alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Kuis ini Cuma Buat Fans Game of Thrones Sejati. Hadiahnya Mangstab Gan!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Even A Broken Star, You Still A Star...
4.83 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/581574205c7798fb028b456e/even-a-broken-star-you-still-a-star

Even If A Broken Star, You Still A Star...



Halo Agan dan Sista penghuni SFTH Kaskus, aku mau share cerita yg bisa dibilang based on true story. Kisah hidupku sendiri tepatnya. Main rule thread ini adalah DILARANG KEPO AMA TS DAN PEMERAN DALAM KISAH INI. Ane kenal baik beberapa kaskuser disini meski belum pernah bertemu muka, mungkin diantara mereka dah ada yg tau aku, please keep silent guys emoticon-Smilie

Sebelum membaca kisah ini, putarlah lagu diatas. Karena judul trit ini aku cuplik dari kalimat yang paling aku sukai dari lagu itu. Lirik aslinya adalah : TooTa huaa to kya sitaara tu, kisi ka ban sahaara tu.... (even if you a broken star, you still a star). Lagu ini memiliki arti dalam mengenai kehidupan. Meski hidup tak adil, tetaplah menjadi support bagi orang disekitar kita.

Dari kisahku ini, ambillah hikmah dan pelajarannya. Yang jelek jangan ditiru. Karena aku newbie, maaf kalo cerita ini agak garing dari percakapan. Setiap detail kisah hidupku aku ingat, namun apabila ada percakapan yg agak didramatisir, tolong dimengerti. Karena aku tidak menuliskan percakapan detail di buku harianku. Hanya garis besar peristiwa yang aku alami setiap hari di buku harianku.

Dan update gak tentu juga, karena aku sibuk kerja dari Senin sampe Sabtu, dan Minggu adalah family time untuk anak-anakku (hari ini mereka sedang ada acara sendiri) jadi sabarlah kalo aku telat update. Oke? Let's the story begin....

INDEX

PROLOG
PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
SIDE STORY
PART 7
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26 (THE END)
SIDE STORY 2 : WASPADALAH DENGAN SOSMED
SIDE STORY 3 : HORROR
SIDE STORY 4 : SURAT CINTA ANAKKU
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi
Diubah oleh abhindee
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 14
Blom mulai yak om ?

PART 1

Aku lahir 38 tahun lalu. Dari pernikahan yg (awalnya) bahagia antara orangtuaku, sebelum berubah jadi neraka bagi ibuku. Dari kisah-kisah yg aku dengar dari kakek nenekku, kakakku, paman bibiku, dah bahkan aku menyaksikan sendiri di masa remaja dan dewasaku, ayahku adalah orang temperamental. Sedikit aja kesalahan yg dibuat oleh ibuku akan berakhir jadi lebam-lebam di wajah dan sekujur tubuh ibuku. Ada kisah tragis, mengapa aku pada usia 5 bulan terpisah dari ibuku dan diasuh oleh kakek nenekku dari pihak ibuku. Saat aku berusia 5 bulan, masih dalam gendongan ibuku, ayahku yg tak segera diladeni kemauannya, melemparkan piring hingga pecah ke wajah ibuku dan menimpaku yg sedang digendong ibu. Sampai saat ini bekas luka ini masih bisa dilihat dibagian atas hidungku (meski samar-samar). Saat itulah kakekku memutuskan akan membawaku dibawah asuhan kakek nenekku. Di usia 5 bulan yg seharusnya masih menyusu pada ibuku, aku diasuh kakek nenek yg amat sayang padaku. Sehingga saat aku kecil, saat ditanya siapa ayah dan ibuku, jawabanku adalah aku anak kakek dan nenek emoticon-Big Grin
Oh ya, FYI, aku adalah anak pertama dari pernikahan ayah ibuku, namun anak kedua dari ibuku? Artinya, sebelum ibu menikah dengan ayah, ibu adalah seorang janda dengan anak satu dari hasil pernikahan sebelumnya. Suami pertama ibu meninggal dan kakakku diasuh oleh adik ibuku, karena ayah kandungku tak menghendaki ibu membawa anak dari hasil pernikahannya dulu. Namun kakakku ini adalah manusia terbaik yg aku kenal hingga kini. Sayang pada keluarga, terutama pada ibu. Sayang pada kami adik-adiknya dan keponakan-keponakannya. Hai mas, kalo kamu baca ini (meski aku tau kamu gak bakalan baca sih karena sibuk), aku mau bilang : You're my best brother ever, I love you emoticon-Smilie

