alexa-tracking

Why Must You

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/587a72c69a0951f7668b456b/why-must-you
Love 
Why Must You (romance)
Quote:

Why Must You

creator : riry dwi anastasya


Why Must You




Part I

Spoiler for part1:


UPDATE :
PART 2 : PART 2
PART 3 : PART 3
PART 4 : PART 4
PART 5 : PART 5

Kalo berkenan Tolong rate nya ya emoticon-Smilie

Why Must You - Part 02

Why Must You
Creator : Riry dwianastasya


Why Must You

PART. 02






Pagipun tiba, diiringi kicauan burung yang merdu dan masih ada sisa embun di dedaunan, Risa masih tertidur dengan pulas, sampai akhirnya ada yang membangunkannya.

"Risaa ! bangun bangun bangun, sudah pagi ayo bangun siap-siap kesekolah Risa" Lea menarik selimut Risa, tapi Risa tidak juga terbangun dari tidurnya tapi malah semakin memeluk bantalnya.

"bentar, lima menit lagi gue masih ngantuk banget aaah" gumam Risa dengan mata yang masih tertutup.
"iih Risa ini udah pukul 07:15 pagi loh Ris nnti bisa telat,, hari ini kelasnya mulai pukul 08:00 Ris,,, ayoo bangun"kali ini Lea manarik tangan Risa agar terbangun, dan yah Risa terbangun karna kaget mendengar Lea memberitahunya ini sudah pukul 07:15.

"what !! Lea knpa gue nga di bangunin daritadi Le !" teriak Risa sambal melompat dari tempat tidurnya.
"aku udah bangunin tapi kamu malah tambah erat meluk bantal Ris" balas Lea membela diri Karena di slahkan Risa tidak membangunkannya, padah Lea sudah lima belas menit membangunkannya.

"aaah bodo ah Le,, wait-wait gue mau mandi dulu bentaran, nga nyampe lima menit >,<" Risa tidak memperdulikan pembelaan Lea, karena dia sibuk lari-larian di dalam kamar untuk mengambil handuk dan menyiapkan seragam sekolahnya.

"yaudah Ris cepetan aku tunggu di bawah cepetan yah Ris kita udahtelat banget ini" ucap Lea seraya keluar dari kamar Risa, dan berjalan menuju kebawah.
"oke oke !!" balas Risa cepat.

Sekitar lima belas menit kumudian Risa pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan berlari.

"ayo Le cepetan ayo ayo" Risa sangat tergrsa-gesa karna waktu sudah menunjjukan pukul 07:38. Risa terus berlari menuju kemobilyang sudah di sediakan untuk mreka pergi kesekolah, dan di balakng Risa di ikutin oleh Lea, Lalu merekapun masuk kemobil dan berangkat.

"astagah Ris kita telat banget, moga-moga masih keburu" ucap Lea khawatir karna akan terlambat sampai di sekolah.
"amin Le, moga keburu" balas Risa cepat sambal menyisir rambutnya Karena tadi Risa sangat terburu-buru dia tidak sempat untuk malakukan semuanaya, jadi mau tidak mau dia melakukannya di mobil.

Sekitar 25 menit mereka sampai di depan gerbang sekolah, mereka berdua memaksa supir untuk tancap gas dan membawa mobil sekencang-kencangnya, lalu mereka berduapun turun dari mobil,dan supir membawakan alat musik mereka berdua, Gitar untuk Risa, dan Celo untuk Lea.
mereka di perhatikan oleh banyak pasang mata di sekolah, Karena mereka adalah orang yang terpandang, mulai dari status keluarga, dan mereka cukup sedikit popular di sekolah Karena, luamayan cantik.

"benarkan apa kata gue gerbang belom ketutup... yeaaaah" bangga Risa sambil mengacungkan jari telunjuknya.
"iya-iya Risa yang terbaik~~" Lea tertawa geli melihat tingkah Risa sambil bertepuk tangan.

Tak lama kemudian mereka sampai di kelas tepat saat bel berbunyi, mereka sekolah di sekolah musik.jadi mereka memilih kelas yang berbeda, Risa di kelas 2-1 Guitar Class, sementara Lea berada di kelas 2-2 Celo Class.

"fiuuuh sampai tepat waktu~" Risa menghela nafas panjang Karena bel berbunyi tepat saat ia sampai di kelas.

Pelajaran merekapun dimualai seperti belajar tangga nada , cord-cord yang belum mereka ketahui, dan mengetes kemampuan mereka bermain alat musik di depan kelas dan di lihat oleh semua murid yang ada di kelas mereka, mempelajari hal baru tentang musik dan mendapat panduan dari guru musik yang sudah menguasai bidangnya masing-masing... tidak terasa sudah 4 jam berlalu selama mereka belajar. Dan sekarang sudah pukul 01:00 siang hari waktunya mereka untuk istirahat makan siang.

"akhiiiiirrrnya selesai juga.. ! pelajaran yang melelahkan,," ucap Risa sambil mengangkat kedua tangannya keatas tinggih-tinggih.
Dari kejauhan ada seorang lelaki saparuh baya yang mendekat membawa buku-buku yang cukup tebal di tangannya.

