alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587b2c111ee5dff0758b4569/anies-ahok-lupa-pendiri-republik-ini-mayoritas-guru
Anies: Ahok Lupa Pendiri Republik Ini Mayoritas Guru
RMOL. Petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lupa bahwa bangsa ini didirikan oleh mayoritas mereka yang berprofesi guru.

Begitu jawaban calon gubernur DKI nomor urut 1, Anies Baswedan atas sindiran Ahok selama debat cagub DKI Jakarta pada Jumat (13/1). Saat debat Ahok terkesan meremehkan profesi Anies sebagai dosen yang dianggap tidak bisa memimpin ibukota.

"Jangan lupa, yang mendirikan Republik ini mayoritas para guru, Soekarno guru, Hatta guru, Syahrir guru, Agus Salim guru, Cokroaminoto guru," kata Anies Baswedan di mesjid Al Azhar, Jakarta (Minggu, 15/1).

Anies menilai calon pemimpin tidak boleh mendiskreditkan profesi apapun. Semua pekerjaan menurut Anies memiliki hak yang sama di Republik Indonesia.

Dalam debat pilkada, Ahok menyindir Anies bahwa jika hanya bicara tapi tidak dikerjain itu hanya sebatas dosen.

Alasan Ahok menjawab itu karena menanggapi kritikan dari Anies Baswedan. Pada saat itu Anies mengatakan kepemimpinan Ahok di Jakarta hanya membangun benda mati. [ian]

http://politik.rmol.co/read/2017/01/15/276450/Anies:-Ahok-Lupa-Pendiri-Republik-Ini-Mayoritas-Guru-


Ya...udah...! sih! Pak Anis maklumin aja klo si ahok gak tau sejarah, di suruh sekolah sama bapaknya malah nongkrong diterminal, mangkanya bacotnya ky preman terminal emoticon-Ngakak
sebelum Belanda dateng yg bikin kerajaan kan pertapa sakti gan emoticon-Malu
Tapi yg disebutin ada yg jadi mentri pendidikan terus dipecat gak?
ah gak usah jatuh2in orang pake cara begini pak waktu anda Menteri Pendidikan UN beres gak? Gaji guru gimana?
Quote:Original Posted By bokisbgt
Tapi yg disebutin ada yg jadi mentri pendidikan terus dipecat gak?


BSH detect....

Sebut2 itu brooooo...

Mending fokus ke debat berikut aje
iya pak, pendiri republik ini mayoritas guru, dan mereka adalah guru yang membangun dengan dasar yang kuat, bukan seperti bapak guru yang membangun tanpa dasar. emoticon-Leh Uga
Anies lupa dia juga nyerang pribadi...

FIRAUN???

10 TAHUN YANG SIA2???

Maling koq teriak maling

emoticon-Wkwkwk
Terus maksut bapak mentri apa ya bre emoticon-Embarrassment
Makanya guru dan dosen kuat dikonsep aja pak anies, mereka nyerahin ke muridnya buat eksekusi....sama kayak pak anies bisanya konsep ajahhhh
mereka juga pekerja, bukan cuma sekedar pemimpi di siang bolong yang hanya tahu beretorika dan berdongeng
lah mental punggawa pemda & seluruh aparatnya jg ditertibkan kok, meski emang sulit
mari kita lanjut joni emoticon-Traveller emoticon-Ngacir
Maklum lah orang rakus kekuasaan menistah agama aja enteng apalagi menista seorang manusia..itu makanan sehari hari nyaemoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By duluakuperjaka
iya pak, pendiri republik ini mayoritas guru, dan mereka adalah guru yang membangun dengan dasar yang kuat, bukan seperti bapak guru yang membangun tanpa dasar. emoticon-Leh Uga


Kelamaan di goa atau emang bocah ingusan???? emoticon-Ngakak

Indonesia Mengajar

Indonesia Mengajar (IM)[1] merupakan sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat selama satu tahun. Penggagasnya, Anies Baswedan memulai gerakan Indonesia Mengajar pada tahun 2009 untuk menjadi lebih dari sekadar program, tetapi sebagai gerakan untuk mengajak bersama masyarakat yang berikhtiar untuk ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai wujud upaya melunasi janji kemerdekaan.

