alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587b04ee9a0951416b8b456a/1300-guide-mandarin-di-bali-siap-layani-wisman-tiongkok-jelang-imlek
1.300 Guide Mandarin di Bali Siap Layani Wisman Tiongkok Jelang Imlek
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menegaskan jumlah guide khusus Tiongkok memadai untuk menyambut tahun baru Imlek pada 28 Januari 2017 ini.

Ketersediaan guide ini cukup mengakomodir kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok.

Diperkirakan wisman asal Tiongkok melonjak pada Imlek ini, khususnya di wilayah Bali.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPI, Sang Putu Subaya menjelaskan, setidaknya ada 1.300 guide Mandarin di Bali.

“Untuk Bali, di Divisi Mandarin sesuai laporan ketuanya ada 1.300 guide bahasa Mandarin dan akan menyebar ke mana - mana saat Imlek,” jelasnya dalam Musdalub DPD HPI Bali 2017 di Kertalangu, Denpasar, Jumat (13/1/2017).

Baginya, ketersediaan guide ini mencukupi dan memadai dalam menghadapi lonjakan wisman Tiongkok saat Imlek nanti.

“Kalau berbicara kurang atau tidak, tentu harus disandingkan dengan data statistik, kira-kira berapa dan harapan ekspekstasi kedatangannya,” kata pria yang akrab disapa Sangtu ini.

Meski demikian, ia tetap berjaga-jaga jika permintaan guide melampaui batas.

Berdasarkan data informasi yang diperoleh dari Asita, kini pola kedatangan turis Tiongkok tidak selalu grup dan mulai bergeser ke pola free independent traveller (FIT).

“Jadi ada kalau biasanya grup, sekarang turis ini berangkat hanya 2-4 orang. Tentu serapannya akan lebih banyak, karena mereka akan mengambil 1 guide. Jika tadinya 30 orang mengambil 1 guide, sekarang itu dipecah lagi dan datang sendiri-sendiri, sehingga membutuhkan guide juga. Inilah yang kemudian dikalkulasi Asita dan HPI dalam menentukan jumlah guide, khususnya saat musim peak season,” cetusnya.



HPI juga menyarankan pemanfaatan guide dari luar pulau Bali jika memang sangat dibutuhkan dan telah dilakukan sejak 2016 lalu.

Beberapa syarat diterapkan pada guide dari luar Bali ini termasuk syarat sertifikasi.

“Saya lihat terakhir, mungkin ada sekitar 600 tambahan guide dari luar Bali. Ada yang berasal dari Kepulauan Riau, Medan, Jakarta dan sebagainya. Dulu sebenarnya ini khan dilarang, nah sekarang boleh, karena tuntutan market. Tetapi regulasi diperketat, sebab ketika orang menjadi guide tentu harus mengantongi yang namanya sertifikat kompetensi pemanduan, sehingga ia berhak dan berkompeten bekerja memandu di wilayah RI di mana saja,” tegasnya.

Bahkan, proteksi lebih diperdalam di Bali dengan aturan tambahan, karena Bali mengembangkan pariwisata berbudaya yang menjadi akar fondasinya.

“Sehingga sesuai Perda Pramuwisata No 5 Tahun 2015, diisyaratkan seorang guide yang memandu di Bali harus lulus uji pengetahuan budaya Bali, sehingga mereka mengerti konten yang diterangkan kepada wisatawan,” jelasnya.

Termasuk dalam hal berpakaian, seorang guide yang bekerja di Bali diharapkan berpakaian sesuai adat dan budaya Bali.

Baginya, kedatangan turis Tiongkok ke Bali adalah peluang mengingat outbond wisman asal negeri tirai bambu ini cukup besar. (*)



http://bali.tribunnews.com/2017/01/1...g-imlek?page=2

siap gan