alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58621e99a09a390f208b457c/kpk-periksa-3-saksi-kasus-suap-petinggi-paramount
KPK Periksa 3 Saksi Kasus Suap Petinggi Paramount
KPK Periksa 3 Saksi Kasus Suap Petinggi Paramount
Jakarta, GATRAnews - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sopir, office boy, hingga security untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus suap yang membelit Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro, Selasa (27/12).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, saksi-saksi tersebut yakni sopir Edy Nasution bernama Kuzaeni, office boy PT Limas Mitrasarana di Menara Matahari Lantai 3 Lippo Karawaci Tangerang, Riky Herianto; dan Charli Paris Hutagaol selaku security RS MRCC Siloam Semanggi.Penyidik memanggil ketiganya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Eddy. Mereka disinyalir mengetahui kasus suap Eddy terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.KPK menetapkan Chairman PT Paramount Enterprise, Eddy Sindoro, sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.KPK menyangka Eddy melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Penetapan tersangka Eddy merupakan hasil pengembangan dari kasus suap yang melilit Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edi Nasution dan karyawan PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno.KPK menangkap Edy dan Doddy di area parkir salah satu hotel di Jakarta Pusat, April 2016, setelah keduanya melakukan serah terima uang suap. Pengadilan memvonis Doddy 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan. Sementara Edi divonis 5,5 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan Edy terbukti secara sah dan meyakinkan meneria suap secara bertahap dari Lippo Gorup terkait pengurusan sejumlah perkara perusahaan yang bernaung di bawah grup ini.Meski demikian, majelis menyatakan Edy tidak terbukti menerima uang sejumlah Rp 1,5 milyar dari salah satu anak perusahaan Lippo Group. Uang sejumlah itu awalnya merupakan permintaan Nurhadi selaku Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang akan digunakan untuk membiayai turnamen tenis MA di Bali.Selain itu, majelis juga mengembalikan barang bukti kepada Edy, di antaranya uang US$ 3,000, SGD 1,800, dan Rp 2,3 juta, serta kendaraan. Menurut hakim, dakwaan tersebut hanya sebatas anggapan dan belum bisa dibuktikan.

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/235969-kp...nggi-paramount

---


- Belum Terungkap, Satu Koper Uang Rp 500 Juta di Rumah Pejabat MA
×