alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/586234bda2c06e29758b4572/ahok-disalahkan-dprd-dki-dapat-anggaran-wah-di-apbd-2017
Ahok disalahkan DPRD DKI dapat anggaran 'wah' di APBD 2017
Merdeka.com - DPRD DKI Jakarta mendapatkan penambahan anggaran yang cukup signifikan dalam APBD DKI tahun 2017. APBD DKI 2017 telah diketok setelah dibahas oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono dan DPRD DKI.

Dalam anggaran tersebut, sekretariat DPRD DKI mendapatkan kucuran dana Rp 143 miliar. Atas dana tersebut, Gubernur DKI nonaktif Basuki T Purnama ( Ahok) dipersalahkan.

Sekretaris daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah mengatakan, kenaikan anggaran tersebut sudah dicanangkan semenjak Ahok masih menjabat.


"Waktu itu yang menandatangani kenaikannya Pak Ahok bukan Pak Soni (Plt Gubernur DKI). Jadi tinggal hitung komponennya saja, saya kalau ditanya komponennya enggak tahu detail," kata Saefullah, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (22/12).

Dalam resume APBD DKI 2017 yang diperoleh merdeka.com, Ahok menganggarkan Rp 100.133.883.034, kemudian direvisi dan dinaikkan sedikit oleh Soni menjadi Rp 100.797.658.783, setelah dibahas di DPRD DKI, disahkan menjadi Rp 143.615.667.751. Total kenaikan anggaran untuk sekretariat dewan menjadi Rp 43.481.784.717.

Menurut Saefullah, kenaikan tersebut sudah disesuaikan dengan kenaikan beberapa komponen dan hal lainnya yang berkaitan.

"Bisa dicek saja sama pak Sekwan (Sekretaris Dewan), detailnya seperti apa. Karena kan ada kenaikan dari komponen untuk perjalanan dinas dan tunjangan perumahan buat anggota semuanya. Makanya detailnya saya lupa," terangnya.

Dalam APBD 2017 yang telah disahkan itu, dalam dokumen itu juga dijelaskan secara rinci, kegiatan apa saja yang dianggarkan DPRD DKI untuk operasional di gedung parlemen tingkat provinsi. Misalnya saja, penyedia jasa telepon air dan internet yang mendapat kucuran dana senilai Rp 29.373.483.125.

Penyediaan makanan dan minuman bagi anggota DPRD DKI sebesar Rp 11.020.320.450. Pakaian dinas dan atribut untuk pimpinan dan anggota DPRD DKI dianggarkan senilai Rp 1.387.779.250.

Sementara untuk rapat-rapat, seperti Badan Legislasi Rp 5.828.004.000, rapat di Badan Anggaran Rp 3.206.670.000. Ada pula anggaran untuk pendidikan dan pelatihan anggota DPRD DKI yang dialokasikan sebesar Rp 3.600.754.000

Anggaran yang lebih 'wah' lainnya yakni untuk kunker 106 anggota dewan dan para stafnya diberikan Rp 45.501.998.000. Sementara untuk kunker komisi beda lagi, dialokasikan senilai Rp 12.579.624.000. Untuk pelaksanaan reses, anggota DPRD DKI dapat Rp 38.090.397.114.

Lebih dahsyatnya lagi, Anggota dewan juga tak perlu mengeluarkan kocek untuk sekedar memeriksakan kesehatan di dokter. Sebab sudah memiliki anggaran yang dibiayai dari uang rakyat senilai Rp 1.378.000.000.

Menariknya, ada sejumlah mata anggaran yang tidak diusulkan pemerintah namun masuk dan disahkan dalam APBD DKI 2017 tersebut. Salah satunya penataan dan rehabilitasi kolam gedung DPRD DKI senilai Rp 579.041.780.

Bukan hanya itu saja yang tak diusulkan pemerintah DKI tapi masuk dalam anggaran. Penyedia jasa pengemudi bagi anggota DPRD juga masuk dengan nilai cukup fantastis yakni Rp 4.302.870.680. Begitu juga, perbaikan buat rumah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi masuk dalam APBD DKI, dengan nilai Rp 1.443.117.109.

Sementara itu, Timses Anies-Sandiaga Boy Sadikin menilai, kinerja Sumarsono lebih baik ketimbang Ahok. Komunikasi selama ini dilakukan Sumarsono ke pelbagai pihak, terutama dengan DPRD DKI, dinilai berjalan mulus.

Hal itu disampaikan mantan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Boy Sadikin di vila Riung Gunung, Puncak Bogor, Kamis (22/12). Dia menilai hal itu yang harus dilakukan kepala daerah. Sebab, sebagai eksekutif, gubernur tak bisa berjalan sendiri tanpa adanya lembaga legislatif.

