alexa-tracking

Sidang Jessica: Arief Bertemu Rangga Sebelum Mirna Meninggal?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58089986dcd77052148b4568/sidang-jessica-arief-bertemu-rangga-sebelum-mirna-meninggal
Ngakak 
Sidang Jessica: Arief Bertemu Rangga Sebelum Mirna Meninggal?
Sidang Jessica: Arief Bertemu Rangga Sebelum Mirna Meninggal?

Sidang Jessica: Arief Bertemu Rangga Sebelum Mirna Meninggal?

Bintang.com, Jakarta Hari ini, Kamis (20/10/2016) Jessica Kumala Wongso kembali duduk di kursi dipersidangan. Kali ini sidang yang dimulai pada pukul 14:09 WIB tersebut beragendakan pembacaan duplik dari terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, yakni Jessica.

Ada sebuah informasi mengejutkan yang diucapkan oleh Jessica saat membaca dupliknya.

“Saya mendapat informasi dari seorang penasehat hukum saya, bernama Hidayat Rustam. Ada satu orang bernama Amir Patatila SH mengaku pernah melihat Arief memberikan bungkusan kantong plastik hitam kepada Rangga di parkiran Sarinah sehari sebelum Mirna meninggal,” jelas Jessica saat membacakan duplik, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2016).

Rangga adalah salah satu pegawai kafe Olivier, tempat Mirna meminum kopi Vietnam yang diduga mengandung sianida. Rangga sendiri merupakan peracik kopi atau barista di kafe Olivier. Rangga pernah disebut mendapatkan uang Rp140 juta dari suami Mirna, Arief Soemarko.

Sidang Jessica: Arief Bertemu Rangga Sebelum Mirna Meninggal?

Keterangan Jessica itu pun langsung membuat heboh ruang persidangan. Hingga kini pembacaan duplik Jessica masih terus berlangsung. Tak hanya pengakuan menghebohkan tersebut. Di awal pembacaan dupliknya Jessica Kumala Wongso juga sempat menjelaskan tentang foto-foto ruang tahanan mewah yang belum lama ini beredar.

haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

kelihatan nyeee saksi cukup kredibel waaa,ade yg panas dingin waaa emoticon-Ngakak (S)

Maho kah?

emoticon-Leh Uga
trus akankah ada pemeriksaan lagi kepada saksi baru itu? makin panjang deh.

kirain udah finnale , gataunya ada episode bonus
kalah2 sinetron cinta fitri emoticon-Leh Uga
lanjut terus sampe mampuss emoticon-Traveller
Quote:


ac/dc mungkin si arip ini

emoticon-Imlek emoticon-Imlek
Dr dl gw curiga..
wew fakta baru ya
Negara merugi atas kasus yang sudah 5 kali ditolak untuk disidangkan
ada rangga ada cinta
Emng si rustam ini blom dijadiin saksi?
ada yg bilang kalo istri kaya meninggal ..suaminya bisa dapat duit warisan



masalah terbesar darikasus jessica adalah aparat dari awal sudah terlalu fokus ke Jessica, pokoknya Jessica HARUS SALAH.... sehingga menutup kemungkinan PELAKU/MODUS LAINNYA.....
Quote:


haiyaaa ciilaaka luuwa weelas waaa

Org cerdas hrs curiga,terlalu banyak meragukan dr keluarga mereka waaa!!!

Klo org Indo bilang tidak ade asap klo gak ade api waaa!!! emoticon-Ngakak (S)


Ayah Mirna Sebut soal Uang Rp 140 Juta untuk Barista Olivier dari Mantunya "Hoax"

Sidang Jessica: Arief Bertemu Rangga Sebelum Mirna Meninggal?

JAKARTA, KOMPAS.com
— Ayah Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin, menanggapi uang Rp 140 juta yang disebut diberikan menantunya, Arief Soemarko, kepada barista Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputra, untuk membunuh Mirna. Menurut Darmawan, hal tersebut tidak benar.

"Hoax, itu bohong," ujar Darmawan sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2016).

