alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587d97e9dcd7701c5d8b4567/sekjen-fpi-dki-akan-laporkan-ahok-ke-polda-metro-kerena-dianggap-jual-nama-mui
Breaking News! 
Sekjen FPI DKI Akan Laporkan Ahok ke Polda Metro Kerena Dianggap Jual Nama MUI
Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan akan melaporkan balik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Polda Metro Jaya, karena dianggap menjual nama instansi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melaporkan Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Chaidir Hasan ke Polda Metro Jaya.

"Ya kami akan laporkan lagi Ahok yang juga berkenaan Ahok menjual nama MUI yang katanya MUI mengeluarkan fatwa tahun 2012 tentang membolehkan memilih pemimpin kafir," kata Novel saat dihubungi Selasa (17/1/2017).

Menurut Novel, pelaporan itu bukan bersaksi palsu karena ketika dia membuat surat pemberitahuan aksi di Balaikota DKI. Akan tetapi pasukan berlapis dari kepolisian menjaga ketat lokasi aksi.

"Justru terjadi bentrokan di depan DPRD DKI yang sudah dikondisikan pasukan berlapis Polda dari jam 6 pagi di depan DPRD yang sudah berdasarkan sprin dari Polda. Dan yang tidak mungkin Ahok tidak tahu dan ketika sidang digelar kami meminta Ahok dihadirkan dalam sidang, dia tidak datang," ucap Novel.

Padahal saat itu, kata Novel, Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Apalagi kata-kata Ahok dianggap memprovokasi massa. Dengan cara mengancam mengisi alat taktis kepolisian dengan bensin.

"Memang sudah memprovokasi yang akan turun aksi di balaikota dengan akan mengisi water canon dengan bensin dan akan dihadapkan dengan Kopassus. Nah ini sebagai bukti Ahok tahu kalau di Balaikota akan didemo dan keputusan pemindahan pengamanan dari balaikota ke DPRD DKI Jakarta tidak mungkin tidak diketahui dan tidak mungkin tidak konspirasi petugas di lapangan," ucap Novel.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama resmi melaporkan Sekjen DPD FPI DKI Jakarta Habib Novel Habib Novel Chaidir Hasan ke Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Novel dilaporkan lantaran diduga telah melakukan fitnah kepada bapak tiga orang anak itu.

Langkah hukum itu dilakukan Ahok melalui kuasa hukumnya. Para tim kuasa hukum Ahok tiba di Mapolda Metro Jaya sekira pukul 17.30 WIB kemudian melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Laporan pun diterima Polda Metro Jaya dalam surat bernomor LP/257/1/2017/PMJ/Ditreskrimum yang ditandatangani pada Senin (16/1/2017).

Tindakan Novel dinilai telah memenuhi unsur tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah dan atau memberikan keterangan palsu di bawah sumpah seperti dalam Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP, Pasal 316 KUHP dan Pasal 242 KUHP.

Salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok, Rolas Sitinjak mengatakan, laporan Ini dilakukan setelah berkonsultasi langsung dengan Ahok.

Ahok kemudian menyetujui memperkarakan hukum pernyataan Novel tersebut.

Menurut Rolas, pernyataan fitnah yang ini dilakukan Novel pada saat bersaksi di sidang penodaan agama di Auditorium Kementrian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Januari 2016.

Novel dinilai telah mengucapkan hal yang dianggap tidak termasuk dalam berkas acara pemeriksaan saksi.

"Ucapan Novel dipersidangan itu sangat jelas, Ahok dia katakan telah melakukan pembunuhan terhadap anak buahnya, kemudian melakuan rekayasa kasus, ini sangat fitnah," kata Rolas usai melapor di SPKT Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017)

Rolas menuturkan, pihaknya telah menyiapkan barang bukti berupa rekaman pernyataan Novel selama persidangan berlangsung. Menurut Rolas, ucapan Novel telah melanggar sumpah di persidangan.

"Ada beberap ahasil rekaman sidang, kita sudah kasih ke penyidik. Kedua, transkip dari rekaman. Ketiga, berita-berita tentang kline kami Pak Ahok yang diberitakan oleh saudara terlapor," kata Rolas.

Rolas menyebut laporan ini perlu ditindaklanjuti polisi. Pihak Ahok akan terus berupaya memperkarakan secara hukum bilamana terjadi ketidak sesuaian dengan fakta yang terjadi.

"Apabila sumpah itu palsu pasti ada akibatnya. Kita on track saja secara hukum," ujar Rolas.

Sumber
Silahken.