"Ya mestinya Gubernur kaya Plt yang sekarang. Ada komunikasi yang baik dengan DPRD. Kalau zaman Pak Ahok kan enggak ada," kata Boy.

Ahok sendiri menolak komentar soal APBD DKI yang telah disahkan oleh Sumarsono dan DPRD DKI tersebut. Menurut dia, saat ini dirinya sedang cuti kampanye, sehingga tidak ikut campur sama sekali dalam pembahasan.

"Enggak tahu (ada perubahan). Yang jelas dia ada tambahan Rp 3 triliun memenuhi permintaan tambahan kan. Saya belum masuk," katanya di Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (21/12).

Walaupun nantinya dia akan kembali masuk pada 11 Februari 2017, mantan Bupati Belitung Timur ini ragu akan dapat mengetahui isi APBD tersebut. Sebab sebelumnya, Sumarsono menyebutkan Ahok akan berhenti sementara karena menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama.

"Oh Pak Soni juga bilang saya enggak bisa masuk lagi kan," tutupnya.

https://www.merdeka.com/jakarta/ahok-disalahkan-dprd-dki-dapat-anggaran-wah-di-apbd-2017.html

duet ipul & sonik emang mantap berbohong demi memanjakan dprd

Bombastisnya anggaran DPRD DKI tahun 2017 bikin geleng-geleng

Merdeka.com - Besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2017 menjadi Rp 70,19 triliun atau naik sekitar 4,65 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 62,9 triliun. Banyak porsi dari kenaikan anggaran itu untuk para anggota DPRD DKI. Bahkan kenaikan bikin banyak pihak terheran-heran.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-muBeberapa pos anggaran dewan sebelumnya sudah ditetapkan Basuki T Purnama alias Ahok, ketika menjabat gubernur DKI Jakarta. Namun, itu semua mengalami kenaikan signifikan di tangan Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono.

Dalam draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2017 disusun Ahok, total anggaran per komisi senilai Rp 34.271.164.554.556. Kemudian direvisi Sumarsono turun menjadi Rp 33.827.802.886.042. Namun, setelah dibahas bersama DPRD, anggaran itu justru naik menjadi Rp 35.352.275.916.091. Ada kenaikan mencapai Rp 1.524.473.030.049 untuk lima komisi di DPRD DKI setelah disahkan.

Sekretariat DPRD DKI juga mendapatkan dana tambahan. Semula di rancangan versi Ahok, sekretariat hanya mendapat Rp 100.133.883.034. Kemudian dinaikkan Sumarsono menjadi Rp 100.797.658.783. Angka itu justru kembali meroket setelah dibahas bersama DPRD DKI, sebesar Rp 143.615.667.751. Adapun total kenaikan anggaran Rp 43.481.784.717.

Banyak anggaran operasional diberikan Pemprov DKI. Di antaranya penyedia jasa telepon air dan internet mendapat dana senilai Rp 29.373.483.125. Penyediaan makanan dan minuman bagi anggota DPRD DKI?

Merdeka.com - sebesar Rp 11.020.320.450. Pakaian dinas dan atribut untuk pimpinan dan anggota DPRD DKI dianggarkan senilai Rp 1.387.779.250.

Dapatkan diskon Rp 300,000 untuk tiket libur Natal & Tahun baru-muAnggaran lebih bombastis lainnya, yakni untuk kunjungan kerja 106 anggota dewan dan para stafnya diberikan Rp 45.501.998.000. Sementara untuk kunker komisi beda lagi, dialokasikan senilai Rp 12.579.624.000. Untuk pelaksanaan reses, anggota DPRD DKI dapat Rp 38.090.397.114.

Sementara untuk tiap rapat, seperti Badan Legislasi Rp 5.828.004.000, rapat di Badan Anggaran Rp 3.206.670.000. Ada pula anggaran untuk pendidikan dan pelatihan anggota DPRD DKI yang dialokasikan sebesar Rp 3.600.754.000. Bahkan ada anggaran gaji sopir anggota DPRD DKI di dalam APBD DKI Jakarta senilai Rp 4.302.870.680.

Sekretaris daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah menjelaskan, gaji buat sopir sengaja dianggarkan karena banyak anggota DPRD mengeluh menggunakan kocek pribadi. Sebab, selama ini para anggota dewan hanya menerima gaji keseluruhan lebih kurang Rp 40 juta. Dengan dana itu, banyak keluhan lantaran uangnya habis untuk membayar pelbagai macam kebutuhan. Maka itu, pihaknya memasukkan dana Rp 4 miliar lebih untuk membayar sopir para anggota dewan.

