alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581abbe4c2cb17842e8b4579/pengalihan-aset-skk-migas-beri-keuntungan-bagi-pertamina
Pengalihan aset SKK Migas beri keuntungan bagi Pertamina
Pengalihan aset SKK Migas beri keuntungan bagi Pertamina
Seorang pekerja PT. Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban, Jawa Timur, menunjuk lokasi tanah yang akan dimanfaatkan Pertamina untuk pembangunan kilang minyak, Selasa (1/11/2016).
Untuk memperkuat kedaulatan energi nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan konversi aset minyak dan gas yang saat ini dikelola SKK Migas kepada Pertamina.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, menyebut rencana penggabungan aset (monetisasi) ini adalah bagian dari revisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang tengah disusun oleh jajaran instansinya.

Tujuan Arcandra mengusulkan penggabungan aset ini adalah untuk memperkuat Pertamina sebagai satu-satunya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) migas yang dimiliki negara.

Sebagai catatan, setelah Badan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Migas (BP Migas) ditetapkan sebagai institusi yang bertentangan dengan konstitusi pada 2012, perannya kemudian diambil alih oleh SKK Migas. Namun, SKK Migas bukanlah lembaga bisnis dan statusnya hanya untuk sementara, sehingga tidak bisa diandalkan untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.

Oleh sebab itu, Arcandra menilai pengalihan aset ini bisa bermanfaat bagi Pertamina karena bisa digunakan sebagai leverage atau aset yang bisa digunakan untuk mencari pinjaman. Dengan kondisi keuangan yang kuat, Pertamina diharapkan bisa bersanding dengan perusahaan minyak nasional negara lain seperti Saudi Aramco milik Arab Saudi atau Petronas milik Malaysia.

"Kontribusi Pertamina terhadap produksi nasional saat ini sekitar 24 persen. Adalah sebuah keharusan untuk memperkuat NOC (National Oil Company) kalau kita mau bicara tentang kedaulatan energi," ucap Arcandra, Selasa (1/11/2016), dalam Sindonews.

Usulan Arcandra ini disambut baik oleh Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto. Sebab, jika rencana ini benar terwujud, maka kemampuan investasi Pertamina akan jadi lebih besar, dan dapat membangun infrastruktur migas, menguasai lebih banyak blok migas, dan eksplorasi untuk mencari cadangan-cadangan migas baru.

Dwi dalam detikcom berharap ke depannya SKK Migas bisa menjadi unit di bawah Pertamina, dan perusahaan hulu migas yang menjadi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan berkontrak dengan unit di bawah Pertamina ini.

"Pertamina akan menjadi strategic holding yang di bawahnya semacam unit-unit yang akan berkontrak. Tapi untuk kebijakan tetap di Kementerian ESDM, sementara pelaksanaan kontrak ada unit khusus," terangnya.

Mantan anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Profesor Mukhtasor, turut mendukung wacana Arcandra ini dengan optimisme sebuah konsolidasi ekonomi yang kuat akan terjadi.

Dalam kaitan itulah, Mukhtasor menambahkan wacana menjadikan SKK Migas sebagai BUMN Khusus adalah pilihan yang tidak tepat. Sebab, BUMN Khusus tidak sesuai dengan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.

Mukhtasor memaparkan pembentukan BUMN Khusus akan membuat pengelolaan cadangan migas dilakukan secara terpisah oleh beberapa BUMN. Kondisi demikian akan menghambat sinergi dan konsolidasi BUMN untuk memaksimalkan leverage di bidang keuangan untuk memperbesar kemampuan investasi dan pembangunan infrastruktur.

Mukhtasor mencontohkan Malaysia, yang sukses melakukan konsolidasi melalui Petronas. Seluruh cadangan migas, lanjutnya, dikuasakan kepada Petronas sehingga memiliki leverage keuangan secara korporasi yang lebih bagus, sehingga meningkatkan kepercayaan pihak pendanaan.

SKK Migas sebelumnya pernah menyebut iklim investasi hulu migas Indonesia adalah salah satu yang terburuk di dunia. Dari 126 negara penghasil migas, Indonesia berada di peringkat 114 atau terburuk ke-13 di dunia.

Kondisi ini menjadi berbahaya mengingat kebutuhan energi Indonesia terus melonjak sementara produksi migas terus menurun. Saat ini saja Indonesia tercatat mengimpor minyak 800.000 barel per hari (bph).

Divisi Humas SKK Migas, Taslim Yunus, menyebut di tahun 2025 kebutuhan migas Indonesia akan mencapai 3,75 juta barel per hari (barrel oil equivalent per day/boepd). Sementara produksi migas nasional pada waktu itu akan menyusut hingga 800 ribu boepd jika cadangan minyak baru tidak juga ditemukan.

"Kalau tidak ada antisipasi, Indonesia akan mengimpor minyak dan gas sampai 3 juta boepd 9 tahun lagi," ujarnya dalam detikcom.
Pengalihan aset SKK Migas beri keuntungan bagi Pertamina


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...bagi-pertamina

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pengalihan aset SKK Migas beri keuntungan bagi Pertamina Kabar bohong merayap jelang aksi 4 November

- Pengalihan aset SKK Migas beri keuntungan bagi Pertamina Penurunan Patung Buddha dan spanduk intoleran di Tanjungbalai

- Pengalihan aset SKK Migas beri keuntungan bagi Pertamina Mengenang Tsar Bomba, bom nuklir terbesar yang pernah diledakkan