alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengoreksi Cara Kerja Logika Kaum Haters Soal Data Bloomberg
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/586a607cded77093728b4569/mengoreksi-cara-kerja-logika-kaum-haters-soal-data-bloomberg

Mengoreksi Cara Kerja Logika Kaum Haters Soal Data Bloomberg

TERASBINTANG.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinobatkan oleh Bloomberg sebagai pemimpin terbaik atau paling unggul di antara para pemimpin Asia-Australia pada tahun 2016.

Dalam rilis data terbarunya berjudul Who’s Had the Worst Year? How Asian Leaders Fared in 2016, Bloomberg menobatkan Indonesia unggul dalam 3 aspek yaitu kekuatan nilai tukar (2,41 persen), menjaga pertumbuhan ekonomi tetap positif (5,02 persen skala tahun ke tahun) dan memiliki tingkat penerimaan publik yang tinggi (69 persen).

Sementara delapan pemimpin Asia lainnya seperti Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Presiden Indonesia Joko Widodo, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, masih di bawah Jokowi dalam tiga indikator di atas.

Menurut laporan Bloomberg, rapor cemerlang Presiden Jokowi tidak lepas dari kepemimpinan serta kepiawaiannya berpolitik hingga bisa mengendalikan dua per tiga dari kursi di parlemen. Kesuksesan program tax-amnesty juga membuat biaya pembangunan infrastruktur yang ada bisa ditanggung.

Selain itu, dari seluruh pemimpin yang dinilai oleh Bloomberg, yaitu delapan pemimpin Negara Asia-Australia, Jokowi satu-satunya pemimpin dunia yang memiliki semua indikator positif untuk tiga kategori yaitu fluktuasi kurs, pertumbuhan ekonomi dan rating penerimaan publik.

Penilaian positif tentang kepemimpinan Jokowi ini seharusnya menjadi bahan renungan dan membuat malu Jokowi Haters maupun mereka yang selama ini melecehkan dia.

Pengakuan dunia sudah berkali-kali diterima oleh Jokowi tetapi di negeri sendiri masih ada saja yang melecehkannya. Salah satunya adalah Canny Watae.

Canny Watae adalah sosok yang begitu gencar membully Jokowi melalui akun Facebook pribadinya. Termasuk ketika Bloomberg mengeluarkan data ini, bukannya tobat, Canny malah makin gencar memojokkan Jokowi.

Menurutnya, Jokowi sebagai Presiden terbaik adalah lelucon di tahun baru 2017.

Benarkah demikian? Mari kita bedah cara kerja logika Canny dalam status-status Facebooknya itu!

Pertama, saya ingin memulai dari kritik Canny yang menganggap bahwa apa yang ditulis oleh media-media nasional salah sasaran. Sebab, kata Canny, Bloomberg hanya merilis data pencapaian pemimpin dunia, bukan dalam rangka menobatkan siapa Presiden terbaik.

Canny benar, Bloomberg memang bukan dalam rangka nobat-menobatkan siapa Presiden terbaik.

Akan tetapi, bila fakta dan data yang disajikan Bloomberg menempatkan Jokowi paling unggul dalam tiga indikator di atas, lalu di mana masalahnya? Apa yang salah bila media mengambil enggel yang sedikit menantang seperti di atas?

Tapi namanya juga haters, sebaik apapun prestasi Jokowi akan selalu dipandang negatif. Kalau sedang baik dibilang pencitraan dan pembohongan publik, bila jelek dihujat habis-habisan, dibilang Presiden goblok.
Itulah mental haters.

Selain itu, kritik Canny terhadap penguatan nilai tukar rupiah 2,41 persen, yang menjadi acuan Bloomberg, juga tampak sangat mengada-ada.

Menurutnya, sekuat apapun rupiah, tetap saja belum mampu menutupi penurunan nilai tukar Rupiah (terhadap Dollar AS) yang terjadi sejak Joko Widodo menjadi presiden.
“Saat ia dilantik, Rupiah berada pada level 12.100 per Dollar. Saat ini, pertanggal 30 Desember 2016, Rupiah berada dievel 13.475. Artinya, Rupiah mengalami depresiasi (penurunan) lebih dari 10℅. Penguatan 2,41℅ di atas masih terhitung tekor,” kata Canny.

Lagi-lagi, Canny benar, Rupiah memang terus mengalami pelemahan sejak 2014 lalu.

