alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58627e36c1cb17440d8b457c/wni-di-belanda-rayakan-natal-di-kbri
WNI di Belanda Rayakan Natal di KBRI
WNI di Belanda Rayakan Natal di KBRI

Den Haag, GATRAnews - Warga Indonesia di Belanda merayakan Natal di KBRI Den Haag, pada Senin (26/12), yang digelar diadakan BKUKIN (Badan Koordinasi Umat Kristiani Indonesia Nederland). Jemaat mengikuti ibadah dengan penuh hikmat, di ruangan Gedung Event Plaza Rijswijk Belanda. Uniknya, dalam rangkaian ibadah, sebelum kotbah disampaikan, terdengar bunyi shofar tiga kali. Shofar adalah sejenis terompet yang terbuat dari tanduk kambing.

Kotbah natal disampaikan pendeta Stanley Tjahjadi, yang menjelaskan arti natal atau kelahiran Yesus bagi umat Kristen. Pendeta Stanley menyebutkan, natal merupakan sebuah hadiah. Layaknya mendapat hadiah, tentu saja harus dibuka. Hadiah itu berisi tiga hal, yaitu pengampunan, kedamaian, dan hidup yang kekal.Dalam rangkaian ibadah itu pula dilakukan penyalaan tujuh lilin oleh wakil dari beberapa gereja, pemimpin agama katolik, dan Duta besar RI untuk kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja.Acara berlangsung selama 2 jam, diselingi beberapa tarian, vokal grup dan koor dari berbagai gereja Indonesia di Belanda, termasuk juga lantunan lagu natal dari Harry Mantong, salah seorang finalis "Indonesian Idol 2016", yang tengah merampungkan studi di Enschede Belanda.Lucy Sumual, warga indonesia yang sudah 25 tahun menetap di Belanda, mengatakan, acara natal adalah salah satu acara yang paling ditunggu sepanjang tahun. “Di sini saya bisa merasakan suasana ibadah yang khusuk dan penuh kasih. Apalagi kami tinggal di tanah rantau, jauh dari keluarga besar di Manado. Paling tidak, saat mengikuti ibadah dalam bahasa Indonesia dan bersama-sama dengan saudara seiman yang sebangsa merupakan anugerah terbesar buat saya. Makanya saya tak pernah sekalipun melewatkan acara tahunan ini, meskipun saya tinggal di Amsterdam,” ujar Lucy kepada GATRAnews.Sedangkan Poppy Laoh mengatakan, ibadah natal bersama adalah tempat dimana dia bisa merasakan kehangatan seperti di kampung halamannya di Tonsea. Dalam acara ini, dia bisa bertemu dengan teman lama dan berkenalan dengan teman baru. “Selain bisa ngobrol, pasti juga ada poco-poco plus makanan khas Indonesia," jelas Poppy, yang sudah 12 tahun tidak pulang ke Indonesia.Wakil Ketua BKUKIN Onny Tuwaidan mengatakan, toleransi beragama sangat ditekankan dalam perayaan natal kali ini, karena kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman suku bangsa dan  agama hendaknya tidak melunturkan semangat bhinneka tunggal ika. Dia mengharapkan, ibadah natal bersama ini bisa menunjukkan betama kita yang tinggal di rantau sini, bisa memberikan contoh kekompakan dan menyatukan keberagaman. Ia mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan pemberitaan yang sudah mengarah ke perpecahan bangsa.Usai acara ibadah natal, warga diajak menyaksikan acara gelar budaya, di aula utama gedung yang sama. Di sana warga tidak saja dijamu dengan aneka hiburan tradisional, tetapi juga aneka hidangan masakan khas Indonesia, seperti gudeg, siomay, nasi kuning, dan nasi goreng. Rangkaian acara bergulir dari pukul 10 pagi sampai jam 1 siang, dan dilanjutkan dengan pagelaran budaya hingga pukul 18.30 malam.

Reporter: YM (Belanda)Editor: Tian Arief

Sumber : http://www.gatra.com/internasional/e...-natal-di-kbri

---


- WNI di Belanda Rayakan Natal di KBRI Kemenkumham Luncurkan Aplikasi Online bagi Naturalisasi Anak dari kimpoi Campur