"Makanya anggota dewan ngeluh, karena mereka kan gajinya cuma terima Rp 40 juta an. Nah, buat bayar sopir, buat bayar ini itu, habis deh. Jadi saya pikir wajar lah kalo sopir anggota dibayarin dengan status PHL (Pekerja Harian Lepas). Nah, nanti kontraknya Sekwan (Sekretaris Dewan) dengan yang bersangkutan (sopir) individual. Persis kayak PHL yang lain," kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Perduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) Sebastian Salang mengatakan, pembahasan begitu cepat karena DPRD DKI merasa semua keinginannya diakomodir Sumarsono. Menurut dia, jika tidak diakomodir maka akan terjadi tarik menarik seperti pada masa Ahok lalu.

"Kalau prosesnya itu berjalan begitu cepat, maka bisa saja DPRD melihat usulan proyek yang mereka inginkan terakomodasi, tanpa ada catatan (dari Sumarsono). Maka kemudian kalau semua usulan DPRD diakomodasi, berarti mereka punya kepentingan bersama untuk segera mengesahkan supaya tidak keburu dipereteli," kata Salang kepada merdeka.com.

Dia meragukan jika Sumarsono memeriksa secara detail mata anggaran dialokasikan dalam APBD tersebut. Namun dia menekankan, Sumarsono menjadi orang bertanggung jawab jika dikemudian hari ditemukan anggaran atau proyek fiktif dalam APBD nanti.

"Saya kira plt paling bertanggung jawab terhadap anggaran ini, mudah-mudahan dikemudian hari, tidak ditemukan anggaran yang dimarkup, tidak ditemukan terjadi pemborosan, tidak ditemukan proyek fiktif," terangnya.

https://www.merdeka.com/jakarta/bombastisnya-anggaran-dprd-dki-tahun-2017-bikin-geleng-geleng-splitnews-3.html
semua harus salah ahok
itu yg paling afdhol
Makin hari kok makin emoticon-Blue Guy Bata (L)
Ahok mah gajinya kecil bray. Sudah pasti jujur emoticon-Ultah

Kan udah kenyang dari proyek pembebasan lahan untuk apartemen sama Pulau G emoticon-Shakehand2 emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
mumpung ahok lagi cuti emoticon-Big Grin
makanya mereka juga nafsu berhentiin ahok scra permanen emoticon-Big Grin
enakkan sama soni, semua bisa nego n diatur..
anjayy.. ahok sendiri terkejut dengan kenaikan anggaran sebesar 2T emoticon-Leh Uga
tinggal pilih, mo percaya ke siapa?emoticon-Shakehand2
bangcad emang si sonsis emoticon-Ngakak


akhirnya berbuka juga emoticon-Matabelo
lapar lapar emoticon-Big Grin

Anggaran dari ahok 100 milyar, kemudian disahkan jadi 143 milyar, dan ahok yg disalahkan atas kenaikan 43 milyar....

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH
Gileeeeee

Si Saefullah banyak bacot yah, bahaya nih tukang tikam dari belakang
masuk gigi mundur dulu
emoticon-Wakakaemoticon-Wakaka

nasib mu hok....
kasian
cuti kampanye duit di bagi2.....

emoticon-Sorry
Quote:Original Posted By anuku.berdarah
Anggaran dari ahok 100 milyar, kemudian disahkan jadi 143 milyar, dan ahok yg disalahkan atas kenaikan 43 milyar....

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH


topik dkk akhirnya makan lobster emoticon-Ngakak
Buat Sapa dulu dong, Partai nya
Ahok disalahkan DPRD DKI dapat anggaran 'wah' di APBD 2017

Ini Sapa sih, ketua team pemenang nastak
Ahok disalahkan DPRD DKI dapat anggaran 'wah' di APBD 2017

Artinya Ini apa buat Kampanye mu Hok Tai
Nitizen Nastak Bodoh dan Di goblok i.



Ya bagus lah.. biar KPK rajin kerja emoticon-Big Grin
Masih ada bagus nyaaaaaaaaaaaa
Quote:Original Posted By anuku.berdarah
Anggaran dari ahok 100 milyar, kemudian disahkan jadi 143 milyar, dan ahok yg disalahkan atas kenaikan 43 milyar....

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH


BAJAKAKAKKAKAKAKAK emoticon-Wakaka
Emang ngehe, udah disuruh vakum 6 bulan, dijadiin kambing hitam pula, wasu tenan itu hewan2 keparat emoticon-fuck
yg ttd si soni yg di.salahin ahok.haha, yg ngomong sekda jd g prcaya gua
Namanya pemimpin, kesalahan dibuat anak buah yang harus menanggung beban pemimpinnya, selamat datang Hok di rejim sulap.
Kisahnya Ahok mirip game Dishonored dimana Corvo Attano dikhianati habis habisan, dua kali malah, terakhir oleh Loyalisnya sendiri.
Kalo ane jadi Ahok mending mundur saja, gak usah di urus negara berlumpur ini..
×