Tapi membandingkan nilai rupiah dari waktu ke waktu bukanlah hal yang bijaksana. Kenapa? karena setiap masa tentu mempunyai tantangan yang tidak sama. Di samping faktor internal, penguatan nilai rupiah juga sangat dipengaruhi faktor global yang tidak mudah. Ini yang dilupakan Canny dalam kritik-kritiknya.

Bila perbandingan seperti ini yang dipakai, maka kita akan kebingungan sendiri. Sebab, waktu SBY dilantik pun pada 2009 lalu, nilai rupiah di hadapan Dolar Amerika masih Rp9.065. Tapi di penghujung pemerintahannya, Rupiah semakin melemah di angka Rp12.100. Apa mungkin hal ini juga salah Jokowi?
Sebabnya, tidak fair juga bila cara membandingkannya seperti di atas.

Apalagi, sesuai dengan judulnya: Who’s Had the Worst Year? How Asian Leaders Fared in 2016, Bloomberg menampilkan perbandingan ekonomi negara-negara di Asia-Australia yang kira-kira mampu melakukan lompatan di tengah hiruk-pikuk ekonomi global itu. Hasilnya, Indonesia mengungguli negara-negara lainnya!

Kritik Canny yang lain yang tak kalah ngawur adalah soal pertumbuhan ekonomi 5,02% yang dicapai Presiden Jokowi. Menurut Canny, pertumbuhan 5,02% itu jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan rezim sebelumnya, yaitu rezim SBY, masih belum ada apa-apanya. SBY pernah membawa Indonesia ke angka pertumbuhan 6℅.

Indonesia memang pernah mengalami puncak pertumbuhan ekonomi. Pada 2010, perekonomian Indonesia tumbuh 6,1 persen, 6,5 persen tahun 2011, dan 6,23 persen di 2012. Tapi begitu menginjak tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai menurun, yakni 5,78. Sedangkan 2014, ekonomi kita hanya tumbuh 5,02 persen.

Artinya, di masa SBY pun ekonomi Indonesia tidak semulus “omongan” Canny, sangat fluktuatif, dan agak rancu bila kita mengeneralisir seolah-olah 10 tahun ekonomi rezim SBY baik belaka. Padahal, sejak 2013 lalu, tren pertumbuhan ekonomi kita sudah mulai memburuk.

Bahkan, jangan lupa, 2008 kita mengalami krisis yang sangat serius. Dan itulah mengapa hari ini kita mewarisi kasus mega skandal korupsi Century.

Itu sebabnya, cara mengukur seperti di atas tidak aple to aple. Karena, itu tadi, setiap masa punya tantangan ekonomi yang berbeda. Apalagi, yang dilakukan oleh Bloomberg adalah perbandingan antar negara.

Bloomberg menyajikan fakta negara mana yang berhasil melakukan lompatan ekonomi di tengah memburuknya tekanan ekonomi global.
http://www.terasbintang.com/mengorek...ata-bloomberg/
Diubah oleh zeng.wei.jian
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
Quote:


Diubah oleh zeng.wei.jian
Kalau layout tritnya di Koreksi juga, mungkin lebih baik.
nasbung mana mampu baca ginian, murtad ntar kalo liat yg beneremoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Traveller
memang di berita bloomberg, jokowi satu2nya yg punya nilai positif utk 3 hal yg dinilai oleh bloomberg
tapi ini tidak berarti jokowi adalah pemimpin terbaik
tergantung bobot masing2 hal dan nilai setiap pemimpin pada 3 hal tsb

silahkan saja detik dan nastak lain menilain jokowi pemipin terbaik, bebas
tapi klo sampe mengklaim jokowi terbaik MENURUT bloomberg, padahal bloomber tidak mengatakan sprt itu, ini kan penipuan

tapi wajar sih, namanya nastak ya nipu dan hoax
nasbung biasa aja donk komennya emoticon-Embarrassment
Ya namanya juga haters..
Mau gmn baiknya juga tetep aja jelek dimata mereka.. emoticon-Cool
Kalau ga gini aja.. suruh si canny jadi presiden aja.. kan dia berasa pinter tuh koar2.. nah.. rasain deh jadi presiden.. emoticon-Cool
Quote:


tambahan:

ane pribadi sih puas
bkn puas krn ternyata bloomberg ternyata tidak memberitakan jokowi sbg pemimpin terbaik
tapi puas liat lagi2 kebohongan nastak terbongkar
ane tambah puas lagi liat nastak mencoba membela haox mereka di mari
smoga bisa membuka mata orang2 yg belum melihat hakikat penipuan dan hoas para nastaker

emoticon-Embarrassment
Benerin dulu gan hasil copasannya emoticon-Request
Biar enak dibaca
gue jawab lahh nastak tim hore mana mampu mikir emoticon-Wkwkwk

