alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58628c09162ec2c31b8b4569/mahasiswa-uin-sunan-ampel-hadiri-misa-perayaan-natal-di-gereja-katedral-surabaya
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Hadiri Misa Perayaan Natal di Gereja Katedral Surabaya
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Hadiri Misa Perayaan Natal di Gereja Katedral Surabaya

Delapan mahasiswa Jurusan Studi Agama-agama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, menghadiri perayaan Misa Natal di Gereja Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya, Minggu 25 Desember 2016. Kedatangan mereka untuk mengetahui secara langsung ritual dalam gereja Katolik saat perayaan Natal.
SURABAYA —



Perayaan Natal 25 Desember 2016 di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya tampak berbeda dari biasanya. Bersama beberapa umat dan kelompok Paduan Suara yang bertugas di atas balkon gereja, terdapat 8 orang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, yang mengikuti jalannya Misa dari awal hingga akhir. Kunjungan mereka dalam rangka studi banding, sekaligus ingin melihat suasana perayaan Natal di gereja Katolik.

Usai mengikuti Misa Natal, Syahrul Wahyu Prasetio, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel berpendapat, ritual keagamaan di gereja Katolik terlihat rumit namun memiliki kekayaan makna. Meski demikian Syahrul mengaku menyukai bagian lagu dan musik gereja, serta ritual yang menggunakan sarana pendupaan.

"Kalau menurut saya sendiri pribadi, sebenarnya ritusnya itu cukup rumit ya ternyata, cukup rumit, tapi eksotis gitu, ya bagus sih sebenarnya. Saya paling suka itu sama musiknya itu, yang kedengarannya itu enak gitu, musiknya itu lembut gitu, terus kadang-kadang pas nadanya naik jadi bersemangat, tapi kan bersemangat yang gak arogan gitu musiknya, saya paling suka itu sama musiknya. Terus sama kayak asap-asap itu, yang dupa-dupa itu luar biasa menurut saya, maksudnya itu kelihatan indah," jelasnya.


Syahrul mengatakan, studi banding seperti ini sangat perlu dilakukan, untuk mengetahui bagimana ritual upacara keagamaan pada agama tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ajaran serta ritual agama lain, agar satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai. Pemahaman akan suatu agama yang berbeda akan meningkatkan pemahaman dan toleransi antar umat beragama, sehingga dapat mencegah konflik berlatar belakang agama, seperti yang terdapat di masyarakat serta media sosial.

"Ya seperti yang kita lihat di media kan agak-agak memanas gitu, perlu dari diri kita masing-masing, dari diri kita sendiri itu juga perlu menahan diri, jangan mudah terprovokasilah. Misalnya saja kayak Natal, dikit-dikit jangan memakai atribut gini-gini nanti gini-gini, sebenarnya ya biasa-biasa saja gitu lho, kalau memang gak mau pakai atribut Natal misalnya, ya gak usah, maksudnya itu gak usah terlalu masalahnya dibesar-besarkan. Ya anggap saja ini itu seperti warna, warna dalam Indonesia, Indonesia itu kan ya kita tahu sendiri ada berbagai macam agama, berbagai amcam budaya, ya biasa saja," ujarnya.

Mahasiswi UIN Sunan Ampel yang lain, Karina Hidayatul Urmiyah menambahkan, kegiatan menghadiri Misa Natal seperti ini diharapkan akan memberi pemahaman mengenai ajaran dan ritual agama lain, sehingga Indonesia yang kaya akan keberagaman ini dapat terus dijaga dan dipelihara.

"Harapannya itu umat (beragama) Indonesia ini semakin (menghargai) pluralisme ya, jadi gak pandang budaya atau pun agama gitu, jadi bisa pluralisma. Jadi Indonesia ini kan negara yang kaya raya budaya, terus agama-agamanya kan kita ada lima agama yang diresmikan di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Gereja Hati Kudus Yesus, Katedral Surabaya, Andik Oematan, mengaku gembira menerima kedatangan mahasiswa dari agama lain yang ingin belajar mengenai gereja Katolik, yang diharapkan dapat mempererat persaudaraan antar anak bangsa.