Back to the story :
Dalam asuhan kakek nenek, aku jadi jauh dari ortuku sendiri. Apalagi saat aku berusia 3 tahun, ibuku melahirkan lagi seorang anak perempuan yg menjadi adikku. Aku semakin jauh dari ortuku sendiri, meski kami masih satu kota.
sabar ya gan, anak ane datang dan minta diladenin makan emoticon-Big Grin
omong-omong ane ini bukan om tapi tante emoticon-Big Grin
profile-picture
Surobledhek746 memberi reputasi

PART 2

Kakekku adalah Madura asli (No SARA ya). Dengan wajah khas Madura dan kumis tebal, setiap kali beliau memelintir kumis membuat perutku mulas ketakutan. Beliau jarang ngomong karena saat itu beliau sering pulang malam karena masih berdinas sebagai kondektur PJKA (sekarang PT. KAI) di kereta api Mutiara Selatan. Beliau menyayangiku dengan cara yang berbeda dengan nenekku. Beliau tahu aku suka membaca (bahkan ke toiletpun, aku bawa buku atau majalah emoticon-Big Grin), jadi setiap kali pulang berdinas, pasti aku dibawakan koran, buku cerita bekas dan lain-lain. Saat itu memang aku maniak buku. Usia 5 tahun aku sudah lancar baca koran dan setiap kali nenek belanja sayuran yg ada bungkusan koran pasti aku baca dulu sebelum dibuang. Tapi karena hobi inilah, aku berterima kasih seumur hidup pada almarhum kakekku (Al Fatihah sent... emoticon-Frown ) yang telah memfasilitasi hobiku.
Sedangkan nenekku adalah wanita rumahan yang pandai memasak (sayangnya kepandaian ini gak menurun padaku). Nenekku ini suka sekali melihat aku makan. Bisa 5 kali beliau menyuapiku, hingga disaat kecil aku terkenal gembul dan gendut (sampe sekarang juga masih emoticon-Big Grin). Dibawah asuhan kakek nenekku bersama dengan sepupuku laki-laki, menjadikanku anak perempuan yg sangat dilindungi. Aku tidak pernah bergaul atau keluar rumah, karena kakak sepupuku yg saat aku SD dia sudah SMA, akan mencariku kemanapun aku pergi. Praktis aku jadi anak kuper, bergaul hanya disekitar rumah. Waktuku kuhabiskan dengan membantu nenek, membaca dan belajar.
Namun aku sudah mandiri saat itu. Pada saat TK aku hanya hari pertama diantar nenek, dan hari berikutnya sudah berangkat dan pulang sendiri. Hanya satu yang diminta dari aku oleh kakek nenekku. Aku harus jadi anak pinter dan juara kelas. Saat itu memang aku selalu memenuhi harapan mereka. Rankingku selalu ranking 1 dimasa SDku. Ada kisah lucu yg sampe sekarang aku selalu tertawa bila mengingatnya.
Saat itu aku kelas 3 SD di cawu pertama aku meraih ranking 2. Aku tak berani pulang dan ngumpet di rumah temanku. Kakak sepupuku mencariku seharian, dan menemukanku. Aku tak mau pulang, sampe akhirnya kakek yang menjemputku sendiri, dan berkata : Gak papa kali ini dapet ranking 2, cawu 2 dan cawu 3 harus dapet ranking 1 lagi. Aku lega dan mau pulang dan disambut nenek dengan nasi sepiring penuh, karena beliau tahu aku tak pernah mau makan di rumah temanku. Aku yang kelaparan sampe menghabiskan 2 piring nasi.


