alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5801b58b9a095179318b456b/ketua-umum-pbnu-said-aqil-ahok-harus-diproses-hukum
Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan proses hukum harus dilakukan terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Itu dilakukan untuk merespons laporan masyarakat atas dugaan penghinaan terhadap Al-Quran yang dilakukan Ahok. "Daripada anarkistis, daripada masyarakat nanti main hakim sendiri, lebih baik diproses hukum," kata Said Aqil, Jumat, 14 Oktober 2016, di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Said Aqil mengatakan proses hukum itu harus berangkat dari asas praduga tidak bersalah. Apalagi sejumlah elemen masyarakat telah melaporkan ke kepolisian atas dugaan penghinaan Ahok terkait dengan Surat Al-Maidah ayat 51. "Daripada masyarakat main hakim. Itu yang bahaya sekali," ujar Said Aqil.

Ketua PBNU Bidang Hukum Robikin Emhas mengatakan kepolisian harus melakukan langkah-langkah hukum atas laporan masyarakat terhadap Ahok. "Mekanisme hukum yang disediakan sistem peradilan Indonesia adalah, ketika ada laporan masyarakat ke polisi, polisi harus melakukan langkah-langkah hukum, yaitu melakukan penyelidikan," tutur Robikin.

Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi dan mencari alat bukti. Jika dari proses penyelidikan itu betul terjadi peristiwa pidana, kata Robikin, tahap berikutnya adalah melakukan penyidikan.


Proses ini menemukan siapa yang harus bertanggung jawab atas pidana itu. Tahap selanjutnya adalah proses di pengadilan untuk pembuktian hukum.

Semua proses itu, kata Robikin, harus dilakukan secara terbuka dan transparan. Jika bersalah, Ahok harus menerima sanksi hukum. "Sebaliknya, jika di proses penyelidikan tidak ditemukan adanya tindak pidana, ya harus dinyatakan bahwa tidak ditemukan tindak pidana," ucap Robikin.

Jika pun dinyatakan tidak ada tindak pidana, kata Robikin, masyarakat masih boleh melakukan gugatan peradilan, misalnya melalui mekanisme praperadilan. "Ya, itu hak masyarakat," ujarnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum
Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum
Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

https://m.tempo.co/read/news/2016/10...diproses-hukum

emoticon-Wow
pertamax hanya untuk ts emoticon-Cool
Ya silahkan diproses, tapi kalau tidak terbukti ya jangan maksa.
Setubuh.....

Hukum harua di tegakan tanpa pandang mata.
proses hukum ya harus tp klo ternyata dinyatakan tidak bersalah menurut polisi jangan mewek ya

#polisidibelikapir
fans said aqil monggo komennya ditunggu.
Quote:Original Posted By h4nd
Jangan ditiru ya nak... jangan ditiru. Orang2 tak berpendidikan dari luar Jakarta yg merusak taman (sambil nangis bombay)

========================

Aksi Tuntut Ahok hari ini di ikuti sekitar 12.000 massa. Sebagian besar massa berasal dari luar jakarta antara lain :

1). Gabungan Massa Santri, Majelis Pengajian, Karang Taruna, Ormas Kedaerahan, Massa Partai, dll.

Cilegon 400,
Tangerang kota 300
Merak 120
Balaraja 220
Bogor kota 300,
Bogor kabupaten 200
Bekasi 400,
Karawang 600,
Cianjur 750,
Bandung 700,
Sukabumi 880,
Tegal Gubuk 300
Jogja 250
Tegal 100
Indramayu 200
Sumbar 50
Lampung 150
Jambi 30
Garut 115
Sumedang 80
Tasikmalaya 80
Soreang 70
Ciamis 140
Sumber 40
Kuningan 40
Purwakarta 200
Subang 100
Banjar 80

Total 6.645

2). FPI ( Front Pembela Islam )

1. Kuningan, 7 orang, Pp. Idham Holid HP. 085321688649 (Naik Travel).

2. Bekasi, 17 orang, Pp. Masturo HP. 085761219571 (Mobil Bak Terbuka B.9760. FAM)

3. Cilegon, 6 orang, Pp. Bpk. Juju HP. 081806745396 (Kr. Pribadi A. 1431. FP).
Pkl 05.10 Wib, Massa Aksi FPI dari Daerah Majalengka : 17 orang Pp. M . Yusuf Komaruddin HP. 085324032099.

