alexa-tracking

Seratusan Pasien Panti Rehabilitasi di Sumut Disiksa dan Dirantai Petugas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58693aef925233f41d8b4567/seratusan-pasien-panti-rehabilitasi-di-sumut-disiksa-dan-dirantai-petugas
Breaking News! 
Seratusan Pasien Panti Rehabilitasi di Sumut Disiksa dan Dirantai Petugas
SUMUR Berita

MEDAN – Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa di Jalan Letjen Jamin Ginting, Gang Bersama, Kelurahan Pujidadi, Kota Binjai, Sumatera Utara, digerebek tim gabungan karena diduga sering menyiksa pasien. Pemkot Binjai memutuskan menutup panti tersebut.

Penggerebekan dilakukan atas informasi dari pasien yang melarikan diri karena tidak tahan disiksa di panti rehabilitasi tersebut. Para pasien mengaku, begitu masuk panti rehabilitasi tersebut petugas langsung memborgol dan merantai mereka.

Selama berbulan-bulan menjadi pasien di Panti Rehabilitasi Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, 158 pasien diborgol tangan dan kakinya dirantai. Mereka mengaku kerap dipukuli pengelola panti.
Berita Rekomendasi

Polisi Tangkap Ketua Yayasan dan 4 Algojo yang Siksa Pasien Panti Rehabilitasi
Begini Penyiksaan yang Sering Dialami Pasien Panti Rehabilitasi di Sumut

Tim gabungan dari Pemkot Binjai, Polres Binjai, Kodim 0203/LKT, dan BNN Binjai yang mendatangi panti rehab itu, Rabu (28/12/2016), mendapati ratusan pasien dikurung di kamar dengan kaki dirantai dan dikunci gembok besar.

Setelah mendengar keluh-kesah pasien, Pemkot Binjai menutup panti rehab itu. Polisi pun memasang garis kuning di lokasi untuk menyelidiki kasus penyiksaan pasien.

Pemilik Kasih Anugerah Bangsa, Sempurna Tarigan, tidak dapat menunjukkan izin operasional panti rehabilitasi yang dipimpinnya saat penggerebekan terjasi. Bahkan Izin IPWL yayasan tersebut sudah dicabut Kementrian Sosilal karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Semua pasien dari panti rehab itu kini ditempatkan sementara di Mess BKD Kota Binjai, sementara para pengurus diperiksa dan dimintai keterangannya oleh polisi.

Kapolres Binjai, AKBP MR Salipu mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan para pengurus yayasan. "Sedangkan pasien untuk sementara ditempatkan di Mess Pemkot Binjai," katanya. (sal)

Quote:Quote:baru juga natal, natal ga membekas di manusia2 ini emoticon-Cape d...


Pendeta Sempurna Tarigan Diamankan Polisi

Binjai, reportasenews.com – Polres Binjai mengamankan Pendeta Sempurna Tarigan (42), pemilik sekaligus pengelola Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, karena diduga menjadi otak pelaku penganiayaan terhadap salah seorang penghuni panti rehabilitasi di Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (29/12).

Bersamaan dengan itu, polisi juga mengamankan empat pekerja Yayasan Kasih Anugerah Bangsa yang diduga berperan sebagai eksekutor dalam kasus kejahatan itu.

Mereka itu, Jansen Marim Dedi Ginting (31), warga Desa Sarang Ginting Hulu, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Pardamean Lingga (22), warga Merek Aek Popo, Kabupaten Tanah Karo, Saul Tarigan (35), warga Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Dian Samuel Ginting (28), warga Jalan Aspera, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.

“Seluruh tersangka kita amankan dini hari tadi, berikut barang bukti sapu dan batang rotan, rantai, gembok, borgol, dan balsem,” kata Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ismawansa.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, penangkapan kelima tersangka dilakukan menyusul pengaduan korban, Edi Saputra Perangin Angin, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/853/XII/2016/SPKT-A/Reskrim.

Korban mengaku mengalami penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi, saat menjalani proses rehabilitasi di Yayasan Kasih Anugerah Bangsa.

“Setelah dilakukan pendalaman penyelidikan atas laporan, dan ditemukan sejumlah bukti yang menguatkan, selanjutnya kita pun mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan,” terangnya.

Tim Satreskrim Polres Binjai, dipimpin Kanit Pidum, Ipda Tono Listianto, segera menjemput kelima tersangka, lalu mengamankannya menuju Mako Satreskrim Polres Binjai.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka Sempurna Tarigan, selaku pengelola Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, sebagai otak pelaku kejahatan. Sebab dia sengaja menyuruh empat pekerjanya menganiaya korban,” jelas mantan Dansatgas FPU VII Sudan, Afrika.