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Saling lapor emoticon-Leh Uga
Polisi siap berangus ini ormas sampah. Laporan gak bermutu bakal ditumpuk jadi arsip.
mending ente pasang gigi aja vel, trus pake behel. pasti banyak org yg simpatik deh, daripada tiap minggu lapor, lama2 gigi ente lunas tuh

kita ke dokter gigi joni, pasang gigi taring buat kamu emoticon-Traveller emoticon-Ngacir
Serah aja dah inti nya banyak hiburan bulan ini emoticon-Ngakak
noh ada beritanya.......

cek tahunnya.......emoticon-Big Grin






Selasa , 07 August 2012, 20:07 WIB
MUI: Boleh Pilih Pemimpin Nonmuslim, Asal...
sumur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu SARA yang mencuat dan menyandung Raja Dangdut Rhoma Irama, membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan angkat bicara. Ia berpendapat jika sudah teruji maka umat Islam diperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim.

"Jika memang sudah teruji adil, maka boleh memilih pemimpin yang nonmuslim," ujar Amidhan di Jakarta, Selasa (7/8).


Jika umat muslim dihadapkan dua pilihan, yakni satu pemimpin muslim tapi zalim, dan satu lagi pemimpin nonmuslim tapi adil. Maka pilih yang adil. "Itu kalau ada bukti-buktinya kalau pemimpin nonmuslim itu adil," tegas dia.

Namun, lanjut dia, jika itu baru pada tahap memilih maka pilihlah pemimpin yang muslim. Hal ini sesuai dengan surat Al Maidah ayat 51, dimana dalam ayat tersebut umat muslim diserukan untuk tidak memilih pemimpin selain yang beragama Islam.

"Kalau menurut saya, itu biasa terjadi. Misalnya Yahudi pilih pemimpin Yahudi, begitu juga umat Kristiani pilih pemimpin Kristen," sebut dia mengakhiri.







Selasa, 07 Agustus 2012 | 13:56
MUI: Umat Islam Boleh Pilih Pemimpin Nonmuslim
sumur

Ketua MUI, M Amidhan (kanan). (ANTARA/Andika Wahyu)
Kalau umat Muslim dihadapkan dua pilihan yakni satu pemimpin Muslim tapi zalim, dan satu lagi pemimpin nonmuslim tapi adil, maka pilih yang adil.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan jika sudah teruji maka umat Islam diperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim.

"Jika memang sudah teruji adil, maka boleh memilih pemimpin yang nonmuslim," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan, di Jakarta, hari ini.


Menurut Amidhan, kalau umat Muslim dihadapkan dua pilihan yakni satu pemimpin Muslim tapi zalim, dan satu lagi pemimpin nonmuslim tapi adil, maka pilih yang adil. "Itu kalau ada bukti-buktinya kalau pemimpin nonmuslim itu adil," tegas dia.

Namun, lanjut Amidhan, jika itu baru pada tahap memilih maka pilihlah pemimpin yang Muslim. Hal ini sesuai dengan surat Al Maidah ayat 51, di mana dalam ayat tersebut umat Muslim diserukan untuk tidak memilih pemimpin selain yang beragama Islam.

"Kalau menurut saya, itu biasa terjadi. Misalnya Yahudi pilih pemimpin Yahudi, begitu juga umat Kristiani pilih pemimpin Kristen," papar dia.

Meski demikian, Amidhan menilai apa yang dilakukan Rhoma Irama dalam ceramah agamanya beberapa waktu lalu, bukan sesuatu yang sifatnya SARA. "Lihat dulu konteksnya. Rhoma Irama itu bicara di Masjid, waktunya Ramadan dan jamaahnya umat Islam, jadi sah-sah saja," imbuh dia.

Lebih jauh, Amidhan menyerukan agar pihak-pihak yang berkompetisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua untuk bersaing secara sehat dan tidak berkampanye dengan membawa unsur SARA. "Indonesia itu negara demokrasi, bukan negara Islam," tandas dia.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang diselenggarakan 20 September tersebut, politisasi agama semakin sering digunakan. Pada Senin (6/8) penyanyi dangdut, Rhoma Irama, dipanggil Panwaslu terkait ceramah agama yang dinilai bermuatan SARA di Mesjid Al Isra Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Sabtu (28/7).






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Dijual berapa?
Quote:Original Posted By bokisbgt
Dijual berapa?


Sekilo 200 rebu gan

(emangnya cabe)
lah emg betul emoticon-Hammer2

Sekjen FPI DKI Akan Laporkan Ahok ke Polda Metro Kerena Dianggap Jual Nama MUI
http://www.beritasatu.com/megapolita...nonmuslim.html
Tinggal menunggu pecah saja akibat ulah satu orang bermulut taik.
om fitsa hats om emoticon-paket
terus vel laporken
emoticon-Ngakak
muantab jaya, Habib Al Fitsa Hats
emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By victimofgip.99
Tinggal menunggu pecah saja akibat ulah satu orang bermulut taik.


