alexa-tracking

Sri Mulyani Bersyukur Jokowi Dapat Rapor Terbaik di Asia-Australia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58694808ddd77097368b456c/sri-mulyani-bersyukur-jokowi-dapat-rapor-terbaik-di-asia-australia
Sri Mulyani Bersyukur Jokowi Dapat Rapor Terbaik di Asia-Australia
Sri Mulyani Bersyukur Jokowi Dapat Rapor Terbaik di Asia-Australia

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Indonesia Joko
Widodo (Jokowi) baru saja dinobatkan sebagai
pemimpin negara dengan rapor terbaik diantara
delapan negara Asia-Australia versi Bloomberg.


Rapor hijau Jokowi itu didasarkan pada tiga indikator penilaian yakni nilai tukar,.pertumbuhan
ekonomi, serta penerimaan publik..Menteri
Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun.mengucap
syukur mendengar kabar baik tersebut.

“Ya, Alhamdulillah,” kata wanita yang akrab disapa
Ani itu saat berbincang dengan wartawan di Jakarta,
Sabtu malam (31/12/2016).


Ani mengapresiasi parameter penilaian yang
digunakan oleh Bloomberg untuk menyandingkan Jokowi dengan pemimpin negara lain seperti Xi
Jinping, Rodrigo Duterte, Malcolm Turnbull,
Narendra Modi, Najib Razak, Park Geun hye, dan
Shinzo Abe.

“Kalau indikator itu (nilai tukar,.pertumbuhan
ekonomi, penerimaan publik) dikatakan.positif, ya
kita (pemerintah) senang,” imbuh mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Namun meskipun mendapatkan nilai positif di
seluruh indikator penilaian, Ani mengatakan fokus
pemerintah tidak hanya pada ketiga indikator
tersebut.


Ani menegaskan, fokus pemerintah diantaranya
adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang
berkualitas, mengurangi kemiskinan, menekan
kesenjangan, menciptakan kesempatan.kerja, dan
mempersempit jurang infrastruktur.

“Jadi, walaupun itu (indikator yang digunakan
Bloomberg) bagus (positif), tetapi saya rasa fokus
pemerintah tetap pada hal-hal yang fundamental, karena itu yang betul-betul berarti buat
masyarakat,” pungkas Ani.

Sebelumnya, Bloomberg merilis performa delapan
pemimpin negara di kawasan Asia Australia
berdasarkan tiga indikator (nilai tukar, pertumbuhan
ekonomi, dan penerimaan publik).
Bloomberg menempatkan Jokowi sebagai Presiden
dengan kinerja terbaik 2016.

Terbukti, Jokowi mampu menguatkan nilai tukar
sebesar 2,41 persen, menjaga pertumbuhan
ekonomi 5,02 persen (tahun ke tahun), serta memiliki tingkat penerimaan publik cukup tinggi 69 persen.

[URLhttp://]bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/01/01/151500426/sri.mulyani.bersyukur.jokowi.dapat.rapor.terbaik.di.asia-australia[/URL]

Alhamdulillah...puji tuhan... Semoga ke depannya lebih baik lagi ya buu..emoticon-Kiss

Cuma nasbung yg ga suka dgn berita baik ini...
image-url-apps
Salut dg ibu SM ini... Tangan dingin nya menyelamatkan ekonomi indonesia
image-url-apps
Siapa yang netapin?

Gak ada tuh bloomberg netapin jokowi jadi pemimpin terbaik se asia. Yang ngomong gitu kan antara bukan bloomberg. Lo mau ngomongin statistik bandingin aja sama filipin.

