alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/580869015c7798e3748b4568/lippo-group-disebut-bayar-konsultan-untuk-hindari-pemberitaan-kasus-suap-di-media
Lippo Group Disebut Bayar Konsultan untuk Hindari Pemberitaan Kasus Suap di Media
Lippo Group Disebut Bayar Konsultan untuk Hindari Pemberitaan Kasus Suap di Media
JAKARTA, KOMPAS.com - Lippo Group disebut menggunakan jasa konsultan untuk menghindari pemberitaan soal kasus suap pengurusan sejumlah perkara hukum yang melibatkan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT Kobo Media Spirit, Stefanus Slamet Wibowo, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (19/10/2016). Slamet menjadi saksi untuk terdakwa Edy Nasution.

Menurut Slamet, permintaan tersebut disampaikan oleh Paul Montolalu, salah satu petinggi Lippo Group yang menjabat sebagai Direktur PT Direct Vision.

"Kalau ditanya apakah ada pihak yang meminta jasa konsultan, ada klien kami, di antaranya Pak Paul Montolalu," ujar Slamet di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Menurut Slamet, Paul yang dikenalnya di salah satu usaha Lippo Group yakni First Media, meminta bantuannya untuk mendapatkan citra positif di media.

Pencitraan tersebut terhadap sejumlah unit usaha di bawah Lippo Group.

"Misalnya Lippo punya banyak unit kerja yang sahamnya ada di pasar modal, sehingga saya akan dorong dan bantu kalau ada isu positif," kata Slamet.

Slamet tidak ingat apakah Paul pernah memintanya membantu memberikan citra positif tiga perusahaan di bawah Lippo yang terkait dengan kasus suap panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Namun, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di KPK, Slamet mengakui bahwa Paul meminta bantuannya untuk mengamankan sejumlah media cetak agar memberikan hal-hal positif terkait PT Paramount Enterprise International, salah satu anak usaha Lippo yang terkait kasus hukum di KPK.

"Saya tidak bermaksud berbohong, tapi Paramount seingat saya tidak pernah. Tapi, kalau di BAP saya tanda tangan, artinya pernah," kata Slamet.

Menurut Slamet, selama 5-6 bulan dia diberikan uang Rp 600 juta oleh Paul untuk membayar sejumlah media cetak, agar memberitakan hal-hal yang positif bagi Lippo Group.

Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution didakwa menerima suap secara bertahap sebesar Rp 2,3 miliar.

Suap tersebut diduga diberikan agar Edy membantu mengurus perkara hukum yang melibatkan perusahaan di bawah Lippo Group.

(Baca juga: Panitera PN Jakarta Pusat Didakwa Terima Suap Rp 2,3 Miliar dari Lippo Group)

Pemberian uang kepada Edy dilakukan secara bertahap, yakni Rp 1,5 miliar dalam bentuk dollar Singapura, dan uang Rp 100 juta dari pegawai Lippo Group Doddy Aryanto Supeno, atas persetujuan dari Presiden Komisaris Lippp Group, Eddy Sindoro.

Kedua, pemberian uang 50.000 dollar AS kepada Edy Nasution, atas arahan Eddy Sindoro. Kemudian, pemberian ketiga, yakni uang sebesar Rp 50 juta dari Doddy Aryanto Supeno, atas arahan Wresti Kristian Hesti, yang merupakan pegawai bagian legal pada Lippo Group.

Tiga perkara Lippo Group yang diurus oleh Edy adalah perkara eksekusi lahan terhadap PT Jakarta Baru Cosmopolitan.

Kemudian, penundaan "aanmaning" perkara niaga PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) melawan PT Kwang Yang Motor (PT Kymco).

Ketiga, terkait pengajuan peninjuan kembali perkara niaga PT Across Asia Limited (AAL) melawan PT First Media.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2016....suap.di.media
Konsultan buat bikin berita jelekin citra perusahaan juga ada toh
?
Konsultasi buat nghindari pajak juga ada
Sewa konsultan jadi kalo ketauan bisa nyalahin si konsultan gt bukan ya?
Asik kan jadi konsultan
Quote:Original Posted By bottle17oz
Konsultan buat bikin berita jelekin citra perusahaan juga ada toh
?