blunder MUI sendiri salahin orang lain, kurang asupan gizi gip jadi ga encer tuh otak emoticon-Leh Uga
Brutus... ane cabut Gigi Lu 1-2 biji buat sedekahin Bibib nopel yaa


emoticon-Buldog

emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By areszzjay


Sekilo 200 rebu gan

(emangnya cabe)


Mahal yah gan...
Ane pikir goceng 3 gan
leh uga
ngapain emng fpi urusan ama mui
katanya nasbungtaik beda
Sekjen FPI DKI Akan Laporkan Ahok ke Polda Metro Kerena Dianggap Jual Nama MUI Sekjen FPI DKI Akan Laporkan Ahok ke Polda Metro Kerena Dianggap Jual Nama MUI
Quote:Original Posted By mudah dihafal
noh ada beritanya.......

cek tahunnya.......emoticon-Big Grin






Selasa , 07 August 2012, 20:07 WIB
MUI: Boleh Pilih Pemimpin Nonmuslim, Asal...
sumur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu SARA yang mencuat dan menyandung Raja Dangdut Rhoma Irama, membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan angkat bicara. Ia berpendapat jika sudah teruji maka umat Islam diperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim.

"Jika memang sudah teruji adil, maka boleh memilih pemimpin yang nonmuslim," ujar Amidhan di Jakarta, Selasa (7/8).


Jika umat muslim dihadapkan dua pilihan, yakni satu pemimpin muslim tapi zalim, dan satu lagi pemimpin nonmuslim tapi adil. Maka pilih yang adil. "Itu kalau ada bukti-buktinya kalau pemimpin nonmuslim itu adil," tegas dia.

Namun, lanjut dia, jika itu baru pada tahap memilih maka pilihlah pemimpin yang muslim. Hal ini sesuai dengan surat Al Maidah ayat 51, dimana dalam ayat tersebut umat muslim diserukan untuk tidak memilih pemimpin selain yang beragama Islam.

"Kalau menurut saya, itu biasa terjadi. Misalnya Yahudi pilih pemimpin Yahudi, begitu juga umat Kristiani pilih pemimpin Kristen," sebut dia mengakhiri.







Selasa, 07 Agustus 2012 | 13:56
MUI: Umat Islam Boleh Pilih Pemimpin Nonmuslim
sumur

Ketua MUI, M Amidhan (kanan). (ANTARA/Andika Wahyu)
Kalau umat Muslim dihadapkan dua pilihan yakni satu pemimpin Muslim tapi zalim, dan satu lagi pemimpin nonmuslim tapi adil, maka pilih yang adil.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan jika sudah teruji maka umat Islam diperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim.

"Jika memang sudah teruji adil, maka boleh memilih pemimpin yang nonmuslim," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan, di Jakarta, hari ini.


Menurut Amidhan, kalau umat Muslim dihadapkan dua pilihan yakni satu pemimpin Muslim tapi zalim, dan satu lagi pemimpin nonmuslim tapi adil, maka pilih yang adil. "Itu kalau ada bukti-buktinya kalau pemimpin nonmuslim itu adil," tegas dia.

Namun, lanjut Amidhan, jika itu baru pada tahap memilih maka pilihlah pemimpin yang Muslim. Hal ini sesuai dengan surat Al Maidah ayat 51, di mana dalam ayat tersebut umat Muslim diserukan untuk tidak memilih pemimpin selain yang beragama Islam.

"Kalau menurut saya, itu biasa terjadi. Misalnya Yahudi pilih pemimpin Yahudi, begitu juga umat Kristiani pilih pemimpin Kristen," papar dia.

Meski demikian, Amidhan menilai apa yang dilakukan Rhoma Irama dalam ceramah agamanya beberapa waktu lalu, bukan sesuatu yang sifatnya SARA. "Lihat dulu konteksnya. Rhoma Irama itu bicara di Masjid, waktunya Ramadan dan jamaahnya umat Islam, jadi sah-sah saja," imbuh dia.

Lebih jauh, Amidhan menyerukan agar pihak-pihak yang berkompetisi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua untuk bersaing secara sehat dan tidak berkampanye dengan membawa unsur SARA. "Indonesia itu negara demokrasi, bukan negara Islam," tandas dia.

Menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang diselenggarakan 20 September tersebut, politisasi agama semakin sering digunakan. Pada Senin (6/8) penyanyi dangdut, Rhoma Irama, dipanggil Panwaslu terkait ceramah agama yang dinilai bermuatan SARA di Mesjid Al Isra Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Sabtu (28/7).






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)


Print trus lempar ke muka si nopel idiot

Heran yah manusia itu harusnya evolusi tambah pinter

Kok ada manusia yang malahan tambah bodoh sih?
Quote:Original Posted By aghilfath


blunder MUI sendiri salahin orang lain, kurang asupan gizi gip jadi ga encer tuh otak emoticon-Leh Uga


Kafir yang ente jilat disalahkan MUI ya? MUI masuk kerak neraka ya?