasannya..!!!
Fabian Januarius Kuwado
Mekopolhukam Wiranto (tengah), Seskab Pramono Anung (kiri) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat konferensi pers tentang keputusan rapat terbatas membahas reformasi hukum jilid II di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (17/1/2017).


JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bersikap tegas terhadap organisasi massa yang melanggar hukum.

Hal itu dikatakannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/1/2016).

"Pemerintah akan selalu mengedepankan hukum. Indonesia itu negara demokratis, tetapi juga negara hukum, bukan negara ormas," kata Wiranto.

Pernyataan ini disampaikan Wiranto menanggapi kekhawatiran masyarakat, khususnya kalangan dunia usaha, atas gesekan antara ormas Front Pembela Islam dan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia.

Wiranto menegaskan, perbedaan pendapat di alam demokrasi adalah hal yang wajar.

Akan tetapi, jangan sampai perbedaan menimbulkan bentrok.

"Kalau sudah menyangkut gesekan fisik, menyangkut masalah serang-menyerang, itu masalah hukum. Urusan aparat keamanan. Ormas mana pun tidak diizinkan untuk mengambil langkah-langkah paksa ke pihak lain. Hukumnya ada, kok," ujar Wiranto.

"Jangankan memberikan tindakan paksa, memberikan suatu tekanan dan intimidasi saja tidak boleh," lanjut dia.

Wiranto juga meminta masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha, tidak perlu merasa khawatir atas situasi yang terjadi.

Ia menjamin bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum bisa mengendalikan situasi.

"Siapa pun yang melanggar hukum akan berhadapan dengan pemerintah yang mengawal hukum. Kita tegas menegakkan hukum, jangan dianggap, dicap, pemerintahan yang otoriter," kata dia.

Penulis: Ihsanuddin
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary


sumber: http://nasional.kompas.com/read/2017/01/17/18340751/wiranto.indonesia.negara.hukum.bukan.negara.ormas
nah ini salah satu cara "mereka" menggiring opini publik, tujuannya jelas cabut kata islam, hingga rakyat tidak lagi respect dan "mereka" tidak lagi terganggu.
Dowo nemen mung moco judul emoticon-Big Grin
jgn bawa2 agamalah mending islamnya diganti aja masalahnya si riziq baru berani beraksi kalo bawa2 agama itu dia pangkal masalahnya
gitu yah.
saiya liat perkembangannya aja.
hhmmm......
ini sumber beritanya dari mana?
kudu cukup bukti.
Pendukung FPI = Kumpulang orang goblok makin tak terbantahkan.emoticon-Ngakak (S)
Quote:yang untung ya Polri dan Pemerintah, nama mereka bersih, rakyat di adu domba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali”

emoticon-Ultah emoticon-Selamat
Barang bekas tu... uda di buang

Quote:Susahnya Membubarkan FPI
Penulis Denny Siregar Diterbitkan Senin, Januari 16, 2017
TAGS
#DENNYSIREGAR
#FPI
ANALISA

FPI
"Bang, seberapa susah sih membubarkan FPI?". Tanya seorang teman mewakili banyak pertanyaan lainnya. Dan pasti yang nanya nadanya gemas dan geram, kok bisa negara kalah sama ormas?. "Susah banget.." Kata saya.

FPI dalam sejarahnya dibentuk tahun 1998, 4 bulan setelah Soeharto lengser. Banyak kabar yang mengatakan bahwa FPI dibentuk dan dipelihara oleh TNI dan Polri. Salah satu bocoran beritanya dari Wikileaks.

Wikileaks mengatakan bahwa FPI dulu didanai mantan Kapolri Jenderal (Pur) Sutanto. Fungsi FPI adalah sebagai "attack dog" atau bumper ketika menghadapi gejolak yang mengancam pemerintahan.
Apa yang dilakukan Sutanto ini bisa diterima akal, karena pada masa itu segala aksi TNI dan Polri dipantau ketat oleh lembaga HAM luar. Daripada selalu jadi sasaran pelintiran HAM, mending biar FPI aja yang kerja. Begitu kira-kira pemikiran para petinggi pada waktu itu.

Tapi -menurut Wikileaks lagi- Sutanto menstop aliran dana untuk FPI sesudah mereka menyerang Kedubes AS tahun 2006. Dengan stopnya dana dan dibuangnya FPI dari kalangan militer, maka FPI menjadi Ronin- istilah ninja yang tak bertuan.