1. Rupiah menguat 2,41℅.
Sekilas, ini tampak sebagai indikator "Positif". Menjadi makin bercitra positif saat dibandingkan dengan mata uang beberapa negara pembanding yang mengalami penurunan. Namun, penguatan 2,41℅ itu belum bisa menutupi penurunan nilai tukar Rupiah (terhadap Dollar AS) yang terjadi sejak Joko Widodo menjadi presiden. Saat ia dilantik, Rupiah berada pada level 12.100 per Dollar. Saat ini, pertanggal 30 Desember 2016, Rupiah berada dievel 13.475. Artinya, Rupiah mengalami depresiasi (penurunan) lebih dari 10℅. Penguatan 2,41℅ di atas masih terhitung "tekor". Pula, data 2,41℅ itu rancu karena hanya mencakup jendela data Juli sampai Oktober 2016. Sementara data nilai tukar negara pembanding lainnya seperti China, Jepang, dan Korea mencakup jendela data yang lebih lebar. China mencakup keseluruhan tahun (Jan-Des), Korea Januari hingga November, Jepang Januari hingga Oktober. Jadi, pembandingan data menjadi sangat rancu. Mengapa untuk Rupiah hanya mencakup Juli-Oktober? Sekedar info, Rupiah sempat menyentuh nilai tukar 12.900-an (nilai terkuatnya selama 2016) pada awal Oktober). Mengapa hanya pada jendela waktu singkat dan pada saat ada strong point seperti itu? Mungkin jawabannya ada pada Saiful Mujani Research & Consulting yang menjadi sumber Bloomberg.

2. Pertumbuhan Ekonomi 5,02℅.
Ini berarti pertumbuhan datar datar saja karena berkisar pada angka pertumbuhan yang sama dengan tahun sebelumnya. Angka ini jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan rezim sebelumnya, yaitu rezim SBY, masih belum ada apa-apanya. SBY pernah membawa Indonesia ke angka pertumbuhan 6℅.

3. Approval Rating 69℅.
Silahkan dinikmati. Dengan sumber SMRC, saya rasa ini merupakan hadiah hiburan bagi kita semua.
Sebagai catatan: angka 69℅ bukanlah yang terbaik. Ada Presiden Filipina dan Presiden India yang memiliki approval di atas 80℅.

bener kata si GIP tidak ada nastaik yang tidak guoblokemoticon-Leh Uga
Nenek moyang tipu2 diulang lagi. Walikota terbaik se dunia akhirat ada yg masih ingat?
terasbintang? sumur bacol apa lagi itu emoticon-Leh Uga
Nasbung itu emang di dogma cuma bisa fahamin dua hal : salah Jokowi atau salah Ahok emoticon-Big Grin
yg plg penting bisa jd yg terbaik utk rakyat sendiri.

awas jangan ad pertanyaan rakyat yg mana emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


Biasa bre, klo hoaxnya ketahuan pasti muncul deh situs gk karuan yg gk pernah kedengaran melakukan pembelaan gk jelas. Dah Taulah siapa yg nulis.
Trit dengan sumber nggak jelas ini akan bertahan di kaskus karena menjilat Jokowi.

Trit yang berasal dari sumber yang jelas dan valid justru dihapus karena mengkritik berita onani otak tersebut

emoticon-Wkwkwk
Quote:


Mewek kelaut aja bre... Dimari makin GOBLOG ente kena tampol emoticon-Wakaka
Quote:


Kalian yang mewek membaca berita yang ane bawa makanya main hapus. emoticon-Big Grin
Quote:


Copas orang lain, bilang lu yg jawab. Sudah bohong gak malu ya? emoticon-Wowcantik

emoticon-Wakaka
jasmek cebonger kalo ketauan kibul2nya susah mup-on...
bocah... emoticon-Ngakak
Quote:


Trit ente cocoknya di H2H atau lonje bre...masuk BP ya digusur..

Udah sepuh masij GOBLOG aja ente...
Quote:


Trit ane berasal dari sumber yang valid. Yaitu rakyat merdeka online. Redaksi nya jelas.

Sumber ente mana redaksinya? Dimana kantornya?
Halaman 1 dari 9


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di