alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/584e57a7c0cb1732788b4567/coba-di-perhatikan
coba di perhatikan..
coba di perhatikan..

SEMARANG, NETRALNEWS.COM -Yesus menjawab mereka, "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku."

Hari ini, Minggu (11/12/2016) adalah Minggu Adven ketiga. Minggu Adven ini biasa disebut Minggu Gaudete. Kata Latin Gaudete berarti bersukacitalah dan bergembiralah!

Hari ini kita dipanggil untuk bersukacita dan bergembira selalu dalam Tuhan. Gaudete in Domino semper (Filipi 4:4-5). Semua bacaan hari ini bertema sukacita dan kegembiraan sesuai dengan Minggu Gaudete.

''Kita bersukacita karena Yesus Kristus yang membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta ditahirkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan orang miskin menerima kabar baik. Berbahagialah kita yang tidak sangsi dan tidak menolak Dia,'' ujar Romo Aloysius Budi Purnomo Pr dalam renungan Minggu Advent ketiganya.

Hari ini adalah Hari Minggu Sukacita. Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya memulai dengan pernyataan ini, "Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorai" (Yesaya 35:1-2).

Hari ini kita berkumpul untuk merayakan Yesus Kristus dalam Ekaristi. Kenyataannya, Sakramen Ekaristi adalah Sakramen Sukacita. Kita berjumpa dengan Yesus Kristus yang adalah wajah kerahiman Allah.

Dalam dan melalui Dia "Allah akan menghapus air mata setiap orang; kematian tak akan ada lagi, tak ada lagi dukacita dan tetes air mata, tiada lagi ratapan sendu sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (bdk. Wahyu 21:4).

Dan dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita bersembah sujud di hadirat-Nya dengan sukacita. Ia adalah satu-satunya alasan kita untuk selalu bersukacita. Kian kita mengosongkan diri di hadirat-Nya, kian tersedia ruang bagi Allah untuk memenuhi kita dengan sukacita-Nya.

''Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah sajalah alasan kami selalu bersukacita. Anugerahilah kamin iman yang penuh sukacita dalam menyambut Dikau. Semoga kami selalu bersukacita hari ini dan setiap hari kini dan selamanya,'' demikian doa Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang ini. Amin.

Berita dan gambar ini hubungan nya apa gan?
Bukan sara ya... cuma bingun aja saya melihat nya... ini berita apa.. kok gambar dan berita berbeda
pertamax diamankan
emoticon-Salah Kamar http://www.kaskus.co.id/forum/10