"permisi Carrisa EliezeFoundhstain" pria itu memanggil Risa dengan nama lengkapnya.
" yah Mr.Lionel ada apa ?" tanya Risa dangan nada anguun karna iya sedang berbicara dengan salah satu guru musik di sekolahnya Mr.Lionel guru piano.

"sebentar setelah jam pelajaran selesai bisakan anda dating ke ruangan saya ?" jawab Mr.Lionel sekaligus bertanya kembali pada Risa.
"iya bisa Mr.Lionel, setelah jam pelajaran selesai saya akan ke ruangan anda Mr" jawab Risa cepat masih sama dengan sangat anggun.
"baiklah saya permisi" tukas Mr.Lionel drya pergi dan keluar dari kelas.

Lalu Risapun juga keluar dari kelas dan segerah menemui Lea di Restaurant sekolahnya, sesampainya di sanah dia langsung duduk di meja dan memesan nama masakan yang tetera di buku MENU, setelah Risa memesan makanan tak lama kemudian ada seorang anak laki-laki yang bejalan kejauhan dan langsung duduk di meja Risa dia duduk tepat di hadapan Risa, dan Risa hanya terdian heran melihat laki-laki itu.

"siapa sih ? apa-apaan nih ?,, ngapain di meja gue pergi sanah gangguin pemandangan." Ketus Risa membuka pembicaraan kepada lelaki yang tidak di kenalinya itu.

"memangnya meja ini punya kamu saja, semua orang wajib duduk di mana saja yang mereka inginkan" jawab lelaki itu dengan ketus dan masa bodo dengan apapun

"apaan sih sanah-sanaah aah" tolak Risa sambil mengayunkan tangannya menyuruh lelaki itu oergi dari mejanya.
"kalau aku tidak mau pergi kau mau apa?" celetuk lelaki itu dengan tatapan mata yang langsung mengarah kemata Risa.
"a a apaan sih sanah aah.. kau menghilangkan selera makanku !" balas terbata-bata seraya memalingkan wajahnya karena tak suka dipandangi oleh orang yang tidak ia kenali.

"Gadis aneh, apa orang tuamu tidak mengajarkan tatakrama dan cara berbicara kepada oranglain." Lelaki itu melihat risa dengan mata yang menerawang.
"apa maksud mu. ! dasar tidak sopan" bantah Risa seraya berdiri dari tempat duduknya dan menhentakan tangannya kemeja sontak hal itu membuat siswa yang ada di resto itu mengalihkan pandangan kepada mereka

"orang tuaku selalu mengajarkan tatakrama padauk, kau tidak tau apa-apa maka jangan sembarang !" kesal Risa, emosi Risa mulai memuncak.

Lelaki itu hanya terdiam dan tersenyum kecil melihat tingkahlaku Risa, dan Risa punjuga sanya terdiam dan memandangi lelaki itu dengan mata sinisnya.

"Nona ini makanan pesanan anda" ucap pelayan yang mengantarkan makanan Risa dia sudah berdiri disamping meja selama lima menit tapi tidak berani untuk berbicara
"um.. baiklah letakan distu,," suruh Risa, dan pelayan itu meletakan makan di tempat yang Risa perintahkan, setelah meletakannya pelayan itupun pergi.

"kalau kau tidak ingin makan maka pergilah dari mejaku" ketus Risa pada lelaki itu, saat memperhatikan lelaki itu mata Risa tak sengaja melirik seragam yang di mana ada tanda pengenal tertulis nama "Louis Sinclair".

"tuan Louis Sinclair bisakan anda pindah dari meja saya dan mencari meja lain ,, anda merusak nafsu makan saya" tukas Risa dengan nada sedikit mengejek.
"maaf Nona...." Louis melirik tanda pengenal yang ada di seragam Risa. " Nona Carrisa Elieze Foundhstain, saya sudah nyaman berada dimeja ini,, kalau anda mau, silahkan anda saja yang pindah." Balas Louis ketus sambil kembali membaca bukunya.

Risa kaget darimana dia tau namanya, lalu Risa sadar dan segera menutut tanda pengenal yang ada di seragamnya.
"kau beraninya kau melihat tanda pengenal yang ada di seragamku.!" Risa mendelik kearah Louis denga tangan yang masih memegang dadanya, karna tanda pengenal itu derada di seblah kanan seragamnya.

"tidak kau tutupipun aku sama sekali tidak tertarik pada apapun yang ada padamu Nona.."ucap Louis dengan pandangan yang tetap terarah pada bukunya.

"apa !! sial apa maksudnya, dasar mesum !!!" ucap Risa dalam hatinya dia seperti ingin berteriak kepada Louis.
" uhum,, untungnya aku ini oran yang baik dan tidak sombong, aku berikan meja ini padamu tuan sinclair"Risa berdiri, dan mengankat makanannya seraya bejalan pindah ke meja lain.

"yah pergilah, kau mengusik mataku sedaritadi, membuatku tidak focus membaca bukuku" ucap Louis tanpa memalingkan pandangannya dari buku yang di pegangnya.

