alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587d763f529a4520218b456e/stem-cell-darah-tali-pusat-perlu-izin-operasional-dari-kementerian-kesehatan-ri
Stem Cell Darah Tali Pusat Perlu Izin Operasional dari Kementerian Kesehatan RI?
emoticon-cystg Perkembangan ilmu pengetahuan tentang adanya sel punca (stem cell) telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap banyaknya penyelenggara Bank Sel Punca Darah Tali Pusat di Indonesia. Oleh karena itu, KEMENKES RI mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2012 untuk mengatur perizinan operasional Bank Sel Punca Darah Tali Pusat.

Peraturan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam penyelenggaran Bank Sel Punca Darah Tali Pusat. Dengan kata lain, setiap penyelenggara harus memiliki perizinan operasional resmi dari KEMENKES RI. Perizinan tersebut akan dikeluarkan jika institusi yang terkait telah memenuhi standar penyimpanan sel punca darah tali pusat yang dikeluarkan oleh PERMENKES terkait, misalnya institusi melakukan penyimpanan sel punca darah tali pusat sesuai dengan persyaratan untuk menjaga mutu, efektivitas serta keamanan dalam hal pengambilan, pengolahan, penyimpanan dan penyampaian atau distribusi serta pemusnahan sel punca yang disimpan agar dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

emoticon-Sundul Up
emoticon-Sundul Up
emoticon-Sundul Up
Ijin nyimak ya bry...
Btw maksudnya stemp cell darah tali pusat apa ya bry....
Quote:Original Posted By pabloo
Ijin nyimak ya bry...
Btw maksudnya stemp cell darah tali pusat apa ya bry....


Stem Cell Darah Tali Pusat Perlu Izin Operasional dari Kementerian Kesehatan RI?Stem Cell (juga dikenal dengan istilah sel punca) merupakan sel naif yang dapat membelah diri dan dapat berkembang menjadi berbagai macam sel dalam tubuh manusia, sehingga berpotensi digunakan untuk menggantikan berbagai jaringan tubuh yang rusak.

Stem Cell merupakan sel yang belum terspesialisasi dan memiliki 2 karakteristik, yaitu :

Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini Stem Cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.
Kemampuan untuk berdirefensiasi menjadi sel lain. Dalam hal ini Stem Cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.

Keuntungan Stem Cell dari darah tali pusat ;
1.Mudah diperoleh.
2.Siap pakai, karena telah melalui tahap pre-screening, testing dan pembekuan.
3.Cenderung tidak terpapar oleh faktor external.
4.Cara pengambilan mudah, tidak berisiko atau menyakiti donor.

Risiko GVHD (graft-versus-host-disease) lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan stem cell dari sumsum tulang, dan transplantasi tetap dapat dilakukan walaupun HLA matching tidak sempurna atau dengan kata lain toleransi terhadapa ketidaksesuaian HLA matching lebih besar dibandingkan dengan Stem Cell dari sumsum tulang.

Daftar penyakit yang dapat diterapi dengan Stem Cell

-Thalassemia
-Lymphoma
-Systemic lupus
-Sickle Cell Anemia
-Multiple myeloma
-Evan syndrome
-Leukemia
-Thrombocytopenia
-Amegakaryocytosis
-Aplastic Anemia
-Leukodystrophy
-Cerebral palsy

Keberhasilan penggunaan Stem Cell darah tali pusat untuk keluarga

Penggunaan Stem Cell darah tali pusat dapat digunakan secara langsung untuk bayi Anda. Kemungkinan kecocokan HLA pada saudara kandung dan orang tua lebih besar dibandingkan dengan kerabat dekat.

Dahulu, tidak banyak orang mengetahui kegunaan darah tali pusat yang dihasilkan pada saat persalin. Mereka menganggapnya sebagai limbah rumah sakit yang dibuang begitu saja setelah proses persalin selesai. Akan tetapi, sejak keberhasilan transplantasi darah tali pusat pada penderita Fanconi Anemia di tahun 1988. Penelitian penggunaan stem cell darah tali pusat banyak dilakukan. Hal ini dikarenakan pada darah tali pusat terdapat banyak stem cell, terutama hematopoietik stem cell.