Darmawan menyebut, keterangan uang Rp 140 juta berasal dari berita acara pemeriksaan (BAP) psikolog, bukan penyidik. Dari informasi yang diterima Darmawan, saat itu Rangga diminta bercerita. Rangga menyebut, ada orang yang menjelek-jelekkannya.

"Kata Rangga, 'Ada yang ngejelek-jelekin saya'. Si Arief suaminya Mirna katanya ngasih duit Rp 140 juta untuk bunuh istrinya," kata dia.

Rangga pun sudah melaporkan itu ke Jatanras Polda Metro Jaya sebagai pencemaran nama baik. Untuk membuktikan bahwa uang Rp 140 juta itu hoax, Darmawan hari ini membawa sebuah amplop coklat berisi bukti rekening milik Rangga.

"Kan yang penting buku rekening dia, dua bulan, enggak ada apa-apa," ucap Darmawan.

Darmawan hanya membuka isi amplop tersebut. Namun, dia tidak menunjukkan tulisan yang tercetak di dalam kertas tersebut. Darmawan buru-buru masuk ke dalam ruang sidang untuk menyaksikan sidang lanjutan kasus kematian anaknya dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Sebelumnya, kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan, menyebut Rangga menerima uang Rp 140 juta dari Arief. Hal itu diungkapkan Otto pada sidang lanjutan Jessica, Rabu (27/7/2016).

"Rangga itu mengaku sama dokter waktu diperiksa, dia juga mengiyakan kalau dia menerima transfer dari Arief untuk membunuh Mirna. Rangga mengiyakan, dan itu ada dalam BAP (berita acara pemeriksaan) polisi. Kami bukan mengada-ada," kata Otto.

Menurut Otto, dari data yang dia miliki, seseorang mengaku polisi sempat mendatangi kafe dan mencari orang yang bernama Rangga. Orang itu mengatakan bahwa Rangga adalah suruhan Arief yang ditugaskan untuk meracuni Mirna.
makin seru aja ini sinetron, bisa berlanjut pembunuh yg tertukar emoticon-Matabelo

ini sumber berita dari media mana, moga bukan bagian tim cyber, lancar banget beritanya si jess emoticon-Big Grin
dulu isunya begitu cuma kok ga ada kelanjutan nya tuh pelayan dapet duit?
masih belun beres ya kopi ini?
emoticon-No Hope
Quote:


buktinya apa gan, aparat hanya fokus ke satu orang ?
Suami Mirna (Arief) Harus Minta Ampun pada Jessica (dan Mirna)


Pertarungan logika antara Jessica dan Kejaksaan (Keluarga Mirna) sampai pada puncaknya. Sudah 28 episode pertarungan di sidang pengadilan yang diliput besar-besaran televisi sehingga kita semua bisa menjadi pengamat. Jika banyak Kompasianer memposting tentang situasi sidang, saya ingin fokus pada ucapan Ibunda Jessica yang membocorkan peristiwa menjelang detik-detik kematian Mirna (dari hasil wawancara KompasTV).

1. Mirna dibawa ke Klinik Damayanti Grand Indonesia yang ditangani Dokter Joshua. Kesaksian Dr Joshua, saat dibawa ke klinik oleh petugas Cafe Olivier, tidak ada tanda-tanda yang aneh dari tubuh Mirna. Wanita 27 tahun itu hanya pingsan dan belum meninggal. "Sadar si enggak, pingsan kayak biasanya, kondisi fisik juga masih ada (hidup), badan masih hangat, pandangan mata kosong, dan pasien masih bisa interaksi." Kalau tanda-tanda keracunan kan pasti muntah-muntah atau batuk-batuk. Maksimal sampai batuk atau muntah darah karena kalau racun itu kan menyerang pembuluh darah," tutup Joshua. Sejauh pemeriksaan selama di klinik, Dr Joshua tidak melihat adanya tanda-tanda keracunan dalam tubuh Mirna. Karena, reaksi yang biasa muncul bila seseorang keracunan tidak tampak. "Kalau tanda-tanda keracunan kan pasti muntah-muntah atau batuk-batuk. Maksimal sampai batuk atau muntah darah karena kalau racun itu kan menyerang pembuluh darah," tutup Joshua. Prosedur penanganan pertama pasien pun dilakukan. Hanya saja, tidak ada yang menonjol. Mirna tampak masih hidup dan hanya pingsan. Joshua pun hanya sebentar menangani Mirna sampai akhirnya sang suami datang. "Kita rawat enggak sampai 5 menit, kemudian suaminya datang dan meminta untuk dibawa ke RS Abdi Waluyo," kata Joshua.

