alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/584ea136dcd77066678b4569/apa-kabar-deradikalisasi
Apa kabar deradikalisasi?
Apa kabar deradikalisasi?
Perempuan mulai dipinang jadi calon pelaku bom bunuh diri
Aksi terorisme di Indonesia memang bukan baru terjadi dalam 16 tahun terakhir ini saja. Namun sebelum peristiwa teror bom di Bali 2002, kita mungkin tidak pernah menyangka bahwa ada orang Indonesia secara radikal berani bunuh diri dalam suatu aksi terorisme yang dijalankan di Indonesia pula.

Pada tahun-tahun berikutnya kita juga terhenyak menyaksikan video yang merekam pernyataan pelaku bom bunuh diri sebelum menjalankan aksinya. Semula kita menyangka pemandangan semacam itu hanya akan kita lihat dalam adegan film di layar bioskop atau dalam sebuah berita tentang peperangan di daerah konflik.

Banyak di antara kita juga terkejut dan sedih mendapatkan fakta bahwa salah seorang teroris yang meledakkan diri dalam peristiwa pengeboman di Jakarta pada tahun 2009 adalah seorang remaja. Dani Dwi Permana, nama remaja itu, belum genap berumur 18 tahun ketika meledakkan diri dalam aksi teror tersebut.

Kita kembali terkaget di pengujung tahun 2016 ini. Sabtu 10 Desember 2016 tim Densus 88 menangkap 3 orang yang diduga terlibat dalam rencana aksi terorisme. Satu di antara 3 orang itu adalah perempuan. Dian Yulia Novi, namanya.

Yang mengejutkan kita, bukan semata karena satu di antara tiga terduga teroris itu adalah perempuan. Dian bukanlah perempuan pertama yang ditangkap polisi dalam kasus terkait terorisme.

Kita terkejut karena Dian ternyata adalah perempuan Indonesia pertama yang bersiap menjadi pelaku bom bunuh diri, seperti tersirat dalam surat yang sudah ia tulis dan ditujukan kepada keluarganya. Perempuan radikal berada di antara kita.

Kesediaan Dian untuk menjadi pelaku bom bunuh diri dalam rencana aksi teror tersebut membuat kita bertanya-tanya mengenai upaya deradikalisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Seberapa efektifkah deradikalisasi yang selama ini sudah dijalankan?

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebagai lembaga yang bertugas melakukan deradikalisasi, seringkali mengusung kisah Ali Imrom dan Umar Patek sebagai bukti sukses deradikalisasi.

Ali Imron adalah terpidana kasus bom Bali 2002, yang belakangan berubah haluan dan mengaku bersalah atas tindakan teror yang yang pernah ia lakukan. Ia sering diminta menjadi pembicara dalam kegiatan deradikalisasi.

Sementara video keterlibatan Umar Patek -juga terpidana terorisme- dalam sebuah upacara bendera di penjara Porong Jawa Timur sering dianggap bukti bahwa ia sudah berubah. Deradikalisasi dianggap sukses mengubah sikap Umar Patek.

Tunggu dulu. Bagaimana dengan Bahrun Naim dan Juhanda?

Bahrun Naim, mantan penjaga warung Internet, pernah ditangkap pada tahun 2011 dalam kasus kepemilikan senjata ilegal. Apakah setelah dipenjara selama 3 tahun Bahrun mengalami deradikalisasi?

Pada tahun 2015 Bahrun bergabung dengan ISIS. Dan pada Januari 2016, polisi meyakini, Bahrun mengoordinasikan aksi teror di Jalan Thamrin Jakarta. Bahrun pula yang disebut-sebut melatih secara online para pembuat bom yang akan diledakkan oleh Dian itu.

Juhanda juga tampaknya bukan kisah sukses deradikalisasi. Lelaki ini terlibat dalam aksi bom buku pada tahun 2011. Ia dihukum 3,5 tahun penjara pada 2012. Pada November 2016 teroris yang sering dipanggil Jo ini melemparkan bom molotov ke Gereja Oikumene di Samarinda.

Program yang ditujukan bagi para terpidana terorisme seperti itu barulah satu bentuk deradikalisasi yang diemban oleh BNPT. Bentuk program deradikalisasi yang lain diarahkan ke masyarakat umum. Program yang kedua itu tampaknya jauh lebih sulit ketimbang deradikalisasi yang ditujukan kepada terpidana terorisme.

Dalam kaitannya dengan program deradikalisasi yang diarahkan kepada terpidana terorisme, BNPT mungkin punya kewenangan berkoordinasi dengan Lembaga Pemasyarakatan. Tapi bagaimana dengan deradikalisasi yang diarahkan kepada masyarakat umum?

Masyarakat kita saat ini begitu terbuka untuk mengakses informasi. Lewat Internet, salah satunya.

Sadar atau tidak, ketika memasuki Internet, kita telah menyerahkan diri untuk berada di tengah-tengah perang informasi, berada dalam pertarungan propaganda berbagai pihak; termasuk propaganda para teroris. Keadaan ini membuat upaya deradikalisasi menjadi lebih kompleks.