3. Cilegon, 6 orang, Pp. Bpk. Juju HP. 081806745396 (Kr. Pribadi A. 1431. FP).

4. Majalengka, 17 orang, Pp. M. Yusuf Komaruddin HP. 085324032099 , ELF E.7621.VA.

5. Sukabumi,
- 11 orang, Pp. Ustadz Agus HP. 085890252847, ELF B.7555.UDA.,

- 7 orang, Pp. Habib Novel HP.0857595632 F. 1526. UQ.

6. Sukabumi.
- 7 Orang , Habib Lutfi .
Hp. 085861912526.
F. 945. SH, Toyota Avanza.

7. Krawang, 20 Pers, Jalan Kaki, Sahid Anang Mukhtar Hp. 081224833236.

8. Cirebon, ,8 Orang, Ustad Andi, Hp. 081324162970.
E. .1622.LC.

9. Bekasi.7 Orang, Pp. Ustad Jamil Hp. 08138728072.

10. Banten, 5 Pers, Pp. Hapiudin.

11. Surabaya, Bis. S. 7577.UK
Pp. Saiin. Hp. 085730707067.

12. Cilacap. 7 Orang, Pp. Kholid

R. 8991. EP.

13. Pandeglang ,3 Orang, Pp.A.1895. NL.

14. Bandung., 60 Pers, Pp. Ustad Deden, Bus. Z.7705.T

15. Bandung, D. 7799. JY.60 Org
16. D. 441.LY. 60 Org
17.Z.7838.DC, 8 Org
18. D.1809. RU, 8 Org ,pp.Ustad Asep.

19. Majalengka, 9 Orang, Pp. M. M.Sodikin.

20.Majalengka KR. Pribadi Fortuner .B.555. DEL, 8 Orang.Iwan.

21. Subang D. 1227 UI.7 orang

22. SUBANG T. 1571.TL.7 Orang

23. SUBANG F.1276.CI.7 Orang Pp. Ustad Usnul

24. B. 1353. GFX, 8 Orang, Ustad Fauzi.

25. Cikarang B. 1584, FLO, 2 Orang

26.Sentul D. 1822.ADD, 5 Orang, Rusli

27. Majalengka B. 1416. KRD, 8 Orang,Ustad Dede.

28. F. 1682.MU.

29. B. 1343. UKT.
30. B. 8075.CK.
31. D. 1289.MB.
32. A. 1476.AK.
33. F. 1239 WL.
34. D. 1764Hp.
35. D. 1722MD.
36. B. 1075SRB.
37. D.1622KC.
38. B. 1702 KOP.
39. B. 8441.SV.
40. A. 124. KC.
41. F.1837.DS.
42. A. 1746.AQ.
43. A. 1074. KL.
44. BE. 1870. DO.
45. B. 1719.PZA.
46. E. 1160 LF.
48.D. 1675.MN.
49. D. 1867.JCB.
50.B. I209.FQN.
51. D. 1204 XC.
52. B. 1963.BYS.
53. E. 1363 KT.
54. B. 7451.UDA.ELF
55. B. 7048.FDA.
56. B. 7342.TGA
57. D. 7989. AM.
58. B. 7902.TGA.
60. AA. 1433.CA.

Jumlah Kendaraan : 9 Bus, 8 Elf, 50 Pribadi,1 Kr. Bak, motor 500 Unit.

Jumlah massa : 3022 orang.

Massa Gabungan dari Jakarta diperkirakan sekitar 2.000 orang dari 112 kelurahan.


Quote:
KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Puluhan ribu massa dari sejumlah ormas Islam berunjuk rasa untuk menuntut penangkapan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) atas kasus dugaan penistaan agama. Rupanya, tak semua peserta demo warga Jakarta, ada juga yang dari mereka merupakan warga luar Ibu Kota.

“Saya dari Karawang mas. Ini pagi tadi datang, malam pulang,” kata seorang peserta demo ketika ditemui di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).

Warga yang mengenakan baju koko berawarna putih ini mengatakan, dirinya diajak oleh DPW FPI untuk berunjuk rasa di Jakarta. Dia sendiri merupakan simpatisan FPI.

“Saya dikasih ongkos Rp 50 ribu,” kata pria yang mengaku bernama Fahri ini.

Sama halnya dengan Fachri, Achmet (32) salah seorang simpatisan lainnya mengaku, dia berasal dari Karawang. Dia datang hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai anggota FPI.