Pertumbuhan ekonomi;
Filipin 7.1% vs RI 5.0% filipin menang telak. 1-0

Approval:
filipin 81% vs RI 69% filipin makin menang 2-0

Mata uang?
Filipin -5.1 vs RI 2.41 okelah menang deh skor jadi 2-1 walaupun padahal mata uanh kita tetep aja masih anjlog di 13.400

Jadi secara rapor tetep aja masih bagusan si duerte si presidennya filipin...
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


nah lo..
pake data jg nih
image-url-apps
Quote:


filipin sama RI jumlah penduduknya banyakan mana...?
pertumbuhan 5.0 di indonesia yang penduduknya banyak itu sudah bagus...
terus kalo mata uang turun -5.1 lu semua pasti sudah marah-marah kaya orang gila...
berpuluh tahun mana pernah Indonesia spt skr...dpt ranking di 2 benua....
1 benuapun tidak...

emoticon-Traveller
image-url-apps
Terus bekerja & tetap semangat bu emoticon-Traveller
image-url-apps
Quote:


Buahahahaha menurut ngana... Mata uang kita turun berapa persen tong waktu jokowi menjabat?

Dari 12.100 naik jadi 13.800 itu hampir -15%. Malah sempet 14 ribu kan? Sekarang aja masih 13.400 brarti masih -10% dari awal jokowi menjabat hahahaahaha... Masih bangga?
Sri Mulyani Bersyukur Jokowi Dapat Rapor Terbaik di Asia-Australia
image-url-apps
sby membawa perekonomian lebih baik dari jokowi biasa gak heboh tuh bray
image-url-apps
Quote:


udahlah... percayalah jokowi cahaya asia
image-url-apps
Ane juga bersyukur emoticon-Cool

semoga bisa lebih baik lagi emoticon-Toast
image-url-apps
baca neh omongannya temen gw, canny watae :

Tahun baru, lelucon baru

Sehari dua hari ini, saya membaca kabar di medsos bahwa Jokowi dinobatkan menjadi pemimpin kawasan Asia Pasifik terbaik untuk tahun 2016.

Benarkah?

Saya buka situs Bloomberg, media yang dikatakan para penyebar kabar sebagai sumber informasi. Lalu saya googling judul pemberitaan yang terkait. Hasilnya?

Ternyata, sama dan senada dengan para pekabar medsos, sejumlah situs berbahasa Indonesia (termasuk dari sebuah media Nasional yang sudah tidak saya baca lagi) menulis bunyi serupa: Terbaik.

Ada semacam koor satu irama bahwa "Bloomberg menobatkan Jokowi" sebagai "yang terbaik" tahun 2016 di kawasan Asia Pasifik.

Padahal, sumber informasi awal, yaitu Bloomberg, bukan berbicara soal siapa yang "Terbaik" dalam artikel yang di-publish dalam Bahasa Inggris itu. Judulnya saja berbunyi: "Who's Had the Worst Year?". Dalam bahasa kita sehari-hari artinya adalah: Siapakah yang mengalami tahun terburuk kali ini? Judul bernada "sial" ini diperkuat dengan anak kalimat "How Asian Leaders Fared in 2016" yang berarti "Gambaran nasib para pemimpin Asia tahun 2016". Pula, pada bagian kickers (kaki judul) editor Bloomberg mencantumkan:
"And some of the headaches they face in 2017", alias: "Dan sejumlah 'sakit kepala' yang dihadapi tahun 2017".

Jadi, sama sekali tidak ada nobat-nobatan bersubyek "Terbaik" pada artikel itu. Atau, sebagai hadiah hiburan belaka, dapat saja dikatakan "Siapa yang Terbaik di antara yang Terburuk".

Nampaknya, dalam amatan saya, terjadi semacam pembelokan makna yang dilakukan para pekabar medsos , dan sejumlah media (baik yang media berbadan hukum maupun "media" garapan personal).

Khusus bagi para pekabar personal, kelihatan sekali bagai mendapat setitik air di tengah kegersangan catatan pemenuhan janji-janji kampanye Joko Widodo. Di tengah kabar pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW yang mulai menjauh dari harapan, Tol Laut yang mulai kehilangan semangat, Harga BBM di Papua yang ternyata masih belum sama sepenuhnya dengan di kawasan barat, nilai tukar Rupiah yang masih berkutat di level 13 ribuan, Kartu Ajaib yang masih jauh dari keajaiban, dll, dll.... Dan artikel Bloomberg pun jadi pelipur lara.

