alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587e2d52e0522726408b456d/video-sumbangan-kampanye-beredar-ahok-fitnah-tak-cerdas
Video 'Sumbangan Kampanye' Beredar, Ahok: Fitnah Tak Cerdas
youtube-thumbnail


Jakarta - Sebuah potongan video penandatanganan kontribusi tambahan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pengembang reklamasi beredar di media sosial. Peristiwa dalam video itu berlangsung pada 14 April 2014 di Balai Kota, Jakarta.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur DKI mewakili pemerintahan provinsi Jakarta untuk membubuhkan tanda tangan. Dari pihak pengembang pulau reklamasi hadir antara lain perwakilan dari PT Muara Wisesa Samudra, PT Jaladri Kartika Ekapaksi, dan PT Taman Harapan Indah.

Salah satu percakapan dalam video itulah yang kemudian menimbulkan tanda tanya. Seperti dilihat detikcom pada Selasa (17/1/2017), di video tersebut, Ahok menyinggung soal biaya kampanye untuk 2017.

"Kalau ini diberesin, 2017 tidak usah kasih duit kita kampanye, Pak," kata Ahok sambil membolak-balik berkas perjanjian kerja sama dan membubuhkan paraf.

Suasana yang sejak awal sudah penuh keakraban itu pun kian cair. "Asyik… enggak usah. Ini saja sumbangan saya, ya, Pak. Sudah jadi langsung, ya," kata Direktur Utama PT Muara Wisesa Samudra, Ariesman Widjaja menimpali.

Bagian saling sahut antara Ahok dan Ariesman inilah yang kemudian beredar di media sosial dan percakapan grup WhatsApp. Terkait beredarnya potongan video tersebut, Ahok meminta semua pihak menonton video itu secara utuh.

Dia menilai pihak yang menyebarkan video itu secara sepotong-potong hanya ingin memfitnah. "Nonton saja versi Pemprovnya. Yang upload video semua itu siapa? Kami yang upload semua, memang otaknya mau fitnah saja," kata Ahok saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (17/1/2017).

Menurut Ahok, saat itu dia menyampaikan ke semua pengembang pulau reklamasi, termasuk Podomoro jika membayar kewajiban dan memberikan kontribusi tambahan, maka dia tidak perlu lagi uang mereka untuk kampanye.

"Saya sampaikan jika semua pengembang termasuk Podomoro bayar kewajiban mereka dan berikan kontribusi tambahan bangun DKI Saya tidak perlu uang mereka untuk kampanye lagi.

Terbukti mereka bayar (kontribusi) dengan bangun Rusunawa. Saya memang tidak perlu uang kampanye dari pengembang," kata Ahok.

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 itu pun membeberkan bukti bahwa di kampanye Pilgub kali ini dia menghimpun dana dari rakyat. Tim sukses pun saat ini sudaha menutup penggalangan dana kampanye.

Ahok menilai pihak yang menyebarkan video tersebut tidak cerdas dalam memfitnah. "Fitnah kok kurang cerdas. Video yang mereka potong pendek sumbernya dari mana? resmi kami upload dari Pemda," ungkap Ahok.

Inilah video utuh Ahok soal perjanjian kontribusi tambahan tersebut.


https://m.detik.com/news/berita/d-33...nah-tak-cerdas

Fitnahnya dimana ya?

Kan memang faktanya adalah dalam video itu KEWAJIBAN PENGEMBANG dibater dengan SUMBANGAN KAMPANYE.

Jadi kalau sudah bayar kewajiban pengembang maka tak perlu lagi sumbang kampanye.

Mari kita kaji, apa yang diberikan pengembang itu sama saja dengan gratifikasi. Demi mendapat proyek reklamasi maka ditukar dengan uang yang diberi nama kewajiban pengembang. Siapa yang dapat untung? Adalah pengembang dan si Hoktod.

Jadi misalkan ada uang suap dibayarkan ke seorang politikus lalu sama si politikus dibelikan sembako, atau bangun jalan, atau bangun fasum, dll. Karena si politikus melakukan itu mau maju Pilkada.

Jadi sama saja. Si Hoktod mau maju pilkada lalu dibangunkan Fasum, Rusun, jalan oleh pengembang. Lalu si Hoktod koar koar itu karena dia dan dijual secara politik.

Tidak ada bedanya.

Jadi kalau si Hoktod terima langsung duit 300 miliar maka akan langsung terdeteksi oleh PPATK. Tapi kalau uang diberikan dalam bentuk barang berupa fasilitas publik atas nama kewajiban pengembang maka dia bisa berkilah kalau itu untuk rakyat. Padahal dia tetap dapat keuntungan politik dengan menjual kemana mana kalau semua pembangunan dari kewajiban pengembang itu jasa dia. Maka secara politik dia akan untung.

Untunglah akhirnya tersandung di kasus penistaan agama. Tuhan memang tidak pernah tidur.
Tidak ada panastaik yang tidak GOBLOG
Dikit dikit teriak fitnah. Entah mana yang fitnah. Menjijikkan
ayo joni emoticon-Ngacir emoticon-Traveller
Junjungan nastak kebongkar kebusukannya
Wow
Ane numpang eksis di lapak A1 bang gip
Moga moga ane bisa terkenal ngikutin jejak lu ya bang emoticon-2 Jempol
SEMANGATT yaa TSnyaa !! emoticon-Leh Uga
jangan pernah lelah yaa .... emoticon-Leh Uga
kalo ada bukti ya laporkan, bukan malah mewek di sini...
kapan sih cerdasnya su sampah gip ini...
Ga ngerti ama penjelasan lu gip
Yg simple dibikin susah
Jd tolol org bacanya
Kbanyakan diinjek2 bukan palkon lu jadi goblok gni
Jalan Raya buat ahok bantu kampanye gitu pig ??? itu mah pinternya die...
siapa suruh yg laen maunya kaya buat sendiri...
makin begoooooooo u ah... emoticon-Leh Uga
Barokah sekalii gubernur ini kalo begitu ceritanya dong
Sama aja kalo siuno 46mnya buat rusun, bukan kampanye
Ini malah buat kampanye
Lha kan keuangan buat kampanye uda diperiksa toh?
silahken nastak pada dikonter
Ahok tanda tangan kewajiban pengembang, si Sanusi ketangkep malak pengembang..haa..
ahohh pastii benarrr



yg lain haruss salahh
telusuri....
A1 kah? Kalau A1 setengah lagi tayang di tra*s7 noh, tamunya paslon 1 emoticon-Big Grin
Rame ki emoticon-Big Grin
Lu bela dulu gerombolan mu anggota fpi sudah di sikat kiri kanan tuh, cepat bela biar bayaran lancar
Quote:Original Posted By yovilon.hamdi
kalo ada bukti ya laporkan, bukan malah mewek di sini...
kapan sih cerdasnya su sampah gip ini...


Kasusnya sudah ditangani KPK tapi jalan ditempat