"Saya sangat salut, ternyata mahasiswa-mahasiswa ini tidak ada suatu keterbatasan, tidak ada perbedaan, jadi mereka walau pun dari golongan Islam, pendidikan Islam, tapi mereka ingin mengetahui, ingin belajar mengenai tata cara ajaran Katolik. Jadi mungkin dari situ mereka bisa melihat apa yang ada, apa yang diajarkan oleh Kristus Yesus pada umatNya, terutama tentang cinta kasih, kebersamaan," kata Andik.

http://www.voaindonesia.com/a/mahasi...a/3650278.html
Syiah, apalagi yak emoticon-Bingung (S)









































Susah banget pengen jadi nasbung emoticon-Leh Uga
Respek emoticon-Angkat Beer
automurtad itu sudah, apalagi diam-diam menikmati musiknya!!! emoticon-Marah
Toleransi sih toleransi tp g gini2 amat..
Mahasiswa kok goblok..
Gak gitu jg kaliiii
ini akibat ucapkan selamat natal.
hari ini ucapkan selamat, besok ikut makan2, minggu depan ke gereja emoticon-Leh Uga
bagus lah, khan cuma untuk studi banding doang...

kecuali kalo menganggap dengan menghadiri misa saja bisa langsung murtad, bisa langsung akidahnya gak terjaga... ya kalo itu sih, ngeliat orang makan saat dirinya berpuasa juga bisa langsung tergoda...

justru gue yakin malah mahasiswa UIN ini bakal jadi cendikiawan muslim yang hebat hebat, karena mereka benar benar mempelajari segala macam dunia keagamaan, sehingga meningkatkan ilmu keagamaan yang dianutnya. Misalnya kalo ditantang debat dengan pemeluk agama lain, mereka bisa langsung menjawab, soalnya udah belajar dulu.
cuman liat tata cara org katholik klo beribadah itu sprti apa, sah2 saja.....
saya rasa siapapun boleh kok klo cuman lihat, asal tdk mengganggu jlnya ibadah...
ini baru mantap emoticon-Big Grin

cm mengikuti dan melihat tata cara ibadah ya gpp lah.. namanya jg studi banding.. yg nama nya mahasiswa fakultas agama/teologi itu belajar semua agama kok ga cuma agama mereka sendiri, dan saya rasa ga akan menurunkan iman dan akidah dari kepercayaan mereka masing2 juga..

saya Nasrani dan sudah pernah juga belajar2 dari Misa Katolik di Jogja, dan menginap sama santri2 Muslim di Ponpes di Semarang untuk tukar pikiran dan belajar perbedaan.. ternyata agama2 itu kalo d telusuri indah dan sejuk kok emoticon-Shakehand2
Nasbung auto kejang. emoticon-Big Grin
Ini bukan sumbu pendek emoticon-Big Grin
wah sama minoritas vocal di cap automurtad nehh


emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak
siap siap dikafirin nih ama nasbung luck nut emoticon-Om Telolet Om! emoticon-Om Telolet Om! emoticon-Om Telolet Om! emoticon-Om Telolet Om!
Quote:Original Posted By hantumasam
Toleransi sih toleransi tp g gini2 amat..
Mahasiswa kok goblok..


Kunjungan mereka dalam rangka studi banding, sekaligus ingin melihat suasana perayaan Natal di gereja Katolik.

Syahrul mengatakan, studi banding seperti ini sangat perlu dilakukan, untuk mengetahui bagimana ritual upacara keagamaan pada agama tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ajaran serta ritual agama lain, agar satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai.
----

salute .... open mind, tidak dangkal dalam berpikir
lanjutken ...........
JIL, Sipilis, Munafikun, Murtad,dll. Itulah yang akan menjadi titel buat mahasiswa2 tadi.

G sekarang justru berpendapat mahasiswa2 ini kurang memahami ajaran agama mereka sendiri.
Sulit untuk menerima bahwa ajaran agama mereka sedamai dan setoleransi sikap mereka, karena yang sering kita lihat, sikap ormas2 dan bahkan MUI nya sendiri bersikap lain.
Quote:Original Posted By rodam.dam


Kunjungan mereka dalam rangka studi banding, sekaligus ingin melihat suasana perayaan Natal di gereja Katolik.

Syahrul mengatakan, studi banding seperti ini sangat perlu dilakukan, untuk mengetahui bagimana ritual upacara keagamaan pada agama tertentu. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai ajaran serta ritual agama lain, agar satu sama lain dapat saling menghormati dan menghargai.
----

salute .... open mind, tidak dangkal dalam berpikir
lanjutken ...........


IAIN / UIN emang dr dulu terkenal condong ke liberal sih setau sy.
udah ada yang kejang2 tuh diatas............
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By green.martian


IAIN / UIN emang dr dulu terkenal condong ke liberal sih setau sy.


Lo arti liberal aja gak paham pake asal nuduh lagi emoticon-Big Grin pokoknya klo toleran disebut liberal, klo intoleran disebut Islami? emoticon-Ngakak logika dogol kaum radikal emoticon-Leh Uga
Toleransi kebablasan