Dilanjut nanti malem yak....
Ijin nenda dimari tante, keep update
Sip, another story. Keep lanjut ya sis.
monggo gan.
insya Allah segera diupdate emoticon-Smilie

PART 3

Begitulah kehidupanku sehari-hari di rumah kakek. Kenangan paling indah mulai terangkai di masa kecilku ini, dan membekas hingga masa dewasaku. Setiap hari aku diajak nenek menjemput kakek di stasiun. Terkadang saat nenek sakit, aku menjemput kakek sendirian. Apalagi disaat hujan, aku selalu siap sedia di stasiun untuk menjemput kakekku. Meski kakek bukan orang yg hangat, tapi dari sikap beliau, aku merasakan kasih sayang beliau yang tak terucap. Cukup menghiburku, disaat ayah kandungku tak pernah menjengukku. Ibu seminggu sekali menengokku, membawakan makanan dan baju. Ibuku yg paling kusayangi, pekerja keras dan siap sedia mengorbankan diri utk anak-anaknya.
Terkadang saat menengokku, aku melihat lebam-lebam di wajahnya. Tapi selalu dan selalu ibu bilang di terbenturlah, jatuhlah dan beribu macam alasan lainnya. Saat itu aku hanya diam, tak banyak bertanya. Meski aku tau ibu dan nenekku berbicara bisik-bisik di dapur dan seketika diam saat aku melintas.

Di masa hidupku di rumah kakek, aku tumbuh jadi anak tomboy. Aku tak pernah mempunyai rambut panjang. Rambutku selalu cepak karena aku pernah ketularan kutu dari temanku, hingga korengan kepalaku emoticon-Big Grin Dan sebelah rumah kakek adalah orang kaya yg mempunyai salon pribadi, yang sering menjadikanku korban untuk praktek memotong rambut. Saat kecil aku malah seneng dipotong secara gratis, meski modelnya gak karu-karuan. Namanya juga anak-anak, dapet gratisan pasti seneng.

Petaka datang saat aku menginjak kelas 4 SD. Ibuku yg sdh tak kuat jadi sansak hidup, lari dari rumah dan tinggal bersama budheku di Surabaya. Ayahku yg sedang dalam keadaan emosional, menculikku dari rumah kakekku, saat aku pulang dari mengaji di musholla tak jauh dari rumah kakek. Aku yg tak pernah dekat dengan ayah, menolak saat diajak. Tapi ayah mengiming-imingi dengan ajakan bahwa kalo aku ikut ayah, bisa mandi di sungai, bebas main dan seribu bujukan lainnya. Aku yg terbiasa hidup teratur di rumah kakek pun terbujuk. Hanya dengan pakaian yg menempel dan mukena di tangan, ayah membawaku tanpa pamit dari kakek. Kami hidup menumpang di rumah kakek dari pihak ayah, yang bahkan saat itu aku tak akrab sama sekali.

Aku yang terbiasa menerima kasih sayang berlimpah dari kakek, hidup dengan berlinang air mata bersama ayahku. Ayahku yg pengangguran, menumpang makan pada orangtuanya, dan setiap hari aku dan adikku makan tak teratur. Aku yg terbiasa setiap pagi disuapi nenekku, mulai saat itu harus siap makan ala kadarnya. Sekolahku pun pindah di dekat rumah kakekku dari pihak ayah. Setiap pagi aku dan adikku hanya sarapan 'gethuk' (orang Jawa pasti hapal makanan ini). Dan pastilah itu tak mengenyangkan aku yg terbiasa dengan porsi gembul di rumah kakekku.
Diubah oleh abhindee

PART 4

Tapi kami tak boleh protes, karena di rumah kakekku dari pihak ayahku bukan hanya kami yg tinggal disana. Masih ada paman dan bibiku. Jadi makan nasi hanya dijatah 2 kali sehari. Makan siang dimulai dari jam 1 siang, saat budheku selesai masak. Aku yg biasa makan teratur, mulai kurus karena kurang makan. Awut-awutan karena baju-baju yang mulai lusuh. Rambut mulai berkutu karena tak ada yg merawat.

Pernah suatu saat, karena sampai jam 3 sore budheku belum masak, aku dan adikku kelaparan. Untuk menghibur adikku yang menangis, aku mengajaknya mencari bunga kenanga, agar bisa dironce dan dibuat mainan. Saat bunga kenanga sudah seember penuh, tiba-tiba tetanggaku yg berjualan bunga di dekat makam mendatangiku dan memberi kami uang 500 rupiah, untuk seember besar bunga. Bukan main senang hatiku, akupun mengajak adikku untuk membeli jajanan sekedar pengganjal perut. Saat itu uang 500 nominal yg lumayan. Hingga adikku bisa tertawa karena perutnya kenyang dengan gethuk goreng.

