alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581b3c2cde2cf22a188b4572/mau-tanya-status-hukum-dari-si-ahok
Mau tanya status hukum dari si Ahok
Besok ada demo besar besaran. Kita semua tau mau mereka apa. Mereka tidak ingin Ahok jadi calon gubernur.

Jadi ini gubernur tidak korupsi, berani lawan koruptor, dan tidak salah apa apa. Tapi kalau statusnya sudah "tersangka" dia jadi tidak bisa calon.

Artinya orang yang belum tentu bersalah, dan bahkan kalau ke pengadilan pun belum tentu bersalah, tidak bisa jadi gubernur.

Ini apa betul hukum di indo seperti ini?

Polisi kan bukan hakim. Wewenang polisi apa? Apa artinya nanti kepala polisi di indo menentukan gubernur di negara kita atau bagaimana?

Apa jaminannya si polisi akan objective? Polisi kan bukan hakim?

Anyway, saya barusan menonton video dari teman saya. Ini ada orang yang pidato didepan pendemo. Dia bilang musuh mereka cina. Kemudian dia pidato akan bayar 1m buat orang yang gorok leher ahok. Kok kayaknya ada double standard.

http://sendvid.com/brxt2ox6

Pidato seperti ini itu melanggar hukum tidak sih? Saya terpaksa post di forum supaya ada bukti kalau ini bukan "demo" damai. Orang orang itu tidak berniat demo dalam arti menyampaikan pendapat supaya kita berubah pikiran. Ini orang mau makar.
waduh ane gatau gan. mungkin bawah ane tau
Polisi berwenang menetapkan tersangka. Tersangka dianggap tidak bersalah sampai ada putusan hakim yang BKHT
Jadi polisi berwenang menetapkan tersangka tanpa harus objective tanpa check dan balance?

Artinya orang bisa gagal jadi calon gubernur, sempat dipenjara dulu, meskipun dia belum tentu bersalah. Begitu?
Quote:Original Posted By muridhukum
Jadi polisi berwenang menetapkan tersangka tanpa harus objective tanpa check dan balance?

Artinya orang bisa gagal jadi calon gubernur, sempat dipenjara dulu, meskipun dia belum tentu bersalah. Begitu?


Tentunya penetapan tersangka melalui beberapa prosedur yg telah ditetapkan

Status tersangka tetap bisa maju kok
Sebagai referensi agan boleh baca2 UU 10/2016, UU 1/2015 dan UU 1/2014 tentang Pilkada


ikut nimbrung ya gan.

jujur ane kcewa...
peribahasa ini mngkn bisa dijadikan cerminan.

"nila setitik merusak susu sebelangga"

hnya krn salah / kepleset ucap bisa jd sprt ini.

saya akui AHOK dalam memimpin DKI emang top markotop klo blh dibilang tiada tandingan..

utk mnentukn bersalah atau tdk... nnti akn dilihat unsur2nya ttg pnistaan agama di KUHP... klo smua unsur masuk ya tamatlah AHOK.

ane jg berharap ada pemimpin2 sperti AHOK di Negara Kita.

ttg kasus tsb smoga kita smua jd lbh mawas diri dlm berucap.
×