alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58082b68925233767b8b4568/gus-dur-pernah-minta-mui-dibubarkan
Gus Dur pernah minta MUI dibubarkan
Quote:
OkTerus.com – Belakangan ini, MUI telah mendapatkan sorotan tajam dari publik usai mengeluarkan sikap tentang kisruh Ahok yang diduga telah melakukan penistaan agama.

Menanggapi hal itu, netizen kembali mengungkit keinginan dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mendesak untuk MUI bisa dibubarkan. Beberapa tahun silam, usulan Gus Dur ini sempat membuat heboh.

Adapun untuk alasan dari pembubaran lembaga tersebut adalah karena diduga sering membuat fatwa yang sesat.

“Jadi, bubarkan MUI. Dia bukan satu-satunya lembaga kok. Masih banyak lembaga lain, seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah. Jadi, jangan gegabah keluarkan pendapat,” terangnya kala itu.

Di dalam orasinya yang tim OkTerus.com kutip dari Antara, Gus Dur juga mengeluarkan pendapat untuk organisasi ulama itu telah terbiasa mengeluarkan fatwa yang dianggap sangat sembarangan atau serampangan.

“Makanya, MUI bubarin sajalah kalau caranya begini. MUI kan hanya satu dari sekian ormas Islam. Oleh karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat. Karena hal itu bisa membuat kesalahpahaman semakin melebar,” tegasnya lagi.

Gus Dur menganggap bahwa sikap dari MUI justru bakla memicu timbulnya sikap radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.

“Beberapa waktu lalu, Sekjen MUI Ikhwan Syam mengatakan, MUI kan tugasnya bikin fatwa. Pendapat tersebut saya bantah,” tukas Gus Dur.

Gus Dur menegaskan bahwa Indonesia punya UUD yang sudah mengatur kebebasan berbicara dan kemerdekaan berpendapat.

“Kita bukan negara Islam tapi nasionalis,” tutupnya saat itu.


Penulis: Yulia | Editor: Tyo



sumur

ini berita lama, tapi dimuat kembali oleh okterus (bukan media blacklist), sehingga bukan termasuk pelanggaran rules bp

sumber lama di antara news :
sumur

gonjang ganjing mui udh ada dari jaman dulu,
saat jaman sby pun , kewenangan sertifikasi halal saling direbutkan oleh depag dan mui

mau bata gue silahkan, gak ngeffek ini akun klonengan kok emoticon-Big Grin
Quote: TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Agama Mochammad Jasin mengatakan pemasukan yang didapat Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak bisa dipertanggungjawabkan. Alasannya, MUI tidak berada di bawah satuan kerja pemerintah. "Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat tak bisa mengaudit MUI," kata Jasin di Kompleks Parlemen, Senayan, 5 Maret 2014.

Menurut dia, audit sebenarnya bisa dilakukan lewat kantor akuntan publik. "Tapi itu kalau MUI yang minta," ujarnya. Namun, kata dia, biasanya audit itu hasilnya bisa dipesan. "Hanya untuk pencitraan saja," katanya. Ke depannya, ia berharap pemasukan dari sertifikasi halal bisa diperiksa BPK atau Inspektorat Jenderal Kementerian Agama. (baca: MUI Diduga Monopoli Label Halal)

Jasin mengatakan duit sertifikasi laiknya diurus negara. Pemasukan sertifikasi halal juga harusnya masuk penerimaan negara bukan pajak. Jadi, otoritas sertifikasi halal wajib diaudit secara berkala. "MUI hanya melakukan sesekali audit. Itupun kalau dibutuhkan," ujarnya. Yang bisa masuk mengaudit MUI sekarang, kata dia, hanyalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (baca:Pemerintah Akan Atur Rinci Biaya Sertifikasi Halal)

Dewan Perwakilan Rakyat menggelar rapat tertutup tentang rancangan undang-undang produk berlabel halal, Kamis, 27 Februari 2014. Menurut anggota Komisi Agama, Hasrul Azwar, rapat tertutup tersebut untuk menyamakan persepsi tentang lembaga khusus yang menangani produk halal. (bacaemoticon-Big GrinPR Sepakat Sertifikat Halal Dikelola Pemerintah)

Hasrul mengatakan fraksi-fraksi di komisinya masih terbelah pandangannya. Sebagian fraksi menginginkan lembaga tersebut melekat dengan pemerintahan, sebagian lagi ingin lembaga itu dibuat secara independen. "Di sisi lain, kami semua mempertimbangkan keinginan Majelis Ulama Indonesia yang menginginkan lembaga itu melekat pada mereka," ujarnya.