Masa lalu yg suram namun memberiku banyak pelajaran. Aku tak pernah dendam dengan keluarga dari pihak ayahku. Bagaimanapun darah mereka mengalir juga ditubuhku. Kehidupan masa-masa itu membentukku menjadi pribadi tahan banting di masa dewasaku....

Aku tumbuh jadi pribadi keras kepala di episode tinggal dengan keluarga ayahku. Karena serumah dengan banyak sepupu, dan kadang terjadi keributan karena rebutan makanan dan mainan, aku jadi pribadi yang tak pernah mau kalah. Kekerasan watak ini memang menurun dari ayahku. Selama aku benar, jangan harap aku mau mengalah. Tonjok menonjok pun sering terjadi diantara sepupuku emoticon-Big Grin Aku yg memang tomboy gak segan-segan nonjok sepupu atau teman bermainku yg menggodaku atau adikku. Karena setiap kali aku mengalah, mereka akan keras menekanku. Jadilah aku anak perempuan yg selalu pake celana pendek kemana-mana. Berjalan gagah bak ayam jago. Kalo aku kalah besar dengan lawanku, barang didekatku akan kulemparkan ke arahnya. Sungguh masa kecil yg suram namun menyisakan kenangan yg menjadi pengingat siapa aku kelak sampe masa dewasaku.....
Diubah oleh abhindee

PART 5

Setahun sudah, aku hidup bersama dengan keluarga ayahku. Akhirnya ibuku kembali ke tengah-tengah kami, setelah ayah berjanji tidak akan pernah main tangan lagi (janji yg selalu diingkari, sampai kami dewasa). Aku kembali ke pangkuan kakek nenekku dari pihak ibu. Bak anak hilang (setahun aku tidak diperbolehkan ketemu kakek nenekku ini, meski kami tinggal beda kecamatan saja), aku disambut dengan tangisan nenek dan mata kakek kulihat berkaca-kaca. Aku yg tampak dekil dan kumuh, segera dimandikan (padahal saat itu aku sudah kelas 5 SD) dan kembali disuapi oleh nenek. Kebahagiaanku kembali ke tengah-tengah mereka membuatku kembali gembul dan gendut emoticon-Big Grin
Hingga di saat itu teman-temanku memanggilku Gentong. Skip...
Aku lulus SD dengan DANEM tertinggi di sekolah. Ibu Guruku merayuku agar mendaftar di sekolah terbaik di kota kami. Tapi aku menolak, karena aku merasa aku tak pantas sekolah disana. SMP tersebut adalah sekolah favorit dan kebanyakan anak-anak orang kaya yg menghuninya. Tapi guruku memaksa dan mengatakan, kekayaan dan penampilan itu hanya lahiriah, otakmulah nanti yang akan kau pake. Aku setuju dan memang terbukti aku diterima di sana. Mulailah kehidupan remajaku dimulai....

Masa SMP ini adalah masa pencarian jati diriku. Tetaplah aku jadi anak tomboy. Terasa sekali minder, ditengah anak-anak kaya sedangkan aku hanya anak pedagang warung kecil (saat itu ibuku membuka warung kecil untuk mencari nafkah), kakekku sudah lama pensiun, jadi aku tak mau merepotkan beliau.
Tetapi di SMP itu pula aku menemukan teman baik yg tak memandangku sebelah mata. Dan untuk membalas budi, aku melindungi mereka dari anak cowok yg nakal. Berantem sudah jd makanan sehari-hari. Bahkan saat itu sedang ngetren film 'Ghost' yang dibintangi Demi Moore dan Patrick Swayze, kupotong rambutku meniru Demi Moore. Dan timbullah julukan baru KDM (Korban Demi Moore) emoticon-Big Grin aku sih cuek aja. Kadang juga dipanggil Cindy Rontok, karena saat itu juga ngetren film laga yg dibintangi Cindy Rothrock.
Saat SMP ini pula aku membenci pelajaran Matematika yg menurutku susah ditambah dengan guru yg galak. Lengkap sudah penderitaanku, dihukum tiap hari keluar kelas karena ketahuan mengerjakan PR di sekolah.
ijin nyimak tan emoticon-Big Grin
salam kenal ya taante emoticon-Big Grin
Quote:


manggilnya ga enak bener emoticon-Big Grin
gimana kalo panggil mak aja? berasa tante girang dipanggil tante :P

monggo silahkan gan emoticon-Smilie
Quote:


maaf sblmnya ya maak
okee maak asal emak senang emoticon-Big Grin emoticon-Smilie


