alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58620c50529a4513398b457b/inneke-urus-izin-besuk-suami-di-kpk
Inneke Urus Izin Besuk Suami di KPK
Inneke Urus Izin Besuk Suami di KPK
Jakarta, GATRAnews - Artis Inneke Koesherawati mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengurus administrasi izin membesuk suaminya, Fahmi Darmawansyah, yang ditahan lembaga antirasuah terkait kasus dugaan suap pengadaan satelit pemantau (monitoring) di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

"Ya [urus administrasinya]. Ya mungkin kan suaminya ada di sini, mungkin kan menjenguk suaminya," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK, di Jakarta, Selasa (27/12).Senada dengan Agus, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan bahwa Inneke mendatangi KPK untuk mengurus izin membesuk suaminya, bukan untuk menjalani pemeriksaan tersakig kasus dugaan suap pengadaan satelit. "Iya [untuk urus jenguk suaminya], bukan untuk pemeriksaan," ujarnya.Inneke sendiri tidak mau memberikan keterangan apapun kepada wartawan terkait kedatangannya ke KPK. Dia langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan gedung KPK usai mengurus izin untuk membesuk suaminya tersebut.Penyidik KPK menahan Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Fahmi Darmawansyah, usai memeriksanya sekitar 9 jam dan melakukan gelar perkara. Sehari sebelumnya, Fahmi tidak memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka Eko Susulo Hadi."Penahanan FD diputuskan oleh proses yang ada, gelar dan ditetapkan ditetapkan FD ditahan. FD bagian dari tersangka yang sudah ditetapkan setelah OTT dilakukan," kata Febri, Jumat (23/12).Penyidik KPK menahan tersangka Fahmi yang juga menjabat bendahara Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu di Rumah Tahahan (Rutan) KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan empat orang tersangka, yakni Direktur PT MTI, Fahmi Darmawansyah, serta dua orang anak buahnya, yakni Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus. Kemudian, Eko Susilo Hadi selaku Deputi Informasi‎ Hukum dan Kerja Sama sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama Bakamla, setelah ketiganya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).KPK menyangka Fahmi, Hardy Stefanus, dan Muhammad Adami Okta menyuap Eko sejumlah Rp 2 milyar dari Rp 15 milyar, atau 7,5% commitment fee yang dijanjikan Fahmi dari total nilai proyek sebesar Rp 200 milyar.KPK menyangka ketiganya selaku pemberi suap melanggar Pasal Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koprupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP."Kemudian sebagai penerima, ESH [Eko Susilo Hadi] disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001," kata Agus Rahardjo, Ketua KPK.

Reporter: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/hukum/235949-in...k-suami-di-kpk

---


- Inneke Urus Izin Besuk Suami di KPK KPK Belum Putuskan Soal Penahanan Direktur MTI