Di satu sisi kita tidak ingin terpapar oleh paham radikalisme para teroris yang bisa secara terbuka disebarkan lewat Internet. Di sisi lain kita juga tidak ingin kebebasan berpendapat dan mendapatkan informasi yang telah dijamin oleh undang-undang menjadi terluka gara-gara sensor yang berlebihan.

Penangkapan Dian, calon pelaku bom bunuh diri, sebaiknya menjadi momentum bagi semua pemangku kepentingan untuk melihat kembali konsep dan pelaksanaan deradikalisasi.

Dengan keadaan yang kompleks saat ini, jelas akan membuat deradikalisasi menjadi upaya yang membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang penuh, serta biaya yang besar. Namun itu tidak bisa menjadi alasan yang menyurutkan tekad untuk menanggulangi terorisme.

Kita adalah masyarakat yang tidak ingin memberi tempat sesempit apa pun kepada teror.
Apa kabar deradikalisasi?


Sumber : https://beritagar.id/artikel/editori...deradikalisasi

---

Baca juga dari kategori EDITORIAL :

- Apa kabar deradikalisasi? Kerja keras dan semangat di balik laju Indonesia ke final Piala AFF

- Apa kabar deradikalisasi? 8 ponsel yang menarik perhatian sepanjang 2016

- Apa kabar deradikalisasi? Cara menjaga agar pasangan tetap saling mencinta

ah dari foto yg beredar bisa dilihat perempuan itu alisnya dikerok, dan sejak kapan muslimah sesungguhnya mengerok alis. dari situ aja saya lihat.
Quote:Original Posted By kaskus183
ah dari foto yg beredar bisa dilihat perempuan itu alisnya dikerok, dan sejak kapan muslimah sesungguhnya mengerok alis. dari situ aja saya lihat.


sebelum dia taat mungkin pernah dikerok. kek ga pernah liat org di tato tapi jadi muslim taat aja situ. kebetulan bapak kos ane gitu, jadinya soleh bener. emoticon-Big Grin
Hal hal seperti inilah yang membuat gua anti sama cadar sebenernya..

Apalagi kalo mukanya ternyata kayak tabrakan kereta.. makin ga ada fungsinya cadarnya.. hahahaha
Setiap TERDUGA teroris harusnya diusut tuntas, tayangin bukti2 nya, jaringan nya, siapa ketuanya, dan lain2. Biar masyarakat bisa nilai kasus itu bener apa nggak.

Kalau terduga2 ini cuman dikasih liat proses penangkapanya aja, atau bahkan langsung ditembak mati, habis itu langsung ilang begitu aja, gimana masyarakat mau nilai, siapa yg punya fungsi kontrol sama densus 88?

Saya bukan bela terduga2 itu, kalau memang mereka teroris tangkap, penjarakan yang lama bahkan hukum mati, tapi harus ada pembuktian terlebih dahulu, tapi kalau densus kekuatanya se absolut itu, bisa main tangkap atau bahkan tembak mati orang tanpa pembuktian, kemudian masyarakat diam saja, bisa jadi kita atau keluarga kita nanti bakalan jadi korban "salah tangkap" mereka, dan ga akan ada yang mempertanyakan bener kah tindakan mereka?

Jangan terlena karena saat ini sasaran mereka bukan dari golongan kalian, bisa jadi nanti saat mereka mulai menganggap kalian musuh dari penguasa, metode yang sama bisa dilakukan pada kalian.

Btw dahulu kala thread kayak gini ga bakalan lama di kaskus,pasti langsung di hapus karena mengandung isu sara, sekarang? Di share di FB sama admin.
Quote:Original Posted By auroramaster
Setiap TERDUGA teroris harusnya diusut tuntas, tayangin bukti2 nya, jaringan nya, siapa ketuanya, dan lain2. Biar masyarakat bisa nilai kasus itu bener apa nggak.

Kalau terduga2 ini cuman dikasih liat proses penangkapanya aja, atau bahkan langsung ditembak mati, habis itu langsung ilang begitu aja, gimana masyarakat mau nilai, siapa yg punya fungsi kontrol sama densus 88?

Saya bukan bela terduga2 itu, kalau memang mereka teroris tangkap, penjarakan yang lama bahkan hukum mati, tapi harus ada pembuktian terlebih dahulu, tapi kalau densus kekuatanya se absolut itu, bisa main tangkap atau bahkan tembak mati orang tanpa pembuktian, kemudian masyarakat diam saja, bisa jadi kita atau keluarga kita nanti bakalan jadi korban "salah tangkap" mereka, dan ga akan ada yang mempertanyakan bener kah tindakan mereka?

Jangan terlena karena saat ini sasaran mereka bukan dari golongan kalian, bisa jadi nanti saat mereka mulai menganggap kalian musuh dari penguasa, metode yang sama bisa dilakukan pada kalian.