Quote:


yaaa nak, malah seneng dipanggil emak emoticon-Big Grin jadi nambah anak lagi wkwkwkkk.....
Quote:


hehe... oh iyah tante maaf
ini sabar kok... tapi ya numpang mejeng lah di pejwan emoticon-Toast
maknyus dah lgsung part 5 ... lanjutkan mak emoticon-Ultah
makasih agan semenbesmen, nih mumpung waktu kosong, saya lanjutin yakkkk

PART 6

Masa SMP yang pernuh warna dan kenakalan yang wajar pada masa itu, termasuk masa-masa cinta monyet emoticon-Big Grin
Di kotaku ada sekolah tinggi yang hanya ada satu-satunya di Indonesia (silahkan ditebak sendiri yak). Aku bertemu dengan cinta monyetku pada saat aku kelas 2 SMP. Saat itu aku dan keluargaku menonton pasar malam yg diadakan di lapangan. Namanya juga anak-anak, pasti seneng bisa nemplok sana sini apalagi disana aku bertemu dengan teman-temanku. Setelah muter-muter beberapa kali di lapangan, aku baru sadar bahwa ada yg mengikutiku saat aku pindah-pindah. Ada 2 cowok yg terus-menerus mengekoriku. Karena aku curiga, aku sembunyi di balik tempat penjualan tiket wahana kincir angin, Dan salah satu cowok itu celingukan. Saat dia kebingungan, aku lari menuju keluargaku dan langsung pulang. Tak disangka di antrian pulang, aku ketemu dia lagi. Dan cowok yg lebih pendek mengulurkan tangan dan mengajakku kenalan. Dia menyebutkan namanya Bintang (nama samaran), dan aku menyebut namaku Dee. Dia menanyakan rumahku, dan aku beritahu alamatku tanpa ada rasa curiga. Dan akupun melupakan saat itu.

Selang 3 hari, saat aku masih belajar di kamar, nenek memanggilku bahwa ada tamu laki-laki yang mencariku. Aku berpikir pasti salah satu temanku yang mau minjem PR emoticon-Big Grin. Aku keluar dengan memakai celana pendek dan rambut acak-acakan. Saat membuka korden ruang tamu aku terkejut, karena yg bertamu adalah Bintang. Tapi aku tetap keluar dan menemuinya. Tak disangka dia menyewa delman hanya untuk menemuiku. Delman itu menunggu selama 3 jam selama dia ngobrol denganku. Kami hanya ngobrol biasa, bahkan dia mengajariku soal PR Matematikaku emoticon-Big Grin. Dia sangat baik dimataku. Dia berasal dari Bogor, dan waktunya tinggal 3 bulan tinggal di kotaku. Saat itu dia sedang sibuk-sibuknya tugas akhir, namun dia menyempatkan diri datang menemuiku. Dia meminta alamat lengkapku, agar saat dia kembali dia bisa menyuratiku (pada saat itu belum ada hape dan internet belum sepopuler sekarang). Aku memberikan alamat sekolahku, dan itu pertemuan terakhirku dengannya.

3 bulan berselang, aku mendapatkan surat lewat alamat SMP ku, dan dipanggil ke ruang BP. Aku yg merasa ga sedang berbuat nakal, santai menemui guru BPku. Di ruangan tersebut, guruku sedang membaca surat, yang ternyata adalah surat Bintang untukku. Aku dimarahi habis-habisan karena sudah berani pacaran. Diinterogasi siapa Bintang dan sebagainya, aku jawab jujurlah. Meski ribet, surat Bintang sampai juga ditanganku. Isinya biasa-biasa saja. Hanya menanyakan keadaanku, sekolahku, dan memintaku berjanji agar selalu membalas suratnya. Dia menuliskan puisi manis (tapi aku lupa, karena pada bab ini, diariku terbakar akibat dianggap sampah oleh ibu). Dia menyelipkan fotonya bersama adek-adeknya. Dan saat itu aku pikir hal biasa, karena dia orang baik. Aku membalas suratnya. Dan hubungan korespondensi itu berlangsung sekitar 6 bulan.

