alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581ab80f5c779884738b457d/tamparan-keras-untuk-fpi-imam-besar-masjid-istiqlal-ucapan-ahok-bkn-penistaan-agama
Tamparan Keras Untuk FPI, Imam Besar Masjid Istiqlal: Ucapan Ahok Bkn Penistaan Agama
http://www.infomenia.net/2016/11/tam...besar.html?m=1

Infomenia.net -Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan. Menurut dia penistaan tidak tergambar dalam kalimat Ahok. Kalimat Ahok menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik.
"Saya juga menyimak betul apa yang disampaikan bapak gubernur. Saya memahami bahwa konteksnya tidak dalam arti menghina ayat ya," jelas Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar kepada KBR, Selasa (01/11).
"Tetapi bagaimana pun juga statement misalnya 'dibohongi oleh surat Al-Maidah' macam-macam - redaksinya persis seperti itu - memang bisa menyakiti telinga orang lain, terutama yang beragama Islam," tambahnya.
Nasaruddin menyerukan kepada umat muslim agar lebih arif menghadapi situasi ini. Kata dia, seharusnya umat muslim tidak terpancing emosinya. Sebab, dalam kasus ini contohnya Ahok, bukanlah orang yang mendalami ayat-ayat Al Quran.
Selain itu, dia juga mengimbau seluruh politisi untuk tidak menggunakan ayat-ayat kitab suci dalam kegiatan politik. Sebab, hal itu bisa berakibat pada kemarahan.
"Jadi dibohongi itu kan kalimat pasif. Sebetulnya ada subjeknya yang dihilangkan. Di dalam konteks sebelumnya itu adalah bapak ibu gitu ya, bapak ibu dibohongin itu sebagai predikatnya pakai surat itu adalah keterangan. Dalam konteks itu berarti yang dimaksudkan dibohongin dengan menggunakan. Jadi itu ayat itu dipakai sebagai alat membohongi bapak ibu yang di dalam konteks sebelumnya itu, gitu," papar Yeyen kepada KBR, Selasa (1/11/2016).
"Jadi dibohonginnya tidak mengacu pada ayatnya sebetulnya, tapi ayat itu dipakai sebagai alat untuk membohongi. Permasalahannya apakah yang membuat pernyataan itu, kan tidak menyatakan bahwa surat itu bohong kan gitu ya, tetapi menggunakan alat dengan ayat itu. Jadi memakai ayat itu sebagai alat membohongi orang, kan gitu maksud sintaksisnya," ujarnya.
Dalam transkrip yang beredar seputar ucapan Ahok di pulau Seribu tertulis, "Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya."
"Dan untuk umat Islam juga ada kehati-hatian juga dalam merespon," katanya.
"Janganlah sering dibawa ke politik," tandasnya lagi.
Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) akan mendatangkan ahli bahasa, agama dan pidana untuk menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok. Kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Agus Andrianto seusai pemeriksaan Ahok di Bareskrim, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober lalu, pemeriksaan itu untuk melengkapi keterangan saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.
Menurut Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yeyen Maryani, kata dibohongi adalah kalimat yang pasif.
Yeyen menjelaskan dari sisi bahasa harus melihat konteksnya mengacu kemana.

nah lo !!! jd bikin bingung??
menurut bapak yg ini katanya bukan,
tpi bapak yg satu lagi iya..

apakah bapak ini pendukung ahok atau udh dibeli ahok

trus yg besok demo, mau demo apa???

mau incer ahok apa tukang mebel???
nah loh emoticon-Wow
infomenia? infomania kalee atau infomedia
alamat webnya aja typo, website abal2 karangan panastaik
emoticon-Ngakak
iki opo maneh emoticon-Big Grin

tolong jangan membuat kebingungan di kalangan panasbung emoticon-Big Grin






emoticon-Ngacir
nah loooo emoticon-Ngakak
nginep dulu.....

liat perkembangan trit.......emoticon-Big Grin






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
gwa bukan pendukung ahox

1. gwa malah lebih senang kalo ahox masuk penjara biar ni berita menyebar ke luar negeri dan minimal ada sedikit effectnya buat pilpres amerika khususnya buat suara yg mendukung donald j. trump the world savior

2. gwa juga gak suka ahox sok sok gusur para gembel dikasi rusun lagi, biar aja mereka tinggal dipaviliun dengan kasur yg empuk (pinggiran kali)

3. setelah ahox diproses, selanjutnya bos fpi yg diproses karena menghina pancasila dan ada 2 kemungkinan :
a. habib masuk penjara, setengah kedamaian indonesia kembali tapi anggota fpi gak terima, demo lagi
b. dilupakan begitu saja, habib bebas, pancasila keok jadi gak usah lagi ngomong ngomong soal nasionalisme

