alexa-tracking

MUI Minta Polisi Pastikan Keterkaitan Pelaku Penyerangan Polisi di Tangerang dengan K

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5808cb6f32e2e626108b456a/mui-minta-polisi-pastikan-keterkaitan-pelaku-penyerangan-polisi-di-tangerang-dengan-k
MUI Minta Polisi Pastikan Keterkaitan Pelaku Penyerangan Polisi di Tangerang dengan K
Quote:


belum tentu salah ISIS emoticon-Marah

sudah pasti salah ahok penis ta emoticon-Marah

ISIS dizolimi emoticon-Marah
image-url-apps
isis emoticon-Betty
ngisis dulu dimari
KASKUS Ads
image-url-apps
Mantap







Jangan sembunyikan trit ini
image-url-apps
dipastikan biar gampang kasih stempel nya emoticon-Traveller
emoticon-Wow

Tret bagus ni

Udah ane rate emoticon-Rate 5 Star

emoticon-Ultah
image-url-apps
take to the beer emoticon-Marah
image-url-apps
"Kami memohon MUI untuk mencabut dan atau meluruskan pernyataannya, karena pernyataan tersebut mengindikasi adanya reaksi dari ormas-ormas Islam yang sudah kita ketahui," kata Juru Bicara AMCD Iman Sumantri di kantor MUI, Jakarta, Rabu (19/10).
Cieeee... tiba2 jadi Lembek...

MUI Minta Polisi Pastikan Keterkaitan Pelaku Penyerangan Polisi di Tangerang dengan KMUI Minta Polisi Pastikan Keterkaitan Pelaku Penyerangan Polisi di Tangerang dengan K
image-url-apps
harusnya nih anak pake atribut fpi pasti ga ada yg berani tembak
image-url-apps
Uda jelas2 ngaku dan ada videonya, masih ga yakin
Beda banget sama ahok, ga ada ahli tata bahasa yg vonis ahok menistakan, semua aklamasi yakin, sampe mau poyong tangan segala

Ini majelis umat atau pembela agama sih?
image-url-apps
Sesungguhnya ini adalah pitonah keji thd iSIS yg telah dibeli hoktod dlm memerangi mui dan umat nasbung bin dajjal laknatulloh yg berusaha menegakkan pancasila dan NKRI barokah dibawah panji merah putih, hoktod telah menjolimin mui dan umat nasbung dajjal laknatullohnya ya.akhi emoticon-Marah emoticon-Blue Guy Bata (L)
kalo ada yg bela pelaku penyerangan itu juga org radikal
image-url-apps
lah bukannya mui di daerah di sumatera mendukung isis
image-url-apps
MUI Sumsel Pertanyakan Alasan Pemerintah Larang ISIS

Oleh Nefri Inge pada 08 Agu 2014, 10:34 WIB
Liputan6.com, Palembang -

Pemerintah telah menyatakan menolak berkembangnya gerakan the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia. Namun sikap ini dipertanyakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan.

MUI Sumsel mempertanyakan apa alasan yang melatar belakangi penolakan pemerintah terhadap gerakan Islam yang berasal dari Timur Tengah itu. "Pemerintah jangan salah kaprah, jangan dikriminalkan. Ada apa ini? Pesanan dari mana?" ucap Ketua MUI Sumsel Sodikun kepada Liputan6.com di Palembang, Jumat (8/8/2014).

Sodikun mencurigai, penolakan terhadap ISIS kemungkinan merupakan sebuah konspirasi global dari oknum tertentu yang kemungkinan didukung oleh negara besar yang membenci Islam, yaitu Amerika.

"Seandainya gerakan ini memang tulus ingin membangun Islam, pasti menjadi ancaman besar bagi negara yang benci dengan Islam. Wajar kalau seandainya getol betul para birokratnya menentang ISIS," urainya.

Dia menilai, ISIS tidak mustahil bisa menjadi gerakan dunia Islam yang pengaruhnya luar biasa di dunia dan semakin banyak negara yang benci dengan Islam, akan menuduh gerakan ini sebagai terorisme. Namun, Sodikun meyakini gerakan ini bisa berkembang lebih besar lagi jika memang benar murni untuk membangkitkan negara Islam di dunia.

"Mungkin hari ini (ISIS) hanya 2 negara, tapi mungkin besok seluruh negara yang mendukung gerakan untuk membangkitkan kejayaan Islam di dunia," paparnya.

