alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Miris! Ini Perbandingan Gaji Pekerja Lokal dan TKA Tiongkok di Konawe, Sultra
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5869c31a1a9975b8168b456a/miris-ini-perbandingan-gaji-pekerja-lokal-dan-tka-tiongkok-di-konawe-sultra

Miris! Ini Perbandingan Gaji Pekerja Lokal dan TKA Tiongkok di Konawe, Sultra

Desa Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) kebanjiran tenaga kerja asing (TKA). Mayoritas bekerja di proyek smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Seorang pekerja lokal, M. Fajrian mengatakan, TKA yang bekerja di kawasan tersebut lebih banyak daripada pekerja Indonesia.

Perbandingan pekerja Indonesia dengan Tiongkok 1:3. Pekerja asing yang tidak tercatat itu dipastikan sebagai tenaga kerja kasar. Mereka menduduki posisi di level bawah, buruh. Mereka biasanya kabur saat ada operasi imigrasi dan ketenagakerjaan. Karena itu, penertiban terhadap mereka sulit untuk dilakukan.

Imbalan mereka pun lebih besar daripada penduduk lokal yang bekerja di posisi yang sama. "Kalau kami (pekerja lokal, Red) Rp 90 ribu per hari, mereka (pekerja kasar Tiongkok, Red) bisa Rp 400 ribu sehari," beber Fajrian, yang juga buruh kasar.

Seperti diberitakan, secara kasatmata, begitu banyak TKA yang menjadi buruh di Konawe. Area di sekitar Kawasan Industri Konawe saat sore, ketika jam pulang kerja, serasa satu perkampungan yang berada di Tiongkok. Di warung-warung orang bercakap Mandarin.

Pun demikian halnya di pasar, orang tawar-menawar dalam bahasa Mandarin.

Data yang disebutkan perangkat Desa Morosi, tercatat 1.913 warga negara asing (WNA) yang bekerja di kawasan industri itu. Mayoritas bekerja di proyek smelter nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Mereka tinggal di barak penampungan dalam kawasan proyek penanaman modal asing asal Tiongkok tersebut. Sebagai catatan, pembangunan smelter itu menelan dana lebih dari Rp 62 triliun.

"Kalau imigrasi dan ketenagakerjaan mau bekerja sama dengan pihak desa, mereka pasti panen," kata salah seorang tokoh agama Desa Morosi kepada Jawa Pos (30/12).

Memang, bila dikroscek dengan data imigrasi Sulawesi Tenggara, jumlah TKA yang terdaftar sangat sedikit. Catatan pihak imigrasi menunjukkan, hanya 609 WNA yang bekerja di perusahaan tersebut. Sementara itu, pihak dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi (disnakertrans) setempat mengatakan, ada 739 TKA yang bekerja di seluruh Sultra. Artinya, ada begitu banyak TKA yang belum terdaftar. Mereka hampir pasti menjadi TKA ilegal. (tyo/jun/ang)

http://www.jawapos.com/read/2017/01/...-konawe-sultra

lumayan gajinya
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Sulawesi ada yg mao jd pekerja kasar juga yah emoticon-Big Grin
buset emoticon-Matabelo
Lha yang dari tiongkok emang ugal ugalan mental kerja kerasnya, ga pake banyak protes, dah kaya robot, nurut pol ama boss.. berat saingan ama mereka, asli .. adalah yang koplo emang, tapi kebanyakan emang ngeri etos kerjanya emoticon-Big Grin
kasian nasbung,
dah di negri sendiri, gak dihargai pula...emoticon-Embarrassment

kalo mau gaji gede, suruh kerja aja di hongkong, korea, jepang, arab, UEA, Kuwait...

emoticon-Traveller

kalo lo cm modal googling doang jgn sok2an bilang tenaga asing lbh hebat dr lokal

ini Indonesia bung! jgn sok2an bilang pancasila kalo hal begini aja lo msh belain TKA
ketauan borok lo kalo dalam hal ini lo belain TKA tp dalam permasalahan lain lo sok2an bawa pancasila
masalah gaji terserah manajemen perusahaan........... yang jelas UMK atau UMP atau UMR terpenuhi

horang kitak kitak strong hahahaha
Quote:


emoticon-Wkwkwk

agan orang kerja kah ?
kalo orang kerja knpa perusahaan bayar gaji 4x lipat lebih tinggi ?
pasti karena skill atau tanggung jawab atau karena pintar menjilat

kalo rame rame menjilat sih nga mungkin
kalo ente jadi bos itu perusahaan, lo mau berkurang profit gara gara beda suku beda gaji ?
emoticon-Wkwkwk
emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Quote:


Seperti kata Thomas Sowell .. "These owners may have been racists themselves but they were in business to make a profit "
Biar pun pemilik perusahaannya rasis atau apa gitu .. tapi kalo bicara profit, gak ada urusan dengan ras


Sosialisme .. adalah kutuk bagi peradaban ............................................................ emoticon-Ngacir
Tinggal mikir aja knp bos nya rela byr lebih mahal,kekurangan nya org lokal apa
Bos nya kan buka usaha mau untung,kalo berani byr lebih mahal pasti krn dpt manfaat lebih gede lg
Ane cina, pilih pekerja maunya yg 90rb lah wtf with rasemoticon-Ngakak
Tiongkok anak emas... emoticon-Traveller

Dikasiih gaji tinggi. Biar cepat tuh buruh taipan punya tanah di indoneaia . emoticon-Traveller
Quote:



kalo sama sama pekerja kasar apa mungkin beda jauh?pendapat om ini benar adanya,mana ada pengusaha yg rela rugi emoticon-Bingung emoticon-Leh Uga emoticon-Traveller
Yaudah.

Solusinya gimana?
emoticon-Hot News emoticon-Hammer2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di