"SSIAAAAALLLL !!!!"teriak Risa dalam hatinya dia seperti ingin memukli wajah Louis dengan piring makanan yang ada di tangannya sekarang.
Karena Risa sudah menahan emosinya sedaritadi, Risapun pergi dengan langkah kesal dan pindah kemeja kosong yang ada disembrang mejanya tadi.
"dasar laki-laki sialan menghilangkan selera makanku saja aaaah, !!!" celetuk Risa dalam hati. "aaah tuhkan makanannya jadi dingin jadi nggak enak aaaaaah !! sialll !"sambungnya dalam hati dia benar seperti ingin menendang Louis.

"Risaaaaa~~ aku sudah selesai" panggil Lea dari kejauhan, sepertinya kelasnya agak lama hari ini, karena tumben dia lebih lama keluar daripada Risa padahal biasanya mereka selalu ke resto bersama.

"aaaaah.. Risa aku capek kelas hari ini rumit benget kepala aku sampai pusing,,"rengek Lea mengadu pada Risa,, tapi Risa hanya melihat Lea dengan pandangan bosan dengan garpu di mulutnya.

"Risa kenapa ? apa kamu sakit Ris?" tanya Lea khawatir melihat Risa.
"iya gue sakit Le,,,, sakit jiwa gue le" jawab Risa dengan wajah yang sangat suram.
"apaa ?! Risa sakit jiwa,, tumben sadar Ris kalau kamu sakit jiwa ha ha ha haemoticon-Big Grin" tawa Lea tertahankan mendengar ucapan dan melihat sifat Risa.
"diih Lea koq lu gitu banget siiih Le~~" tunduk Risa , iya sangat kesal sampai membuatnya tidak dapat mengunyah makanannya .
"hahahaha yaduah iya-iya maaf Ris" ucap Lea sambil menarik garpu dari mulut Risa."jangan di emutin garpunya kasian Ris nanti Garpunya nangis..." ejek Lea sambil tertawa sendiri.

Lalu Lea memesan makanan, karna dia sudah sangat lapar. Lalu mereka makan dengan lahap, hingga tak terasa bel masuk berbunyi, mereka berduapun berpisah di koridor untuk menuju kelas masing-masing.
Setelah sekitar 2 jam berlalu bel pulangpun berbunyi waktu sudah menunjukan pukul 04:56 sore hari.

Seperti yang Risa bicarakan dengan Mr.Lionel disaat jam istirahat , setelah jam pelajaran usai ia harus pergi keruangan Mr.Lionel. dan sesampainya depan diruangan Mr.Lionel.

"permisi ,," salam Risa sambal membuka pintu ruangan itu dan melangkah masuk kedalam.
"iya Carrisa Elieze Foundhstain masuklah." Ucap Mr.Lionel senyuruh Risa masuk kedalam dan mempersilahkannya untuk duduk di kursi.

Mereka membahas tentang sumbangan untuk yayasan panti asuhan, karna Risa selaku ketua penyelenggara Kegiatan Sosial di sekolah maka itu harus di bicarakan dengannya.
Taklama setelah mereka selesai berbicara, Risapun langsung , pamit pada Mr.Lionel untuk keluar dari ruangannya sekaligus pamit untuk pulang.
Risapun keluar dari ruangan Mr.Loinel dan menuju ke gerbang depan sekolah. Lea sudah pergi duluan untuk menuggunya dimobil,

"gue harus cepet Lea pasti udah nunggu lama dimobil" gumamnya dalam hati seraya mempercapat langkahnya.

karna termasuk sekolah elit jadi hampir semua siswa di jemput oleh mobil mewah. sesampainya Risa di gerbang sekolah tepat di depan sebuar mobil berwarna hitam, risa merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang , dengan jarak yang tidak begitu jauh darinya. Risa membalikan badannya dan ia cukup terkejut melihat.

"aaaaah !!! Louis Sinclair !!! sedang apa kau disini apa kau belum puas mengambil mejaku di resto tadi ! dan sekarang kaupun mau mengambil mobilku.!!" tukas Risa dengan nada suara meninggih, Risa melihat louis berjalan mengarah kemobil yang tepat dibelakangnya.
"apa kau bodoh ? ini mobilku." Louis melirik kearah Risa dengan tatapan dingin.
"apa ?! kau jangan sembarangan yah, ini mobilku." Risa membela diri dan bersikeras kalau itu adalah mobilnya, tapi Louis tidak memperdulikannya dan terus maju menuju mobil itu.

"berhenti apa yang kau lakukan, mundur-mundur !" usir Risa sambil mengangkat gitar yang ada di tangannya .
"huuuft,,, menyingkirlah dari jalanku sekarang"Louis ridak perduli dengan apapun yang dilakukan oleh Risa, dia terus malangkah maju' tapi Risa selalu menghentikannya.

"Louis pergi atau aku pukulkan gitarku kekepalamu sekarang !" ancam Risa sekali lagi dia mengankat GItarnya diatas kepalanya.
Sementara Lea hanya tertawa melihat tingkah Risa yang konyol.

