alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58088d8dded7708c5a8b4568/benarkah-ahok-penista-agama-bagaimana-sikap-kita
Benarkah Ahok Penista Agama? Bagaimana Sikap Kita?
Potongan video pidato Basuki T. Purnama alias Ahok saat sambutan di Kepulauan Seribu berdurasi sekitar 50 detik yang tersebar di Youtube dan media sosial lainnya menuai kontroversi. Ada yang menyebut bahwa pidato tersebut merupakan penistaan agama dan ada yang menyebut bahwa hal tersebut tidak ada unsur penistaan.
Perkataan Ismail dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengutuk keras pelecehan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok dan menganggapnya sebagai tindakan yang sama sekali tidak bisa diterima. Ahok secara sadar telah menyatakan orang telah dibodohi andaikan tidak memilih dirinya atas dasar surat Al Maidah ayat 51. Itu artinya Ahok telah telah secara nyata menyebut Alquran sebagai sumber kebodohan dan siapa saja yang menyampaikan haramnya memilih pemimpin kafir dengan dasar ayat itu juga disebut Ahok sebagai telah melakukan pembodohan. (Dikutip dari republika)
Sedangkan pada acara halakah bertema Pilkada: Kesetiaan Pada Pancasila dan UUD 1945 yang digelar kaum Muda NU Jakarta di Cikini, Jakarta Pusat, Rois Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menilai Gubernur DKI Jakarta Ahok tak mungkin berniat menista Alquran dengan menyebut Surat Almaidah ayat 51 sebagai bahan untuk membodohi pemilih. Menurut Ishomuddin, kesimpulan itu diperolehnya setelah melihat secara utuh video kunjungan kerja Ahok di Kabupaten Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu. Dalam pengamatan Ishomuddin, tak mungkin Ahok berani secara sengaja mau melecehkan Al-Qur’an karena secara logika, tidak mungkin orang yang sedang mencalonkan kemudian melecehkan. Jadi tidak masuk akal kalau itu berniat melecehkan. (Dikutip dari JPNN)
Ahok mencoba meluruskan pernyataannya tersebut melalui pernyataan tertulisnya, sebagai berikut:
Saya sudah lihat saat ini banyak beredar pernyataan saya dalam rekaman video seolah saya melecehkan ayat suci Al Qur'an surat Al Maidah ayat 51, pada acara pertemuan saya dengan warga Pulau Seribu. Berkenaan dengan hal itu, maka perlu saya sampaikan bahwa:
1. Pernyataan itu saya sampaikan dalam konteks mempersilakan bapak dan ibu warga Kepulauan Seribu bebas memilih siapa saja. Tanpa harus merasa terpaksa atau dipaksa untuk memilih saya, karena semua program Pemda DKI yang menjadi tanggungjawab Gubernur DKI 2012-2017 akan saya selesaikan hingga Oktober 2017
2. Terkait dengan surat Al Maidah ayat 51 yang saya sampaikan itu, saya ingin menjelaskan bahwa kembalikan semua pilihan kepada warga di Kepulauan Seribu sesuai dengan keyakinan dan nurani masing-masing. Tanpa harus merasa tidak enak apabila tidak memilih dalam Pilkada DKI pada Febuati 2017.
3. Tidak ada sedikitpun maksud saya melecehkan surat Al Maidah ayat 51 dari pernyataan saya tersebut. Karena kita warga negara Indonesia sesuai dengan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, maka kita saling menghormati agama yang kita yakini dan saling menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa.
4. Untuk itu saya mengimbau agar kita semua tidak mempolitisasi agama, dengan mengutip ayat-ayat kitab suci, baik Al Quran, Alkitab, dan kitab lainnya sebagai bentuk kebohongan kepada publik. Karena pemimpin dinilai berdasarkan kerja dan kebijakannya untuk keadilan sosial bagi bangsa.
Perseteruan mengenai permasalahan tersebut sebaiknya kita bersikap dewasa dan menanggapinya secara bijak, janganlah kita ikut terprovokasi didalamnya. Menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2017 banyak cara yang dilakukan dalam mencapai kepentingan politik untuk memenangkan salah satu calon kepala daerah yang diusungnya. Ada juga yang memanfaatkan moment tersebut untuk mengacaukan politik pemerintahan Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia seharusnya kita menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan sesuai dengan semboyan bhinneka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua). Komitmen para pejuang tanah air Indonesia terdahulu harus dijunjung tinggi dan diterapkan di Indonesia, melalui Pancasila sebagai dasar negara yang mampu menyatukan semangat juang Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari penjajah-penjajah terdahulu. Janganlah terbawa emosi, janganlah terbawa isu SARA yang bisa mengkotak-kotak kan bangsa Indonesia. Hukum masih berjalan di Indonesia, jika ada yang salah cukup melapor kepada pihak kepolisian dan biarkan pihak kepolisian yang memproses secara hukum pihak yang bersalah.
Mempersatukan bangsa tidaklah mudah melakukannya, tetapi merusak suatu bangsa cukup dengan beberapa saat saja.
kalau ini ?

Benarkah Ahok Penista Agama? Bagaimana Sikap Kita?



emoticon-Malu
Tidak benar
siap2 nasbung lembur setelah keluar survey smrc
Ada orang menyenggol orang lain kemudian orang itu meninggal. "saya tidak ada niat membunuhnya, hanya menyenggol saja".

Mungkin ahok tidak ada niat menistakan, tetapi kata2nya mau diulang bagaimana pun tetap ada unsur penistaan. Ahok memang offside pada kejadian ini dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan nya. Ga usah lah terlalu sensi dengan yang bawa agama, klo emang yakin dengan prestasi nya kenapa harus takut.

Quote:Original Posted By boniecamel2
kalau ini ?

Benarkah Ahok Penista Agama? Bagaimana Sikap Kita?



emoticon-Malu


Demokrasi tidak bisa melindungi dirinya sendiri. Klo sebagian besar orang ingin demokrasi diubah, bukankah itu demokrasi juga dan tidak salah?