alexa-tracking

Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/586a1b0f98e31bd03e8b4567/di-jakarta-penderita-gangguan-jiwa-meningkat-pesat
Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat
Quote:Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat

TEMPO.CO, Jakarta -Jumlah penderita gangguan jiwa di Ibu Kota semakin banyak. Jumlahnya yang terjaring oleh Dinas Sosial DKI Jakarta sepanjang tahun lalu menempati peringkat kedua di antara para penyandang masalah kesejahteraan sosial. Yang pertama adalah tunawisma.

Pada 2016, jumlah penyandang gangguan jiwa mencapai 2.283 orang, meningkat dibanding 2015, berjumlah 1.515 orang. Mereka membuat panti-panti yang ada, seperti di Panti Bina Laras Harapan Sentosa II, Cipayung, Jakarta Timur, yang khusus merawat penderita gangguan jiwa tingkat sedang, penuh sesak.

Di panti itu, Tempo di antaranya bertemu dengan Sarah, bukan nama sebenarnya, pada Kamis lalu. Senyumnya sempat tersungging ketika bersalaman sebelum wajahnya berubah sendu. Dia bercerita memiliki anak perempuan dan ingin kembali ke rumah. "I want to go home," kata Sarah.

Dia memendam kerinduan yang sangat dalam karena sudah 10 tahun tinggal di Panti Laras II. Bekas mahasiswi di sebuah akademi bahasa asing ini rupanya belum bisa diterima oleh keluarganya. "Kami sudah survei ke rumahnya. Tapi anaknya tidak mau bertemu karena masih trauma pernah diperlakukan kasar," ujar Kepala Bina Laras II Tuti Sulistyaningsih.

Kondisi kejiwaan Sarah, kata Tuti, sebetulnya sudah membaik meski obat tak pernah putus diminumnya. Buktinya, Sarah sudah bisa berkomunikasi dengan baik dan sudah dipercaya pengurus panti untuk membantu mengatur barisan saat waktu makan. "Dia sudah kooperatif," ujar Tuti.

Sama halnya dengan Polien, yang kejiwaannya dinilai sudah hampir stabil. Sayangnya, Polien, yang sudah berada sekitar tiga tahun di panti, belum dapat mengingat di mana keluarganya.

Walhasil, baik Sarah maupun Polien mesti mendekam lebih lama di panti. Padahal kapasitas panti sudah tak memadai karena jumlah mereka yang datang terus bertambah. Keduanya menjadi bagian dari 1.300 penghuni Panti Laras II, sedangkan kapasitas idealnya hanya 650 orang. "Apa boleh buat, daripada mereka telantar di jalan dan malah mengganggu. Mereka juga dilindungi undang-undang," kata Tuti.

Jumlah yang melebihi kapasitas seharusnya tersebut juga terjadi di Bina Laras Harapan Sentosa I, Cengkareng, Jakarta Barat, yang menampung penderita gangguan jiwa akut. Kepala panti, Sarima Inong, mengatakan saat ini membina 865 orang, padahal daya tampungnya hanya 750 orang.

Akibatnya berdampak ke jatah makanan. Tuti mengatakan, pada 2016, kebutuhan makanan per hari sebesar Rp 25 ribu per orang dianggarkan hanya untuk 1.200 orang. Selain itu, kapasitas berlebih merembet ke petugas pendamping warga binaan. Dari idealnya mendampingi 10 orang, petugas Pelayanan Sosial Panti Laras II, Fahtoni, mengatakan satu orang petugas kini harus bisa mendampingi 15 hingga 20 orang. Itu sebabnya Sarah kemudian diberdayakan. "Bukan berarti memperbudak, tapi kami bekerja sama, misalnya untuk ngepel bersih-bersih," kata dia.

Begitu pula dengan panti yang dikelola Sarima. Jumlah petugas harian lepas minim hanya 43 orang. Sedangkan warga binaannya mencapai 865 orang.

Membeludaknya jumlah penghuni panti juga membuat ruangan untuk tidur lebih padat. Menurut Tuti, satu ruangan idealnya dihuni 10 orang. Tapi kini satu ruangan bisa mencapai sekitar 30-40 orang. "Ya masih badan ketemu badanlah, enggak sampai tumpuk-tumpukan badan," kata dia. Sama halnya dengan Panti Sarima. "Memang begitu kondisinya," kata Sarima.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan mengatakan sedang menyiapkan silabus yang disusun oleh beberapa ahli untuk mempercepat kestabilan psikotik, sehingga diharapkan warga binaan bisa mengingat dan kembali ke keluarganya masing-masing. "Silabus itu diharapkan selesai pada Maret mendatang."

Dinas Sosial juga menyebar informasi lewat media sosial supaya setiap penghuni dapat dikenali keluarga.

Pendekatan kepada keluarga pun dilakukan. Masrokhan mengatakan penderita gangguan jiwa kerap mendapatkan stigma dan diskriminasi dari masyarakat. "Itu yang harus diubah karena dukungan keluarga dan lingkungan sekitar jadi faktor penyembuhan," kata dia.

DEVY ERNIS
https://metro.tempo.co/read/news/201...eningkat-pesat


smoga cepet sembuh ya bung.. emoticon-Mewek
sejak pilpres 2014 kyknya juga banyak emoticon-Wakaka
kasian.. mungkin tekanan batin sejak 2014 lalu emoticon-Wow
Kira2 berapa banyak yah jumlah penderita gangguan jiwa di Pemerintahan? emoticon-Big Grin
smua yg nyalon gubernur dki jg sakit djiwa ...
lihat aja kampanye nya... konyol kabeh!
kwkwkwkw.
Mungkin karena terlalu stress akan kondisi hidup mereka emoticon-Berduka (S)
makin banyak nanti setelah pilgub, 2 kubu gagal berkuasa akan terguncang
emoticon-Toast
setelah pilgub dki 2012 dan pilpres 2014 emang makin banyak jumlah orang gila
Kebanyakan nasbung yang gagal move on
Penyakit yg penderitanya tidak mengakuinya apa hayo? emoticon-Ngakak (S)
meningkat seiring dengan peningkatan penggusuran tempat tinggal dan kaki lima!!! emoticon-Marah
Sejak ada jokowi ahok..memang banyak yg kena rabies dan kejang2 gan..

Makanya ga ada nasbung yg ga GOBLOG :wakala
prestasi emoticon-thumbsup

Sebelon 15 Februari Aja Uda Ada 1 Calon Mulai Rada2

Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat
Orang berita sakit jiwa malah ajang nastak ngomongin nasbung. Nasib mu lah nasbung dari 2012 junjungannya kalah. Semoga ada harapan 2017 ini.


emoticon-Traveller
hmm mgkn berawal dr shock..emoticon-Takut

Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat

Atau kismin dan terlalu lama jd bodoh

Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat

emoticon-Ngakak
akibat jd member FPIMLM emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By crottafterlunch
hmm mgkn berawal dr shock..emoticon-Takut

Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat

Atau kismin dan terlalu lama jd bodoh

Di Jakarta, Penderita Gangguan Jiwa Meningkat Pesat

emoticon-Ngakak

Bisa jadi emoticon-Leh Uga

Soalnya di berita meningkat drastis di tahun 2016 emoticon-Leh Uga


Bagus lah, yg ga waras di ungsikan saja emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By sate.madura
Bisa jadi emoticon-Leh Uga

Soalnya di berita meningkat drastis di tahun 2016 emoticon-Leh Uga


Mang satenya 100 tusuk.. Cpet ya.. emoticon-linux2
×