Banyak gan orang jualan jasa kayak gitu, tinggal tergantung ada pasarnya aja bagi orang yang butuh jasa kayak gitu.
uda ga kaget dgn kelakuan2 taipan2 kaya gitu
segala cara dilakukan demi uang dan terlihat baik emoticon-Betty
Quote:Original Posted By tanahkelahiran

Menurut Slamet, Paul yang dikenalnya di salah satu usaha Lippo Group yakni First Media, meminta bantuannya untuk mendapatkan citra positif di media.


Ini lagi beredar. Dari @andreasharsono:
https://twitter.com/andreasharsono/s...59555480801280

Lippo Group Disebut Bayar Konsultan untuk Hindari Pemberitaan Kasus Suap di Media

=====
Slamet bilang itu baru proposal dari dia, dan belum sempat dieksekusi (diajukan dan dibayar).

😢😢😢😢😢

Quote:Original Posted By InRealLife
Ini lagi beredar. Dari @andreasharsono:
https://twitter.com/andreasharsono/s...59555480801280

Lippo Group Disebut Bayar Konsultan untuk Hindari Pemberitaan Kasus Suap di Media

=====
Slamet bilang itu baru proposal dari dia, dan belum sempat dieksekusi (diajukan dan dibayar).



Quote:Original Posted By InRealLife


Ini lagi beredar. Dari @andreasharsono:
https://twitter.com/andreasharsono/s...59555480801280

Lippo Group Disebut Bayar Konsultan untuk Hindari Pemberitaan Kasus Suap di Media

=====
Slamet bilang itu baru proposal dari dia, dan belum sempat dieksekusi (diajukan dan dibayar).



emoticon-Wakaka
abis liat picnya
ok.....
beberapa media yg ada di atas memang ada kaitannya ama parpol tertentu

dan ........ halo. tempo
Quote:Original Posted By InRealLife


Ini lagi beredar. Dari @andreasharsono:
https://twitter.com/andreasharsono/s...59555480801280

Lippo Group Disebut Bayar Konsultan untuk Hindari Pemberitaan Kasus Suap di Media

=====
Slamet bilang itu baru proposal dari dia, dan belum sempat dieksekusi (diajukan dan dibayar).



kemungkinan dokumen palsu, bahasanya mirip bahasa bap tetapi formatnya bukan format bap itu emoticon-cystg
group yg konon agen dan antek RRC itu ya
emoticon-Matabelo

Media aja di setir emoticon-Leh Uga
Skenarionya begini..Slamet memonitor perusahaan2 yg sedang dalam sorotan media, berhubung slamet "pawang" media dibikinlah alur berita tanpa fakta yang disebar kepada media. Dengan cara itu, 'pawang' akan datang sebagai pahlawan kesiangan yg menawarkan bantuan kepada perusahaan yang sedang dalam sorotan media tsb dengan imbalan sejumlah uang, tujuannya agar pemberitaan di media dapat ditulis sesuai dengan fakta karena selama ini pemberitaan sdh disebar oleh 'pawang' agar tidak sesuai fakta.....intinya adalah Lippo korban ketidakadilan pemberitaan media.

Kapan masyarakat Indonesia bangun... 40% saja dulu yg bangun... 😢

Quote:Original Posted By SiPenembakJitu
emoticon-Matabelo

Media aja di setir emoticon-Leh Uga



Gubernurnya juga kecipratan emoticon-Smilie
jonru juga konsultan spesialis fitnah
blbii , satelitt, si mamanya princesss juga pake konsultan..biar rakyat pada lupa,...





maka diutuslah si kurusss untuk menutupi kesalahan2 masa lampau....

emoticon-Ngakak
ada toh yg kek gitu?
Udah punya banyak TV kok hehe