"hahaha apa yang Risa lakukan disanah,, yah ampun Ris Ris" Lea terus tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Risa.
"umh.. kamu pergi panggil Risa disana , sepertinya dia salah mobil" suruh Lea kepada supir yang sedang berdiri disampingnya sambil terus tertawa.
"baik Nona" jawab supir itu seraya pergi berjalan menuju ketempat Risa.
"umm,, maaf Nona mobil kita disebelah sanah Nona" ucap supir itu sambil membukukan badannya sedikit rendah.
"yahhh,, hah ? apa ? bukannya ini mobilnya?" ucap Risa bingung seraya menunjuk mobil yang ada disampingnya.
"maaf Nona mobilnya disebelah sanah" tukas supir itu seraya menunjuk arah mobil mereka.
"apa ? kenapa kau tidak memberitahu daritadi sih" tukas Risa dengan nada suara mengeras.
"baiklah Louis, aku akan pergi sekarang ambilah mobilmu" ucap Risa dia bahkan tidak merasa malu sama sekali hanya sedikit salah tingkah.
"yah pergilah karena kau aku sudah terlambat untuk pulang.. pergi sanah" usir Louis, dengan pandangan lurus kedepan dan tidak melirik Risa sama sekali.

"yaah memang aku mau pergi, awas yah urusan kita belum selesai !" teriak Risa seraya melangkah pergi dari tempat Louis berdiri.
"gadis aneh" Gumam Louis dalam hati.

Sesampainya di tempat Lea,, mereka langsung masuk ke mobil,, Risa terus menerus menggerutu tanpa henti di dalam hati.
"Risa kamu tadi ngapain disana ?" tanya Lea sambil menertawakan Risa.
"tadi aku salah mengira mobilnya adalah mobil kita,," gumam Risaa pelan. Tapi Lea tetap bisa mendengarnya.
"hahahah Risa tumben banget kamu bodoh" ejek Lea dan Risa hanya bisa memanyunkan bibirnya saja.

sekitar empat puluh menit mereka di jalan menuju kerumah akhirnya merekapun sampai, sesampainya didepan gerbang rumah, ada seorang penjaga yang membukakan pagar, lalu mobil merekapun masuk.

"aah sampai juga di rumah" ucap Risa sambil merebahkan kedua tangannya keatas.
"Le gue masuk duluan yah,, bye" sambung Risa serya berjalan menuju pintu rumah, meninggalkan Lea yang sedang sibuk mengeluarkan alat musiknya dari mobil

"iya Ris,, bye,, ntar aku nyusul" balas Lea sambil mengangkat tangannya.

Taklama Lea pun pergi dan melangkah mengikuti Risa masuk kerumah, sesampainya di dalam rumah, Risa yang belum berganti seragam sekolah .tengah duduk di atas sofa sambil memainkan gitarnya.
Lea hanya melihat karena tidak mau mengganggu Risa.. Risa bermain gitar sambil bernyanyi, suaranya sangat merdu dan menenangkan..


To Be Continued~
PART 03

Why Must you- part 03

Why Must You
Creator : Riry dwianastasya


Why Must You

Part 03



Lea seakan terhipnotis mendengar nyanyian Risa yang sangat merdu yang diiringi denga petikan gitar Risa, suara petikannya sangat cantik,, yah maklum saja Risa adalah salah satu murid yang lumayan pandai bermain gitar dan bernyanyi.

" wahhh ,, aku selalu suka kalau mendengar Risa bermain gitar" ucap Lea seraya berjalan menghampiri Risa yang telah selesai bermain gitar.
"ahahaha Lea lu bisa aja aaah,, gue kan belum terlalu pandai bermain gitar Le >," bantah Risa dengan wajah yang malu sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangan.

“wweiiiit,, tumben malu Ris, biasanya kamu kan nggak tau malu" tawa Lea tarbahak sambil memukul punggung Risa.
"aaaww..! Lea sakit Le,,, " pukul Risa balik,,
"aah Ris, omong-omong Siapa pria yang bersamamu tadi ? teman kamu yah Ris ?" tanya Lea, mengganti topik, dan tiba-tiba wajah Risa berubah menjadi sedikit marah.

"jangan dibahas Le, itu cowok sok, gue kesel banget kalau liat mukanya,, kaya pengen gue timpukin itu orang" kesal Risa karna sepertinya dia sangat tidak suka dengan Louis.

"hahahaha .. sampai segitunya yah kamu nggak suka sama dia," Lea tertawa mendengar perkataan Risa."emangnya dia udah apain kamu Ris, sampai-sampai kamu segitu bencinya sama dia" sambung Lea penasaran.

“dia ngambil meja gue waktu di resto sekolah,, ngeselin kan Le” jawab Risa cepat seraya berdiri dari tempat duduknya.
“iih Ris udah ? Cuma itu doang Risa ?” astagaah hahaha” Lea kembali tertawa lebar mendengar jawaban Risa.”nah kamu mau kemana Ris ? koq berdiri?” sambung Lea ingin tau.

“mau kekamar Le, mau mandi udah malem tau..” jawab Risa sambil berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kekamarnya.
“aah.. iya aku lupa,, ayuk,”Lea berdiri dan mengikutin Risa dari belakang.
Mereka berdua berjalan bersama, Lea langsung menuju kekamarnya . Risa pun juga sudah masuk kedalam kamarnya.