Btw dahulu kala thread kayak gini ga bakalan lama di kaskus,pasti langsung di hapus karena mengandung isu sara, sekarang? Di share di FB sama admin.

kaskus yg dulu bukanlah yg sekarangemoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By temonoid


sebelum dia taat mungkin pernah dikerok. kek ga pernah liat org di tato tapi jadi muslim taat aja situ. kebetulan bapak kos ane gitu, jadinya soleh bener. emoticon-Big Grin


Dan sepertinya agan termasuk orang yg to the point ya, langsung tanpa lihat kanan kiri hahah.
Ya tentu saja saya ga pernah liat muslim taat bertatoo, krn muslim tidak bertatoo, mana ada muslim taat bertatoo, kalo ada muslim bertatoo berarti bukan muslim yg taat. Jng kan bertatoo, memakai emas pun dilarang.
Jng bilang itu urusan antara dia dan Tuhan, krn pada dasarnya hal itu mmg dilarang, klo dilarang tp msh dilakukan berarti kan kita bisa lihat, itu muslim yg bagaimana. Ga beda jauh sama mereka yg suka membunuh diri sendiri, menghilangkan nyawa orang lain, meneror dll. Sdh jelas diajarkan tdk boleh memerangi tanpa sebab(kecuali mempertahankan diri dan untuk membela agama yg sdh di injak oleh oknum ttu)

Tampilan mereka bisa islam, tp apa mereka muslim yg benar? Pelaku bisa jd siapa saja atau ikut agama apa saja dan keluar melenceng jauh dari ajaran.

Yah mengingatkan aja, jng samakan mayoritas muslim yg masih punya akal ini dng segelintir oknum yg ga jelas tujuan hidupnya itu.
Quote:Original Posted By kaskus183


Dan sepertinya agan termasuk orang yg to the point ya, langsung tanpa lihat kanan kiri hahah.
Ya tentu saja saya ga pernah liat muslim taat bertatoo, krn muslim tidak bertatoo, mana ada muslim taat bertatoo, kalo ada muslim bertatoo berarti bukan muslim yg taat. Jng kan bertatoo, memakai emas pun dilarang.
Jng bilang itu urusan antara dia dan Tuhan, krn pada dasarnya hal itu mmg dilarang, klo dilarang tp msh dilakukan berarti kan kita bisa lihat, itu muslim yg bagaimana. Ga beda jauh sama mereka yg suka membunuh diri sendiri, menghilangkan nyawa orang lain, meneror dll. Sdh jelas diajarkan tdk boleh memerangi tanpa sebab(kecuali mempertahankan diri dan untuk membela agama yg sdh di injak oleh oknum ttu)

Tampilan mereka bisa islam, tp apa mereka muslim yg benar? Pelaku bisa jd siapa saja atau ikut agama apa saja dan keluar melenceng jauh dari ajaran.

Yah mengingatkan aja, jng samakan mayoritas muslim yg masih punya akal ini dng segelintir oknum yg ga jelas tujuan hidupnya itu.


mengingatkan juga, jgn liat org dari covernya aja. bisa aja orgnya bertato tapi ternyata dia taat. org tatonya bekas saat dia jadi org ga bener kok. mau diilangin org udah permanen, gw juga pernah denger kalo tatonya emang udah permanen dilarang dihilangkan kalau memang menyakiti kulit. sayngnya gw ga tanya lebih lanjut kenapa dia tobat. emoticon-Big Grin

ok sama2 mengingatkan. emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By temonoid


mengingatkan juga, jgn liat org dari covernya aja. bisa aja orgnya bertato tapi ternyata dia taat. org tatonya bekas saat dia jadi org ga bener kok. mau diilangin org udah permanen, gw juga pernah denger kalo tatonya emang udah permanen dilarang dihilangkan kalau memang menyakiti kulit. sayngnya gw ga tanya lebih lanjut kenapa dia tobat. emoticon-Big Grin

ok sama2 mengingatkan. emoticon-shakehand


Ane jg pernah denger gan, klo ada yg bilang tato gpp ga diilangin karena menyakiti diri, cuman belum searching2 lagi itu fatwa siapa dan bener apa gak. Tapi masalahnya tato emang ga bisa ilang gan jadi ada terus, tapi klo alis? 1-2 minggu bukanya tumbuh lagi?

Ane pribadi skeptis sama kasus ini, tapi juga gak nuduh kalau ini kasus rekayasa, karena ane jg ga tau apa2, tapi jujur, kemarin liat wawancara 2 teroris itu di tv itu, ane kesel setengah mati, dia jawab nyantai cengar-cengir, ga tau dia sudah ngerusak image dan ngefitnah umat islam indonesia.

Dan yg ane masih bingung, kenapa dia mau diwawancara, ngebeberin rencana pemboman, perekrutan, dan lain2 dengan santainya, Padahal biasanya penjahat harus di introgasi dulu, kadang sampe disiksa baru buka mulut. Apa yg organisasi teroris itu dapat dari wawancara panjang lebar?
Quote:Original Posted By kaskus183
ah dari foto yg beredar bisa dilihat perempuan itu alisnya dikerok, dan sejak kapan muslimah sesungguhnya mengerok alis. dari situ aja saya lihat.


BETUL BANGET GAN, INI CUMA ANOTHER FITNAH.