alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587d4b611854f772148b4574/silahkan-bersenang-senang-di-usia-muda-tapi-jangan-lupa-investasi-1
Silahkan Bersenang-senang di Usia Muda, Tapi Jangan Lupa Investasi (1)
Silahkan Bersenang-senang di Usia Muda, Tapi Jangan Lupa Investasi (1)

Usia muda memang identik dengan kegiataan penuh kesenangan. Sayangnya, Cornelius Bintang memilih jalan lain. Pria usia 22 tahun itu baru sembilan bulan bekerja. Namun, ia sudah rajin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk tabungan dan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) serta biaya menikah.

Tak tanggung-tanggung, Bintang menyisihkan 60% gajinya dari profesi editorial videographer. Bintang lebih memilih menabung karena ia menilai tempat tinggal menjadi salah satu modal penting dalam hidup berkeluarga.

“Bisa juga sebagai daya jual laki-laki buat menikah,” katanya yang memasang target menikah di usia 27 tahun. Namun jangan salah, Bintang masih bisa memenuhi gaya hidupnya baik untuk liburan ampun nonton konser di luar negeri.

Bintang punya dua rekening. “Satu rekening untuk cash flow, satu rekening untuk tabungan. Untuk rekening tabungan, saya meninggalkan kartu ATM di rumah dan tak memiliki mobile atau internet banking untuk menghindari pengeluaran yang tidak seharusnya,” ungkapnya.

Sayangnya, tak banyak anak muda yang sudah bekerja bisa menabung untuk membeli rumah seperti Bintang, sekalipun memiliki gaji yang besar. Kebanyakan lebih mementingkan kebutuhan untuk gaya hidup, bahkan sampai terjerat utang.

Padahal, menurut temuan SENSOR.com dan Karir.com, pengelolaan keuangan sudah semestinya menjadi prioritas dan perhatian serius kaum muda bekerja. Hasil riset ini menunjukkan, hanya 17% kaum milenial yang lahir antara 1981-1994 bisa membeli rumah dengan mencicil.

Itu pun rumah dengan harga di bawah Rp 300 juta per unit. Pendapatan rata-rata milenial di Indonesia saat ini adalah Rp 6,07 juta per bulan. Sedang untuk bisa mencicil rumah di Jakarta dan satelitnya butuh penghasilan minimal Rp 7,5 juta per bulan.

Kebanyakan, rumah di daerah itu harga termurahnya Rp 300 juta. Sekarang, cuma ada 17% milenial yang memiliki gaji di atas Rp 7,5 juta per bulan.

Celakanya, SENSOR.com dan Karir.com meramal, lima tahun ke depan atau pada 2021 mendatang, semua generasi milenial yang bekerja dan bermukim di Jakarta terancam tak bisa membeli rumah, termasuk yang berpenghasilan Rp 7,5 juta.

Ramalan itu bertolak dari kenaikan gaji yang rata-rata hanya 10% per tahun dan harga rumah yang mencapai 20%. Lonjakan 20% setahun membuat harga rumah di Jakarta dan sekitarnya naik dari Rp 300 juta per unit menjadi Rp 750 juta di 2021 mendatang.

Sementara kisaran penghasilan milenial pada lima tahun mendatang hanya Rp 12 juta per bulan dengan kenaikan gaji 10% setahun. Bermodal penghasilan segitu, mereka tak lagi mampu mencicil rumah karena harganya sudah mencapai Rp 750 juta.

Harga rumah Rp750 juta akan memaksa mereka membayar cicilan Rp 5,6 juta per bulan. Artinya, itu sudah di atas batasan cicilan maksimal 30% dari penghasilan.

Berlanjut ke bagian kedua.

Sumber : http://smart-money.co/finansial/sila...pa-investasi-1