alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587b3b21d675d42c598b456b/ruhut-ahok-bicara-fakta-tidak-ajak-berkhayal
Ruhut: Ahok Bicara Fakta, Tidak Ajak Berkhayal
Ruhut: Ahok Bicara Fakta, Tidak Ajak Berkhayal

"Kalau kita lihat di medsos kan enggak enak. Kita lihat di medsos debat rata-rata mengatakan Ahok seng ada lawang (tidak ada lawan). Kalau dinilai Ahok Djarot 70, biar yang lain 30 bagi-bagi," ujar Ruhut di Taman Kalijodo, Jakarta, Sabtu (14/1/2017).
Bukan tanpa alasan masyarakat memberikan nilai baik kepada Ahok-Djarot. Segala hal yang disampaikan selama debat kemarin merupakan fakta yang sudah dikerjakan.
Dan tentu jauh berbeda dengan dua pasangan lainnya. Ruhut menilai kedua pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi hanya memberi janji dan mimpi.
"Karena Ahok bicara fakta, Ahok tidak mengajak menghayal," pungkas Ruhut.

sumber : http://m.liputan6.com/pilkada/read/2827558/ruhut-ahok-bicara-fakta-tidak-ajak-berkhayal?HouseAds&campaign=DebatPilkadaDKI_Home_MSTM

Ruhut bre bukan Luhut

emoticon-Wkwkwk
bener bang
apa kata situ ajalah hutemoticon-Traveller
Ya jelas kan koh ahok syudah memberikan bukti nyata bre emoticon-Toast
beritanya pendek amat yah?
Ruhut sitompel yang disamperin lgsg kejang2?
Si penjilat?

Iyain aja dah biar seneng.

Wowkwkwkwkkwkw emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Boikot ruhut...


emoticon-Blue Guy Bata (L)
Wuanjing luh hut!!!!
Yg lain juga fakta...
Fakta bahwa betapa gobloknya mereka
emoticon-Wkwkwk
Kala saiya kasih nilai 50.2 buat kho ahok aja bang...
34.8 buat om anis
Sisanya om agus
Fix Ruhut nastak
Ntar loncat lagi kagak ya? emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By biji.pelir
apa kata situ ajalah hutemoticon-Traveller


pizza hut
emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By sukhoivsf22
beritanya pendek amat yah?


yg panjang jarang dibaca bre
udah ganti parte ya ruhut ne?
Iyain ajeeeee
apa yang disampaikan teknis semua, bukan retorika
Summary Debat Calon Gubernur Jakarta pada 13 Jan 2017:


1. Tangan yg dingin menunjukkan Agus sangat tegang dan nervous. Agus juga terlihat seperti pidato dengan cara menghapal teks, ini terlihat dari:
- Banyaknya kertas-kertas kecil yg berserakan di mejanya.
- Mata Agus tdk melihat penonton atau kamera, terkadang melihat ke atas maupun ke bawah.
- Dari kecepatan bicaranya yg sangat cepat dan tidak ada jedanya. Tidak ada emosi maupun improvisasi selama jalannya presentasi.
Sementara Silvy terlihat seperti membaca puisi saat menjawab tanggapan dan pertanyaan kandidat lain.

2. Seperti biasa kandidat Ahok-Djarot terlihat santai menjawab pertanyaan host dengan data dan fakta serta selalu menekankan kalau mereka bukan hanya sekedar retorika namun sudah memberikan bukti. Mereka bisa menjelaskan programnya dgn sangat baik dan detail. Pengalaman dan track record memang tdk bisa bohong.

3. Anies dengan pengalaman sebagai dosen memang terlihat bagus soal merangkai kata-kata (retorika). Anies cenderung seperti orang yg sedang berceramah dan selalu menekankan akhlak. Sementara Sandi terlihat gugup, di awal acara tangannya dingin. Saat menjawab pertanyaan Djarot, dia tidak berani melihat ke arah mata Djarot. Pandangan ke penonton pun jarang, lebih sering melihat ke kanan-bawah, entah itu meja timses atau lantai.

