alexa-tracking

Tabligh Akbar Jemaah Muslimin Hizbullah Ditolak Ansor Tegal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5869db1d1ee5df05108b4567/tabligh-akbar-jemaah-muslimin-hizbullah-ditolak-ansor-tegal
Tabligh Akbar Jemaah Muslimin Hizbullah Ditolak Ansor Tegal
Tabligh Akbar Jemaah Muslimin Hizbullah Ditolak Ansor Tegal


SLAWI – Tabligh akbar dan long march Jemaah Muslimin (Hizbullah) wilayah Jateng di Masjid Agung Slawi, pada Sabtu (31/12) dan Minggu (1/1) mendapat penolakan dari Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal. Surat penolakan PC GP Ansor Kabupaten Tegal disampaikan kepada Kapolres Tegal pada Jumat (30/12) dan tembusan kepada Sahabat PPGPAnsor di Jakarta, Sahabat PW GPAnsor di Semarang, PCNU Kabupaten Tegal, Bupati Tegal, Dandim 0712/Tegal dan pengurus Takmir Masjid Agung Slawi.

Dalam surat itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal, Didi Permana menyebutkan, sesuai informasi, tabligh akbar dan rangkaiannya diselenggarakan Jemaah Muslimin (Hizbullah) Jateng di Masjid Agung Slawi, Kabupaten Tegall pada Jumat (30/12) – Minggu (1/1). Penolakan dikarenakan organisasi itu terindikasi membawa paham prokhilafah yang anti- Pancasila dan anti-NKRI. ”Kami menolak dengan tegas, karena acara tersebut bisa menimbulkan potensi perpecahan dan konflik horizontal masyarakat di Kabupaten Tegal yang selama ini sudah kondusif,”ucap Didi.

PC GP Ansor juga meminta kepada Polres Tegal dan pengurus Takmir Masjid Agung Slawi membatalkan izin kegiatan tersebut di seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Penolakan PC GP Ansor terhadap kegiatan Jemaah Muslimin yang rencananya mengadakan Long March/Gerak Jalan ìCinta Al- Aqsaî pada Sabtu (31/12) pukul 20.00-23.30,ditindaklanjuti Polres Tegal dengan silaturahmi dalam rangka kegiatan Jemaah Muslimin (Hizbullah) Jateng di Gedung Sasana Sabda Bhayangkara (SSB) Polres Tegal.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo beserta jajarannya, Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal, Agus Sunarjo mewakil Bupati Tegal, Pabungdim 0712/- Tegal, Mayor Inf Ahmad Aziz mewakili Dandim 0712/Tegal, pengurus MUI Kabupaten Tegal M Tri Jazuli, Ketua Forum Silaturahmi Nasional (FSN) Muslih, perwakilan Jemaah Musliminm Zaenal Mutaqin.

Selain itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal Didi Permana, Plt Kepala Kemenag Nurrotib, dan ustad Syarif. Dalam silaturahmi tersebut, perwakilan Jemaah Muslimin (Hizbullah), Zaenal Mutaqin menyebutkan, sebelum melaksanakan kegiatan tersebut, mereka sudah melalui prosedur yakni minta izin secara tertulis kepada Polsek dan Polres Tegal. Dan pihaknya telah mendapat izin dari Kapolres.

Sering Dilakukan

”Kegiatan seperti ini sering kami lakukan di tempat-tempat lain, di mana Forkompimda kami undang dalam acara dan untuk memberikan sambuatan, serta mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamiin,” ungkapnya.

Ustad Syarif mewakili PC GP Ansor mengatakan, mereka mengahargai apa yang dilakukan oleh Jamaah Muslimin Hizbullah, namun demikian, ia mempertanyakan mengapa tidak menggunakan tema cinta Indonesia. Perwakilan MUI Kabupaten Tegal, Tri Jazuli mengharapkan agar semua pihak bisa memberikan yang terbaik demi masyarakat Kabupaten Tegal.

Kepala Kesbangpol dan Linmas, Agus Sunarjo menyebutkan, organisasi Jemaah Muslimim (Hizbullah) tidak terdaftar di Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Tegal.

