alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/584e7b54d89b092b088b4571/tafsir-al-misbah-meneladani-akhlak-rasulullah
Tafsir Al-Misbah: Meneladani Akhlak Rasulullah
Tafsir Al-Misbah: Meneladani Akhlak Rasulullah

Metrotvnews.com, Jakarta: Rasulullah Muhammad SAW dan kesempurnaan akhlak adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Dia adalah teladan segala sikap terpuji. Kemuliaan nabi terakhir ini melingkupi seluruh aspek kehidupan yang ia jalani.


"Dari segi nama saja, ia sudah sangat terpuji. Kata Muhammad bermakna orang yang dipuji berkali-kali," kata KH Quraish Shiab dalam Tafsir Al-Misbah Edisi Spesial Maulid Nabi Muhammad SAW, di Metro TV, Senin (12/12/2016).


Keutamaan akhlak Nabi Muhammad seiring sejalan dengan misi Islam yang diembankan kepadanya. Yakni, Ketauhidan Allah SWT. Ia bertugas menyampaikan pesan ke-Esaan Tuhan kepada umat manusia. Jika diibaratkan matahari dalam sistem tata surya, tauhid menempati posisi sentral yang menuntut kebergantungan planet dalam kesatuan sistem yang saling terhubung.


Sari pati ajaran Islam pun akhirnya merujuk kepada pesan kesatuan dan persatuan. Proses ini tidak dapat dibentuk terkecuali melalui akhlak yang baik. Satu contoh akhlak yang baik adalah menghargai hak dan pendapat orang lain.


"Maka perlu adanya sikap toleransi," kata Quraish Shihab.


Bukti Islam mengajarkan persatuan adalah ketidaksukaan Tuhan terhadap pemisahan. Ambil misal dalam pernikahan, meski tidak diharamkan sebuah perceraian, namun kepada hal itu secara tegas Allah membencinya.


Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi bersabda: "Suatu perkara halal yang dibenci Allah SWT adalah perceraian."


Kesatuan dan menghargai pendapat


Sikap toleransi Rasulullah Muhammad dalam mewujudkan cita-cita kesatuan umat terekam dalam peristiwa Hudaibiyyah. Pada tahun keenam setelah hijrah, Nabi menyepakati perjanjian dengan pengadang di suatu wilayah yang terletak di antara Mekkah dan Madinah. Dalam peristiwa itu, Nabi tampak begitu legowo menerima setiap pendapat yang dilontarkan pihak yang berseberangan.


Nabi mengiyakan ketika kaum Musyrik tidak menghendaki menuliskan kalimat Bismillah ar-Rahman ar-Rahim dalam lembar perjanjian. Ia juga tak begitu memersoalkan penggantian kata Rasulullah dengan Ibn Abdullah. Ketika para sahabat mulai menunjukkan kemarahan, termasuk kepada Umar ibn Khattab, Nabi menjelaskan yang jauh lebih penting dari hal-formal itu adalah keamanan dan kenyamanan seluruh pihak yang bersepakat dalam kesatuan perjanjian.


"Pola ini juga yang diteladani para pendiri Republik Indonesia. Mereka rela menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi terwujudnya kesatuan dan persatuan," kata Quraish Shihab.


Nabi juga merupakan pendengar yang baik bagi para sahabatnya. Meski di satu-dua babak ia merasa tak setuju dari sisi pribadi. Gambaran ini tampak ketika beberapa sahabat memilih menuruni bukit dalam perang Uhud.


Sikap toleran dan menghargai pendapat orang lain menjadi bagian dari kesempurnaan akhlak Muhammad. Sikap itu sejalan dengan kemurkaan Allah SWT terhadap golongan yang memaksakan pendapat, sebagai mana yang terdapat dalam QS. Ar-Rum: 31-32.
Quote:

Janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik (31), yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka, dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa (pendapat) yang ada pada golongan mereka (32).



Pendidikan akhlak keluarga


Akhlak yang baik dapat dibangun melalui kebiasaan yang baik pula. Kebiasaan itu perlu dibangun meliputi keseluruhan aspek yang bersinggungan dengan hidup manusia. Tidak hanya berlaku baik kepada Tuhan, namun juga kepada sesama muslim, sesama manusia, terhadap binatang, dan seluruh alam.


Menanamkan akhlak yang baik dalam lingkungan keluarga akan menghadapi beberapa tantangan. Pertama, perkembangan teknologi yang mesti dikendalikan, semisal pemantauan akses internet bagi anak. Juga memberikan perlindungan ekstra ketika mereka berada di luar lingkup keluarga.


"Generasi sekarang ibarat mandi di dua pancuran air. Kebaikan dan keburukan. Sayangnya, kebaikan yang menyiramnya hanya menetes, sementara peluang keburukan begitu deras," kata Quraish Shihab.


Kedua adalah pentingnya keteladanan orang tua. Kemampuan mendidik anak harus dibangun oleh kedua orang tua. Bukan hanya dipasrahkan kepada satu pihak. Lumrahnya, pendidikan anak sekarang ini hanya dibebankan kepada seorang istri.


"Padahal dalam Alquran sudah sangat jelas. Digambarkan dalam kisah Luqmanul Hakim, seorang ayah," kata Quraish Shihab.


Berikutnya adalah pendidikan. Peranan ustaz menjadi semakin penting dalam menanamkan kemulian akhlak kepada generasi Islam. Pendidikan akhlak anak diberikan dalam porsi yang lebih besar dari pada aspek lainnya. Hal ini demi memberikan pemahaman bahwa agama telah benar-benar membawa kebaikan, bukan kerusakan.


"Islam adalah akhlak. Tidak ada ajaran Islam yang tidak disertai dengan saran berakhlak," pesan Quraish Shihab.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...lak-rasulullah

---

Kumpulan Berita Terkait TAFSIR AL MISHBAH :

- Tafsir Al-Misbah: Meneladani Akhlak Rasulullah Tafsir Al-Misbah: Meneladani Akhlak Rasulullah

- Tafsir Al-Misbah: Meneladani Akhlak Rasulullah [URL="/play/2016/07/04/551619/tafsir-al-mishbah-qs-ar-rum-36-42-5"]Tafsir Al Mishbah: QS Ar Rum 36-42 (5)[/URL]

- Tafsir Al-Misbah: Meneladani Akhlak Rasulullah [URL="/play/2016/07/04/551618/tafsir-al-mishbah-qs-ar-rum-36-42-4"]Tafsir Al Mishbah: QS Ar Rum 36-42 (4)[/URL]

semoga ulama di indonesia bisa mengikuti akhlak rasul, biar gk ribut2 lagi apalagi demo2an emoticon-shakehand