4. Program dan Aksi dari Agus-Silvy:
- Selain program bagi-bagi uang, sulit mengerti maksud sebenarnya dari Agus karena tidak ada pokok pikiran yang bisa diambil kesimpulannya. Kebanyakan teori, normatif dan mengambang.
- Tidak menguasai permasalahan Jakarta terlihat dari tidak ada solusi nyata dari permasalahan yang ada, hanya kata–kata manis bahwa mereka akan mengatasi masalah tersebut. Entah bagaimana caranya hanya mereka dan Tuhan yang tahu.
- Tdk bisa menjawab ketika ditanya soal alur, metode distribusi bantuan tunai, dan pengawasan program 1 milyar sehingga RW dan yg lain-lain tidak masuk penjara karena berdasarkan pengalaman saat Sylvi menjadi walikota dan Fauzi Bowo menjadi Gubernur, bantuan dana bergulir juga menimbulkan masalah yaitu macet ratusan miliar dan banyak yg dipenjara. Agus malah dgn emosi menyerang penanya sebagai tipe pemimpin yg selalu curiga kepada rakyat.
- Tdk akan melakukan penggusuran di bantaran sungai dgn alasan akan membuat orang menjadi miskin. Artinya program mengatasi banjir di Jakarta akan berhenti.
- Tidak menjawab ketika ditanyakan soal program rumah apung.
- Sering kali salah menerjemahkan pertanyaan dari kandidat pasangan lain sehingga jawaban menjadi ngawur dan tdk nyambung seperti pertanyaan Anies terkait pengawasan orang asing.
- Anggapan Agus yang tidak menguasai permasalahan sehingga tidak datang di acara debat sebelum-sebelumnya terlihat memang ketika ada pertanyaan dari pasangan calon lain, justru Sylvi yang lebih sering menjawab.
- Tersudut oleh pertanyaan dan tanggapan dari pasangan calon lain, pasangan ini sering mengeluarkan sindiran–sindiran yang emosional. Bahkan Sylvi melakukan sindiran dgn menyapa Anies dengan sebutan “Pak Menteri”.
- Diserang oleh Anies soal mantan presiden yang berkuasa selama 10 tahun dan hukum yg tdk ditegakkan dgn tegas.

5. Program dan Aksi dari Ahok-Djarot:
- Visinya adalah membereskan birokrasi agar bersih, transparan, dan profesional utk mendirikan infrastruktur memperlancar perkembangan suprastruktur, perkembangan jiwa (termasuk pendidikan dan ekonomi di dalamnya)
- Banyak diserang namun justru terlihat malah memanfaatkan serangan tersebut sebagai media untuk menjelaskan kembali mengenai isu–isu negatif yang beredar di masyarakat.
- Terlihat memiliki banyak program yang dijelaskan dengan sangat detail. Setiap hal yang dipaparkan berdasarkan apa yang terjadi di lapangan. Solusi yang ditawarkan juga jelas, bukan hanya apa yang ingin dicapai tapi bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut.
- Menjawab kritikan Anies yang dinilai hanya membangun benda mati dgn penjelasan 4 penghargaan yang diterima dari Bappenas dan IPM tertinggi di Indonesia.
- Tetap komitmen untuk mengatasi banjir dgn cara merelokasi penduduk yg tinggal di bantaran sungai ke rumah susun dgn pemberian sejumlah fasilitas dan kemudahan.
- Menyebut BLS tidak mendidik dan menyatakan programnya memberi pinjaman modal untuk membuka usaha dengan pola bagi hasil (80℅ utk rakyat dan 20℅ utk pemerintah) lebih menjawab permasalahan.
- Dikritik tidak berpihak kepada masyarakat miskin dan karena itu Agus-Sylvi akan memberi Rp 400 ribu per keluarga ke depannya. Ahok menangkis Silvie dgn mengatakan bahwa dia malah memberi KJP setiap anak di Jakarta. SMA Rp 600 ribu. Jadi kalau punya anak tiga, dapat Rp 1,8 juta. Jelas bantuan yg sudah dilakukan Ahok lebih besar dari tawaran Agus-Sylvie.
- Diserang Anies sebagai tukang gusur namun hotel Alexis tidak berani. Ahok telah menutup Stadium, Milles dan Kalijodo ketika ditemukan narkoba. Artinya Ahok akan menutup Alexis jika menemukan penyalahgunaan Narkoba. Anies disebut tidak memasukkan kurikulum Narkoba saat menjadi menteri kendatipun sudah diajukan BNN.
- Ditohok Silvy dengan meluncurkan kartu "Satu Jakarta". Ahok menyatakan telah terlebih dahulu telah meluncukan kartu "Jakarta One" dgn persetujuan BI dan OJK yang didukung oleh bank-bank nasional. Selain mengkopi ide Ahok, ternyata ide Silvy tersebut juga bertentangan dengan aturan keuangan yang ada.
- Diserang Anies tentang strategi meningkatkan mutu manusia Jakarta, karena Ahok lebih gencar hanya melakukan pembangunan fisik. Menurut Ahok, gencarnya pembangunan fisik bukan berarti melupakan pembangunan mutu manusia. Pembangunan fisik secara otomatis meningkatkan mutu manusia. Sebagai contoh RPTRA dibangun dengan tujuan sebagai wadah sosialisasi bagi warga dari yang masih berada dalam janin sampai lansia. Pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta menjadi yang tertinggi di Indonesia serta telah mendapat 4 piagam sekaligus dalam hal pembangunan manusia dari Bappenas.
- Satu hal yang unik adalah ketika ditanyakan mengenai komitmen untuk tidak tergiur menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019, Ahok hanya tertawa dan membiarkan Djarot untuk menjawab.