“aaaahh enaknya tiduran kaya gini… nyaman banget” Risa merebahkan badannya ketempat tidur. Bahkan dia sudah lupa harus mandi. Dan malah terlelap dalam tidurnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dimalam yang dingin, ada seorang pria yang tengah berdiri diteras kamarnya , yang berada di lantai dua sambil memegang buku ditangannya.
Pria yang tampan, dengan mata biru, rambut sebahu berwarna coklat keemasan, dan tubuhnya yang tinggih mungkin sekitar 178cm.
Tiba-tiba ada yang memanggilnya dari kejauhan.

“Tuan Muda Louis, anda di panggil tuan untuk kebawah.”ucap seorang wanita dengan memakai pakaian pelayan Kepada lelaki itu. Yang ternyata adalah Louis.

“ayah memanggilku ? ada apa” gumamnya dalam hati. “aah baiklah aku akan segerah turun, pergilah sekarang” sambung Louis seraya memerintahkan pelayan itu untuk keluar dari kamarnya.

“baik Tuan Muda”ucap pelayan itu sambil membungkukan sedikit badannya dan langsung keluan dari kamar Louis.
Taklama setelah meletakan bukunya dilemari Louispun melangkah keluar darikamarnya dan berjalan menuju kebawah untuk memenuhi panggilan ayahnya.

Sesampainya dibawah. Ia melihat Ayahnya sedang duduk menunggunya di sofa bersama dengan Ibunya.

“Ayah ada apa ? kenapa memanggilku ?” tanya Louis karena ia penasaran dengan apa yang akan diberitahu oleh Ayahnya, seraya duduk di sofa yang berada tepat didepan ayahnya.

“begini Louis, setelah kau menyelesaikan sekolahmu, ayah ingin kau langsung memimpin salah satu perusahaan yang yang kita punya.” Ucap ayah Louis berterus terang dan tanpa basa-basi kepada anaknya itu.

“tapi ayah aku masih ingin melanjutkan sekolahku, “balas Louis menolak keinginan Ayahnya.
“Louis kau sudah cukup dengan semua yang kau pelajari dari kecil, bahkan sekolah ini hanya untuk formalitasmu saja” ucap ayahnya seraya berdiri menhampiri Louis.

“tapi ayah aku ini ingin melanjutkannya aku tidak ingin menghentikan pendidikanku ayah.” Tatap Louis pada ayahnya yang sudah berdiri di hadapannya saat ini.

“tapi Louis, siapa yang bisa meneruskan perusahaan selain kau.”ayahnya mencoba untuk membujuknya.
“bukankah ada kakak yang siap melanjutkan perusahaan, jujur saja ayah aku masih belum siap untuk semuan hal ini” jawab Louis dengan tetap menolak keinginan ayahnya seraya menundukan kepalanya.

“bagaimana mungkin kakakmu yang melanjutkan perusahaan. Dia adalah seorang perempuan” ucap ayahnya dengan nada suara yang mulai marah. “kakakmu tidak mungkin bisa untuk melakukannya bagaimanapun juga kau harus menjadi penerus, karena dari kecil kau sudah dipersiapkan untuk itu.”lanjut ayahnya tegas denga suara yang cukup keras hingga dapat terdengar keseluruh ruangan.

Louis hanya terdiam mendengan apa yang di katakana oleh ayahnya. Lalu ia berdiri dari tempat duduknya.

“aku akan memikirkannya nanti ayah.” Ucap Louis dengan wajah yang tertunduk seraya berjalan menuju tangga.

“Louis kau harus menjadi penerus. ! itu adalah keinginan terakhir ayah, tidak ada yang boleh mengubah keputusan ayah. !” teriak ayah Louis sambil menunjuk anaknya itu. Louis tidak mendengarkan apa yang di katakana oleh ayahnya ia bahkan tidak memalingkan wajahnya, ia hanya terus berjalan lurus menaiki anak tangga untuk menuju kekamarnya.

Sesampainya di depan pintu kamar iya membuka pintu itu dan masuk kekamarnya, diambilnya buku yang tadi dibaca olehnya seraya berjalan dan duduk di kursi yang berada disudut teras kamarnya itu.

“kenapa harus aku, aku sangat tidak ingin ikut campur dengan perusahaan, dengan semuanya yang menyangkut dengan bisnis”gumam Louis dalam hatinya, dia hanya tertunduk dan terus memikirkan apa yang dikatakan oleh ayahnya.

Mungkin sekitar setengah jam dia duduk dan memikirkan hal itu, Louispun berdiri dan berjalan masuk kekamarnya, lalu iya menutup pintu teras kamar dan lalu menuju ketempat tidurnya.

“haaaah,, semua ini membuatku pusing,,,”gumamnya dengan nada suara yang berbisik.”sebaiknya aku tidur saja sekarang.”sambung Louis seraya menutup matanya dan meletakan lengan kirinya di atas keningnya.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama iapun tertidur pulas.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Pagipun tiba dengan sangat cepat, itulah yang dirasakan oleh Risa dan Lea yang saat ini tengah bersiap-siap untuk pergi kesekolah.
Tidak sampai 20 menit mereka berduapun telah selesai, dan keluar dari kamar mereka masing-masing sambil membawa alat music mereka, Lea tampak kesusahan karena dia mengankat alat music Celo bentuknya hamper sama seperti Biola tapi Celo berukuran lebih besar bahkan tinggihnya mencapai didada Lea.