Kendati banyak pandangan buruk terhadap ISIS, namun MUI Sumsel masih ingin meneliti tujuan dan visi misi utama gerakan tersebut. "Gerakan ini agak berat, harus diteliti betul. Apalagi pemimpinnya yaitu Abu Bakar al Baghdadi yang katanya merupakan keturunan Nabi. Pengaruh ISIS ini memang luar biasa, muatan kebenaran, menegakkan negara kekhalifahan, ideologi itu diadopsi dari Al-Qaidah dan besar kemungkinan bisa mendapat respon dari negara Islam lainnya," ucapnya.

"Jika memang visi misinya membangun negara Islam dari kehancuran Irak dan negara Timur Tengah sebagai negara boneka oleh negara adidaya. Kita belum mendapatkan secara utuh tentang ideologi ISIS tapi sementara seperti itu. Namun banyak yang salah kaprah tentang ISIS, bukan mereka yang membantai kaum Sunni, ini jangan disalahartikan. Padahal yang membunuh itu adalah kelompok Syiah," tukasnya.

Di Sumsel sendiri, isu masuknya ISIS sempat berhembus. Namun, menurut Sodikun, sejauh ini belum ada laporan masuknya anggota ISIS di Sumsel.

"Berdasarkan data yang valid, sampai hari ini belum ditemukan laporan tersebut. Tapi biasanya kalau ada, akan ada koordinasi dari MUI ke Kapolda dan Kodam," lanjutnya.

Peryataan Sodikun ini bertentangan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI pusat Kamis kemarin, 7 Agustus 2014, menolak tegas dan bahkan mengharamkan paham ISIS. MUI juga mendukung langkah cepat, tepat, dan tegas dari pemerintah serta pihak keamanan Indonesia untuk melarang gerakan ISIS di Indonesia.

Menurut Wakil Ketua MUI KH Maruf Amin, ISIS menjadi haram lantaran apa yang dilakukan kelompok tersebut seperti melakukan tindakan kekerasan untuk mencapai sebuah tujuan sudah keluar dari ajaran Islam.

"ISIS tidak sesuai dengan karakter Islam. Tindakan itu diharamkan oleh Islam. Nah, jadi kalau ada yang mendukung ISIS tentunya haram, karena mendukung yang diharamkan," ujar Wakil Ketua MUI, KH Maruf Amin di kantornya, Jakarta, Kamis 7 Agustus. (Mut)
image-url-apps
apa MUI mau bela isis emoticon-Leh Uga
Quote:


emoticon-Wow

Harists Abu Ulya Minta Polisi tak Gegabah Kaitkan Kasus Penusukan dengan ISIS


MUI Minta Polisi Pastikan Keterkaitan Pelaku Penyerangan Polisi di Tangerang dengan K

Pengamat Kontra Terorisme, Harits Abu Ulya, meminta Polisi tidak gegabah mengaitkan pelaku penusukan tiga anggota Polisi di Cikokol, Kota Tangerang dengan menyebut sebagi pelaku berkaitan dengan Kelompok ISIS.

“Tidak bisa dikaitkan begitu saja meski ada gambar yang dijadikan alat justifikasi bahwa terkait ISIS, gambar itu khan bendera Al-Liwa Tauhid, ” ujar Harits dalam pesan elektroniknya, Kamis (20/10/2016).

Untuk itu kata Harits, perlu dilakukan investigasi yang mendalam oleh Polri untuk memastikan keterlibatannya dengan ISIS atau kelompok teroris lainnya. Meskipun jika benar pelaku penusukan tersebut ada hubungannya dengan ISIS perlu juga diinvestigasi apakah ada inisiatif pribadi atau kelompok.

Dengan adanya peristiwa ini tambahnya, seolah menjadi pembenaran dari pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa hari lalu terkait puluhan WNI yang bergabung ISIS pulang ke Indonesia. Kapolri menyebut kepulangan mereka sangat membahayakan karena telah memiliki kemampuan menyerang cukup tinggi.

“Ya malah kesannya ini jadi pembenaran dengan apa yang disampaikan Kapolri. Cuma masalahnya apa yang menjadi pembenaranya, apakah anak-anak ISIS atau stres kan perlu dilakukan penelitian,” tegasnya.

Syuhada news

Bisa hampir mirip pernyataannya

emoticon-Wakaka
image-url-apps
Suruh liad video pas diwawancarai aja..

Mau ada kaitan atau ga..sdh jls kok tujuannya...

Kilaf
image-url-apps
kalau trus polisi harus ngeliatin doank gtu. polisnya harus ditusuk dulu gtu
image-url-apps
Kok MUI yang kebakaran jenggot
Belain ISIS pak..?
emoticon-Big Grin

Selon aja
Urusin tuh fatwa2 sableng
×