Terkait aksi kejahatan itu, Kapolres mengaku menjerat kelima tersangka dengan Pasal 351 juncto 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Saat ini kita pun masih menunggu, apakah ada lagi laporan serupa dari pihak keluarga atau penghuni panti yang lain. Sebab menurut informasi, pernah ada penghuni panti yang meninggal saat menjalani proses rehabilitasi,” ujarnya ( POERBA )



tambahan
yayasan rehabilitasi yg didirikan oleh swasta, tanpa ijin operasi ?
Penjarain aja ketua yayasannya.
Bikin ulah gak kira-kira emoticon-Marah
siksa balik pak
Kasi balsem otongnya pak emoticon-Marah
Di Sumut yah....????? emoticon-Traveller
Gak berprikemanusiaan ini emoticon-norose

Ane rasa hukuman mati cocok buta para pelaku emoticon-norose
Dirante kakinya kyk di pilm pilm gt
Sumut...

Hmmm
Beh ane baru tahu ada ginian di daerah ane emoticon-Cape d...
Dosanya di tebus ga? Wowkwk

emoticon-Leh Uga
Wah bakal sepi nih berita emoticon-Embarrassment
ini bisnis ... pasiennya bayar berapaaaaa?
Tangkep pengurus2nya..
emoticon-Mad
Berita luar negeri. Sumut kan ya? emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By vaklentine
Pendeta Sempurna Tarigan Diamankan Polisi

Binjai, reportasenews.com – Polres Binjai mengamankan Pendeta Sempurna Tarigan (42), pemilik sekaligus pengelola Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, karena diduga menjadi otak pelaku penganiayaan terhadap salah seorang penghuni panti rehabilitasi di Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, Kamis (29/12).

Bersamaan dengan itu, polisi juga mengamankan empat pekerja Yayasan Kasih Anugerah Bangsa yang diduga berperan sebagai eksekutor dalam kasus kejahatan itu.

Mereka itu, Jansen Marim Dedi Ginting (31), warga Desa Sarang Ginting Hulu, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai, Pardamean Lingga (22), warga Merek Aek Popo, Kabupaten Tanah Karo, Saul Tarigan (35), warga Namo Simpur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Dian Samuel Ginting (28), warga Jalan Aspera, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.

“Seluruh tersangka kita amankan dini hari tadi, berikut barang bukti sapu dan batang rotan, rantai, gembok, borgol, dan balsem,” kata Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, didampingi Kasat Reskrim, AKP Ismawansa.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, penangkapan kelima tersangka dilakukan menyusul pengaduan korban, Edi Saputra Perangin Angin, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/853/XII/2016/SPKT-A/Reskrim.

Korban mengaku mengalami penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi, saat menjalani proses rehabilitasi di Yayasan Kasih Anugerah Bangsa.

“Setelah dilakukan pendalaman penyelidikan atas laporan, dan ditemukan sejumlah bukti yang menguatkan, selanjutnya kita pun mengeluarkan Surat Perintah Penangkapan,” terangnya.

Tim Satreskrim Polres Binjai, dipimpin Kanit Pidum, Ipda Tono Listianto, segera menjemput kelima tersangka, lalu mengamankannya menuju Mako Satreskrim Polres Binjai.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa tersangka Sempurna Tarigan, selaku pengelola Yayasan Kasih Anugerah Bangsa, sebagai otak pelaku kejahatan. Sebab dia sengaja menyuruh empat pekerjanya menganiaya korban,” jelas mantan Dansatgas FPU VII Sudan, Afrika.

Terkait aksi kejahatan itu, Kapolres mengaku menjerat kelima tersangka dengan Pasal 351 juncto 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Saat ini kita pun masih menunggu, apakah ada lagi laporan serupa dari pihak keluarga atau penghuni panti yang lain. Sebab menurut informasi, pernah ada penghuni panti yang meninggal saat menjalani proses rehabilitasi,” ujarnya ( POERBA )



tambahan


Ternyata kepala penyiksanya seorang pendeta emoticon-Big Grin
Katanya ini panti rehab ya, knp bisa bnyk gitu pasiennya? Mereka bayar gak? Kalo bayar kok mau disiksa anak2nya...?
Quote:Original Posted By arfzart123
Dosanya di tebus ga? Wowkwk

emoticon-Leh Uga


ga lah kl ditusuk pk besi panas terus diplintir2 br kena tebus
Yang katanya di paksa menghafal al kitab itu ya kalau ngak mata nya dibalsem dan disiksa