Risa sudah berada diobil lebih dulu, tak lama sekitar lima menit kemudian Leapun sampai dimobil. Lalu merekapun berangkat menuju kesekolah.

Sesampainya disekolah, mereka turun dari mobil dan berjalan mesuk dan menuju kelas masing-masing.

Sesampainya Risa dikelasnya ia hanya meletakan tasnya dimejanya lalu keluar dari kelas dan berjalan menuju suatu tempat yang berada di belakang sekolah, tempatnya cukup berjarak dari sekolah hingga membutuhkan sedikit waktu untuk menuju kesana.

Tempat itu sangat luas dengan rumput berwarna hujau dan ditengahnya terdapat pohon besar dengan daun yang berwarna coklat kemerahan, dibawahnya terdapat sebuah kursi panjang berwarna putih. Risa terus berjalan menuju ke tempat itu, sesampainya disana.

“tempat ini selau sama, tidak ada yang berubah sama sekali” Risa melihat sekeliling tempat itu sambil tersenyum dengan lembut. “haaah~ udaranya sangat segar” sambung Risa seraya mengeluarkan gitarnya dari dalam tas besar berwarna cokat.
“aku jadi ingin bermain gitar setiap dating ketempat ini.” Gumam Risa dalam hatinya, Sepertinya ini bukan yang pertama kalinyaia dating ketempat ini.

Risapun mulai memetik senar gitarnya, jemarinya seperti sedang menari-nari , dan diikuti dengan suara nyanyian Risa. Suara yang sangat lembut, dia menyanyikan lagu yang slow diiringi petikan gitar accousticnya.

Dari kejauhan ada seorang lelaki yang sedang berjalan mendekatinya. Semakin dekat dan ternyata itu adalah Louis. Kerena Risa sangat serius memainkan gitarnya sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa Louis sudah berada didapannya. Jarak nya tidak begitu dekat dengan Risa. Louis terus memperhatikan Risa yang tengah bermain gitar.

“jadi suara yang merdu itu berasa dari gadis aneh ini” gumam Louis dalam hati pandangan tidak lepas dari Risa.”lumayanlah,, suranya lumayan bagus”sambung Louis lgi. Sepertinya Louis bisa sampai ditempat Risa karena ia mengikuti arah nyanyian Risa.

“saat dia diam, dia jadi terlihat sedikit lebih”ucap Louis dengan suara yang pelan.
“sedikit lebih apa ?” tanya Risa seraya mengangkat wajahnya. yang membuat Louis sedikit kaget. Karna ia tidak menyadari kalau Risa telah selesai memainkan gitarnya. Entah apa yang lamunkan Louis.

“a a apa ? aku tidak berkata apapun” bantah Louis memalingkan wajahnya.
“iish , kenapa kau terpesona dengan permainan gitarkukan”puji Risa pada dirinya sendiri seraya meletakan gitarnya.

“terpesona ?” Louis mengankat sebelah alisnya “untungnya tidak sama sekali.” sambung Louis seraya membalikan badannya dan berjalan.
“iih Louis Sialan”teriak Risa.

“oh yah, kau dari kelas 2-1 Gitar class kan ?” ucap Louis tanpa menhentikan langkahnya dan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Risa. “ sepuluh menit lagi kalian akan masuk.”sambungnya lagi iya terus berjalan dan akhirnya hilang dari pandangan Risa.

“haah,,,, aku tidak ingin kekelas hari ini” Gumam Risa pelan, dengan wajah yang terrunduk. “karena hari ini,, adalah hari dimana hal itu terjadi.” Mata Risa berkaca-kaca, seakan-akan air matanya akan segerah menetes membasahi pipinya.

Risa melamun dengan airmata yang sudah mulai menetes, dan ingatan Risa melambung tinggih.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


[I]“Risa~ dimasa depanpun kita akan selalu seperti inikan Risa , aku akan selalu bersama Risa, menemani Risa, hehehe… kata mamah, Risa nanti akan menjadi putrinya, tidak aka ada yang memisahkan aku dan Risa apapun itu Risa adalah-?!” BRAAAAAAK !!!! tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju dati arah yang berlawanan dan menabrak anak laki-laki itu.



To be continue~
next update~ part 04

Why Must You - Part 04

Why Must You
Creator : Riry dwianastasya

Why Must You


PART 04



Ingatan itu memebuat Risa kaget dan langsung tersadar dari lamunannya, air keringatnya sedikit membasahi keningnya.

“hmm,, kenapa gue ingat itu lagi, semuanya terjadi Karena gue, semuanya Karena gue”gumam Risa sedih dengan suara yang mbergetar, ia terduduksambil memeluk lututnya dan kepalanya yang tertunduk.

