alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587d974ed89b09283e8b4573/memasarkan-produk-ala-pemasar-film
Memasarkan Produk Ala Pemasar Film
Memasarkan Produk Ala Pemasar Film

Untuk urusan pemasaran, studio film punya cara yang memang bisa dibilang inovatif dan kreatif. Mereka bisa memadupadankan teknologi dengan tren yang sedang ramai di kalangan anak muda yang memang menjadi bidikan pasar mereka.

Seperti diketahui, anak muda masa kini punya disposable income untuk menunjang gaya hidupnya, termasuk untuk menonton film. Selain itu, banyak dari mereka yang berusaha menjadi orang yang berpengaruh di antara rekan-rekannya.

Setidaknya, ada tiga pendekatan yang kerap dilakukan studio film. Pertama, tidak terpaku pada situs. Sepanjang dua tahun terakhir, studio film memang kerap membuat situs pribadi untuk film mereka dan situs mikro berisi trailer serta tautan membeli tiket.

Sayangnya, perilaku konsumen kini mulai berubah. Mereka lebih banyak memperhatikan layar ponsel, media sosial dan aplikasi percakapan. Jadi, daripada membuat situs mahal, kamu bisa menggunakan Facebook Page yang lebih murah.

Kelemahannya, orang akan kesulitan menemukan produk itu Google. Sisi baiknya, ini akan membuat orang penasaran dan membuat mereka ingin mengulas produkmu lewat situs atau blog mereka. Kedua, manfaatkan Snapchat.

Studio film kini benar-benar bereksperimen dengan Snapchat tahun ini. Misalnya pada film The Girl on The Train. Film tersebut adalah salah satu film pertama yang menggunakan fitur Snapchat terbaru, Snap to Unlock yang memungkinkan orang memindai QR Code di beberapa titik media.

Hal sama dilakukan 10 Cloverfield Lane dan Neighbors 2: Sorority Rising serta Passenger. Dalam menggunakan Snapchat, film tak hanya beriklan melalui SnapAds juga harus menyebar konten-konten asli.

Ini berfungsi agar pengguna bisa mendapat informasi terbaru melalui fitur ‘Discover’ di Snapchat. Cara ini juga bisa kamu adopsi untuk memasarkan produk-produk milikmu. Terakhir, menggunakan influencer.

Hasil studi eMarketer menunjukkan, pemasaran melalui influencer akan tumbuh di sepanjang 2017. Karenanya, tak ada alasan bagi studio film tidak memanfaatkan influencer untuk pemasaran.

Langkah ini akan membantu menyampaikan pesan serta menghindari pemblokiran iklan. Selama ini, iklan film sebagian besar masih tayang pada situs populer maupun e-dagang. Bahkan, masih ada yang memanfaatkan papan reklame.

Salah satu contoh sukses adalah film komedi Masterminds yang bermitra dengan beberapa influencer untuk promosi. Cara ini juga patut kamu pertimbangkan untuk menyampaikan pesan pemasaran yang kamu inginkan pada pelanggan atau calon pelangganmu.

Sumber : http://smart-money.co/bisnis/memasar...a-pemasar-film