alexa-tracking

Timor - timur ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580b32085c7798024a8b4570/timor---timur-ingin-kembali-ke-pangkuan-ibu-pertiwi
Timor - timur ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi
Masyarakat Timor Leste Mulai Sesali Perpisahan Dengan NKRI

Mataram (ANTARA News) - Sebagian besar masyarakat Timor Leste yang memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Repubkil Indonesia (NKRI) melalui referendum
mulai menyesali perpisahan tersebut.

"Yang menikmati kemerdekaan Timor Leste hanyalah kelompok tertentu saja, sementara kehidupan mayoritas masyarakat Timor Leste yang tersebar di berbagai pelosok desa kian menderita, ketidakstabilan keamanan terjadi hingga saat ini," kata Ny.
Domingos kepada wartawan di Mataram, Jumat.

Ny. Domingos yang kebetulan datang berkunjung ke Mataram guna menjenguk saudaranya menuturkan kehidupan masyarakat Timor Leste setelah merdeka dibandingkan saat menjadi bagian integral dengan NKRI, sangatlah memprihatinkan.

Sebagian besar penduduk pedesaaan Timor Leste yang hidup di masa integrasi dengan NKRI merasa menyesal, mereka berkeinginan untuk kembali merasakan hidup bebas seperti dulu.

Masyarakat Timor Leste dalam dua tahun terakhir merasakan hidup tidak aman di negaranya sendiri, karena pertikaian antara kelompok, khususnya masyarakat Timor Leste bagian Timur dengan masyarakat Timor Leste bagian Barat hingga saat ini belum reda.

Hampir setiap hari terjadi pertikaian kelompok yang menyebabkan tewasnya sejumlah warga Timor Leste. Suasana itu telah menyebabkan banyak pengusaha dari Indonesia (Jakarta, Surabaya, Kupang dan Atambua) yang terpaksa meninggalkan kota
Dili.

Di samping itu, biaya hidup di negara Timor Leste yang baru merdeka tersebut cukup tinggi, harga BBM jenis premium maupun minyak tanah harganya lebih dua kali lipat dari harga yang ada di Indonesia.

Harga eceran premium bisa mencapai 2,5 dolar US atau setara dengan Rp15.000 per liter, demikian juga harga minyak tanah bisa mencapai hampir Rp10.000/liter, sehingga minyak tanah banyak yang didapat dari daerah perbatasan melalui
para pelintas batas.

"Kondisi kehidupan mereka yang kian sulit itu menyebabkan sebagian dari mereka sering mengungkapkan rasa penyesalan berpisah dengan NKRI, karena di masa integrasi masyarakat Timor Leste memiliki kehidupan yang lebih baik, padahal tujuan mereka merdeka sebelumnya agar mendapatkan kehidupan yang lebih dibanding sebelumnya,"
katanya.

Menjawab pertanyaan, Ny. Domingos mengemukakan hingga kini belum ada perubahan pembangunan yang dilakukan pemerintahan Presiden Xanana Gusmao, karena bangunan-bangunan yang terbakar di masa jajak pendapat tahun 1999, tidak satupun yang diperbaiki.

Bangunan peninggalan orang-orang Indonesia tersebut hingga kini masih tampak jelas, tidak ada upaya rehabilitasi, sehingga sekarang situasinya semakin kacau karena di saat terjadi konflik hingga lengsernya Perdana Menteri Mari Al-Katiri beberapa
bulan lalu, banyak bangunan yang dibakar sehingga suasana kota Dili kian mencekam.

Kondisi itu banyak mengakibatkan pengusaha yang datang dari Indonesia terpaksa meninggalkan kota-kota di Timor Leste, karena sudah tidak tahan.

Menurut cerita Ny. Domingos, selain mereka terpaksa mengalami kerugian besar karena tempat usahanya banyak yang dijarah pada saat kerusuhan, merekapun tidak tahan menghadapi ganasnya pertikaian antar kelompok yang hingga kini belum bisa
diatasi aparat keamanan yang dibantu tentara asing.

"Konflik perang saudara sekarang lebih sadis dibanding saat jajak pendapat dulu, membunuh sesama warga Timor Leste yang berbeda kelompok kerap terjadi, bahkan wanita hamilpun tidak segan-segan dibunuh," katanya.

Fasilitas kesehatan minim

Mengenai fasilitas kesehatan, Ny. Domingos menyatakan rumah sakit peninggalan Pemerintah Indonesia di Bidau itu tidak optimal, karena tenaga dokternya sangat minim dan tidak jarang mereka lari berobat ke Kupang (NTT).

Bagi keluarga yang kurang mampu, tentunya bisa dibayangkan ke mana mereka akan pergi berobat, sedang yang datang berobat ke Kupang itu adalah keluarga yang punya banyak uang.

sumber . http://www.antaranews.com/print/4712...an-dengan-nkri
image-url-apps
Ibu pertiwi masih mau mangku kahemoticon-Leh Uga
image-url-apps
Sekalian keduax buat kucingemoticon-Cool
KASKUS Ads
g ush emoticon-Cool
image-url-apps
ini salah Jokowi
image-url-apps
Quote:

Iya gak usah emoticon-Mewek
image-url-apps
Kemaren minta putus, sekarang minta balikan. Labil banget kayak bawah gw emoticon-Cape d... (S)
image-url-apps



nsimak sitikk jessh...


image-url-apps
berpikir dlu sebelum bertindak
image-url-apps
Lebih baik menderita tapi merdeka daripada dijajah indonesia.....
image-url-apps
Mereka mau saja dibodohi oleh org2 pinter emoticon-Nohope jadi sekarang baru nyesel emoticon-Stick Out Tongue

dulu koar2 pengen pisah, sekarang negaranya kocar kacir gx karuan emoticon-Big Grin
terima aja lhaa...
cuman syaratnya satu
mau diatur...
image-url-apps
okeay
image-url-apps
icen katanya ingin kembali ke pangkuan tuhan bre
:ceyem
image-url-apps
Quote:


Kemarin2 sempat jajakan diri untuk jadi bagian Australia.tapi mana mau ausi.
Mereka jg kecewa sama Timor Leste.karena oh karena minyak yg ada di celah Timor g sebanyak yg di perkirakan.kasihan rakyat Timor.dibohongi penjarah minyak.
image-url-apps
Gara2 siapakah ini?
image-url-apps
Quote:


Masih pada ngomong begitu gak ya sekarang? :nyantai
image-url-apps
Itu negaranya si raul lemos bukan gan??
image-url-apps
Macam mantan yang pgen balik habis di phpin ama pacarnya emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Rasain emang Manipulasi negara barat. Disangkanya byk kekayaan alamnya kaya Papua. Padahal mah emoticon-Ngakak (S)
Terus gak di urusin lagi.
Sekarang negara barat ngincer yg pasti pasti yaitu Papua dengan cara licik Free West papua.. cmiiw emoticon-Malu (S)
×