alexa-tracking

Cerita Saksi Digiring ke Polda Metro karena Investigasi Kematian Mirna

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580b6a1da09a391d6d8b4569/cerita-saksi-digiring-ke-polda-metro-karena-investigasi-kematian-mirna
Cerita Saksi Digiring ke Polda Metro karena Investigasi Kematian Mirna
Spoiler for Cerita Saksi Digiring ke Polda Metro karena Investigasi Kematian Mirna:

Jakarta - Amir Papalia menceritakan saat ia mengaku melakukan investigasi mendalam setelah kematian Wayan Mirna Salihin dengan mendatangi Kafe Olivier seorang diri. Tidak lama setelah kedatangannya, polisi datang ke lokasi dan turut membawa Amir ke Mapolda Metro Jaya.

"Saya sempat mendatangi Kafe Olivier untuk menanyakan soal Rangga, saya sempat bertemu manajer kafe. Kemudian waktu itu sudah datang polisi banyak. Saya jelaskan saya wartawan, saya tidak buat surat tugas," kata Amir saat memberikan konferensi pers di Hotel Santika, Jl. Raya Kelapa Nias, Jakarta Utara, Sabtu, (22/10/2016).

Alasan Amir mendatangi Kafe Olivier karena sebelumnya ia sempat ingin menyambangi kediaman Jessica Kumala Wongso untuk melakukan mediasi.
Tetapi Amir hanya sempat bertemu dengan ketua RT di lingkungan rumah Jessica.

"Saya lari ke Ketua RT di lingkungan Jessica, Pak Paulus, saya berkata 'maaf pak saya mau sampaikan ke keluarga Jessica'. Disitu Pak Paulus menghubungi Yudi Wibowo Sukinto, namun belum ada hasil. Sudah sekitar 4 hari dalam kejadian itu," lanjutnya.

Amir mengakui dia menuju Jatanras Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Tetapi Amir mengatakan dirinya hanya ditanya oleh polisi perihal tujuan dia ke Kafe Olivier, bukan untuk dimintai keterangan.

"Saya ditanyakan polisi tujuan apa, waktu itu di Jatanras. Saya ditanya kenapa saya ke Olivier. Saya tidak di BAP, kurang lebih 2 jam saya di sana, saya yang minta pulang dan disuruh pulang oleh polisi," kata Amir.

Amir juga mengatakan alasan mengapa ia baru muncul saat ini. Dia mengakui sebelumnya sudah bersedia untuk dijadikan saksi sidang pembunuhan Mirna, namun tidak ditanggapi oleh Eddy Darmawan Salihin selaku ayah Mirna.

"Saya sudah mencoba menghubungi ayah Mirna. Namun tidak ditanggapi. Setelah itu, saya kembali juga mencari tahu kontak kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, tapi enggak bisa juga," kata Amir.

Atas pernyataan ini, Amir berani menjamin apa yang ia katakan adalah kebenaran. "Saya tidak akan menarik apa yang saya sampaikan. Saya bukan pengecut! Saya akan cari tahu," tegasnya.

Sementara itu, Piter Siringo-ringo selaku kuasa hukum dari Peradi Jakarta Timur mendampingi Amir untuk membuka kasus Jessica Kumala Wongso.

"Maka dari itu kami di sini mendampingi Pak Amir sekaligus memberi semangat ke beliau. Lalu, jangan ada yang mengintervensi atau mengintimidasi soal ini. Karenanya beliau itu hanya menunjukkan kebenaran sebenar-benarnya," papar Piter.

detik

Kok agak janggal ya cerita si Amir ini, kasus begitu lama, begitu heboh diliput media kok baru muncul menjelang vonis, apalagi yg berusaha ditemui adalah keluarga korban dan setelah gagal ke keluarga terdakwa, kenapa ga bikin pengakuan ke penyidik klo dia mau jadi saksi fakta, begitu terancam pencemaran baru buka masalah, apalagi klo mengaku sulit cari info pengacara terdakwa yg tiap minggu datang ke pengadilan, ditunggu aja deh drama apalagi yg akan terjadi emoticon-Cape d...
image-url-apps
Tinggal tunggu bener apa nggak emoticon-Cool
bisa aje, bikin alur cerita baru emoticon-Big Grin
fakta persidangan bukan, dua saksi juga enggak, bukti foto pun ra ono..
KASKUS Ads
image-url-apps
gak selesai neh emoticon-Cape deeehh
cek rekeningnya itu sudah emoticon-Embarrassment
Quote:


opo maneh iso weruh duit 140jt iku ko ngendi weruhe ?
image-url-apps
Quote:


Makin aneh, katanya penuntutnya aneh,lah ini pembela juga aneh emoticon-Bingung
image-url-apps
Dia wartawan apa ya? media apa ya?