Haematopoietik stem cells (HSC) merupakan stem cell yang dapat berkembang menjadi seluruh tipe sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan platelet). Mereka berperan dalam menjaga produksi darah selama hidup. HSC yang berasal dari darah tali pusat merupakan jenis stem cell yang lebih primitive dibandingkan HSC yang berasal dari sumsum tulang belakang (bone marrow) dan darah tepi (peripheral blood), dimana HSC darah tali pusat mempunyai kemampuan berproliferasi (memperbanyak diri) lebih tinggi. Dalam terapi HSC ini banyak digunakan dalam kasus yang berhubungan dengan kelainan darah, seperti Fanconi Anemia, leukemia, dan lain-lain.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa darah tali pusat juga mengandung jenis stem cell lainnya yang tidak termasuk dalam kelompok stem cell darah, tetapi juga mengandung Mesenchymal stem cell (MSC) dan Nerve Stem Cell (NSC) untuk syaraf. Hasilnya, penelitian terapi menggunakan stem cell darah tali pusat menjadi semakin luas dan tidak terbatas hanya pada kelainan darah saja. Beberapa penelitian penggunaan Stem Cells darah tali pusat meliputi penyakit auto-immune dan neurodegeneratif. Celebral Palsy, Multiple Sklerosis, Traumatic Brain Injury termasuk dalam kategori neurodegeneratif sedangkan Rheumatic Arthritis, Lupus, Diabetes tipe 1 merupakan penyakit auto-immune. Berdasarkan clinicaltrial.gov, telah terdapat lebih dari 100 penelitian terapi menggunakan stem cell darah tali pusat dan 10% diantaranya merupakan penyakit yang tidak berkaitan dengan kelainan darah, dan jumlah ini terus meningkat. Selain mengandung Hematopoietik stem cells, penggunaan stem cell darah tali pusat ini dikarenakan sifat MSC yang multipotent (mampu berdiferensiasi menjadi beberapa macam sel).

Dikarenakan proses pengambilannya yang aman dan mudah, stem cell darah tali pusat menjadi alternatif proses transplantasi. Keunggulan lainnya penolakan ataupun komplikasi yang ditimbulkan cenderung lebih rendah pada saat transplantasi, bila dibandingkan dengan sum-sum tulang belakang (bone marrow). Stem cell darah tali pusat juga dapat disimpan lebih dari 20 tahun dengan kualitas Hematopoietik stem cell yang terjaga. Oleh karena itu, alangkah baiknya stem cell darah tali pusat yang hanya bisa diambil sekali ini disimpan sebagai pencegahan dikemudian hari.

emoticon-2 Jempol emoticon-cystg
Quote:Original Posted By binyhong


Stem Cell Darah Tali Pusat Perlu Izin Operasional dari Kementerian Kesehatan RI?Stem Cell (juga dikenal dengan istilah sel punca) merupakan sel naif yang dapat membelah diri dan dapat berkembang menjadi berbagai macam sel dalam tubuh manusia, sehingga berpotensi digunakan untuk menggantikan berbagai jaringan tubuh yang rusak.

Stem Cell merupakan sel yang belum terspesialisasi dan memiliki 2 karakteristik, yaitu :

Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri (self-regenerate/self-renew). Dalam hal ini Stem Cell dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.
Kemampuan untuk berdirefensiasi menjadi sel lain. Dalam hal ini Stem Cell mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lain-lain.

Keuntungan Stem Cell dari darah tali pusat ;
1.Mudah diperoleh.
2.Siap pakai, karena telah melalui tahap pre-screening, testing dan pembekuan.
3.Cenderung tidak terpapar oleh faktor external.
4.Cara pengambilan mudah, tidak berisiko atau menyakiti donor.

Risiko GVHD (graft-versus-host-disease) lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan stem cell dari sumsum tulang, dan transplantasi tetap dapat dilakukan walaupun HLA matching tidak sempurna atau dengan kata lain toleransi terhadapa ketidaksesuaian HLA matching lebih besar dibandingkan dengan Stem Cell dari sumsum tulang.

