alexa-tracking

Nasib Ahok Di Pilkada Jakarta Dari Kacamata Hukum Dan Politik Praktis

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58625e6196bde6ba1f8b457e/nasib-ahok-di-pilkada-jakarta-dari-kacamata-hukum-dan-politik-praktis
Nasib Ahok Di Pilkada Jakarta Dari Kacamata Hukum Dan Politik Praktis
Hari ini 27 Desember 2016, hakim baru saja membuat putusan sela atas kasus Ahok. Pesannya jelas dan tegas. Hakim memutuskan eksepsi Ahok ditolak. Pengadilan atas terdakwa Ahok akan terus dilanjutkan hingga tuntas.


Ini tiga prinsip dasar dan skenarionya.

Kemungkinan pertama, status hukum Ahok menghalangi sementara, menjadi gubernur Jakarta kembali, walau ia menang Pilkada.

Katakanlah Ahok menang Pilkada, sementara pengadilannya belum selesai ketika era pelantikan (pilkada 15 Feb 2017). Saat itu Ahok memang tetap dilantik. Tapi saat itu juga Ahok langsung diberhentikan sementara. Ahok tetap tak bisa menjabat gubernur selama statusnya masih terdakwa (untuk hukuman penjara yang minimal 5 tahun).

Djarot yang juga dilantik sebagai wakil gubernur terpilih, langsung dilantik menjabat gubernur sementara.

Selama Ahok menjadi terdakwa dan kasus di pengadilan atasnya belum tuntas, selama itu pula Ahok tak bisa bekerja sebagai gubernur.

Lamanya pengadilan negri hingga naik banding ke Mahkamah Agung bahkan kasasi umumnya bertahun-tahun. Sepanjang waktu itu pula Ahok walaupun menang Pilkada tak bisa menjabat gubernur. Djarot yang menjabat.

Kemungkinan kedua, status hukum Ahok menghalangi secara permamen, walau ia menang pilkada.

Jika nanti pengadilan memutuskan Ahok bersalah, berapapun hukumannya, maka Ahok diberhentikan secara permanen. Ini segera dilakukan jika keputusan pengadilan atas Ahok sudah in krach (tuntas dan final).

Semakin pasti jika Ahok diputus bersalah, walaupun ia menang pilkada, Jakarta tetap punya gubernur baru.

Untuk konteks ini, memilih Ahok beresiko sebenarnya memilih Djarot. Jika sudah dihukum permanen, Djarot permanen pula menjadi gubernur Jakarta yang baru.

Kemungkinan ketiga, status hukum Ahok tak menghalanginya menjadi gubernur Jakarta kembali.

Satu-satunya harapan bagi Ahok untuk menjadi gubernur, jika ia menang Pilkada, adalah ia dibebaskan oleh pengadilan. Hakim memutuskan Ahok bebas atau Ahok lepas dari tuntutan hukum.

Putusan bebas untuk kasus dimana pengadilan tidak menemukan bukti yang meyakinkan bahwa Ahok bersalah.

Sementara putusan lepas untuk kasus di mana Ahok dibuktikan bersalah tapi itu bukan suatu tindak pidana.

Pertanyaannya seberapa besar kemungkinan Ahok bisa dibebaskan oleh hakim untuk tuduhan kasus penistaan agama itu?

Tentu segala hal selalu mungkin terjadi. Namun kemungkinan itu sangatlah kecil jika dilihat dari dua perspektif: yurisprudensi hukum dan kondisi politik praktis. Membebaskan Ahok probability-nya super-super kecil, walau kemungkinan itu tak boleh dinihilkan dalam analisa akademik.

Dari kacamata yurisprudensi hukum murni, umumnya kasus penistaan agama yang menyita perhatian publik luas selalu berujung pada penjara bagi terdakwa. Landasan hukum, yurisprudensi selalu menjadi acuan hakim.

Sebut saja beberapa contoh: Kasus penistaan agama yang pernah terjadi. Ada kasus Arswendo Atmowiloto (1999), Lia Aminudian (2006), HB Jassin (1968), dan Rusgiani yang dianggap menista agama Hindu (2013). Semua berujung di penjara.

Dibanding semua itu, kasus Ahok ini jauh lebih heboh menyita publik. Demo terbesar yang pernah ada dalam sejarah Indonesia adalah gerakan 212 (2 des 2012). Itu gerakan yang melibatkan lebih sejuta massa.

Di selang seling orasi dan khotbah, dalam gerakan 212 selalu muncul yel: tangkap Ahok, penjarakan Ahok!

Jika Ahok dibebaskan, bisa dibayangkan reaksi lebih besar akan lahir dan akan dibuat gerakan "tsunami politik" berkali-kali oleh aneka segmen.