Pada suatu hari dia menulis surat, apakah aku mau menjadi pacarnya? aku membacanya sambil mangap, liur menetes.... (fix ini lebay.... emoticon-Big Grin), karena kok bisa-bisanya ada yg suka anak SMP, jelek dan gendut pula. Tapi aku membalasnya dengan asal saja, asal mas Bintang mau menungguku lulus SMA, aku mau jadi pacarmu. Saat itulah titik balik si Gentong memperhatikan penampilannya.....

continued......

SIDE STORY

Terlepas dari part diatas, disini aku akan mengisahkan kenapa aku sangat menyukai hal-hal berbau India dan Bollywood. Konon katanya saat mengandungku, ibu suka sekali menonton film-film India yg dibintangi Amitabh Bachchan dan Rajesh Khanna. Dan setelah aku lahir, kegilaan itu menular padaku.
Aku ingat sekali saat SMP aku suka nonton film India di bioskop yg saat itu masih berdiri di kotaku. Dan aku sering nonton show jam 3 sore dan berakhir jam 7 malam (tahu sendiri durasi film-film India jadul jaman dahulu kan). Bahkan yg paling parah aku sering bolos les sore, hanya utk menonton film India di bioskop. Sampe aku mempunyai geng yg selalu nonton India disaat bersamaan, meski kami berbeda umur. Saat itu aku bermimpi mempunyai kekasih orang India (yg kelak di masa dewasaku menjadi kenyataan).
Kegilaanku pada film India ini, membuatku mempelajari bahasa Hindi dari majalah FILM (saat ini sudah almarhum), yang diasuh oleh mbak Melaty Thagore. Aku menyimpan uang sakuku utk membeli majalah FILM yg saat itu
terbit mingguan.
Bahkan aku jg mengkliping berita-berita aktor dan aktris favoritku saat itu. Kalo ditanya siapa aktor dan aktris favoritku pada saat itu adalah Sunny Deol dan Sridevi (kalo ini selain cantik, juga sama tanggal lahirnya emoticon-Big Grin).

Dan aku juga menjadi penggemar pertama dari Shah Rukh Khan yg saat ini adalah aktor top Bollywood. Saat itu tahun 1992, aku yg kelas 3 SMP, melihat poster film yg ditempelkan di pinggir jalan. Aku merasa asing dengan nama aktor itu. Tapi ya dasar keranjingan, aku tetep nonton film ini sorenya. Film debut SRK ini berjudul Chamatkar yg berpasangan dengan Urmila Matondkar. Pada saat itu aku sudah tau dan memprediksi bahwa SRK akan menjadi salah satu bintang besar Bollywood. Kalo ditanya koleksi film India di komputer dan laptop memang kebanyakan adalah film SRK emoticon-Big Grin Bahkan saat aku hamil anak keduaku tahun 2003 dan SRK datang kesini, aku benar-benar ngidam pingin ketemu dia. Sayang kehamilanku saat itu sudah memasuki masa-masa akhir, jadi aku hanya bisa memelototinya di layar kaca sambil mengelus perutku agar anakku jadi setampan SRK. Dan boleh jadi impian itu terkabul, karena anak laki-lakiku memang mempunyai wajah mirip orang India dan berhidung mancung (padahal bapak emaknya pesek) emoticon-Big Grin

Itulah mengapa aku menyelipkan video lagu yg menjadi lagu favoritku saat ini. Meski orang menghinaku karena hobiku ini (dulu sih, sekarang mah banyak yg suka), aku mah cuek aja. Hobi kan gak bisa dilarang, toh aku gak merugikan orang wkwkwkwkk....

Hanya sedikit yg bisa ku update malam ini, karena banyak kerjaan yg harus selesai malam ini.

continued.....
nenda duluu tante yaaaa.. apdet nya di tunggu tanteeeeemoticon-Salam Kenal
Halaman 1 dari 14


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di