Daftar penyakit yang dapat diterapi dengan Stem Cell

-Thalassemia
-Lymphoma
-Systemic lupus
-Sickle Cell Anemia
-Multiple myeloma
-Evan syndrome
-Leukemia
-Thrombocytopenia
-Amegakaryocytosis
-Aplastic Anemia
-Leukodystrophy
-Cerebral palsy

Keberhasilan penggunaan Stem Cell darah tali pusat untuk keluarga

Penggunaan Stem Cell darah tali pusat dapat digunakan secara langsung untuk bayi Anda. Kemungkinan kecocokan HLA pada saudara kandung dan orang tua lebih besar dibandingkan dengan kerabat dekat.

Dahulu, tidak banyak orang mengetahui kegunaan darah tali pusat yang dihasilkan pada saat persalin. Mereka menganggapnya sebagai limbah rumah sakit yang dibuang begitu saja setelah proses persalin selesai. Akan tetapi, sejak keberhasilan transplantasi darah tali pusat pada penderita Fanconi Anemia di tahun 1988. Penelitian penggunaan stem cell darah tali pusat banyak dilakukan. Hal ini dikarenakan pada darah tali pusat terdapat banyak stem cell, terutama hematopoietik stem cell.

Haematopoietik stem cells (HSC) merupakan stem cell yang dapat berkembang menjadi seluruh tipe sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan platelet). Mereka berperan dalam menjaga produksi darah selama hidup. HSC yang berasal dari darah tali pusat merupakan jenis stem cell yang lebih primitive dibandingkan HSC yang berasal dari sumsum tulang belakang (bone marrow) dan darah tepi (peripheral blood), dimana HSC darah tali pusat mempunyai kemampuan berproliferasi (memperbanyak diri) lebih tinggi. Dalam terapi HSC ini banyak digunakan dalam kasus yang berhubungan dengan kelainan darah, seperti Fanconi Anemia, leukemia, dan lain-lain.

Beberapa penelitian melaporkan bahwa darah tali pusat juga mengandung jenis stem cell lainnya yang tidak termasuk dalam kelompok stem cell darah, tetapi juga mengandung Mesenchymal stem cell (MSC) dan Nerve Stem Cell (NSC) untuk syaraf. Hasilnya, penelitian terapi menggunakan stem cell darah tali pusat menjadi semakin luas dan tidak terbatas hanya pada kelainan darah saja. Beberapa penelitian penggunaan Stem Cells darah tali pusat meliputi penyakit auto-immune dan neurodegeneratif. Celebral Palsy, Multiple Sklerosis, Traumatic Brain Injury termasuk dalam kategori neurodegeneratif sedangkan Rheumatic Arthritis, Lupus, Diabetes tipe 1 merupakan penyakit auto-immune. Berdasarkan clinicaltrial.gov, telah terdapat lebih dari 100 penelitian terapi menggunakan stem cell darah tali pusat dan 10% diantaranya merupakan penyakit yang tidak berkaitan dengan kelainan darah, dan jumlah ini terus meningkat. Selain mengandung Hematopoietik stem cells, penggunaan stem cell darah tali pusat ini dikarenakan sifat MSC yang multipotent (mampu berdiferensiasi menjadi beberapa macam sel).

Dikarenakan proses pengambilannya yang aman dan mudah, stem cell darah tali pusat menjadi alternatif proses transplantasi. Keunggulan lainnya penolakan ataupun komplikasi yang ditimbulkan cenderung lebih rendah pada saat transplantasi, bila dibandingkan dengan sum-sum tulang belakang (bone marrow). Stem cell darah tali pusat juga dapat disimpan lebih dari 20 tahun dengan kualitas Hematopoietik stem cell yang terjaga. Oleh karena itu, alangkah baiknya stem cell darah tali pusat yang hanya bisa diambil sekali ini disimpan sebagai pencegahan dikemudian hari.

emoticon-2 Jempol emoticon-cystg


wahhh baru tau ya apa itu stemcell ....ada tidak di indonesia laboratorium pengolahan dan penyimpanan nya
kalo di luar negerikan banyak tuh......
di singapura n malaysia
emoticon-Sundul Up

emoticon-Sundul Up
Quote:Original Posted By rhisil150809


wahhh baru tau ya apa itu stemcell ....ada tidak di indonesia laboratorium pengolahan dan penyimpanan nya
kalo di luar negerikan banyak tuh......
di singapura n malaysia


ada kok gan, cari aja di mbah google .. hehehhe

tapi yang ada surat ijin dari kemenkes...emoticon-2 Jempol
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul