alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581aa2c8c1d7709b348b456d/ruhut-pak-sby-hati-boleh-panas-tapi-kepala-harus-dingin
Ruhut: Pak SBY, Hati Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Ruhut: Pak SBY, Hati Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin

Ruhut Sitompul menanggapi pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas, Bogor.

Ruhut meminta SBY untuk tetap berkepala dingin meski hati sedang panas. Ini mengingat, kata Ruhut, SBY merupakan salah satu negarawan yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia selama dua periode.

"Pak SBY, hati boleh panas, tapi kepala harus dingin. Bapak adalah negarawan," kata Ruhut menanggapi pernyataan SBY di Cikeas siang tadi, Rabu, 2 November 2016.
20150829-Ruhut Sitompul© Ruhut Sitompul (Liputan6.com/Helmi Afandi) 20150829-Ruhut Sitompul

Ruhut menolak jika pemerintah yang dipimpin Jokowi dituding tengah melakukan segenap upaya untuk menjatuhkan nama baik SBY. Terlebih, jika anggapan itu dikaitkan dengan gelaran Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Aku yakin pemerintah Jokowi yang aku dukung tidak melakukan itu," ujar Ruhut.

Ruhut justru menuding para pembisik SBY sebagai biang keladi di balik kemarahan SBY di Cikeas. Para pembisik itu disebut Ruhut tidak memberikan data yang benar tentang situasi yang terjadi, sehingga memicu kemarahan SBY.

"Orang-orang di lingkungan Pak SBY tolong kajilah info yang benar sebelum diberi ke Pak SBY. Beliau ini negarawan," ucap dia.

Contoh kecilnya, Ruhut mengatakan adalah bisikan bahwa karier anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan terganggu di era Jokowi. Namun faktanya, karier AHY mulus dan segera naik pangkat jadi kolonel. Atas bisikan itu juga akhirnya AHY diusung sebagai cagub.

"Aku enggak sejalan AHY jadi gubernur, makanya aku mundur. Aku maunya AHY sampai jenderal," pungkas Ruhut.

Code:
http://news.liputan6.com/read/2642236/ruhut-pak-sby-hati-boleh-panas-tapi-kepala-harus-dingin

Kayaknya sby tambah membara emosimya kalau ruhut yg ngomong

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
nastak ayan kegirangan liat ruhut...
AHY jadi jendral
Biar ahok yg jadi gubernur ya bang. Wkwkwk

Bang sampein sm om bewok, tv bewoknya jgn terus2an membodohi masyarakat.
Media jadi biang provokasi. Ralat berita harta beye di gedein sampe 9 T.
Hahaha gmn ga marah kl di fitnah terus2an.
Oo ternyata ruhut pengen agua jadi jendral
Ring 1 beye isinya sejenis andi arief , sukro , lalu ex mentri yg bininya milf itu .koplak emang
Dah mulai ni Intro emoticon-Ngakak ada yg ngomporin jadi lucu nih
kompor terus nih ruhut tinggal siram bensin kelar sudah emoticon-Ngakak
mangkin sandiwara, mangkin ketebak nih si poltak
Ribut ribut semua untuk kepentingan masing2

mantan,,,,,

Lebaran kuda beli ketan,,gara gara pilkada jadi geli liat mantan,,,,,""emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
hut hut..mending lw yg nyuruh buzzer lw jgn nulis macem2 emoticon-Big Grin
girng opini aneh2..Buni yani aja diinsalin jadi "SBY"

mending lw mikirin nasib lw hut, karena sibacot bakal ketendang dari Jakarta emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By agusudinyono
keren juga pantun lo

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga



emoticon-Shakehand2
seperti mengemudi di hari minggu
ngebut serampangan melewati lampu merah...

di bawah senyum menjijikan mu, kau pura-pura tak tahu apa yang kauperbuat..

bisakah kau mengerti jika kau tak melihatnya dari mata yang sama?

satu-satunya yang bisa kulakukan hanya mengacungkan jari tengahku!!?

di bawah senyum menjijikkan mu, kau pura-pura tak tahu apa yang kauperbuat..

bisakah kau mehaminya jika kau tak melihatnya dari mata yang sama?

kau tahu? rasanya seperti digigit oleh anjing peliharaanku sendiri..

kala kusadari semua mata memandang NO NO ini bukan kebun binatang!
Kuakan lari sejauh mungkin, lari ke pulau selatan saja...

emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio emoticon-Kaskus Radio
Ruhut: Pak SBY, Hati Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin

*(Analisa) Kenapa SBY Malah Memprovokasi?*

Melihat nada bicara SBY saat memberi keterangan pers pagi ini, saya melihat adanya kelicikan luar biasa. Sejauh pantauan saya, SBY ini sakit, mengalami post power syndrome akut. Pernyataan SBY justru semakin mengkonfirmasi bahwa kecurigaan banyak orang yang bertanya-tanya mengapa Jokowi hanya mendatangi Prabowo dan mengundang MUI, NU serta Muhammadiyah. Sementara SBY secara otomatis tersudutkan, seperti yang saya bahas sebelumnya. Apa yang dilakukan Jokowi benar-benar strategi memukul semak-semak agar ularnya keluar.

Sekarang coba saya tanya, SBY berbicara soal demonstrasi 4 November kapasitasnya sebagai apa? Sebagai mantan Presiden, ketua umum Demokrat, apa sebagai orang tertuduh?

Sikap SBY yang baper maksimal ini memang bukan hal baru, dulu saat Jokowi blusukan ke Hambalang, SBY mendadak sensi. Kemudian curhat macam-macam, ngalor ngidul, seperti mantan yang tidak terima karena diputus.

Sebagian orang mungkin sedang kasihan atau prihatin dengan SBY yang kini tersudut. Namun saya melihat dari sudut pandang yang lain. SBY telah menjadi provokator yang sangat buruk. Keterangan pers SBY membuat kondisi yang sudah mereda kini malah memanas lagi.

“Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dianggap menistakan agama. Ayo kita kembali ke situ dulu, itu tidak boleh dan dilarang. Kita harus kembali ke sistem hukum dan KUHP. Kalau negara kita tidak mau terbakar oleh amarah penuntut keadilan maka pak Ahok yang harus diproses hukum. Jangan sampai beliau (Ahok) kebal hukum sebab ini bagian dari demokrasi, kita negara demokrasi,” kata SBY.

“Ya Pak Ahok harus juga diproses secara hukum, jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat equality before the law, itu nilai-nilai keadilan,” ingat SBY.

SBY mengingatkan lagi jangan sampai ada rumor Ahok tidak bisa disentuh. “Bayangkan, do not touch Ahok. Nah setelah Pak Ahok diproses hukum semua pihak menghormati. Ibaratnya jangan gaduh. Apakah Pak Ahok bersalah atau tidak diserahkan ke penegak hukum,” katanya lagi.

SBY bukan orang bodoh dalam komunikasi. Dia pasti menyadari betul bahwa setiap kalimat yang diucapkannya memiliki muatan provokasi yang sangat buruk. Sekarang coba kita perhatikan dan pertanyakan, siapa yang menganggap Ahok kebal hukum? SBY. Lalu SBY sendiri yang menyerukan agar jangan ada ada seperti itu. Kan kampret! Sakit! Sudahlah jangan pura-pura bego, kita semua pasti menyadari ini sangat disengaja. Provokatif.

Selanjutnya SBY juga menjelaskan bahwa orang-orang yang datang dari daerah ke Jakarta tidak hanya ingin jalan-jalan, melainkan ada sesuatu yang diprotes dan dituntut.

“Mari kita bertanya apa yang kita hadapi. Di Jakarta dan di wilayah lain ada protes. Itu semua pasti ada sebabnya. Tidak mungkin tidak ada, ribuan rakyat berkumpu untuk hepi-hepi, jalan-jalan sudah lama ga lihat jakarta, misalnya seperti itu. Barang kali merasa yang diprotes itu dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah kalau sama sekali tidak didengar, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk rasa.”

Pernyataan ini sangat menarik. Apakah ini menjadi konfirmasi SBY setuju bahwa demo akan terus berlangsung sampai Februari atau sampai Ahok ditangkap? dari mana SBY tau? Jangan-jangan tuduhan SBY lah biang kerok semua ini, atau atas arahan SBY, ternyata memanglah kenyataan.