2. Suami Mirna, Arief ngotot membawa Mirna yang pingsan dengan mobil biasa ke RS Abdi Waluyo Ibunda Mirna dalam wawancara eksklusif penuh tangis ke Kompas TV membocorkan bahwa, ada saksi hidup yang sengaja menemui dia untuk membeberkan kejadian saat itu. Bahwa sebenarnya Arief sudah dilarang jangan membawa Mirna yang dalam kondisi sekarat dengan mobilnya. Arief disarankan Tim Klinik di Grand Indonesia, untuk menunggu ambulan. Namun saran itu ditampik Arif yang ngotot membawa Mirna yang pingsan dengan mobilnya, bukan menunggu ambulans. Ketika saksi ini memberi peringatan, "kalau ada apa-apa (pada Mirna) bagaimana?" dan dijawab Arif dengan enteng, " Ya sudah nasib".

3. Ternyata Arif berputar-putar sekitar 45 - 75 menit untuk sampai ke RS Abdi Waluyo Lucunya, dari berbagai detil kesaksian, ternyata tidak ada waktu yang sahih, yang valid; pukul berapa Mirna dirawat di Klinik Grand Indonesia, pukul berapa Mirna diangkut Arief; pukul berapa Mirna sampai di RS Abdi Waluyo

. Berdasarkan keterangan di pengadilan Mirna minum kopi sekitar pukul 16.50 dan langsung kejang-kejang. Dilarikan ke klinik Grand Indonesia, diperkirakan sekitar pukul 17.00 Menurut keterangan Dr Joshua dari klinik Grand Indonesia, Mirna hanya sekitar 5 menit di dalam klinik, langsung diangkut suaminya, Arif, pukul 17.05 Mirna yang sekarat ada di pengawasan penuh Arief Sumarko, suaminya, dari pukul 17.05 sampai sekitar pukul 8.00 Begitu Mirna sampai di RS Abdi Waluyo, yang ditangani Dokter Prima, Mirna sudah meninggal pukul 18.00, tetapi waktu kematian pukul 18.30 Padahal waktu tempuh yang wajar dari Grand Indonesia ke RS Abdi Waluyo sekitar 15 menit.

Berarti Arief membawa Mirna yang sekarat berputar-putar dulu. Dari point 4 dan point 6 terdapat selisih waktu, Pk 18.00 dikurangi Pk 17.05 = sekitar 55 menit, atau bisa diperluas, sampai sekitar 45 menit - 75 menit. Sayang sekali, menit-menit paling berharga buat kehidupan Mirna, telah disia-siakan Arief untuk berputar-putar mencari rumah sakit. Itulah yang diungkapkan Ibunda Jessica, andaikan Mirna bisa sampai di RS Abdi Waluyo dalam 15 menit, maka bisa tertolong Andaikan Arif mendengarkan saran, membawa Mirna dengan ambulans, bukan mobil biasa, maka sangat mungkin Mirna tertolong. Karena itu, ucapan Arif yang merespon saran dari petugas Klinik Grand Indonesia untuk menunggu ambulans perlu dicurigai. Apalagi Arif dengan sadar mengatakan, kalau terjadi apa-apa, ya sudah nasib.

jadi sambil menunggu vonis hakim membebaskan Jessica, sebaiknya Arief dan Keluarga Mirna siap-siap menghadapi pengadilan rakyat. Ada apa sebenarnya dibalik kematian Mirna, sampai segitu ganasnya Arief dan keluarga Mirna mencecar dan menyiksa Jessica ?

makin panjang yang pasti emoticon-Ngakak
×