alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580873d7ded770da7a8b4567/2-tahun-jokowi-jk-tiongkok-target-utama-wisatawan-mancanegara-yang-menjanjikan
2 TAHUN JOKOWI-JK: Tiongkok, Target Utama Wisatawan Mancanegara yang Menjanjikan
INDONESIA terus memperbanyak jumlah wisatawan untuk datang ke Tanah Air, salah satu targetnya adalah wisatawan Tiongkok. Lantas, apa yang menjadi alasan Indonesia khususnya di pemerintahan Jokowi menjadikan Tiongkok sebagai ladang besar untuk jumlah wisatawan demi menembus 20 juta wisatawan di tahun 2019.

Setelah langkah besar yang dilakukan di era pemerintahan Presiden Jokowi yakni memperbanyak bebas visa menjadi 169 negara. Cara ini tentunya diharapkan bisa mendatangkan devisa negara cukup besar.

Beberapa negara memang sudah dibidik untuk menjadi fokus utama dalam jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, di antaranya Australia, Tiongkok, Malaysia, Singapura hingga India sekaligus.

Namun, pertanyaannya adalah mengapa Tiongkok yang dijadikan fokus utama untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara paling banyak?

Bila ditelisik lebih dalam, ternyata ada beberapa faktor utama yang menjadikan pemerintahan Indonesia untuk membidik Tiongkok menjadi jumlah wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia.

Bahkan, saat kunjungan Presiden Jokowi ke Negeri Tirai Bambu tepatnya di Shanghai untuk melakukan kerjasama yang kuat di bidang pariwisata dengan Presiden Xi Jinping, bila kedua negara baik Indonesia dengan Tiongkok berupaya mendatangkan 10 juta wisatawan Tiongkok ke Indonesia.

Dengan lonjakan kunjungan wisatawan asal Tiongkok yang secara perlahan menjadi lebih pesat ketimbang negara-negara lainnya ini bisa jadi menjadi alasan utama membidik wisatawan Tiongkok untuk lebih banyak ke Indonesia.

Dari data BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan periode Januari hingga Juli 2016 pertumbuhan pariwisata Indonesia banyak ditopang oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara yakni Tiongkok sebesar 831.578 wisman atau tumbuh 24,14 persen dan pasar Australia sebanyak 690.751 atau tumbuh 11.97 persen.

Bahkan, dari catatan BPS, berikut ini peningkatan secara year on year (YoY) per Agustus 2016 untuk wisatawan asal Tiongkok mengalami kenaikan di mana naik dari 127.180 menjadi 151.054, urutan kedua Australia naik dari 71.030 menjadi 105.754, kemudian ketiga Singapura turun dari 128.717 ke 100.38 selanjutnya Malaysia naik dari 95.126 ke 99.313, terakhir Jepang yang naik dari 48.872 ke 56.831.

Tak itu saja, kejutan juga terjadi di Bali. Di mana, menurut Agung Yuniarta, Kadispar Bali mengatakan secara total pada periode 2015 wisatawan Tiongkok mendominasi di peringkat ke dua.

Hanya saja untuk dua bulan pertama di 2016, mereka (wisatawan Tiongkok-red) sudah masuk peringkat pertama terbanyak yang mengunjungi Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Data kunjungan wisatawan Tiongkok meningkat, hal ini berdasarkan data yang ada di Januari 2016 sekira 75.762. Sedangkan, yntuk Februari peringkat pertama sebanyak 112 ribu lebih dan ke dua di pegang Australia,” paparnya lagi.

Hal serupa diutarakan oleh Ketua Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia Didin Junaedy yang mengatakan bila potensi wisatawan Tiongkok ke Indonesia sangat besar.

"Hampir seluruh negara memiliki wisatawan Tiongkok, terlebih wisatawan Tiongkok memiliki ciri khas yang suka berlibur serta mempunyai beragam liburan besar yang ada di negaranya sehingga memudahkan Indonesia menggaet wisatawan Tiongkok lebih besar," jelas Ketua Gabungan Industri dan Pariwisata Indonesia Didin Junaedy kepada Okezone.

Tak sebatas dari Indonesia saja, dari pihak Tiongkok pun merasa bila wisatawan Tiongkok ke Indonesia sangat positif khususnya dari Tiongkok utara.

“Wisatawan Tiongkok sangat konsen tehadap keindahan Indonesia apalagi jika di Tiongkok sedang musim dingin, tentunya mereka akan mencari sensasi yang baru untuk bisa dinikmati khususnya dari sisi alam, pantai maupun wisata buatannya dan itu paling lengkap ada di Indonesia,” jelas Wang Fu Min, Leader Operator ternama di Tiongkok.

Selain itu, selama ini Tiongkok baru sebatas mengenal Bali. Hal ini tentu akan diperluas ke beberapa wilayah di Indonesia, apalagi dari sisi jarak cukup dekat. Di mana, mereka mulai menyasar beberapa destinasi di Tanah Air. Sebut saja Manado.