6. Program dan Aksi Anis-Sandi:
- Sangat paham mengenai pendidikan dan punya tujuan dan mimpi yg sangat baik utk Jakarta namun sayang tdk terlihat solusi, kebijakan dan program yg konkrit utk mencapai tujuan tersebut.
- Punya program training utk melahirkan 200 ribu entrepreneur baru namun tdk bisa menjawab soal kebutuhan dana yg sangat besar karena dari pengalaman, program seperti itu hanya menghasilkan output keberhasilan sebanyak 10%. Artinya dibutuhkan training terhadap 2 juta calon pengusaha utk menghasilkan 200 ribu pengusaha.
- Tdk bisa menjawab ketika dipertanyakan soal kebijakan pembatasan mobil mewah utk membuat masyarakat beralih ke transportasi umum sementara jumlah mobil mewah sangat terbatas.
- Sering mengeluarkan penyataan yang kontradiktif seperti tidak akan menggusur penduduk yg bermukim di bantaran sungai namun di pernyataan lain justru akan menghukum pelanggar hukum secara tegas.


7. Penilaian Debat:
A. Dari segi penguasaan tema "Pembangunan sosial ekonomi untuk Jakarta": Ahok-Djarot menang telak.
Alasan: Jawaban-jawaban Ahok sangat realistis, mudah dimengerti, terstruktur dan sistematis. Sementara jawaban-jawaban Agus bersifat hafalan, kabur dan terapung. Dan Anies kebanyakan berputar diawang-awang dengan teori-teorinya.

B. Soal penggusuran: Nalar Ahok jelas.
Ahok mengatakan masyarakat yang berada di bantaran sungai harus direlokasi ke rumah susun, demi normalisasi sungai dan aspek kemanusiaan menyelamatkan orang2 yg sering kebanjiran. Sementara Agus berpendapat tidak akan menggusur, para penghuni di bantaran sungai dibiarkan dan rumahnya akan diapungkan. Menurut Anies, penggusuran tidak boleh dilakukan, rumah-rumah kumuh dan rumah dibantaran sungai, harus dilukis seperti kali code; yang perlu dibangun adalah mentalnya, akhlaknya dan manusianya.

C. Soal transportasi: Program Ahok jelas.
- Ahok akan terus memperbanyak bus Transjakarta dan meluncurkan transportasi berbasis rel seperti MRT, LRT dan kereta api bandara. Mobil mewah diijinkan namun dengan menarik pajak tinggi serta menerapkan jalan berbayar. Hasil pajak dan jalan berbayar itu, akan digunakan untuk mensubsidi dan membuat tiket bus Transjakarta lebih murah dan bahkan gratis.
- Jawaban Agus hafalan dan terapung yaitu: “Mari kita terus meningkatkan kualitas transportasi di Jakarta agar terus baik, aman dan manusiawi”.
- Jawaban Anies: "Pembangunan gedung, benda-benda dan materiil tidak begitu perlu. Yang perlu adalah membangun manusianya, mentalnya dan akhlaknya. Seorang pemimpin, harus benar-benar memperhatikan kata-kata. Teori lagi.

