alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581ad1c1dc06bdc21a8b456c/ngaku-tak-anti-unjuk-rasa-sby-dulu-4-kali-demo-besar-tak-di-istana
Ngakak 
Ngaku tak Anti Unjuk Rasa, SBY dulu 4 kali Demo Besar tak di Istana
Ngaku tak Anti Unjuk Rasa, SBY dulu 4 kali Demo Besar tak di Istana
Reporter : Lia Harahap | Kamis, 3 November 2016 08:34


Ngaku tak Anti Unjuk Rasa, SBY dulu 4 kali Demo Besar tak di Istana

Merdeka.com - Diperkirakan seratus ribu orang dari sejumlah ormas bakal memadati kawasan pusat Jakarta pada Jumat 4 November mendatang. Mereka akan berdemo, menuntut proses hukum pada calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ditegakkan.

Demo ini buntut dari ucapan Ahok, sapaan Basuki, saat berkunjung ke Kepulauan Seribu beberapa waktu silam. Ahok kala itu menyinggung Surah Al Maidah yang dikaitkan dengan cara memilih pimpinan dan perkataan tak patut.

Semakin jadi polemik, Ahok tak segera meminta maaf. Dia baru mengakui kesalahannya setelah ramai diprotes sampai disikapi serius oleh Majelis Ulama Indonesia.

Demi menciptakan suasana demo yang aman dan tertib, Presiden Joko Widodo sampai bertemu ulama. Tak cuma Jokowi, sejumlah elite politik, juga sibuk mengadakan pertemuan. Ditambah lagi pengerahan personel pengamanan hingga belasan ribu.

Sebagai bekas orang nomor satu di Tanah Air, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sempat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Selasa malam kemarin. Diakuinya, dalam pertemuan itu menyinggung kondisi dan keamanan negara jelang pilkada serentak Februari 2017 mendatang, khususnya Pilgub DKI Jakarta dan demo 4 November mendatang

SBY tak mau menyikapi berlebihan demo Ahok pada Jumat lusa. Dia hanya berpesan, demo apapun tak harus dihindari. Dua periode menjadi Presiden, SBY mengklaim selalu terbuka dengan berbagai protes yang dialamatkan padanya lewat berbagai demo.

"10 Tahun saya jadi Presiden, sepanjang 10 tahun unjuk rasa ada terus mulai dari yang kecil menengah maupun yang besar," ujar SBY di kediamannya saat menggelar konferensi pers, Cikeas, Rabu (2/11).

"Saya tidak alergi unjuk rasa," imbuhnya.

Meski tak antidemo, dalam catatan merdeka.com, selama menjabat SBY sering tak ada di tempat saat demo besar-besaran di depan Istana.

Pada peringatan hari anti Korupsi pada 29 Desember 2009 lalu, ada unjuk rasa besar-besaran di Istana Negara. Ribuan orang menggeruduk Istana di Jalan Medan Merdeka Utara saat itu.

Namun sayang, saat aksi digelar SBY sedang berada di Bali untuk acara internal. Bahkan SBY sempat mencurigai aksi demo yang dilakukan oleh Gerakan Indonesia Bersih (GIB) itu.

Kemudian, pada 28 Januari 2010 lalu. Ribuan orang berdemo di depan Istana terkait 100 Hari Pemerintahan SBY.

Mereka mengusung lima isu dalam aksi kali ini. Yakni kegagalan Presiden SBY melindungi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional. Lalu ketidakmampuan Yudhoyono menegakkan negara hukum dan memberantas korupsi.

Para pengunjuk rasa juga menilai Yudhoyono gagal menyejahterakan dan melindungi petani, guru, nelayan, kaum miskin perkotaan, dan buruh migran. Selain itu, Yudhoyono dianggap gagal mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyehatkan bangsa.

Namun saat demo berlangsung, Presiden SBY tidak berada di Istana melainkan menggelar acara di Banten, Jawa Barat. SBY meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Provinsi yang dipimpin oleh Ratu Atut Khosiyah tersebut.

Lalu pada 28 Maret 2012, saat Ibu Kota Jakarta dikepung demonstrasi menolak kenaikan harga BBM, Presiden SBY kembali tidak berada di Istana.

Padahal saat itu, massa berdemo di sejumlah titik seperti Gedung DPR, Monas dan Istana Negara. Hampir seluruh komponen masyarakat turun ke jalan saat itu.

