alexa-tracking

Liburan di Bandengan, Keluarga Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dgn Harga Selangit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5861d9a95c77987d0e8b4569/liburan-di-bandengan-keluarga-asal-kudus-ini-harus-bayar-makanan-dgn-harga-selangit
Liburan di Bandengan, Keluarga Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dgn Harga Selangit
Liburan di Bandengan, Keluarga Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dgn Harga Selangit
MuriaNewsCom, Kudus – Keinginan menikmati liburan dengan nyaman, rupanya berakhir dengan tidak menyenangkan bagi keluarga Kepala Desa (Kades) Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, Edy Purwanto.

Pasalnya, saat menikmati makan siang di sebuah rumah makan di Pantai Bandengan, Jepara, keluarga tersebut merasa bahwa, mereka telah membayar makanannya dengan harga tidak wajar.

Saking sebalnya dengan peristiwa itu, istri kades Undaan Lor, yang bernama Aizzatun Nada, menggugah beberapa foto warung makan tempatnya berkunjung pada 25 Desember 2016 lalu. Bukan itu saja. Nota pembelian makanan juga diunggah dalam akun Facebook miliknya.

Dalam akunnya itu, istri kades tersebut menceritakan bagaimana dirinya bersama rombongan keluarga, memilih satu lokasi rumah makan yang cukup bersih dan sepi. Pasalnya, warung makan langganannya sedang ramai sekali.

Alhasil, unggahan di medsos tersebut berhasil membuat pengguna medsos lainnya berkomentar. Rata-rata mempertanyakan bagaimana mungkin makan di sebuah warung biasa, harus sampai membayar jutaan rupiah.

Edy sendiri saat dihubungi, membenarkan kejadian tersebut. Awalnya, dia bersama rombongan menghabiskan liburan di kawasan wisata Jepara Ourland Park (JOP). ”Namun, kami memutuskan makan siangnya di Pantai Bandengan saja. Karena warung langganan kami sedang ramai, akhirnya kami mencari-cari yang lain. Ketemulah sebuah warung yang nyaman, namun cukup sepi. Kita makanlah di sana,” tuturnya, Senin (26/12/2016).

Saat membayar itulah, Edy dan istrinya merasa kaget ketika disodori nota dengan nilai yang harus dibayar adalah Rp 2,304 juta. Apalagi, terdapat perbedaan harga pada beberapa item yang tertulis di nota. ”Istri saya sempat protes kepada pemilik warung. Maksudnya karena ada yang berbeda dan aneh, apalagi mahal, kami minta dihitung ulang saja. Tapi, malah mendapat sambutan yang kurang enak,” jelasnya.

Dirinya memang menyesalkan kenapa harga makanan yang dibayar terbilang tidak wajar. Sehingga meminta untuk dihitung ulang, namun tidak dikabulkan. ”Kami memang datangnya rombongan. Makanya pesan banyak. Tapi, terasa tidak wajar saja. Saya juga sudah meminta istri saya untuk tidak menggugah keluhannya di medsos. Takutnya malah bikin geger nanti. Tapi karena kesal, ya mau bagaimana lagi,” imbuhnya

Sumur di Ladang

Ati-ati ya gan, tanya tanya dulu kalo mau makan. Kalo mau aman, liburan bawa bekel dari rumah emoticon-Traveller
Liburan di Bandengan, Keluarga Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dgn Harga Selangit
ini gan notannya, asli dari fb yang bersangkutan.

UPDATE GAN
Quote:
musim liburan kesempatan warung2 buat nggetok, maklum pengunjungnya cm sekali lewat gak diharapin jd langganan
Waduh, mahal amat, rincian makanannya apa saja?
romvongannya berapa orang?
makan apa saja?
Tunggu dulu si ibu bilang datengnya rombongan lho...emoticon-cystg
Perlu klarifikasi dari warungnya juga nihemoticon-cystg
makanya cari rumah makan yang ada daftar harganya aja Liburan di Bandengan, Keluarga Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dgn Harga Selangit
penasaran dengan jumlah rombongannya ada berapa...
ojo ngisin-ngisini wong kudus. apa saja yg dipesan?
Kalo bs kronolginy lbh lngkp dan dsertai barbuk biar enak ngssi pndpt
Ga di mana2 kali... hampir smua tujuan wisata
masih belom jelas
nunggu konpirmasi dr pihak2 terkait
Ngak usah malu tanya harga dulu, daripada entar rame di belakang.

