alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58622e63c1d7709c198b456c/bisnis-taksi-lesu-34-ribu-sopir-berhenti-kerja
Bisnis Taksi Lesu, 34 Ribu Sopir Berhenti Kerja
Jakarta - Menjamurnya model transportasi berbasis online memukul usaha transportasi konvensional. Akibatnya, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada usaha transportasi ini. Salah satunya untuk tenaga sopir di angkutan taksi.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, mengatakan telah terjadi penurunan 60 persen unit taksi yang beroperasi di Jakarta. ‎Akibatnya, operator taksi harus mengurangi jumlah sopirnya secara signifikan.
"Jadi, sekarang justru menimbulkan pengangguran lebih tinggi karena perusahaan-perusahaan (taksi) ini ambruk," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Dia menjelaskan, dari 27 ribu unit taksi yang ada di Jakarta, kini hanya tersisa 10 ribu unit yang beroperasi. Sedangkan untuk setiap unit taksi biasanya dikendarai oleh dua sopir secara bergantian.

"Jadi satu kendaraan itu dua sopir. Di Jakarta biasanya yang beroperasi 27 ribu unit. Kalau sekarang sisa 40 persen hanya‎ tinggal 10 ribuan unit yang beropersi. Berarti ada sekitar 17 ribu unit yang berhenti beroperasi. Kalau dikali dua itu berarti sekitar 34 ribu sopir. Ini belum termasuk keluarganya dan karyawan yang lain di perusahaan taksi itu," ujar dia.

‎Selain taksi, ujar Shafruhan, angkutan jenis lain, yaitu bus sedang seperti Metromini dan Kopaja, juga mengalami menurunan. Dampaknya, kini banyak sopir dan kondektur bus sedang ini yang tidak lagi bekerja.

"Bus sedang juga sudah ambruk. Itu kan sebelumnya 6.000 unit. Sekarang yang beroperasi paling tinggal 1.000 unit lebih. Sekarang juga sopir sudah tidak pakai kondektur. Mereka tidak sanggup karena penghasilannya saja ngedrop," tandas dia. (Dny/Gdn)

Bisnis Taksi Lesu, 34 Ribu Sopir Berhenti Kerja
sumur berita
Biar gak macet... tpi pemerintah hrus ada plan untuk mereka yang menganggur...
selama gak ada inovasi, pasti kalah di jaman teknologi ini. apalagi cuman mengandalkan kebijakan pemerintah.... lowongan buat jadi NASBUNG / NASTAK masih ada gak sih? emoticon-Bingung
semoga yg kena phk segera dapet kerjaan baru buat nafkah anak istrinya
KLo metromini ama kopaja mah wajar lah turun,
Bus nya bobrok gitu,trus harap2 cemas takut ditodong atau dicopet
Banyak yang kerja ndiri bray... jadi Uber, Grab or Go-Car
Yang masih bertahan cuma pemain gedhe macam bulubirid ama espress emoticon-Traveller
taksi online makin menjamur
Taksi online menjamur, income lebih tinggi dengan tarif murah,

wajar aja taxi konfesi mundur jauh
wadoohh
moga cepat dapat gawe
hukum ekonomi berlaku, banyak yang pindah ke moda lain..
apalagi tarif masih tinggi..
yg saya perkiraan bus kecil sama metro.bakalan kolap,kalo g ada inovasi.dari organda. masa angkutan umum dr tahun ke tahun sama aja n tambah bobrok
Quote:Original Posted By zonzi
Jakarta - Menjamurnya model transportasi berbasis online memukul usaha transportasi konvensional. Akibatnya, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran pada usaha transportasi ini. Salah satunya untuk tenaga sopir di angkutan taksi.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, mengatakan telah terjadi penurunan 60 persen unit taksi yang beroperasi di Jakarta. ‎Akibatnya, operator taksi harus mengurangi jumlah sopirnya secara signifikan.
"Jadi, sekarang justru menimbulkan pengangguran lebih tinggi karena perusahaan-perusahaan (taksi) ini ambruk," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (27/12/2016).

Dia menjelaskan, dari 27 ribu unit taksi yang ada di Jakarta, kini hanya tersisa 10 ribu unit yang beroperasi. Sedangkan untuk setiap unit taksi biasanya dikendarai oleh dua sopir secara bergantian.

"Jadi satu kendaraan itu dua sopir. Di Jakarta biasanya yang beroperasi 27 ribu unit. Kalau sekarang sisa 40 persen hanya‎ tinggal 10 ribuan unit yang beropersi. Berarti ada sekitar 17 ribu unit yang berhenti beroperasi. Kalau dikali dua itu berarti sekitar 34 ribu sopir. Ini belum termasuk keluarganya dan karyawan yang lain di perusahaan taksi itu," ujar dia.

‎Selain taksi, ujar Shafruhan, angkutan jenis lain, yaitu bus sedang seperti Metromini dan Kopaja, juga mengalami menurunan. Dampaknya, kini banyak sopir dan kondektur bus sedang ini yang tidak lagi bekerja.

"Bus sedang juga sudah ambruk. Itu kan sebelumnya 6.000 unit. Sekarang yang beroperasi paling tinggal 1.000 unit lebih. Sekarang juga sopir sudah tidak pakai kondektur. Mereka tidak sanggup karena penghasilannya saja ngedrop," tandas dia. (Dny/Gdn)

Bisnis Taksi Lesu, 34 Ribu Sopir Berhenti Kerja
sumur berita


Wah harga mobkas ancur blasss
ditambah lagi semakin banyak yg punya mobil pribadi
pasti diganti sama sopir dari china! emoticon-Marah dasar rezim chinaisasi emoticon-Marah
taxol menjamur, jalanan tambah macet gara2 banyak mobil murahan kaleng krupuk beredar...
beralih ke taksi & ojek online emoticon-Om Telolet Om!
Banyak juga ya gan
emoticon-Turut Berduka
hati2 ini data dari organda

sama aja kalau keluar data buruh tapi dari si said iqbal


take it with a grain of salt
ga sanggup ngadepin perubahan jadi gitu
solusi nya yaa ikutin jaman
pindah jadi taksi online juga

pekiwan closedemoticon-shakehand