Namun di saat yang bersamaan, SBY sedang lawatan ke luar negeri, tepatnya China, Hongkong, dan Korea Selatan.

Kemudian, pada 25 Maret 2013, berembus kencang akan ada demo kudeta SBY. Titik utama massa berkumpul ada di depan Istana Negara.

Demo yang dilakukan oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) di bawah Ketua Presidium Ratna Sarumpaet menuntut SBY turun dengan bertujuan ingin membentuk pemerintahan transisi.

Namun lagi-lagi SBY tidak akan berada di Istana Negara. SBY langsung bertolak menuju Bali melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Rombongan kepresidenan dijadwalkan lepas landas sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelum bertolak ke Bali, SBY terlebih dahulu menerima kunjungan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf di Istana Merdeka.

Saat memberikan keterangan pers terkait sejumlah isu termasuk soal demo 4 November, SBY juga mengatakan saat dirinya menjadi Presiden setiap ada unjuk rasa selalu memerintahkan staf pribadinya untuk mendengar tuntutan pendemo.

"Saya utus staf pribadi saya, apa tuntutannya agar bisa jadi pertimbangan menetapkan kebijakan. Saya buktikan 10 tahun. Ada unjuk rasa, pemerintahan kami tidak jatuh, ekonomi tetap tumbuh saya masih bisa bekerja," pungkasnya.



https://www.merdeka.com/peristiwa/ng...di-istana.html




"Katakan TIDAK alergi Demo Pada [hal] Alergi... Ngaku tak Anti Unjuk Rasa, SBY dulu 4 kali Demo Besar tak di IstanaNgaku tak Anti Unjuk Rasa, SBY dulu 4 kali Demo Besar tak di Istana

Ngaku tak Anti Unjuk Rasa, SBY dulu 4 kali Demo Besar tak di Istana


* Peringatan : Nasbung gak usah quote ane... sumbu ane pendek... emoticon-Mad
Buat panasbung sama panastak


Ente kumful ama macan ente bakalan jadi macan
Entekummful ama kuda ente bakalan jadi kuda
Ente kmful ama safi ente bakalan jadi safi
Ente kumful sama onta ente bakalan jadi onta
Ente kumful sama babi ente bakalan jadi babi



Cinta itu ibarat racun yang membutakan
Kasih itu adalah benih kebahagiaan
Cintailah sesamamu dengan sewajarnya
Agar tidak buta kau dibuatnya
Kasihilah sesamamu dengan segenap hatimu
esbeye selalu hadir tiap ada demo masak emoticon-Stick Out Tongue
Ahok jg nyantai saja tuh di demo...
ttep blusukan n gak mewek...
emoticon-Ngakak
lah kan bener dia ga alergi unjuk rasa, emoticon-Traveller
lho kan sering demo juga .... demo lagu baru, demo buku baru .... emoticon-Toast
Sekarang yg dulu doyan demo bobok enak digedung kutang...

Napitolol
Kebo mewekan lu suruh jadi berani emoticon-Ngakak
dulu gak perlu ngundang ulama butuh amplop ke istana kaleee
Kemudian, pada 25 Maret 2013, berembus kencang akan ada demo kudeta SBY. Titik utama massa berkumpul ada di depan Istana Negara.

Demo yang dilakukan oleh Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) di bawah Ketua Presidium Ratna Sarumpaet menuntut SBY turun dengan bertujuan ingin membentuk pemerintahan transisi.

ini legend lohh ....... kalo dipanggil 3 x bisa2 bakal nongol tiba2 dibelakang ente..... hiiiiiiiii
beda lah

sby gapernah ngelarang demo, media dulu ga panik, polkisnya dulu ga ketakutan

biasa aja


lah ini, belom apa apa udah cepirit aja
Dulu yang anti kenaikan bbm,
Bikin buku putih,
Sampe walk out sambil nangis,

Sekarang pas naik bbm diam membisu
emoticon-Stick Out Tongue
belom ada yg nyinggung pas jaman SBY demonya dari kubu mana? emoticon-Big Grin
demo tiap pemerintahan pasti ada.
kalo gak ada di istana sih, maklum aja.
menghindar dari keributan.
tapi apa demonya dilarang atau tidak?
kalo ada demo saja sudah ngerengek dan ngelarang, mungkin itu yang jadi masalah.
klo begitu saiya ndak jd prihatin
loh kan emank ngak anti mau demo ya demo aja! org yg di demo ada di tempat ato ngak ya urusan yg demo! kasihan panastak ngak punya akal n pikiran yg sehat!