D. Soal mengatasi kemiskinan: Program Ahok jelas.
- Ahok meluncurkan berbagai kartu (KJP, KJS) termasuk kartu Jakarta One, mensubsidi para penghuni rusun, membentuk pasukan orange, hijau, biru, dan ungu; memberdayakan langsung para pedagang kaki lima dan UKM kecil dan menengah. Sementara untuk meringankan beban rakyat miskin, Ahok menggratiskan bus Transjakarta, biaya berobat gratis, mensubsidi harga daging sapi dan ayam, harga beras dibuat stabil, menambah 55 trayek baru Transjakarta, menawarkan modal usaha dengan pola bagi hasil.
- Sementara Agus akan meluncurkan duit cash. RW 1 miliar, dana bergulir untuk UKM Rp 50 juta dan keluarga miskin Rp 5 juta per tahun. Duitnya darimana?
- Anies mengatasi kemiskinan dgn membangun mental, akhlak dan manusianya. Membangun infrastruktur itu gampang, tetapi membangun mental manusianya susah. Kalau mentalnya sudah kuat, maka kemiskinan akan mudah diberantas. Lagi-lagi Teori.

E. Soal pembangunan sumber daya manusia: Program Ahok realistis.
- Ahok fokus membangun otak, perut dan dompet masyarakat Jakarta. Orang Jakarta bisa pintar dan berkualitas jika lingkungannya sehat, sarana transportasi tersedia, sarana pendidikan semakin lengkap. Meningkatkan partisipasi sekolah, bahkan para siswa yang tidak mampu dibiayai hingga universitas. Dalam lima tahun ke depan, berharap pendidikan di Jakarta masuk ke-30 besar dari system dunia.
- Jawaban Agus berputar dan terus mengapung: "Mari kita terus meningkatkan mutu sumber daya masyarakat Jakarta. Dengan mutu yang baik, maka masyarakat Jakarta dapat bersaing dengan masyarakat dunia".
- Jawaban Anies: Pembangunan fasilitas tidak penting, yang penting adalah pembangunan manusianya, mentalnya dan akhlaknya.Teori lagi.



Kesimpulan:
1. Kandidat pasangan:
- Agus-Silvy: suka menebar mimpi dan mengobral uang utk mencoba meraih simpati.
- Ahok-Djarot: Program kerja jelas, konkrit dan terukur, serta parameter hasil juga jelas
- Anies-Sandi: Kebanyakan berteori, retorika dan nyinyir serang kanan kiri.
2. Poin utama dari kemenangan telak Ahok-Djarot adalah mereka menyampaikan apa yang sudah dan sedang benar-benar dikerjakannya. Sehingga data dan pengalamannya orisinal.
3. Tipe debatnya kurang memuaskan. Harusnya seperti Debat Pilpres USA, ada debat cagub vs cagub dan cawagub vs cawagub, dimana mereka saling melontarkan kebijakan, saling bertanya, saling sanggah, saling kritik, sehingga semakin terlihat jelas kelemahan dan kelebihan masing2 cagub dan cawagub. Semoga diperbaiki sehingga acara debat selanjutnya lebih bagus dan menarik lagi.



emoticon-Toast emoticon-Traveller
Memang sudah semestinya bicara yg realiatis aj, jangan gembar gembor sesuatu yg sulit dicapai.
Contohnya gampang ada 2 :
1. Kota apung
2. Ngerapihin sendal yang berantakan tanpa mindahin sendal2 itu
Quote:Original Posted By fnatic.era
Memang sudah semestinya bicara yg realiatis aj, jangan gembar gembor sesuatu yg sulit dicapai.
Contohnya gampang ada 2 :
1. Kota apung
2. Ngerapihin sendal yang berantakan tanpa mindahin sendal2 itu


lo kira paslon nomer 1 bre , noh udah tugas si mpok dedengkot korupsi masjid
Jakarta tidak banjir lagi saat ini padahal hujan gila2an.
Bayangin kalo agus yg mimpin berapa tahun belakangan. Ga bakal dia gusur itu orang2 di pinggir sungai utk normalisasi.

Goblok ni paslon
Program nya Anies Sandi terlalu muluk muluk