alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581b066b12e25752058b456e/menguji-efektivitas-distribusi-tertutup-elpiji-bersubsidi
Menguji efektivitas distribusi tertutup elpiji bersubsidi
Menguji efektivitas distribusi tertutup elpiji bersubsidi
Seorang petugas melakukan pemasangan 'converter kit' untuk mengkonversi elpiji, menjadi bahan bakar mesin kapal, di Dermaga rakyat kelurahan Tritih Wetan, Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, Rabu (19/10). Sebanyak 902 nelayan di Kabupaten Cilacap memperoleh bantuan 'converter kit' gratis, dari kementerian ESDM, untuk nelayan kecil, dengan perahu bermesin empat tak.
Pemerintah masih mencari formula yang tepat untuk mendistribusikan gas elpiji bersubsidi agar tepat sasaran. Salah satunya adalah skema distribusi tertutup.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, I Gusti Nyoman Wiratmadja mengatakan, dalam skema ini, pemerintah menyiapkan tiga opsi pendistribusiannya.

Pertama, konsumen akan diberikan kartu khusus pengambilan elpiji 3 kilogram (kg). Kedua dengan memberikan uang tunai. Ketiga adalah dengan pembelian terbatas memakai pengenalan sidik jari.

Namun, pemerintah hanya akan melakukan uji coba dengan menggunakan satu opsi, yakni pembagian kartu. Skema tertutup melalui penggunaan kartu ini sudah diujicobakan terlebih dahulu di Batam dan Tarakan, Kalimantan Utara.

Skema penyalurannya adalah melalui sebuah kartu yang dibuat atas kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kartu itu selanjutnya dibagikan kepada masyarakat penerima elpiji 3 kg. Data penerima subsidi diserahkan kepada bank untuk kemudian dimasukkan ke dalam sistem.

Agar lebih akurat, setiap pangkalan resmi elpiji 3 kg yang terdaftar di Pertamina menerima mesin transaksi (EDC/Electronic Data Capture). Penguna kartu kemudian mendatangi pangkalan untuk membeli dengan harga subsidi dengan cara menggesekkan kartu ke EDC.

Dalam Liputan6, Wiratmaja mengatakan dengan penerapan distribusi tertutup ini, maka pasokan akan lebih terjamin karena setiap masyarakat yang berhak mendapat jatah tiga tabung per bulan untuk rumah tangga dan sembilan tabung per bulan untuk usaha mikro.

Manfaat lainnya adalah akan terjadinya kestabilan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pada masing-masing wilayah. Sehingga tidak ada lagi perbedaan harga akibat permainan spekulan yang ingin mengambil untung besar.

Sayangnya, kebijakan ini belum berlaku serentak di seluruh wilayah. "Sedang dibahas, (wilayah) mana dulu. Tapi yang jelas bertahap seluruh Indonesia hingga akhir 2017," lanjutnya.

Hal ini disebabkan karena sistem perbankan di beberapa wilayah terpencil yang belum mendukung untuk menerapkan sistem ini.

Adapun pembelian elpiji bersubsidi 3 kg dengan uang elektronik tidak hanya berlaku di tingkat konsumen, tetapi juga berlaku untuk pangkalan yang membeli elpiji ke agen dan agen yang membeli elpiji ke PT Pertamina (Persero).

Pengamat kebijakan energi, Sofyano Zakaria menilai distribusi tertutup tetap harus memerlukan pengawasan yang ketat dan memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang signifikan. Karena, tingkat keberhasilannya akan bergantung pada SDM tersebut.

Berkaca pada pengalaman subsidi BBM, lanjut Sofyano dalam Okezone, jelas terbukti bahwa pemerintah hanya bisa mengimbau agar orang mampu tidak membeli, namun tidak pernah berhasil membuat orang-orang tersebut itu tidak menggunakan sama sekali.

"Melarang masyarakat mampu untuk tidak gunakan elpiji subsidi akan bermasalah dengan asas keadilan dan ini pasti akan menimbulkan pro kontra dan debat berkepanjangan serta gejolak sosial, apalagi pada kenyataannya tidak ada undang undang yang khusus mengatur tentang subsidi," katanya.

Penerapan distribusi tertutup dilatarbelakangi usulan pemerintah perihal subsidi elpiji 3 kg senilai Rp28,68 triliun untuk 54,9 juta rumah tangga dan 2,3 juta usaha mikro.

Namun dengan pemberian subsidi elpiji Rp20 triliun, maka akan digunakan untuk 26 juta rumah tangga, yang masuk dalam kalangan keluarga kurang mampu sesuai dengan data Tim Nasional Percepatan Pengendali Kemiskinan (TNP2K) dan 2,3 juta usaha mikro.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, saat ini ada 20 persen pengguna gas nonsubsidi 12 kg berpindah konsumsi ke gas 3 kg bersubsidi.

Ini disebabkan naiknya harga gas nonsubsidi sebesar Rp5.000 pada 1 Maret lalu menjadi Rp142.000 atau Rp12.000 per kgnya. Sementara harga gas 3 kg hanya berkisar Rp4.250 kg.

Sejak awal tahun hingga Maret lalu, kuota gas subsidi sudah terpakai 0,67 metrik ton dari total kuota sebesar 5,77 metrik ton. Permintaan gas elpiji diprediksi Bambang terus meningkat. "Kalau tidak dibatasi, ya, (kuota elpiji subsidi) bisa jebol," tutur Bambang.

Di sisi lain, untuk menerapkan distribusi tertutup juga penting untuk dilakukannya perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007, tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga elpiji bersubsidi 3 kg, yaitu golongan rumah tangga dan usaha mikro. Pasalnya, aturan ini yang menjadi celah tidak tepatnya sasaran subsidi elpiji 3 kg.
Menguji efektivitas distribusi tertutup elpiji bersubsidi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...iji-bersubsidi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Menguji efektivitas distribusi tertutup elpiji bersubsidi Kabar bohong merayap jelang aksi 4 November

- Menguji efektivitas distribusi tertutup elpiji bersubsidi Penurunan Patung Buddha dan spanduk intoleran di Tanjungbalai

- Menguji efektivitas distribusi tertutup elpiji bersubsidi Mengenang Tsar Bomba, bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan