alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587ad514a09a39ca658b4567/sejak-1984-siswa-sd-di-bali-bertaruh-nyawa-ke-sekolah-lewati-sungai
Sejak 1984, siswa SD di Bali bertaruh nyawa ke sekolah lewati sungai
Sejak 1984, siswa SD di Bali bertaruh nyawa ke sekolah lewati sungai
Siswa SD di Buleleng terjang arus sungai.


Merdeka.com - Ironis, siswa yang bersekolah di SDN 5 Ringdikit Buleleng harus bertaruh nyawa melewati arus sungai. Untuk menuju ke sekolah itu, sungai selebar 50 meter lebih dengan kedalaman nyaris sepinggang orang dewasa saat musim penghujan adalah satu-satunya akses yang harus digunakan para siswa. Risikonya, tak sedikit siswa yang tenggelam dan terseret arus.

"Sering kali ada pejabat yang datang melihat kondisi tersebut namun belum ada tindak lanjut. Pernah saat banjir camat beserta pejabat lainnya pernah datang namun hingga saat ini belum terlihat ada upaya untuk mengatasi kondisi ini. Saya sendiri setiap hari khawatir melihat anak-anak menyeberang terutama saat hujan dan berharap tidak ada korban jatuh akibat kondisi yang memprihatinkan ini," ujar Kepala Sekolah SD V Ringdikit, Nyoman Ariada di lokasi, Sabtu (14/1).

Sementara itu, Kapolsek Seririt, Kompol Anak Agung Wiranta Kusuma mengungkapkan pihaknya sudah bekerjasama dengan Basarnas untuk membuat semacam alat penyelamat demi menghindari para siswa terpeleset atau terbawa arus. Dia juga berharap pemerintah daerah mampu merealisasikan akses yang aman dan nyaman untuk para siswa.

"Kami prihatin melihat siswa SD menuju sekolah dengan menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras, itu berpotensi menimbulkan kecelakaan karena cukup beresiko. Kami sudah memerintahkan anggota dan kesediaan Basarnas setiap hari untuk berjaga di lokasi," jelas Wiranta.

Putu Sadia (52) warga Dusun Sakti menambahkan, dia mengaku sangat khawatir melihat anak-anaknya menyeberangi sungai saat berangkat maupun sekolah. "Kalau sudah hujan, saya sering larang anak sekolah. Tetapi selalu menangis dan harus sekolah kata anak saya, jadi saya harus antar dan tunggu sampai pulang," tutur Sadia.

https://www.merdeka.com/peristiwa/se...ti-sungai.html
Pak Ahok kemana ?
sabar saja kau-kau jangan banyak protes...tunggu mereka selesai makan lobster!!! emoticon-Marah
Pemkotnya bijimana bre emoticon-Marah
ya begitulah kenyataan hidup...
Bukan jkt gak rame
di daerah, itu sudah biasa emoticon-Cool
×