“Kita akan mengemas dengan baik karakter untuk turis Tiongkok sehingga mereka punya banyak pilihan ke Indonesia. Jika selama ini fokus ke Bali maka biaya tak ada kendala. Makanya kami ingin semua merata, dengan banyak pilihan maka akan memudahkan ke Indonesia. Mereka akan saling berkompetisi yang positif,” jelasnya lagi.

Dengan mengutip ungkapan Presiden Jokowi saat berbicara di Shanghai, Tiongkok dalam rangka kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu. Di mana, Jokowi mengatakan Hubungan Indonesia dengan Tiongkok bukan sebatas teman saja melainkan sudah seperti sahabat. Tentunya, dengan adanya hubungan pariwisata Tiongkok dengan Indonesia maka akan terjalin dengan bagus sekali sehingga akan menjadikan turis Tiongkok senang ke Indonesia.
(fid)

http://lifestyle.okezone.com/read/20...ng-menjanjikan

sahabat gan
fix antek antek asengemoticon-Motret
perlu ditinjau lagi pemberian bebas visa untuk turis cinak menlen,
Jangan berharap bisa dapet devisa banyak dari orang pelitemoticon-Takut

Quote:Survei BI: Wisatawan Cina Irit Belanjakan Uangnya di Bali

Rata-rata wisatawan Cina membelanjakan 100 sampai 200 dolar dengan lama tinggal 4 sampai 6 hari.

DENPASAR, IndonesiaSatu.co -- Data mengejutkan disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Denpasar. Hasil survei yang dilakukan BI Denpasar, ternyata wisatawan Cina yang membelanjakan uang di Bali sangat rendah. Kepala Perwakilan BI Denpasar Dewi Setyowati membenarkan hasil survei tersebut.

"Kita selala rutin melakukan survei dan memang benar, wisatawan Cina tidak banyak membelanjakan uangnya di Bali. Bahkan, kalau boleh kita membandingkan, 1;4. Artinya satu orang Wisman Eropa atau Australia bisa menyamai hasil belanjanya dengan 4 orang Wisman asak Cina," ujarnya.

Rata-rata wisatawan Cina membelanjakan 100 sampai 200 dolar dengan lama tinggal 4 sampai 6 hari. Sementara wisatawan Eropa, Amerika, Australia bisa mencapai 600 sampai 800 dolar dengan lama tinggal 10 sampai 14 hari.

Menurut Dewi, hasil penelitian ini sebenarnya sudah dipresentasikan ke berbagai pihak terkait seperti pemerintah, PHRI dan beberapa stakeholder lainnya. Namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut dari hasil survei tersebut. Belum lagi wisatawan asal Cina datang karena diasesement oleh pemerintahnya, membawa agen sendiri, membawa guide sendiri dan seterusnya. Mereka biasanya order destinasi melalui website sendiri, dari orang ke orang, menggunakan website pribadi dan sebagainya.

Terhadap wisatawan Cina, Dewi menjelaskan, juga sudah terjadi pergeseran ketertarikan wisatawan ke Bali yang merupakan paket pariwisata budaya ke yang lainnya. Juga perilaku wisatawan Cina yang sedikit tidak menghormati kebudayaan Bali.

"Masuk kawasan suci saja pake tengtop. Karena guidenya dari Cina, liar dan banyak kasus terjadi praktek jual beli wisatawan di Bali. Kami sudah merancang untuk menggandeng pihak-pihak tertentu menangkap guide-guide asing asal Cina itu. Mereka tidak paham Bali dengan keunikan budayanya," ujarnya. Bahkan, kalau makan di restoran, ributnya minta ampun. Setelah dicek, ternyata belanjanya hanya sedikit. "Penuh-penuhin Bali saja. Banyak guide liar, tidak bayar pajak, datang dengan rombongan dan sebagainya," ujarnya.

Sementara Kepala Divisi Adivisori dan Pengembangan Ekonomi Suarpika Bimantoro menjelaskan, fakta di lapangan memang jumlah uang yang dibelanjakan sedikit. "Memang ada juga kelas wisatawan asal Cina yang berkualitas tinggi, kelas jetset. Mereka umumnya menempati hotel berbintang di Bali. Tetapi jumlahnya sedikit dan lebih banyak kelas menengah ke bawah," ujarnya.

Sekalipun ada wisatawan berkelas, tetap saja jumlah uang yang dibelanjakan di Bali, yang menyentuh langsung dengan ekonomi masyarakat bawah sangat kecil. "Ya, itu tadi. Komposisinya 1;4. Satu wisatawan Eropa, menyamai 4 wisatawan Cina," ujarnya. Jarang orang Cina belanja di UKM-UKM Bali, cenderamata, handicraf, oleh-oleh Bali dan sebagainya. "Kalau mereka tinggal di hotel berbintang, duitnya untuk orang kaya. Yang merembes ke kelas bawah di Bali tidak ada. Padahal, kita ingin agar industri pariwisata itu dinikmati ke bawah, bukan hanya kelompok kaya dan elite," ujarnya.

Sumur : http://indonesiasatu.co/detail/surve...angnya-di-bali


Sudah pelit, seneng e'ek sembarang lagi emoticon-Betty

Quote:Ih Jijay!!! Inilah Kumpulan Kelakuan Jorok warga China Daratan yang BAB Sembarangan
youtube-thumbnail