Kalo Malu beli aja Di RM seafood Bandar Tjakarta, kalo masih mahal beli aja KFC atau Hokben beres
2 teko es jeruk 190rb
1 teko es jeruk 59.500 (x2 = 119rb)

Itu harga yg 2 teko bs gtu yah hahaha


Klo kejadian ama gw mah, gw masukin ke dlm teko itu yg ngitung.
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


di post 2 ada notanya gan, itu asli dari fbnya. Terlihat gak meyakinkan, tapi yang ngomong ini istrinya kades. emoticon-No Hope
Quote:


berapa banyak tuh yang makan
pesen nya teko2 an itu minumannya

kalo misal yang makan +- 25 orang untuk harga segitu masih terbilang wajar

Quote:


2 teko es jeruk 190.000 : 2 = 95.000

1 teko es jeruk 59.500

Antara 2 keterangan ini saja sudah membuat hitungan semaunya ngakak.
ini salah satu faktor pariwisata indonesia surem..
perilaku pelaku usaha nya emoticon-No Hope
ARTIKEL SERUPA GAN
MuriaNewsCom, Kudus – Berapa sebenarnya harga yang harus dibayar keluarga Kepala Desa (Kades) Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, Edy Purwanto, saat makan di sebuah rumah makan di kawasan Pantai Bandengan, Jepara, pada Minggu (25/12/2016) kemarin.

Bukan saja dinilai teramat mahal, namun ada juga item harga yang berbeda untuk jenis makanan yang sama. Berikut ini adalah rincian dari nota makan siang keluarga Edy Purwanto, yang diunggah dalam akun Faceboook sang istri Aizzatun Nada.

Dimulai dari dua teko es teh senilai Rp 99 ribu, dua teko es jeruk seharga Rp 190 ribu, satu teko teh hangat senilai Rp 49.500, tiga porsi kerang tumis Rp 195 ribu, 20 ikan kakap Rp 1,2 juta, dua ikan kerapu Rp 250 ribu, 4 bakul nasi Rp 238 ribu, satu bungkus rokok LA Rp 23 ribu, dan satu teko es jeruk Rp 59.500. Dan nilai total dari makan siang tersebut adalah Rp 2,304 juta.

Yang terasa lucu adalah, pada harga dua teko es jeruk nilainya adalah Rp 190 ribu, namun pada satu teko es jeruk pada nota paling bawah, nilainya hanya Rp 59.500. Jika ini adalah item yang sama, seharusnya harga satu teko es jeruknya Rp 95 ribu. Namun, justru satu teko es jeruk tambahan itu, hanya bernilai Rp 59.500.

Baca juga : Liburan di Bandengan, Keluarga Kades Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dengan Harga Tidak Wajar

Kades Undaan Lor Edy Purwanto sendiri saat dihubungi mengatakan, saat membayar itulah, dirinya dan istri merasa kaget harus membayar jutaan rupiah. Apalagi, terdapat perbedaan harga pada beberapa item yang tertulis di nota. ”Istri saya sempat protes kepada pemilik warung. Maksudnya karena ada yang berbeda dan aneh, apalagi mahal, kami minta dihitung ulang saja. Tapi, malah mendapat sambutan yang kurang enak,” jelasnya.

Dirinya memang menyesalkan kenapa harga makanan yang dibayar terbilang tidak wajar. Sehingga meminta untuk dihitung ulang, namun tidak dikabulkan. ”Saat itu kami sedang ramai-ramai liburan beserta keluarga besar istri saya. Totalnya ada 20 orang dengan lima mobil. Makanya pesannya juga banyak. Rombongan kami bukan dari Kudus saja. Namun juga dari Bandung, Yogyakarta, dan Demak,” tuturnya.

Edy juga menambahkan bahwa dirinya juga sudah meminta sang istri untuk tidak mengunggah keluhannya itu di media sosial. ”Takutnya malah bikin geger nanti. Tapi karena kesal, ya mau bagaimana lagi,” imbuhnya.
datangnya rombongan yak, kyknya gak heran deh soalnya di daerah tempat ane kerja ada juga warung yg lumayan mahal, ane ajak 10 orang abisnya 700rb lebih
×