Jika tuduhan-tuduhan bahwa SBY terlibat dalam aksi demo 4 November itu salah, seharusnya SBY tidak menjadi provokator dengan mendukung demonstrasi atas alasan demokrasi. Sebab NU sudah melarang atribut NU digunakan saat demo. Artinya NU tidak mendukung orang untuk demo. Begitu juga Muhammadiyah, melarang mengatasnamakan organisasi. Sampai Prabowo pun mengatakan, kalau Fadli Zon tetap berdemo, berarti dia turun atas nama pribadi. Lihatlah kondisinya sudah mulai mereda, kemudian SBY menyatakan mendukung demo 300% dan menganggap memang ada yang salah, ada yang dituntut, dan ada yang harus diproses hukum.

Kalau begini kenyataannya, adakah kesimpulan yang lebih masuk akal ketimbang SBY memang menggunakan isu SARA untuk memenangkan anaknya? SBY mendukung demo, mendukung Ahok segera dihukum dan ‘MENGANCAM’ negeri ini akan terbakar kalau proses hukum tidak berjalan.

Padahal kenyataannya proses hukum sedang berjalan. Bohong kalau SBY tidak tau. Tapi kalau benar-benar tidak tau, berarti dia memang tak melakukan apa-apa selama 10 tahun, sebab tak tau apa-apa. Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan sembilan orang saksi termasuk penyebar video ke media sosial dan staf gubernur. Polisi juga telah menyambangi Kepulauan Seribu untuk meminta keterangan warga setempat soal video pidato Ahok. Sementara Ahok sendiri sudah meminta pada Bareskrim agar dirinya segera diperiksa. Itulah proses hukum.

Harusnya SBY menjelaskan itu. Bukan malah memprovokasi bahwa Ahok tidak tersentuh hukum, do not touch dan pernyataan setan “Kalau negara kita tidak mau terbakar oleh amarah penuntut keadilan maka pak Ahok yang harus diproses hukum.” Fiuh!

Banyak yang bertanya-tanya pada saya mengapa SBY tidak besikap seperti negarawan atau seperti mantan Presiden yang bijak? Jawaban sederhananya karena memang memiliki sifat kekanak-kanakan. Lihat saja cara SBY menyebut lebaran kuda, sebenarnya dia iri karena tidak diajak berkuda oleh Prabowo. Padahal dirinya masih merasa memiliki kekuatan dan harus diperhitungkan oleh Presiden Jokowi.

Kenapa bukan lebaran monyet atau lebaran sapi lah yang lebih masuk akal? Sebab di alam bawah sadarnya sudah penuh dengan kuda kuda kuda. Sebab Jokowi berkuda dengan Prabowo.

Tapi jawaban yang lebih ilmiah dan berat, karena sepertinya SBY memang ingin agar acara demo ini terus berlangsung meriah. Jangan terlalu cepat berlalu. Minimal sampai Pilgub selesai. Jika diakhiri 4 November, lalu bubar tanpa ada demo lagi, artinya bencana bagi SBY.

Anda harus bisa membayangkan bagaimana rumitnya kehidupan SBY sekarang.
Antasari dibebaskan pada 10 November, 34 proyek pembangkit listrik mangkrak mau dilaporkan ke KPK, dokumen TPF pembunnuhan Munir hilang di tangannya. Semuanya mengarah pada SBY. Sementara anaknya belum jadi Gubernur, belum punya kekuasaan. Kekuatan Demokrat menurun. Apa ndak stress? Bukankah dengan begini tidak perlu menunggu SBY mati dulu untuk mengusut kasus-kasusnya (seperti yang terjadi pada Supersemarnya Soeharto)? Sebab sudah tak punya kekuasaan dan kekuatan.

Tapi ya sudahlah. Sekarang keterangan pers sudah dibuat. Satu Indonesia jadi tau bahwa kualitas seorang SBY cukup titik-titik.
Sebagai Pakar Mantan, saya ingin mengucapkan permintaan maaf kepada para kuda-kuda karena telah disinggung-singgung oleh SBY.
Serta ingin mendukung penetapan 4 November sebagai hari raya Lebaran Kuda menurut Islam versi Cikeas.


BY ALIFURRAHMAN ON NOVEMBER 2, 2016
ampe lebaran kuda emoticon-Traveller
Perasaan SBY dari dulu emang seperti itu kok bang ruhut. Ente kemana aja selama ini
Ndelok sby ngelap kringet terus yo hut emoticon-Big Grin
Dulu dipuja, sekarang dihina.....
hebat nih ruhut, tau banget harus kemana ke depannya. dari golkar ke demokrat ke pdip, ya tetap dipuja oleh kaum2 bodoh yg gak dpt apa2. emoticon-Big Grin