jgn karna kebencian mu terhadap seseorg/kaum sehingga km tidak berbuat adil kepadanya emoticon-Traveller
*(Analisa) Kenapa SBY Malah Memprovokasi?*

Melihat nada bicara SBY saat memberi keterangan pers pagi ini, saya melihat adanya kelicikan luar biasa. Sejauh pantauan saya, SBY ini sakit, mengalami post power syndrome akut. Pernyataan SBY justru semakin mengkonfirmasi bahwa kecurigaan banyak orang yang bertanya-tanya mengapa Jokowi hanya mendatangi Prabowo dan mengundang MUI, NU serta Muhammadiyah. Sementara SBY secara otomatis tersudutkan, seperti yang saya bahas sebelumnya. Apa yang dilakukan Jokowi benar-benar strategi memukul semak-semak agar ularnya keluar.

Sekarang coba saya tanya, SBY berbicara soal demonstrasi 4 November kapasitasnya sebagai apa? Sebagai mantan Presiden, ketua umum Demokrat, apa sebagai orang tertuduh?

Sikap SBY yang baper maksimal ini memang bukan hal baru, dulu saat Jokowi blusukan ke Hambalang, SBY mendadak sensi. Kemudian curhat macam-macam, ngalor ngidul, seperti mantan yang tidak terima karena diputus.

Sebagian orang mungkin sedang kasihan atau prihatin dengan SBY yang kini tersudut. Namun saya melihat dari sudut pandang yang lain. SBY telah menjadi provokator yang sangat buruk. Keterangan pers SBY membuat kondisi yang sudah mereda kini malah memanas lagi.

“Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dianggap menistakan agama. Ayo kita kembali ke situ dulu, itu tidak boleh dan dilarang. Kita harus kembali ke sistem hukum dan KUHP. Kalau negara kita tidak mau terbakar oleh amarah penuntut keadilan maka pak Ahok yang harus diproses hukum. Jangan sampai beliau (Ahok) kebal hukum sebab ini bagian dari demokrasi, kita negara demokrasi,” kata SBY.

“Ya Pak Ahok harus juga diproses secara hukum, jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law, itu nilai-nilai keadilan,” ingat SBY.

SBY mengingatkan lagi jangan sampai ada rumor Ahok tidak bisa disentuh. “Bayangkan, do not touch Ahok. Nah setelah Pak Ahok diproses hukum semua pihak menghormati. Ibaratnya jangan gaduh. Apakah Pak Ahok bersalah atau tidak diserahkan ke penegak hukum,” katanya lagi.

SBY bukan orang bodoh dalam komunikasi. Dia pasti menyadari betul bahwa setiap kalimat yang diucapkannya memiliki muatan provokasi yang sangat buruk. Sekarang coba kita perhatikan dan pertanyakan, siapa yang menganggap Ahok kebal hukum? SBY. Lalu SBY sendiri yang menyerukan agar jangan ada ada seperti itu. Kan kampret! Sakit! Sudahlah jangan pura-pura bego, kita semua pasti menyadari ini sangat disengaja. Provokatif.

Selanjutnya SBY juga menjelaskan bahwa orang-orang yang datang dari daerah ke Jakarta tidak hanya ingin jalan-jalan, melainkan ada sesuatu yang diprotes dan dituntut.

“Mari kita bertanya apa yang kita hadapi. Di Jakarta dan di wilayah lain ada protes. Itu semua pasti ada sebabnya. Tidak mungkin tidak ada, ribuan rakyat berkumpu untuk hepi-hepi, jalan-jalan sudah lama ga lihat jakarta, misalnya seperti itu. Barang kali merasa yang diprotes itu dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah kalau sama sekali tidak didengar, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk rasa.”

Pernyataan ini sangat menarik. Apakah ini menjadi konfirmasi SBY setuju bahwa demo akan terus berlangsung sampai Februari atau sampai Ahok ditangkap? dari mana SBY tau? Jangan-jangan tuduhan SBY lah biang kerok semua ini, atau atas arahan SBY, ternyata memanglah kenyataan.