Karena tak kunjung ada titik temu, mediasi dihentikan. Mediasi dilanjutkan di ruang Kapolres. Kapolres Tegal AKBPHeru Sutopo berharap kepada Ansor memberi kesempatan kepada Jemaah Muslimin Hizbullah , dengan syarat tidak melakukan long march. Selanjutnya , disepakati kegiatan Jemaah Muslimin Hizbullah tetap dilaksanakan di Masjid Agung, Slawi, namun dipadatkan yang semula 30 Desember 2016 hingga 1 Januari 2017, dipadatkan sampai 31 Januari pukul 00.00 termasuk tabligh akbar.

sumur: http://berita.suaramerdeka.com/smcet...k-ansor-tegal/

Cuma NU doank yang berani bersuara, yang laen standar janda lagi, pemerintah juga tutup mata...emoticon-thumbdown
Ane bingung, kok kepolisian mengijinkan ormas2 anti pancasila hidup di indonesia? Kok kapolres mengijinkan mereka berkumpul? Ini polisi kok berkesan seperti membiarkan orang2 yg antibpancasila dan nkri?
Tinggal nunggu waktu nih pemerintah memberangus ormas2 islam yg berpotensi memecah belah NKRI dan anti Pancasila. Tunggu tanggal mainnyaemoticon-I Love Indonesia
hanya krna muslim lbh banyak jumlahnya bukan brarti bisa seenaknya mengatur2 negara. hak dan kewajiban muslim dan umat agama lainnya sama aj dlm bernegara. bedanya cuma lebih byk aj kuantitasnya...

lagipula ane ga yakin ormas2 muslim bgitu paham tentang apa itu Negara Islam. blue print nya bgma juga mereka bingung...

taunya cuma koar2 aj...
Mantaplah ada ijaang bersoewara
Tinggal sebahagaimana poela pada nantinja oentoek tindak landjoetnja

Tida ada satoepoen kebebasan ijaang tanpa atoeran
Sebenarnya polisi yg bisa mendeteksi kelompok2 anti pancasila. Ini malah ansor yg aktif. Cape deh...
Loh kok polisi mengijinkan kegiatan ormas prokhilafa
Bonus tahunan blom cair woii emoticon-Marah
Quote:


Quote:


Institusi yang satu ini mendukung yang bayar, mentalnya susah berubah dari dolo meskipun dikritik kanan-kiri, mukanya udah tebel...emoticon-thumbdown
Quote:


konon katanya berkumpul dan berhimpun adalah hak asasi manusia
jadi ga boleh dilarang2
kalo dilarang nanti disangka standar ganda-kafir-antek asing-konspirasi-otoriter-dsb dll dkk dst dsb
Quote:


sengaja dipancing untuk mulai duluan, hilangkan dulu simpati dari masyarakat (dgn mempertontonkan kebodohan rasis mereka sendiri)
kalo lsg sikat kepalanya malah memperkeruh iklim aja (nnti jadi bumerang, kelakuan kelompok2 macem ini suka main play victim)

tanpa bermaksud buruk, gw "bersyukur" isu agama dan rasial skrg sedang naik2nya,
cukup mantengin timeline medsos aja, lu skrg bisa dgn gampang bisa bedain temen2 lu yg pro liberal bijak sama yg fanatik retard sumbu pendek..

emoticon-Angkat Beer

------

gila itu di fotonya ada berapa bocah tuh emoticon-Bingung
yang penting damai.. jng cepat panas liat orang tabligh akbar emoticon-Embarrassment
Pokoknya kalo Ormas anti-Pancasila dan anti-NKRI sampe tumbuh subur, salahkan polisi yang sengaja membiarkan... jangan sampai TNI turun tangan hanya karena polisi tidak sanggup membereskan hal beginian
Jeruk makan jeruk.

emoticon-Ultah
Ribut masalah keyakinan emoticon-Leh Uga
Menurut gw kalau udah mengancam baru dibredel. Kalau cuma ibadah dan ngumpul belum merusak ya mbok dikasilah. Kan kita ada undang-undangnya yang ngebolehin.

Pas ada yang ceramah menjurus ke arah makar barulah pemimpinnya di periksa.
paling tidak jateng masih "waras".....


yg pasti
>polisi tidak bisa seenaknya membubarkan paksa ormas, ada kebebasan berserikat dan berkumpul
>klo tema-nya masih nyerempet2 agak sulit buwat bubuarin, lah wong yg terang2 an "aliran sesat" aja butuh waktu
apalagi yg nyerempet2 (atu boleh dibilang kamuflase).
>bubarin juga tidak menyelesaikan masalah, malah bisa berujung bentrok apalagi klo punya massa banyak.
>pendidikan salah satu poin penting memberangus "aliran2 radikal"







emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


ni demo di negara mana nih
kok byk banget benderanya

apa koalisi mau invasi nih

aaah elaaaahhhhhh

.....

itu pengangguran semua ?

emoticon-Embarrassment
Asalkan gak rusuh silahkan, kalo macem² bredel ajeemoticon-Traveller
Quote:


Mereka mancing pemerintah represif duluan
Biar temen2nya ada alasan buat masuk, plus sponsornya yg gagal di Syria