Agar lebih fair, mari lihat indikator yang digunakan Bloomberg (dalam rangka membandingkan para pemimpin Asia-Pasifik, bukan dalam rangka menunjukkan adanya perubahan yang dilakukan pemimpin bersangkutan di negaranya masing-masing):

1. Rupiah menguat 2,41℅.

Sekilas, ini tampak sebagai indikator "Positif". Menjadi makin bercitra positif saat dibandingkan dengan mata uang beberapa negara pembanding yang mengalami penurunan. Namun, penguatan 2,41℅ itu belum bisa menutupi penurunan nilai tukar Rupiah (terhadap Dollar AS) yang terjadi sejak Joko Widodo menjadi presiden. Saat ia dilantik, Rupiah berada pada level 12.100 per Dollar. Saat ini, pertanggal 30 Desember 2016, Rupiah berada dievel 13.475. Artinya, Rupiah mengalami depresiasi (penurunan) lebih dari 10℅. Penguatan 2,41℅ di atas masih terhitung "tekor". Pula, data 2,41℅ itu rancu karena hanya mencakup jendela data Juli sampai Oktober 2016. Sementara data nilai tukar negara pembanding lainnya seperti China, Jepang, dan Korea mencakup jendela data yang lebih lebar. China mencakup keseluruhan tahun (Jan-Des), Korea Januari hingga November, Jepang Januari hingga Oktober. Jadi, pembandingan data menjadi sangat rancu. Mengapa untuk Rupiah hanya mencakup Juli-Oktober? Sekedar info, Rupiah sempat menyentuh nilai tukar 12.900-an (nilai terkuatnya selama 2016) pada awal Oktober). Mengapa hanya pada jendela waktu singkat dan pada saat ada strong point seperti itu? Mungkin jawabannya ada pada Saiful Mujani Research & Consulting yang menjadi sumber Bloomberg.

2. Pertumbuhan Ekonomi 5,02℅.
Ini berarti pertumbuhan datar datar saja karena berkisar pada angka pertumbuhan yang sama dengan tahun sebelumnya. Angka ini jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan rezim sebelumnya, yaitu rezim SBY, masih belum ada apa-apanya. SBY pernah membawa Indonesia ke angka pertumbuhan 6℅.

3. Approval Rating 69℅.
Silahkan dinikmati. Dengan sumber SMRC, saya rasa ini merupakan hadiah hiburan bagi kita semua.
Sebagai catatan: angka 69℅ bukanlah yang terbaik. Ada Presiden Filipina dan Presiden India yang memiliki approval di atas 80℅.

So... Benarkah Jokowi pemimpin Terbaik versi Bloomberg?

Saya rasa... Itu adalah lelucon. Lelucon tahun baru kita.

Happy New Year, para penggemar lelucon!
image-url-apps
Luar biasa presiden kitak-kitak emoticon-Cool
Nasbung pasti bakal mewek emoticon-Mewek
image-url-apps
mantap bray mantap
image-url-apps
Terima kasih pak prabowo
image-url-apps
sepi nih threa
image-url-apps
Quote:

Nah lho.... Yg menetapin terbaik siape?
image-url-apps
Quote:


Coba bandingin rasio pelemahan kurs rupiah dibandingkan dgn negara2 di eropa, masukin rusia juga biar greget.
Bahkan om putin pun kasih jempol ke jokowi terhadap resistensi rupiah vs usd

ingat gan, bukan rupiah aja yg melemah, tp usd yg menguat terhadap seluruh mata uang di dunia.

emoticon-I Love Indonesia
Halah semua dinaikkan tetep aja nggak ada perubahan... ah ellah...
×