alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/584e4283dc06bd72438b4576/festival-keragaman-manado-kelompok-hadra-iringi-lagu-spiritual
Festival Keragaman Manado: Kelompok Hadra Iringi Lagu Spiritual
Festival Keragaman Manado: Kelompok Hadra Iringi Lagu Spiritual

Manado, GATRAnews — Pesan perdamaian dan kesetaraan disuarakan dari Manado Sulawesi Utara ke bumi persada Indonesia, lewat Festival Keragamaan yang berlangsung Sabtu (10/12) di Aula Gedung DPRD Sulut. Ajakan menggerakan semangat persatuan dalam pluralitas semakin tampak saat kelompok hadra umat Muslim menyanyikan lagu Ibrani “Havenu Shalom Alechem”.

Kelompok pemusik hadra dari komunitas Lesbumi dengan tetabuhan kencer, bas, kepak dan dumbuk tampak begitu khusyuk mengiring lagu Ibrani yang dalam bahasa Indonesianya berarti "ku bawa berita sejahtera". Penyanyinya kemudian menyadur lagu itu ke bahasa Arab dilantunkan berganti-ganti dengan bahasa aslinya. Tak lama tampil seorang pemudi dari Umat Kristiani yang berkolaborasi dengan penyanyi utama menyanyikan lagu Natal “Dari Pulau dan Benua”. Tentu saja, lagu itu ikut disadur ke bahasa Arab. Acara Festival Keragaman di Manado dilaksanakan oleh berbagai komunitas pemilik semangat persatuan yang sama. Mereka di antaranya Al-Hikam, Peradah Sulut, Pemuda GMIM, generasi muda Khonghucu, Komunitas Budaya Tionghoa Sulut, Peruati, Pemuda Oikumene, Peradah Sulut, komunitas LGBT, Swara Parangpuan, komunitas artis Manado, komunitas kepercayaan Lalang Rondor Malesung, Mawale Movement dan lainnya dengan lantang menyorakan pesan-pesan perdamaian dan kesatuan di tengah perbedaan. Sulut diharapkan menjadi barometer Kebhinekaan di Tanah Air.
Umat Muslim turut memeriahkan Festival Keragaman Manado (GATRAnews/Ady Putong)
Habib Muchsin Bilfaqih dari Yayasan Al-Hikam dalam pernyataannya mengatakan warga Indonesia telah diasuh oleh Ibu Pertiwi. Maka ini merupakan hutang budi besar bagi bangsa dan negara. “Agama dan kepercayaan kita boleh berbeda-beda, ada Muslim, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, Khonghucu dan penganut keyakinan dan budaya, tapi kita disatukan satu agama, namanya Pancasila,” cetus salah satu tokoh Muslim pluralis di Manado itu. “Ada upaya negara kita mau dijadikan negara agama, ini harus kita hadang bersama karena jasa para leluhur telah mengangkat harkat dan martabat kita untuk menjadi satu dalam perbedaan,” katanya. Kemudian bergantian para tokoh lintas agama mendoakan Indonesia lewat keyakinannya masing-masing. Selain Muchsin Bilfaqih mewakili umat Muslim ada Pdt Dr Richard Siwu dari Protestan, Uskup Manado Mgr Joseph Suwatan MSC dari Katholik, Drs IWB Wedha Manuaba dari Hindu, Jimmy Sofyan Yosadi dari Khonghucu serta Bhikkuni Meici Bibiana Runtuwene dari Buddha. Juga tampil Budayawan Minahasa Denni Pinontoan MTeol dan teolog perempuan Ruth Wangkai menyampaikan orasi bertema keberagaman dan anti penindasan. Bergantian pula tampil bermacam atraksi budaya seperti bleganjur dari Bali, barongsai milik etnis Tionghoa, Kabasaran dari Minahasa, tarian etnis Bajo, tarian profetik hingga teater dari MAN Model.

Reporter: Ady Putong
Editor: Nur Hidayat

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/sulaw...lagu-spiritual

---


- Kemenag: SKB 2 Menteri Bisa Diamandemen