alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/586230dc9e74042e3a8b4575/hakim-vonis-bebas-la-nyalla
Hakim Vonis Bebas La Nyalla
Hakim Vonis Bebas La Nyalla
Jakarta, GATRAnews - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis bebas mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, karena tidak terbukti melakukan korupsi dana hibah Kadin.

"Mengadili, menyatakan terdakwa La Nyalla Mahmud Mattalitti tidak terbukti secara sah menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Kedua, membebaskan terdakwa dari kedua dakwaan," kata Sumpeno, Ketua Majelis Hakim membacakan amar putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (27/12).Atas vonis tersebut, majelis memerintahkan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim segera mengeluarkan La Nyalla dari tahanan dan memulihkan harkat serta martabatnya.Majelis hakim dalam pertimbangannya menilai jaksa penuntut umum tidak membuktikan dakwaannya sehingga La Nyalla harus dibebaskan. Dua dari 5 hakim, yakni Sigit Herman dan Anwar berbeda pendapat (dissenting opinion) dalam putusan ini.Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejati Jatim menuntut La Nyalla dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan, karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jatim pada tahun 2011-2014 sejumlah Rp 48 milyar."Menuntut supaya majelis hakim memutuskan terdakwa La Nyalla Mattalitti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar Jaksa Penuntut Umum Didik Farkhan, dalam surat tuntutannya yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (30/11).Selain itu, jaksa penuntut umum menuntut La Nyalla dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,1 milyar. Jika satu bulan tidak membarnya setelah ada putuasan berkekuatan hukum tetap (inkracht), harta kekayaan La Nyalla akan dilelang.Namun jika La Nyalla tidak mempunyai harta kekayaan untuk membarya uang pengganti sejumlah Rp 1,1 milyar tersebut, maka dipenjara selama 3 tahun dan 6 bulan.Tuntutan di atas setelah jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan untuk La Nyalla. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian negara."Tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi, terdakwa melarikan diri ke Singapura dan dideportasi. Tidak mau di-BAP, dan tidak tanda tangan sebagai tersangka. Meringankan, belum pernah dihukum," katanya.Menurut jaksa, La Nyalla bersama-sama Wakil Ketua Kadin Jatim, Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jatim tidak sesuai proposal dan rencana anggaran biaya yang diajukan sehingga merugikan keuangan negara sejumlah Rp 26.654.556.219 atau Rp 26,6 milyar).La Nyalla menggunakan dana hibah di antaranya untuk membeli saham IPO Bank Jatim sebanyak 12.340.500 lembar senilai Rp 5,3 milyar. Saham perlembarnya Rp 430."Bahwa perbuatan terdakwa membeli IPO saham Bank Jatim Rp 5,3 milyar yang tidak sesuai dengan proposal rencana anggaran biaya tahun 2012," katanya.Setelah membeli saham tersebut, April 2013, La Nyalla melakukan penjual 8,5 juta lembar saham senilai Rp 4,3 milyar. Kemudian, kembali melakukan 3 kali transaksi penjualan sebanyak 12.340.500 lembar saham senilai Rp 6,4 milyar."Bahwa dari seluruh penjualan, terdakwa mendapat untung Rp 1,1 milyar. Selama transaksi, La Nyalla tidak pernah memberikan kuasa pada orang lain. Uang dimasukkan ke rekening nasabah di Mandiri," katanya.Supaya seolah-olah penggunaan dana hibah sejumlah Rp 48 milyar sesuai proposal dan rencana anggaran biaya, Diar dan Neslon meminta bantuan staf Badan Penelitian dan Pengembangan Jatim untuk membuat laporan yang sesuai RAB dengan merekayasa data  pertanggungjawaban. Setelah itu, diaporkan kepada gubernur.Jaksa menilai La Nyalla melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 KUHP. 

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/235983-ha...ebas-la-nyalla

---


- Hakim Vonis Bebas La Nyalla Perkara La Nyalla, Delapan LSM Hukum Surati Pengadilan