Jika tuduhan-tuduhan bahwa SBY terlibat dalam aksi demo 4 November itu salah, seharusnya SBY tidak menjadi provokator dengan mendukung demonstrasi atas alasan demokrasi. Sebab NU sudah melarang atribut NU digunakan saat demo. Artinya NU tidak mendukung orang untuk demo. Begitu juga Muhammadiyah, melarang mengatasnamakan organisasi. Sampai Prabowo pun mengatakan, kalau Fadli Zon tetap berdemo, berarti dia turun atas nama pribadi. Lihatlah kondisinya sudah mulai mereda, kemudian SBY menyatakan mendukung demo 300% dan menganggap memang ada yang salah, ada yang dituntut, dan ada yang harus diproses hukum.

Kalau begini kenyataannya, adakah kesimpulan yang lebih masuk akal ketimbang SBY memang menggunakan isu SARA untuk memenangkan anaknya? SBY mendukung demo, mendukung Ahok segera dihukum dan ‘MENGANCAM’ negeri ini akan terbakar kalau proses hukum tidak berjalan.

Padahal kenyataannya proses hukum sedang berjalan. Bohong kalau SBY tidak tau. Tapi kalau benar-benar tidak tau, berarti dia memang tak melakukan apa-apa selama 10 tahun, sebab tak tau apa-apa. Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan sembilan orang saksi termasuk penyebar video ke media sosial dan staf gubernur. Polisi juga telah menyambangi Kepulauan Seribu untuk meminta keterangan warga setempat soal video pidato Ahok. Sementara Ahok sendiri sudah meminta pada Bareskrim agar dirinya segera diperiksa. Itulah proses hukum.

Harusnya SBY menjelaskan itu. Bukan malah memprovokasi bahwa Ahok tidak tersentuh hukum, do not touch dan pernyataan setan “Kalau negara kita tidak mau terbakar oleh amarah penuntut keadilan maka pak Ahok yang harus diproses hukum.” Fiuh!

Banyak yang bertanya-tanya pada saya mengapa SBY tidak besikap seperti negarawan atau seperti mantan Presiden yang bijak? Jawaban sederhananya karena memang memiliki sifat kekanak-kanakan. Lihat saja cara SBY menyebut lebaran kuda, sebenarnya dia iri karena tidak diajak berkuda oleh Prabowo. Padahal dirinya masih merasa memiliki kekuatan dan harus diperhitungkan oleh Presiden Jokowi.

Kenapa bukan lebaran monyet atau lebaran sapi lah yang lebih masuk akal? Sebab di alam bawah sadarnya sudah penuh dengan kuda kuda kuda. Sebab Jokowi berkuda dengan Prabowo.

Tapi jawaban yang lebih ilmiah dan berat, karena sepertinya SBY memang ingin agar acara demo ini terus berlangsung meriah. Jangan terlalu cepat berlalu. Minimal sampai Pilgub selesai. Jika diakhiri 4 November, lalu bubar tanpa ada demo lagi, artinya bencana bagi SBY.

Anda harus bisa membayangkan bagaimana rumitnya kehidupan SBY sekarang.
Antasari dibebaskan pada 10 November, 34 proyek pembangkit listrik mangkrak mau dilaporkan ke KPK, dokumen TPF pembunnuhan Munir hilang di tangannya. Semuanya mengarah pada SBY. Sementara anaknya belum jadi Gubernur, belum punya kekuasaan. Kekuatan Demokrat menurun. Apa ndak stress? Bukankah dengan begini tidak perlu menunggu SBY mati dulu untuk mengusut kasus-kasusnya (seperti yang terjadi pada Supersemarnya Soeharto)? Sebab sudah tak punya kekuasaan dan kekuatan.

Tapi ya sudahlah. Sekarang keterangan pers sudah dibuat. Satu Indonesia jadi tau bahwa kualitas seorang SBY cukup titik-titik.
Sebagai Pakar Mantan, saya ingin mengucapkan permintaan maaf kepada para kuda-kuda karena telah disinggung-singgung oleh SBY.
Serta ingin mendukung penetapan 4 November sebagai hari raya Lebaran Kuda menurut Islam versi Cikeas.


BY ALIFURRAHMAN ON NOVEMBER 2, 2016
sudah mengamati di balik layar saja pak
sering muncul malah banyak blunder
niat mau membantu agus malah sebaliknya emoticon-Leh Uga
abib jadi inget... waktu jaman beye,.. si munarman pernah cekek orang di monas emoticon-Big Grin
Lha kan dia ga pernah melarang demo.
Ga heboh kyk pemerintahan amatir goblok.

Wkwkwkwk
Nastak goblok