MUHAMMAD MUHYIDDIN


ini dulu saat rame rame memperebutkan kewenangan sertifikasi halal
biar lo semua pada tau, kenapa mui keuangannya dinilai tidak transparan
tp masih bertahan ampe sekarang.
kuat atau ada yg miara???
isinya full berita tentang mui. sampe berita basi di flashback . emang niat banget kafir2 kaskus. emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk

dulu pada nganggap gus dur gila. tapi skrg pada sadar kan MUI kayak gimana
Quote:Original Posted By
Gus Dur menganggap bahwa sikap dari MUI justru bakla memicu timbulnya sikap radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.



antisipasi radikalisme itu perlu
Quote:Original Posted By sthepcurry


ini dulu saat rame rame memperebutkan kewenangan sertifikasi halal
biar lo semua pada tau, kenapa mui keuangannya dinilai tidak transparan



jangan kan MUI.. organisasi Agama lain jg sama ga transparan.. yg terbaru tuh kasus gereja Harvest di Singapore thn lalu, banyak terjadi pengelapan dana dr umat..jgn saling memojokan agama lain..semua agama sama aja
gusdur pengen dibubarkan tapi ngga ngasih alternatif, misalnya bikin majelis fiqih indonesia dibawah naungan pemerintah.. ya elah pemerintah lagi-- jaman gusdur pemerintahannya ya gitulah so so.. emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By mbahmomon
tp masih bertahan ampe sekarang.
kuat atau ada yg miara???


ya jelas ada yg miara mbah. dah mulai ikut2an masuk ke politik pula.
Quote:Original Posted By ferryaditya777



jangan kan MUI.. organisasi Agama lain jg sama ga transparan.. yg terbaru tuh kasus gereja Harvest di Singapore thn lalu, banyak terjadi pengelapan dana dr umat..jgn saling memojokan agama lain..semua agama sama aja


Ini tersinggung ya, Gan? emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By mbahmomon
tp masih bertahan ampe sekarang.
kuat atau ada yg miara???



ye miara eyang dubur emoticon-Wkwkwk
menunggu jawaban MUI .....emoticon-Takut
Quote:Original Posted By idkenabanned


Ini tersinggung ya, Gan? emoticon-Leh Uga


ga gan..Ane NAsrani..Jgn bw2 gus dur..org ny sudah ga ada.. ngapain bw nama2 gusdur dlm Ts ini.. Hormati Gus dur .tar bisa bw masalah lg ke konflik antar Keluarga Gus Dur dgn MUI..
Quote:Original Posted By ferryaditya777



jangan kan MUI.. organisasi Agama lain jg sama ga transparan.. yg terbaru tuh kasus gereja Harvest di Singapore thn lalu, banyak terjadi pengelapan dana dr umat..jgn saling memojokan agama lain..semua agama sama aja


plis jangan bawa sara
ada perkataan gue mojokin agama ??

yang gue gak suka itu superpowernya mui sebagai lsm ,
sertifikasi halal itu isinya duit semua loh, kenapa harus mui sebgai lsm yang memiliki wewenang kenapa gak depag atau bpom (instansi pemerintahan) sekalian ?
kalo gitu kenapa gak lsm lain ? hayoo ? kenapa gak NU atau muhammadiyah ?

susahnya kan disitu duitnya tidak bisa diaudit negara
gereja tdk mengeluarkan label halal, klo ada penggelapan uang itu mslh intern, klo MUI kan beda, lembaga ini juga ngambil dana dari kaum kafir buat ngurus label halal
jangan bawa sara ,
kritisi organisasinya bukan agama nya

you have been warned emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By sthepcurry


plis jangan bawa sara
ada perkataan gue mojokin agama ??

yang gue gak suka itu superpowernya mui sebagai lsm ,
sertifikasi halal itu isinya duit semua loh, kenapa harus mui sebgai lsm yang memiliki wewenang kenapa gak depag atau bpom (instansi pemerintahan) sekalian ?
kalo gitu kenapa gak lsm lain ? hayoo ? kenapa gak NU atau muhammadiyah ?

susahnya kan disitu duitnya tidak bisa diaudit negara


Yg bw SARA sapa Gan? MUI kan organisasi agama Umat islam? anda itu mebw2 nama Gus dur yg sudah almahum.. Hormati Gus dur dgn baik.. bkn memacing keluh bisa konflik antar NU dan MUI.. anada itu agama islam atau BkN.. ane Nasrani .saya aja bisa hormati agama lain dan tdk mencampur masalah internal organisasi agama lain.. Paham Ente
Gusdur , satu-satunya presiden yang dilengserkan lewat DPR dan MPR...