“kenapa dia terlihat sangat sedih hari ini.” Ucap Louis yang ternyta belum meninggalkan tempat itu.”sudahlah lagi pula aku tidak akan memperdulikannya, dan apapun itu bukanlah urusanku.”sambung Louis mambalikan tubuhnya dan melangkah pergi. kali ini dia benar-benar pergi dari tempat itu.

“Risa ada dimana sih” ucap Lea kebingungan sambil memperhatikan sekitarnya. “sebentar lagi masuk kelas tapi dia tidak ada dimanapun” khawatir Lea seraya duduk dikursi yang berada di pinggirtaman sekolah.

“tidak biasanya dia seperti ini” gumam Lea semakin mengkhawatirkan Risa, karna iya tidak melihat Risa dimanapun. Dikelas diresto, ataupun ditempat lainnya.

Leapun mengambil inisatif untuk menghubungin Mamah atau Papa Risa tentang hal ini. Iapun langsung mengambil handphone dari sakunya begitu ia ingin menghubungi Mamah Risa.

“oh my,,, bagaimana aku menghubungi Tante Lucya, dia sedang berada di Canada sekarang, aq bahkan tidak punya nomor telepon dia diCanada, bahkan nomor telepon perusahaan. Semuanya ada pada Risa” Lea tambah khawatir dan terus berpikir keras apa yang harus dia lakukan.”baiklah aku akan mencarinya saja.” Lea berdiri dan langsung berlari untuk mencari Risa.

Ditengah jalan Lea melihat ada Louis yang sedang berjalan sendirian.

“bukankah itu pria yang kemaren bersama Risa” gumam Lea dalam hatinya.”aku akan coba bertanya padanya.” Sambung Lea sambil bejalan menuju kearah Louis. Sesampainya Lea di hadapan Louis

“apa yang kau lakukan menyingkirlah dari jalan” ketus Louis pada Lea yang saat ini berada di hadapan.
“um, begini aku ingin bertanya padamu.” Ucap Lea menatap wajah Louis. “uum apa dia tau dimana Risa ? aku tidak yakin, wajahnya menunjukan kalau dia bukan oeang yang baik” gumam Lea berpikir keras.

“apa kau mencari temanmu itu.” Ucap Louis yang sepertinya sudah tau maksud Lea menghampirinya.
“ah yah,, apa kau tau dimana Risa” tanyaLea dengan wajah dan cara berbicara yang tidak ramah sama sekali.

“aku tidak tau dimana dia”jawab Louis cepat tanpa melihat Lea sama sekali.”coba saja kau cari dibelakarang sokolah, mungkin kau akan menemukannya” sambung Louis seraya melangkah meninggalkan Lea.

"ah iya maka-“
“tidak perlu, aku tidak membutuhkan ucapa terima kasihmu.” Potong Louis cepat tanpa mwmbiarkan Lea menyelesaikan ucapannya. Iapun meneruskan langkahnya dan pergi.

“dih sombong amat” gumam Lea kesal. Lalu Lea pun pergi berlari dan mencari Risa dibagian belakang sekolah tapi ia tidak menemukan Risa di sana.

“Risa kamu dimana sih” Khawatir Lea sambil terus berjalan dan mencari Risa dibelakang sekolah.”kayanya hari ini aku nga bisa masuk pelajaran pertama” sambung Lea berlari dan terus mencari Risa

Sekitar sepuluh menit kemudian Lea mencari Risa, akhirnya ia menemukan Risa sedang tertidur dibawah pohon,.

“Risa,, akhirnya aku temukan kamu Ris” dipeluknya Risa yang masih tertidur, lalu Lea memperhatikan wajah Risa.” Bekas air mata ? Risa habis menangis?” tanya Lea pada dirinya sendiri.

Lea mencoba membangunkannya dengan menepuk pipi Risa pelan, sekitar dua menit Lea membangunkan Risa tapi ia belum sadar juga.

“bibi maafkan aku bi ! aku tidak mendorongnya ! aku tidak melakukan apapun !!” Risa mengigau sambil berteriak , suaranya bergetar. Dan ia mulai meneteskan air mata.

“Risa kamu kenapa Ris ? Risa ?” Lea khawatir melihat kondisi Risa.”ada apa ini ? Risa kenapa Ris” tanya Lea seraya memeluk Risa erat. Lea terus berusaha membangunkan Risa.

“aaah Lea,,” Risa sudah ,mulai sadar.”aku tidak mendorongnya Lee,, aku tidak melakukan itu” sambung Risa ia memeluk Lea erat, tapi Lea masih tidak mengerti apa yang dimaksud olaeh Risa. Dan ada apa sebenernya.

Lea memeluk Risa untuk menenangkannya. Enatah ada apa Lea sama sekali tidak tau. Tapi dipikirannya ia terus bertanya-tanya apa maksud Risa, dan apa yang ada dimimpi Risa barusan.

“sudah-sudah ayo kita pulang saja”ucap Lea mengelu-elus punggung Risa.
“Lea aku tidak bersalah”gumam Risa pelan, air matanya terus menetes.

“iya kamu nggak bersalah kok Ris” Lea mencoba menenangkan Risa.”sebentar aku akan menelpon supir untuk datang menjemput kita” Lea mengambil Handphone dari sakunya. Dan menelpon supir untuk menjemput mereka kesekolah.

