alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasihan Sudah 4 Hari Bayi ini Ditahan Rumah Sakit
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580a9cd756e6af460e8b456c/kasihan-sudah-4-hari-bayi-ini-ditahan-rumah-sakit

Kasihan Sudah 4 Hari Bayi ini Ditahan Rumah Sakit



MALANG benar bayi usia enam hari asal Desa Panggangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon ini. Sudah empat hari si bayi ditahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waled karena orang tuannya tak mampu membayar biaya persalinannya.

Walau biaya yang harus ditanggung hanya Rp2 juta, namun orang tua bayi yang berasal dari keluarga miskin ini tak mampu membayarnya. “Sudah empat hari anak saya ditahan pihak rumah sakit. Saya tidak punya biaya untuk menebusnya,” ujar Dayanti, orang tua bayi dengan mata berkaca-kaca.

Dia sangat berharap ada pihak yang membantu agar putra tercintanya bisa segera dibawa pulang. “Kasihan sudah empat hari anak saya ditinggal sendirian di rumah sakit,” ratap wanita yang sehari-hari tinggal di sebuah gubug di bantaran Sungai Ciberu Desa Panggang Sari, Kecamatan Losari.

Meski dirinya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan termasuk peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial pihak rumah sakit tetap menolak kartu BPJS yang diajukan. “Alasannya sudah lewat 3 hari sehingga tidak bisa pakai BPJS dan otomatis terdaftar sebagai pasien umum,” jelas Dayanti.

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak RSUD Waled terkait bayi dari keluarga sangat miskin yang “ditahan” gara-gara tidak mampu membayar biaya persalinan rumah sakit. (SAN)


http://jurnalcirebon.com/kasihan-sudah-4-hari-bayi-ini-ditahan-di-rsud-waled.html

karena ini tidak terjadi di DKI Jakarta, maka adem2 saja. kasihan sekali bayi ini lahir di provinsi paling barokah, dimana kekuatan doa adalah segalanya.
Hidup Aher!
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kasian emoticon-Sorry
semoga segera dapet donatur
kasihan klo klamaan di rs tar bisa kena inos
semoga ada yg segera melunasinya ....... emoticon-Turut Berduka
catatan : ini ortu bayi punya KIS dan dan peserta program PKH. mamah puan dan ibu khofifah piye iki?
sayang di Cirebon... kalo di jakarta, ke Balai Kota langsung kelarr...

mintak cobak ama Aher...palingan nemuinnya bisa sampe umur tu bayi tiga bulan...
Quote:


nunggu bayinya masuk SD
seharusnya pemerintah setempat memberi perhatian kepada kasus ini.
harus dibantu, jangan dipersulit.
pihak rumah sakit juga harus membantu memperjelas ketentuan yang berlaku, bukan main tahan setelah mengobati.
^
pada brisik u ngehe, gw lagi mo doa dulu bentar..
Diubah oleh unwell
assiikkk pak jokowi aman



emoticon-Traveller
kasian dedeknyaa

Warga Kumpulkan Sumbangan untuk “Tebus” Bayi yang “Ditahan” di Rumah Sakit

tanpa menunggu Aher berdoa, warga berinisiatif mengumpulkan sumbangan.



CIREBON- Setelah empat hari “ditahan” RSUD Waled karena tak mampu bayar biaya perawatan, bayi dari pasangan Samsul Bahri dan Dayanti asal Desa Panggangsari Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon akhirnya akhirnya diizinkan pulang.

Putra pasangan keluarga miskin ini bisa pulang berkat solidaritas warga di kampungnya yang bahu-membahu mengumpulkan sumbangan untuk untuk membantu biaya perawatan bayi yang ditahan di RSUD Waled.

Keluarga yang sehari-hari tinggal di sebuah gubug di bantaran Sungai Ciberu Losari ini sebenarnya memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan mendaftar di rumah sakit menggunakan kartu BPJS yang iurannya dibayar oleh pemerintah.

“Keluarga Ibu Dayanti adalah keluarga sangat miskin dan merupakan peserta PKH (Program Keluarga Harapan) dan memiliki kartu BPJS yang iurannya dibayar oleh pemerintah,” kata Herman, Pendamping PKH Kecamatan Losari kepada jurnalcirebon.com, Sabtu (22/10).

Namun, lantaran bayi yang baru lahir tersebut belum didaftarkan BPJS, kata dia, pihak rumah sakit terpaksa memasukkan bayi sebagai pasien umum. “Sebenarnya saya sudah melaporkan ke pihak rumah sakit kalau orang tua pasien berasal dari keluarga miskin dan peserta PKH. Pihak rumah juga tahu kalau kartu BPJS untuk si bayi sedang diurus. Tapi tetap saja ditolak dengan alasan sudah lewat 3 x 24 jam,” jelas Herman.

Merasa kasihan dengan kondisi tersebut, tambah dia, warga sekampung pun berbondong-bondong mengumpulkan dana agar bisa memulangkan bayi yang masih tertahan di RSUD Waled tersebut.

“Bayinya ditahan sudah enam hari oleh pihak rumah sakit dan akhirnya bisa diambil dari sumbangan warga,” kata dia. (SAN)
Wakakakaa maap anggaran abis dipake buat jaminan kesehatan aher sekeluarga di akherat.

Mohon yg miskin2 mati aja jadi ga ngeribetin aher

emoticon-Ngakak
itu musibah!
harap sabar dan dimaklumin !

titah baginda aher !
Itu bayi 6 hari kasi susu ga sih? emoticon-Mewek
Yah kasian bayi nya, baru berojol dah jadi sandera.

Para keluarga yg pengen punya anak, mbok yah otak nya di pake, bukan mikir enak buatnya tok. Pas biayain kagak gablek duit. 270 hari masa tunggu, sehari ngumpulin 7500 mestinya beres. Kalo gak bisa ngumpulin duit 7500 sehari yah jangan mikir buat punya anak. Malah buat masa depan tuh anak jadi suram nanti
Kasian
Semoga ada jalan keluarnya
emoticon-Turut Berduka


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di