“Saya cuman diminta datang sama teriak-teriak Allahu Akbar aja,” tutup nya seraya berjalan meninggalkan lokasi demonstrasi.

http://kriminalitas.com/demonstran-s...hu-akbar-saja/


setidaknya ada berkah dalam keriuhan.. emoticon-Ultah
lalu,datanglah loyalis ahok dengan logikanya..
Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By cosomoko
Ya silahkan diproses, tapi kalau tidak terbukti ya jangan maksa.


ga terbukti gmn... jelas2 salah kok emoticon-Big Grin

Sementara ulama lain yang membolehkan pengangkatan non muslim untuk jabatan publik tertentu antara lain Al-Mawardi yang juga bermadzhab Syafi’i. Ulama yang wafat pada pertengahan abad 5 H ini memberikan tafshil, rincian terhadap jabatan.

ويجوز أن يكون هذا الوزير من أهل الذمة وإن لم يجز أن يكون وزير التفويض منهم

Posisi pejabat ini (tanfidz/eksekutif) boleh diisi oleh dzimmi (non muslim yang siap hidup bersama muslim). Namun untuk posisi pejabat tafwidh (pejabat dengan otoritas regulasi, legislasi, yudikasi, dan otoritas lainnya), tidak boleh diisi oleh kalangan mereka. (Lihat Al-Mawardi, Al-Ahkamus Sulthoniyah wal Wilayatud Diniyah, Darul Fikr, Beirut, Cetakan 1, 1960, halaman 27).

Al-Mawardi dalam Al-Ahkamus Sulthoniyah menguraikan lebih rinci. Menurutnya, kekuasaan dibagi setidaknya menjadi dua, tafwidh dan tanfidz. Kuasa tafwidh memiliki cakupan kerja penanganan hukum dan analisa pelbagai kezaliman, menggerakkan tentara dan mengatur strategi perang, mengatur anggaran, regulasi, dan legislasi. Untuk pejabat tafwidh, Al-Mawardi mensyaratkan Islam, pemahaman akan hukum agama, merdeka.

Sementara kuasa tanfidz (eksekutif) mencakup pelaksanaan dari peraturan yang telah dibuat dan dikonsep oleh pejabat tafwidh. Tidak ada syarat Islam, alim dalam urusan agama, dan merdeka.

Menurut hemat kami, memilih pajabat eksekutif seperti gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, atau ketua RW dan RT dari kalangan non muslim dalam konteks Indonesia dimungkinkan. Pasalnya, pejabat tanfidz itu hanya bersifat pelaksana dari UUD 1945 dan UU turunannya. Dalam konteks Indonesia pemimpin non muslim tidak bisa membuat kebijakan semaunya, dalam arti mendukung kekufurannya. Karena ia harus tunduk pada UUD dan UU turunan lainnya. Pemimpin non muslim, juga tidak memiliki kuasa penuh. Kekuasaan di Indonesia sudah dibagi pada legislatif dan yudikatif di luar eksekutif. Sehingga kinerja pemimpin tetap terpantau dan tetap berada di jalur konstitusi yang sudah disepakati wakil rakyat. Mereka seolah hanya sebagai jembatan antara rakyat dan konstitusi.

Kecuali itu, sebelum menjadi pemimpin, mereka telah melewati mekanisme pemilihan calon, penyaringan ketat dan verifikasi KPU. Mereka juga sebelum dilantik diambil sumpah jabatan. Jadi dalam hal ini kami lebih cenderung sepakat dengan pendapat Al-Mawardi yang membolehkan non muslim menduduki posisi eksekutif. Di sinilah letak kearifan hukum Islam.

Sedangkan ayat pengharaman memilih pemimpin non muslim sering beredar menjelang pemilihan. Sebut saja ayat berikut ini.

يا أَيهَا الذِينَ آمَنُوا لَا تَتخِذُوا الذِينَ اتخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفارَ أَوْلِيَاءَ وَاتقُوا اللهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah jadikan orang-orang yang membuat agamamu sebagai olok-olok dan mainan baik dari kalangan ahli kitab sebelum kamu maupun orang kafir sebagai wali. Bertaqwalah kepada Allah jika kamu orang yang beriman.”

Apakah kata “wali” yang dimaksud itu pemimpin? Penerjemahan “wali” inilah, menentukan jawaban dari yang saudara Abdurrahman pertanyakan. Imam Ala’uddin Al-Khazin menyebutkan dalam tafsirnya sebagai berikut.