Kronologinya bagaimana sih?
image-url-apps
Leh uga emoticon-Leh Uga
image-url-apps
makin rumit yang pasti nih kasusnya
image-url-apps
Quote:


Ho'oh.. die yg diblg jessica liat arief ketemu rangga itu kan..? Tp kok critanya td gag nyambung..? emoticon-Matabelo




Au ahh.. gelap... emoticon-Traveller
image-url-apps
sebenarnya cerita ini agak susah dimengerti
sayang pelor ini dilepas di akhir emoticon-Embarrassment
image-url-apps
Quote:


Quote:

Dari pengakuan rangga sendiri loh yg bilang 140jt.
Quote:


Quote:


Amir tdk pernah menyebut uang 140 jt boss, yg bilang duit 140jt itu rangga sndiri ktika dia curhat ama psikiater, emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Nyari panggung biar terkenal.
D undang sma TV dpt amplop.
Amplop nya buat byr utang.

Rangga kmrn blg d TV klo si amir dri mabes polri eh pas ad plokis ngaku nya wartawan

Pria ngaku lihat suami Mirna & Rangga pernah dipolisikan Olivier

image-url-apps
Spoiler for Pria ngaku lihat suami Mirna & Rangga pernah dipolisikan Olivier:

Merdeka.com - Amir Papalia, pria yang mengaku pernah melihat orang mirip suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko dan seorang Barista Kafe Olivier, Rangga pada Tanggal 5 Januari 2016, di Sarinah Thamrin, pernah dilaporkan manajemen Cafe Olivier ke polisi. Hal itu lantaran sikap dia yang sempat 'menginvestigasi' keberadaan Rangga pada tanggal tersebut.

"Saya hanya tanya Rangga di mana, tapi orangnya bilang saat itu tidak ada," kata Amir saat konferensi pers di Hotel Santika, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/10).

"Saya jelaskan saya wartawan, saya sih memang tidak buat surat tugas dan kondisinya sudah mati (kedaluarsa). Nah, saya tegaskan ya saat itu polisi sebenarnya bukan menangkap saya saat itu, hanya bersama-sama ke Polda," sambungnya.

Amir mengatakan, ketika di ruang penyidik Jatanras Polda Metro Jaya, dirinya hanya ditanya soal alasannya menanyakan hal tersebut. Saat itu, dirinya hanya menjawab kalau hanya ingin melakukan tugasnya sebagai jurnalis.

"Respons polisi tidak ada, dua jam saya di sana (Polda) ya saya minta pulang, dikasihlah saya pulang," katanya.

Dirinya pun menyayangkan langkah manajer cafe Olivier yang langsung melaporkan dirinya ke polisi.

"Kan tujuan saya mau ketemu Rangga, tak buat masalah dan lainnya, kenapa dilapor kepolisi," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Amir Papalia mengaku yakin melihat pertemuan antara pria yang mirip dengan suami Wayan Mirna Salihin, Arief Soemarko, dengan seorang pegawai Barista Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputra. Pertemuan antara keduanya diakui terjadi pada 5 Januari 2016 lalu.

"Keduanya sangat mirip. Kalau Rangga 99 persen, Arief 80 persen mirip," kata Amir saat konferensi pers di Hotel Santika, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (22/10).

Saat itu, Amir berpapasan dengan Rangga di Sarinah, Jakarta Pusat. Atas alasan itu, dia yakin kedua pria tersebut adalah Arief dan Rangga.

"Saya baru menyadari orang itu mirip dengan dua pria yang saya lihat di pinggir Jalan Sarinah, Thamrin. Saya yakin itu mereka setelah dua atau tiga hari setelah pemberitaan kematian Mirna di Cafe Olivier. Gaya rambut dan perawakannya juga sama dengan Arief yang sekarang sudah tayang di televisi. Jadi saya lihat langsung si Rangga, kalau si Arief saya hanya lihat sampingnya," bebernya.

Waktu pertemuan itu, lanjutnya, dirinya melihat salah satu pria mirip dengan Rangga memegang sekantung plastik kresek hitam.

"Di situlah memang ada saya lihat, bungkusan plastik kecil. Cuma satu. Hanya saja, saya saat itu tidak melihat apakah plastik itu dari tangan orang mirip Arif, lalu memberikan plastik itu ke orang mirip Rangga, ya saya enggak tahu," ujarnya.

merdeka

Wah makin janggal motivasi Amir nih mendadak jadi detektif swasta, trace aja keterkaitan dia dg pihak2 bersengketa pasti ketemu dan akan memperjelas nih kasus emoticon-Cape d...
image-url-apps
Drama jalan berbulan2, tiba2 dateng sekarang, gmn orng ga curiga, kecuali emang dia dr semenjak "katanya" liat si arif sm rangga, tinggal di dlm goa
image-url-apps
Periksa aja rekening mereka
Ada debet 140juta ga dalam hari2 sebelum mirna meninggal
image-url-apps
"Saya sudah mencoba menghubungi ayah Mirna. Namun tidak ditanggapi. Setelah itu, saya kembali juga mencari tahu kontak kuasa hukum Jessica, Yudi Wibowo Sukinto, tapi enggak bisa juga," kata Amir.
"Saya jelaskan saya wartawan, saya sih memang tidak buat surat tugas dan kondisinya sudah mati (kedaluarsa).
Sepertinya cari kesempatan dia, berhubung 2 pihak tdk merespon cari panggung dia.
image-url-apps
aneh bin ajaib nih emoticon-thumbsup