Lea membantu Risa untuk berdiri dan berjalan menuju sekolah. Settelah berjalan beberapa menit mereka sampai disekolah. Lea langsung membawa Risa menuju Ruang kesehatan. Ternyata saat mereka berjalan Louis tidak sengaja melihat Risa dan mengikutinya.
Sesampainya diruang kesehatan.

“Aleandra ada apa ini ? kenapa Carissa ?” ucap seoarang wanita yang berada diruangan itu, lalu wanita itu mendekati mereka.
“Ms.Livya tolong bantu aku menaikan Risa ketempat tidur.” Ucap Lea sambil membaringkan Risa ditempat tidur. “badannya demam !” Lea kaget karna suhu tubuh Risa tidak seperti biasanya,.

“aah,, iya tubuhnya hangat, sebenta saya ambilkan kompres” ucap Ms.Livya seraya pergi mengambil ala kompres.”apa kau sudah menelpon supirmu untuk menjemputnya.?” Sambung Ms.Livya sambil menempelkan kompresan kekening Risa.

“iya sudah, mungkin sekarang sedang diperjalanan.”jawab Lea cepat.
Tanpa Lea sadari ternyata Louis sudah berada dibelakangnya.

“ada apa dengannya ?” tanya Louis. Entah mengapa ia terlihat sedikit khawatir.
“apa kau tidak bisa melihat ? dia sedang sakit sekarang.”. jawab Lea ketus sambil menatap sinis pada Louis.
“sakit ? benarkah ? aku piker dia tidak bisa sakit.” Louis menatap Risa yang tengah terbaring lemas ditempat tidur.
“apa katamu, dia sedang sakit sekarang tidak bisakah kau prihatin sedikit saja.” Lea mulai kesal.”lagipula kau tidak ada hubungannya dengan semua ini, Maka pergilah dari sini.” Teriak Lea emosinya mulai memuncak. Ia seperti ingin mencakar wajah Louis.

“kalian berdua kalau mau berkalahi diluar saja sanah” ucap Ms.Livya yang terus memperhatikan mereka berdua.
“tanpa kau suruhpun aku memang mau pergi dari sini.” Ketus Louis, iya menatap Lea dengan tatapan sinis.
“maka pergilah cepat, kau hanya akan membuatnya semakin sakit kalau kau lama-lama berada di sini” kali ini Lea benar-benar marah. “pergi saja cepat.” Usir Lea ia bahkan tidak menatap Louis sama sekali.

“ aku pergi, lagipula kalian itu tidak penting, bahkan aku bosan melihat wajah kalian berdua.” Ucap Louis ketus seraya membalikan badannya dan berjalan keluar dari ruangan itu.

Lalu Louispun keluar dengan membanting pintu.

“Sial,, pada akhirnya aku hanya diusir. Tapi apa dia benar-benar sakit.” Kesal Louis sambil memegang kepalanya yang tidak sakit.
“apa aku khawatir pada anak itu ? tapi kenapa ? apa karena hari ini adalah ? aaah apa yang kupikirkan sebenarnya, ada apa denganku, aku bahkan sudah melupakan hal itu.”
Pikir Louis dalam kepalanya,,, Ada apa sebenarnya ? dan Siapa Louis ? apa hubungannya dengan Risa.?


~To Be Continue~
Next part 05.

Nyimak dulu bre, sekalian jejak ye.emoticon-Traveller
Ijin ikutan nyimak ceritanya, semoga tetep apdet sampe bisa selesai cerita nya emoticon-thumbsup
kayanya bakal seru nih cerita
-DELETED-
amankan pejwan dulu lanjut nyimak..
Quote:

okey kaka emoticon-Wink
Quote:

bakalan di update sampe selesai koq emoticon-Wink
Quote:

ditunggu aja ya gan lanjutannya emoticon-Wink
Quote:

emoticon-Wink
Quote:

okey slamat nyimak emoticon-Wink
update part 02 emoticon-Smilie emoticon-Wink
Quote:


Quote:


Quote:


rusak rusak dah boyband 4L udah nongol dimari..

boleh gabung amanin pejwan dimari yah??
lanjutin bre baru baca mpe part 2
ijin nenda gan
oke gan diup
Quote:


Iya oke ^^ nexrt part 03 makasih udah gabung emoticon-Wink
Quote:


haha iya oke gan emoticon-Wink
Quote:


masih nungguin part 3 4 5 6 7 8 9 10 dan seterusnya bre emoticon-Peace
Quote:


haha.. iya sip, bakalan nyambung terus koq sampai selesaiemoticon-Big Grin
Bookmark dulu gan ntar malame bacanya😊
Why must you...
pasti ada suatu alasan kenapa harus kamu..

romance fiction ya ?
melepas lelah sebentar sambil membaca 2part, setelah ditinggalkan sang surya terlelap ya..
selamat berkarya dan semoga ide2 nya selalu muncul emoticon-Big Grin
ini sista ya? Kayanya menarik nih . mangkal dimari ahh

Eh gembokedemoticon-Betty tukang cimol geser sebelah aje emoticon-Cool
×