Meyakini bahwa pendidikan dasar adalah fondasi pembangunan masyarakat Indonesia, maka Indonesia Mengajar (IM) percaya bahwa pendidikan dasar untuk anak-anak di seluruh pelosok Indonesia wajib disampaikan dan didampingi oleh generasi terbaik bangsa. Didasari juga oleh janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka IM mengambil inisiatif untuk mendampingi sekolah dasar–sekolah dasar di berbagai pelosok Indonesia dengan merekrut, membekali, dan menempatkan sarjana-sarjana terbaik bangsa yang memiliki semangat mengabdi untuk mengajar di sebuah SD selama satu tahun. Para pemuda yang dikirim sebagai guru sekolah dasar (SD) ke daerah disebut sebagai Pengajar Muda.


Anies Baswedan adalah ketua dari gerakan Indonesia Mengajar dan Rektor Universitas Paramadina. Sebagai inisiator, sejak pertengahan 2009 Anies mulai mengajak beberapa kawan seide untuk membentuk GIM dan mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia, bukan melalui seminar dan diskusi tetapi melalui program konkret mengirimkan sarjana terbaik Indonesia menjadi Guru SD.

Semasa kuliah, Anies aktif di pergerakan mahasiswa, menjadi ketua Senat Mahasiswa UGM. Dari sana Anies memiliki hubungan dekat dengan alm. Prof. Koesnadi Hardjasoemantri, Rektor UGM dan mantan Ketua Dewan Mahasiswa UGM. Pak Koes dan Pengerahan Tenaga Mahasiswa di era 1950-an (mahasiswa menjadi guru SMA di luar Jawa) [2] ini yang sering ia kutip sebagai salah satu inspirasi dalam mengembangkan program Indonesia Mengajar.

Selepas dari aktivitas di Senat Mahasiswa, di sekitar 1996-an Anies dan kawan-kawan aktivis di Yogyakarta mendirikan Center for Student and Community Development (CSCD). Lembaga ini berkeliling mengembangkan dan mengadakan training kepemudaan di desa-desa tertinggal. Nama programnya adalah Program Pengembangan Pemuda Desa Tertinggal (PPDT) yang berbentuk training motivasi dan keterampilan di sekitar lima puluh desa di Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan berbagai wilayah lain.

Dari pengalaman dalam pergerakan dan interaksi lintas kelompok, pikiran ekspresif Anies sering muncul dengan pendekatan dan cara pandang baru dalam melihat persoalan di Indonesia. Kalimat dari Anies seperti "janji kemerdekaan kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, maka janji itu dilunasi untuk setiap warga negara"[3]; pandangan ini menyadarkan kita bahwa mencerdaskan dan menyejahterakan itu bukan sekadar cita-cita tetapi sebuah janji Republik. Atau saat dia sering mengatakan bahwa "pendidikan adalah eskalator untuk menaikkan posisi rakyat jelata dari ketertinggalan dan ketergantungan jadi kemajuan dan kemandirian"[4], ia membuat kita lebih memahami pendidikan bukan sekadar alat untuk mencerdaskan tetapi alat untuk mengubah derajat sosial-ekonomi.

Meski Anies mempelajari ilmu bisnis, ekonomi, dan politik serta banyak berbicara di kancah internasional, tetapi sejak kecilnya Anies berada di wilayah pendidikan: ayah-ibunya adalah pendidik yang tidak hanya dosen tetapi penggiat pengembangan pendidikan di Yogya. Anies pernah mengatakan bahwa dia membayangkan betapa hebatnya Indonesia jika konsep kekayaan bangsa itu bisa diubah. Itu sebabnya Anies meyakini bahwa mendorong kemajuan bangsa harus melalui pendidikan[5].

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Mengajar


Gurunya 212 Sinto Gendeng.

emoticon-Wakaka
emoticon-Leh Uga siap" aja buat debat berikutnya
sangat disayangkan memang emoticon-Traveller
Penista guru emoticon-Mad (S):
Guru dan dosen memang bisanya teori, Ahok cocot tai memang benar. Kata nastak.
Quote:Original Posted By Doedoeng108
Makanya guru dan dosen kuat dikonsep aja pak anies, mereka nyerahin ke muridnya buat eksekusi....sama kayak pak anies bisanya konsep ajahhhh


baik loe buzzer nastak banci !!! Guru dan dosen loe hina buat uang mingguan !! Babik kau buzzer !
ipk cuma 2 koma ngerti apa sih