*sekarang mau dipejwan susah banget harus pesan tempat dulu
tau brey ane juga bingung..
yg penting besok makan nasi bungkus ajalah
emoticon-Ngacir
situs2 nastak makin bnyk aje saat pilgub emoticon-Leh Uga
FPI mana mau denger
yang penting demo
Ya udah pak imam demo aja, demo ngak mau imamin masjid yang mau demo ahok.
bisa langsung di demo nih
sumber dari mana lagi ini..

ampun dah, seneng bgt melintir2
semoga didengar oleh umat yg masih mau berfikir jernih .... emoticon-Selamat
mana tamparannya? mau liat bibib beneran digaplok.. emoticon-Frown emoticon-Frown emoticon-Frown
Quote:Original Posted By duitmulu
http://www.infomenia.net/2016/11/tam...besar.html?m=1

Infomenia.net -Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyatakan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai Al Maidah 51 bukanlah penistaan. Menurut dia penistaan tidak tergambar dalam kalimat Ahok. Kalimat Ahok menyatakan surat Al Maidah digunakan orang lain untuk mempengaruhi pilihan politik.
"Saya juga menyimak betul apa yang disampaikan bapak gubernur. Saya memahami bahwa konteksnya tidak dalam arti menghina ayat ya," jelas Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar kepada KBR, Selasa (01/11).
"Tetapi bagaimana pun juga statement misalnya 'dibohongi oleh surat Al-Maidah' macam-macam - redaksinya persis seperti itu - memang bisa menyakiti telinga orang lain, terutama yang beragama Islam," tambahnya.
Nasaruddin menyerukan kepada umat muslim agar lebih arif menghadapi situasi ini. Kata dia, seharusnya umat muslim tidak terpancing emosinya. Sebab, dalam kasus ini contohnya Ahok, bukanlah orang yang mendalami ayat-ayat Al Quran.
Selain itu, dia juga mengimbau seluruh politisi untuk tidak menggunakan ayat-ayat kitab suci dalam kegiatan politik. Sebab, hal itu bisa berakibat pada kemarahan.
"Jadi dibohongi itu kan kalimat pasif. Sebetulnya ada subjeknya yang dihilangkan. Di dalam konteks sebelumnya itu adalah bapak ibu gitu ya, bapak ibu dibohongin itu sebagai predikatnya pakai surat itu adalah keterangan. Dalam konteks itu berarti yang dimaksudkan dibohongin dengan menggunakan. Jadi itu ayat itu dipakai sebagai alat membohongi bapak ibu yang di dalam konteks sebelumnya itu, gitu," papar Yeyen kepada KBR, Selasa (1/11/2016).
"Jadi dibohonginnya tidak mengacu pada ayatnya sebetulnya, tapi ayat itu dipakai sebagai alat untuk membohongi. Permasalahannya apakah yang membuat pernyataan itu, kan tidak menyatakan bahwa surat itu bohong kan gitu ya, tetapi menggunakan alat dengan ayat itu. Jadi memakai ayat itu sebagai alat membohongi orang, kan gitu maksud sintaksisnya," ujarnya.
Dalam transkrip yang beredar seputar ucapan Ahok di pulau Seribu tertulis, "Jadi jangan percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu enggak bisa pilih saya. Karena Dibohongin pakai surat Al Maidah 51 macem-macem gitu lho (orang-orang tertawa). Itu hak bapak ibu, ya."
"Dan untuk umat Islam juga ada kehati-hatian juga dalam merespon," katanya.
"Janganlah sering dibawa ke politik," tandasnya lagi.
Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) akan mendatangkan ahli bahasa, agama dan pidana untuk menangani kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur Ahok. Kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Agus Andrianto seusai pemeriksaan Ahok di Bareskrim, Jakarta Pusat, Senin, 24 Oktober lalu, pemeriksaan itu untuk melengkapi keterangan saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.
Menurut Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yeyen Maryani, kata dibohongi adalah kalimat yang pasif.
Yeyen menjelaskan dari sisi bahasa harus melihat konteksnya mengacu kemana.

nah lo !!! jd bikin bingung??
menurut bapak yg ini katanya bukan,
tpi bapak yg satu lagi iya..

apakah bapak ini pendukung ahok atau udh dibeli ahok

trus yg besok demo, mau demo apa???

mau incer ahok apa tukang mebel???


yg nulis berita acak2an amat, awalnya imam besar kenapa jd tiba2 yeyen? tanpa embel2 kata penghubung
elaah media media
sumbernya?


emoticon-Leh Uga
terjadi perpecahan ditubuh nasbung emoticon-Takut (S)
yach di saring aja gan
asal kita waras aja..otaknya
dana su cair mau tidak mau harus demo emoticon-Wkwkwk