Bahkan cendikia muslim yang tergolong terpelajar, pernah menjadi ketum Muhammadiyah, dan ketum MUI, Dien Syamsuddin sudah membuat pernyataan: "Saya sendiri yang akan memimpin perlawanan jika Ahok dibebaskan."

Efek politik praktis jika Ahok dibebaskan tak hanya ke Ahok, bahkan mengguncang sendi politik nasional dalam waktu yang lama.

Dalam aksi protes bebasnya Ahok akan muncul aneka interpretasi dengan berbagai bumbu yang merugikan pemerintahan Jokowi.

Dari kaca mata hukum murni, apalagi jika guncangan politik nasional menjadi pertimbangan, kecil sekali kemungkinan Ahok dibebaskan/dilepaskan hakim


http://politik.rmol.co/read/2016/12/...litik-Praktis-

Jadi apapun yang terjadi maka Jakarta akan punya gubernur baru. Yang jelas bukan si Hoktod bermulut taik dan penindas rakyat kecil.
image-url-apps
Tidak ada panastaik yang tidak GOBLOG
image-url-apps
kita liat aja lah ntar
takdir bkl berkata apa
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


Apalagi yang dilihat mbah? Apapun skenarionya Gubernurnya bukan si Hoktod.
image-url-apps
Ya ya, sepertinya memang Ahok cukup sampai disini saja...

Kalo pemilih Ahok tetep milih Ahok di Leg 1 nanti, kemungkinan Agus yg bakal jd DKI...
Anak muda yg dikelilingi oleh pendukung pendukung munafik....
Lain hal kalo di Leg 1 Ahok langsung tereliminasi, maka Pak Anies yg akan menang. Karena pendukung Ahok ga akan rela Si Anak Pepo yg didukung orang2 munafik menang.


Well, salah satu orang munafiknya itu yg bikin fatwa dilarang milih pemimpin Non-Muslim, tapi ga mau keluarin fatwa dilarang memilih pemimpin wanita.
Gimana nasib para taik taik kaya mbahmomon, n4z1 dkk di kaskus ya ?
Yg gembar gembor salam dua periode emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Awal artikelnya bagus..

Tapi akhirnya kok rada gimana ya..

Putusan bebas dilihat dari yurisprudensi hukum ga kecil juga.. pengajuan berkas ahok ke kejaksaan pun di usung dengan suara yang tidak bulat dari kepolisian.

Efek politik praktis? Hukum dan Undang2 masa mau kalah oleh politik praktis? Si pembuat artikel ini mau ngancem apa gimana ya? emoticon-Big Grin

Buat keributan, kerusuhan karena tidak menerima keputusan hukum yang ada, yaa harusnya sudah masuk tindak pidana dan harus ditindak dengan tegas sesuai hukum yang berlaku pula! Ga peduli mau cendekiawan muslim, imam besar, pastur, mantan presiden atau siapaun sekalipun pelakunya! Toh ahok tetap diproses walaupun masih menjabat sebagai gubernur bukan? emoticon-Big Grin

Deny JA ya yg buat artikel di atas..
Penggiring opini handal.. emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Mana ada fatwa dilarang memilih pemimpin kafir. Dilarang memilih pemimpin kafir itu ayat Alquran bukan fatwa.
image-url-apps
Quote:


Mereka hanya sampah yang mau sok eksis di dunia maya.
sesama pemakan nasi kenapa mesti ribut seh.. emoticon-Big Grin
gipie bikin tread berdasarkan opini
makin ke sini makin bahul si gipie
image-url-apps
warbiasah emoticon-Big Grin
image-url-apps
100 persen di lihat dr saksi. Ahok bakal bebas. Hihihihi
image-url-apps
Manfaatkan saja dulu momen ini utk memuaskan hasrat ente. Finalnya kan kita gak tau. Leicester city bisa juara. Itu contoh hal tak terduga yg berawal dari kemungkinan yg sangat kecil.
Kecuali ente Tuhan.
pilih yg belum bermasalah
image-url-apps
kemungkinan ahok lolos dari jerat hukum sangat tipis, kemungkinan ahok menang pilkada sangat tipis. jd kemungkinan ahok lolos jerat hukum dan menang pilkada adalah sangat tipis kuadrat alias hampir mustahil.
ane sendiri pengen Ahok bebas, tapi ngeliat dari kasusnya Jessica, hakim yang seenak jidat ngomong + ngambil putusan, kemungkinan bebas buat Ahok itu kecil...
image-url-apps
kalo ahok bebas....ts nya non job dnk...emoticon-Om Telolet Om!
image-url-apps
Ahok sdh selesai..
Ga perlu dibahas lg..
image-url-apps
Paling ga pak djarot murni darah indonesia...gmnpun dalam hati kecilnya dia ada rasa cinta pada NKrI...tanpa ada embel2..

Go djarot..
Go anies..
Go agus..

3 di atas rela dah..

NKRI harga mati..
×