Puncaknya adalah saat Jokowi menjadi Presiden dan menghapus dana bantuan sosial atau bansos kepada ormas-ormas. Makin kelaparan-lah mereka. FPI pun bergerak mencari pendanaan dari mana saja untuk membiayai organisasinya. Dari uang sumbangan sukarela, mana cukup.

Ternyata situasi FPI yang menjadi Ronin ini dimanfaatkan banyak pihak yang membutuhkan massa. Mulai dari dukungan politik sampai pengerahan aksi massa. Maka tumbuh besarlah FPI karena aksi promo-nya yang memanfaatkan nama agama.

Situasi ini terbangun belasan tahun lamanya. Ibarat kanker, mereka sudah berakar sangat kuat, apalagi banyak pihak yang membutuhkannya. FPI masalahnya bukan musuh dari luar, tetapi mereka juga rakyat Indonesia, sehingga cara penanganannya harus berbeda.

Mencabutnya dengan begitu saja, bukan membuat tubuh menjadi sehat tetapi malah menjadi sakit karena mereka dengan mudah berpindah dan mendapat dukungan banyak pihak, terutama lawan politik Jokowi.

Itulah mungkin salah satu alasan yang mendasari Jokowi mengangkat Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri. Sebagai seorang pakar di bidang radikalisme dan terorisme pak Tito pasti punya resep ampuh untuk menyembuhkan negara.

FPI sekarang berada pada situasi puncak akibat berhasil menggalang massa pada aksi-aksi besar di 411 dan 212. Kalau "memukulnya" sekarang jelas salah, karena mereka akan menerapkan strategi "playing victim", strategi yang sangat mereka sukai dalam menghadapi tekanan.

Ibaratnya. FPI itu pengendara motor. Meski mereka yang salah, kalau ketabrak mobil, mereka yang ngotot minta ganti rugi. Karena dalam hukum di jalan raya, pengendara motor - jika melawan mobil - hukumnya tidak pernah salah. "Motor kan posisinya lemah, " begitu kira-kira pikiran mereka.

Dan -saya suka- dengan strategi pak Tito dalam menghadapi FPI ini. Tapi kalau saya jelaskan sekarang, ntar statusnya kepanjangan. Pasti bosen bacanya.

Jadi, mendingan sruput kopi dulu aja.. Kapan-kapan saya ceritakan ya..
"Kapan, bang?".

"Ntar kalau mba Anissa Pohan yang cantik udah ngga marah-marah".
sayang nya rezim ini kagak mau kasih mkan lagi piaraan rezim lama.

mending buat tambal jalan dari pada buat ngempanin pengangguran
pikir dulu,ada gak tindakan fpi yg menguntungkan pemerintah zaman kebo....!?!??
kalo saya sih gak usah dibubarin fpi nya,justru pemerintah harus mendukung perjuangan fpi menegakkan amar ma'ruf nahi munkar dan syariat2 islam. Jadi lebih baik SEMUA anggota fpi dikirim aja ke palestine,alepo. JANGAN KASIH TIKET PULANG....!!!
sebenarnya bukan fpi yg disasar tapi adalah kebencian terhadap ISLAM, kebencian terhadap fpi hanya kamuflase terhadap kebencian kepada islam

mau bukti, mereka benci terhadap ACEH, yg menerapkan syariat Islam, muhammadiyah juga dibenci, partai politik ? sudah jelas mereka benci PKS, Apa saja yg berbau islam mereka akan bully, termasuk jemaah tabligh apalagi FPI yg jelas tanpa embel2 membela islam dan tegas, jelas kebencian mereka semakin kelojotan.
itu mah cerita waktu doeloe coeg . . . .
Kalo sekarang mah dah laen judol ceritane . . . .

emoticon-Leh Uga
Sumber nya laju berita
informasinya, FP* dulu masih digunain buat hantem kelompok masyarakat lain karena kalo TN* Pol*i akan rentan sama isu Ham, sebagai attack dog emoticon-Embarrassment

tapi kalo ngeliat kondisi sekarang dimana supremasi hukum sudah ditegakan, hukum sudah jadi Panglima, seharusnya tradisi nabok nyilih tangan sudah ketinggalan zaman, so konsekuensinya, anjingnya juga harus disuntik mati biar gk gigit orang emoticon-Embarrassment