Saat lengser, cuma pakai celana pendek..
Sampe dadah-dadah di gedung DPR dengan celana pendeknya. Dan berita ini jadi bulan-bulanan oleh negeri tetangga.... emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga

Sekarang pasukan taik ahog. Bawa-bawa gusdur untuk mendeskriditkan MUI...

#SYNDROM_AKUT_PANASTAIK
#MINORITAS_BELAGAK_MAYORITAS.. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By sthepcurry


plis jangan bawa sara
ada perkataan gue mojokin agama ??

yang gue gak suka itu superpowernya mui sebagai lsm ,
sertifikasi halal itu isinya duit semua loh, kenapa harus mui sebgai lsm yang memiliki wewenang kenapa gak depag atau bpom (instansi pemerintahan) sekalian ?
kalo gitu kenapa gak lsm lain ? hayoo ? kenapa gak NU atau muhammadiyah ?

susahnya kan disitu duitnya tidak bisa diaudit negara


Kelihatan nafsu banget ente jualan babik di sini, jangan kalah semangat sama sales onta ya.
Quote:Original Posted By mbahmomon
tp masih bertahan ampe sekarang.
kuat atau ada yg miara???



Quote:Original Posted By devagni


ya jelas ada yg miara mbah. dah mulai ikut2an masuk ke politik pula.


Quote:(Analisa) Karena Ketua MUI Antek SBY, Wajar Kalau…

BY ALIFURRAHMAN ON OCTOBER 19, 2016 UMUM
Gus Dur pernah minta MUI dibubarkan

Belakangan banyak yang protes terkait tulisan saya tentang MUI. Padahal saya sangat membela MUI dan memohon agar rakyat menghentikan usulan pembubaran lembaga luar biasa tersebut. Hehe ada pula yang protes terkait artikel “MUI Dibayar berapa oleh Agus Yudhoyono?” Padahal MUI tinggal jawab saja dibayar berapa, atau kalau memang tidak dibayar juga tinggal bilang, gampang kan? Kecuali memang dibayar tapi tidak mau ngaku, sementara berbohong dalam Islam masuk bagian yang dilarang, dosa.

Pembaca atau fans fanatik seword.com boleh mencaci saya dengan sebutan liberal, kafir dan sebagainya, I dont care. Saya memilih memaklumi, karena mungkin hanya segitu kapasitas mereka. Andai mereka bisa membantah artikel saya, seharusnya ikut menulis di seword dan saya akan dengan senang hati membacanya. Tapi oke lah, ini satu hal. Di kesempatan kali ini saya ini lebih membongkar siapa sosok ketua MUI? Mari kita mulai.
----------
Maruf Amin pada 2012 lalu menyatakan dukungannya kepada Foke. Alasannya karena pemimpin harus memberikan kemaslahatan (muslim), harus memiliki keunggulan (pendidikan Foke S3), dan telah berpengalaman (pernah memimpin Jakarta).

“Lagi pula Jakarta bukan Solo. Jakarta memiliki permasalahan yang jauh lebih banyak, dan hanya yang berpengalaman yang mampu mengatasinya,” kata Maruf Amin.

Padahal saat itu Jokowi juga beragama Islam, muslim taat. Keunggulannya berhasil menang 91 persen di Pilkada Solo, sangat dipercayai warga dan terasa perubahannya. Pengalamannya mengelola kota jauh lebih berhasil dibanding Foke di Jakarta yang acak-acakan, semraut.

Lalu kenapa Maruf Amin mendukung Foke? Sebab beliau adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (SBY) bidang Hubungan Antar-agama. Sementara Foke diusung oleh partai pemenang pemilu, Demokrat. Mustahil rasanya kalau Maruf Amin mau mendukung Jokowi Ahok yang diusung oleh partai oposisi PDIP.

Kemudian menjelang Pilgub DKI 2017 nanti Maruf Amin mendukung Agus Sylviana. Lagi-lagi karena keduanya diusung oleh partai Demokrat. Sebab logikanya begini, jika Maruf Amin konsisten dengan kriteria pemimpin menurut prinsipnya, seharusnya Maruf Amin mendukung Ahok Djarot.

Sebab jelas Ahok Djarot memiliki program yang bagus demi kemaslahatan ummat. Marbot masjid diberangkatkan haji dan diberi gaji tambahan. Kebersihan diperhatikan secara serius. Unggul di bidang pelayanan KJP dan KJS. Dan terakhir jelas berpengalaman karena sudah teruji memimpin kota.