والمعنى لا تتخذوا أولياء ولا أصفياء من غير أهل ملتكم ثم بين سبحانه وتعالى علة النهي عن مباطنتهم فقال تعالى: لا يَأْلُونَكُمْ خَبالًا

Maknanya, “Janganlah kamu jadikan orang-orang yang tidak seagama denganmu sebagai wali dan kawan karib.” Allah sendiri menjelaskan alasan larangan untuk bergaul lebih dengan sehingga saling terbuka rahasia dengan mereka dengan ayat “Mereka tidak berhenti menjerumuskanmu dalam mafsadat”. (Lihat Al-Khazin, Lubabut Ta’wil fi Ma’anit Tanzil, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut).

Pengertian “wali” di atas ialah teman dekat. Sehingga saking dekatnya, tidak ada lagi rahasia antara keduanya. Ayat ini turun dalam konteks perang. Sehingga sangat berisiko bergaul terlalu dekat dengan ahli kitab dan orang-orang musyrik dalam suasana perang karena ia dapat mengetahui segala taktik perang, pos penjagaan, dapur umum, dan segala strategi dan rencana perang yang dapat membahayakan pertahanan umat Islam. Sementara komunitas-komunitas sosial saat itu berbasis agama.

Karenanya, mencermati ketarangan ulama di atas kita akan menemukan tidak sambung dan tidak tepat kalau ayat ini dijadikan dalil sebagai pengharaman atas pengangkatan calon pemimpin dari kalangan non muslim. Menurut hemat kami, kitab-kitab terjemah Al-Quran yang mengartikan “wali” sebagai pemimpin ada baiknya menelaah kembali tafsir-tafsir Al-Quran.

Saran kami berhati-hatilah memilih pemimpin baik muslim maupun non muslim. Karena mereka ke depan akan mengatur hajat hidup orang banyak. Kita perlu melihat integritas calon dan track record mereka. Kami juga berharap kepada warga untuk tidak mudah terporovokasi oleh isu-isu SARA menjelang pemilihan.

http://www.nu.or.id/post/read/63567/memilih-pemimpin-non-muslim-bolehkah

Dari dulu sudah ada pendapat yg berlainan dg dasar masing. Kalo ane sampai level Wapres ane ga masalah agamanya, asal amanah. Kalp Presiden ane tetep akan milih yg Islam aja, tapi kalp ada yg Non Islam maju Capres ya silahkan aja, jangan dihalang-halangi.Toh kembali lagi, semua kehendak Allah Tuhan sekalian manusia.
Quote:Original Posted By spectre2015
proses hukum ya harus tp klo ternyata dinyatakan tidak bersalah menurut polisi jangan mewek ya

#polisidibelikapir



klo ga salah berarti polisi nya ga bener..
ga kaget lah ne ujung nya bakal anti klimaks emoticon-Big Grin

mafia cukong di lawan emoticon-Big Grin

salah juga yg buat tuh meme

Quote:Original Posted By ooolala
lalu,datanglah loyalis ahok dengan logikanya..
Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

emoticon-Wakaka


Mestinya jn paje bahasa indonesia
Mestunya yg perempuan pake bahasa arab
Baru nyambung
Quote:Original Posted By ulerkadut33



klo ga salah berarti polisi nya ga bener..
ga kaget lah ne ujung nya bakal anti klimaks emoticon-Big Grin

mafia cukong di lawan emoticon-Big Grin


Sanusi contohnya?
Quote:Original Posted By cosomoko


???
Quote:Original Posted By ulerkadut33
ga terbukti gmn... jelas2 salah kok emoticon-Big Grin



Quote:Original Posted By ulerkadut33
klo ga salah berarti polisi nya ga bener..
ga kaget lah ne ujung nya bakal anti klimaks emoticon-Big Grin

mafia cukong di lawan emoticon-Big Grin


itu kan menurut lo dan geng lo. ane sih nunggu apa kata polisi ajah. ga usah maksa2 kasus hukum yg berjalan apapun keputusannya nanti.
pasukan nasi bungkus kah :ceyem :ceyem
lalu,datanglah loyalis ahok dengan logikanya..
Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

Ketua Umum PBNU Said Aqil: Ahok Harus Diproses Hukum

emoticon-Wakaka
sumbu pendek ya gitu, bayaran pula
silahkan saja proses,emoticon-Cool
Quote:Original Posted By uunnuu


Mestinya jn paje bahasa indonesia
Mestunya yg perempuan pake bahasa arab
Baru nyambung


ente siape nyalahin..? kaya ngerti maksudnya aje..
hanya yang buat meme yang tahu..
emoticon-Wakaka