Sementara Agus apa? Pengalaman nol. Ditanya visi misi pun tidak bisa menjawab. Bahkan sebenarnya dalam dunia nyata dan normal, Agus tak layak maju sebagai Cagub. Hanya karena dia anak SBY saja akhirnya bisa maju, cukup menjawab “mau” maka semua partai bisa dikondisikan untuk mendukung. Padahal calon-calon yang lain harus ikut fit and proper test dan sebagainya.

Kalau sudah begini, coba ditanya kenapa Maruf Amin malah mendukung Agus? Kira-kira ada jawaban yang lebih logis dari “ketua MUI antek SBY?” Oke lah Maruf Amin mau pemimpin muslim, memiliki keunggulan dan berpengalaman. Santun dan sebagainya. Oke lah Maruf Amin tidak suka Ahok karena nonmuslim dan tidak santun. Tapi mengapa Maruf Amin tidak mendukung Anies Sandi? Yang justu jauh lebih berpengalaman dan memiliki keunggulan.

Kalau sampai di sini ada yang mual-mual, muntahin saja. Maruf Amin bukan ulama yang bijak, sebab jelas berpihak dan politis.

Bukti lain bahwa Maruf Amin antek SBY adalah terkait kasus investasi bodong yang diberi label syariah oleh MUI.

Setelah Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menahan dan menetapkan Direktur Golden Trader Indonesia Syariah Aziddin sebagai tersangka, nasabah GTIS kini mendesak kepolisian untuk menetapkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin dan Ketua MUI KH Amidhan Shaberah sebagai tersangka.

Kuasa hukum nasabah GTIS Sugito Atmo Pawiro dalam surat resminya kepada Kabareskrim Mabes Polri yang salinannya diterima KONTAN menyebutkan, berdasarkan bukti-bukti yang ada, Aziddin hanya sebagai pelaksana operasional harian GTIS.

Di belakangnya ada Maruf Amin dan Amidhan sebagai penentu kebijakan. Karenanya, nasabah GTIS meminta dua petinggi MUI itu juga ikut bertanggungjawab dan ditetapkan status hukumnya sebagai tersangka.

Namun kasus tersebut hilang begitu saja, seperti kotoran dibawa arus sungai Cikeas. Simsalabim langsung aman. Soal hilang menghilangkan, SBY memang cukup lihai. Lihat saja dokumen TPF pembunuhan Munir juga hilang. Hahaha yang ini nanti kita bahas terpisah.

Saat kasus GTIS ini Maruf Amin masih menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden SBY bidang Hubungan Antar-agama.

Lalu yang terbaru, kemarin Maruf Amin melalui MUI menyatakan Ahok bersalah dan melecehkan Alquran. Beberapa hari setelah Agus dengan jelas mengatakan bahwa Ahok harus diproses. Fatwa MUI keluar beberapa hari setelah Agus Sylviana mendatangi Maruf Amin. Selengkapnya: http://seword.com/politik/mui-dibayar-berapa-sama-agus-yudhono-agar-salahkan-ahok/

Dari semua kenyataan dan fakta sejarah ini, masihkah ada alasan lebih logis dari Maruf Amin antek SBY?

MUI lebih mirip LSM didikan SBY atau Demokrat. Sangat jelas sikap Maruf Amin tidak adil, minimal kepada Anies dan Sandi. Keberpihakan seperti ini menjadi contoh yang sangat buruk bagi proses demokrasi di Indonesia. Apalagi keberpihakannya sudah menyangkut hal-hal yang sangat sensitif seperti yang dialami Ahok. MUI yang harusnya mengayomi ummat, malah memprovokasi demi nafsu politik.

Sampai di sini mungkin ada yang penasaran kenapa Maruf Amin tak berpihak pada Pilpres 2014 lalu. Jika anda penasaran, Pakar Mantan punya jawabannya. Jelas karena 2014 lalu SBY juga bersikap netral, tidak mendukung salah satunya, Prabowo atau Jokowi. Jadi Maruf Amin juga ikut netral.

Lagipula, Mei 2014 lalu Maruf Amin bari menikah lagi, karena istrinya meninggal pada Oktober 2013. Bulan madu.

Terakhir, lain ladang lain belalang. Lain lubuk lain ikannya. Jadi kalau MUI dan Demokrat tidak pernah lain, pasti karena ladang dan lubuknya sama.

Begitulah kura-kura.